16 Jun 2023

[2023: Book 14] 10 Ilmuwan Kontroversial yang Mengubah Dunia - Gimmy Satriawan

 

Judul: 10 Ilmuwan Kontroversial yang Mengubah Dunia 
Penulis: Gimmy Satriawan 
Editor: Meita Sandra
Proofreader: Nur Hidayah
Desain Cover: TriAT
Desain isi: Maarif
Cetakan IV, 2016
Diterbitkan oleh Penerbit A+Plus Books 
Jumlah halaman: 148 hlm; 13,5 x 20 cm
ISBN: 978-979-25-4665-1
Genre: Biografi, non fiksi
Status: Pinjam dari perpustakaan SMP Hikmah Teladan (kakak Ilman ada tugas review buku di matpel Teaching Learning) 


"Syarat paling penting bagi orang yang ingin menjadi seperti saya adalah mawas diri dalam hal apa yang dipikirkannya serta bagaimana dia berpikir, bukan dalam hal apa yang dikerjakan atau dialaminya" (Albert Einstein)

"Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern" (Stephen Hawking)

"Sekurang-kurangnya masyarakat kamu sudah mengeluarkan orang yang lebih dari seorang Darwin, Newton, Marx, dan Lenin, barulah kamu boleh bangga" (Tan Malaka)

Penemuan-penemuan para ilmuwan telah menjadi warisan abad ke-20. Berkat penemuan-penemuan merekalah dunia berubah. Kehidupan manusia telah dibuat lebih mudah berkat penemuan-penemuan mereka. Kita telah dibuat lebih mudah berkomunikasi berkat penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell atau kita tidak perlu hidup dalam kegelapan ketika di malam hari berkat penemuan bola pijar oleh Thomas Alva Edison.

Buku ini berisi kisah-kisah sepuluh ilmuwan dunia yang penemuannya paling berpengaruh dan kehidupannya yang penuh dengan kontroversi. Singkap apa saja kontroversi-kontroversi mereka secara lengkap dalam buku ini. Buku ini tidak hanya mengungkap penemuan-penemuan hebat abad 20, tapi juga sisi lain kehidupan pribadi penemunya.


Hai, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Kali ini aku mau bahas buku yang penampakannya nggak meyakinkan, tapi pas cek data buku, kok, udah cetakan keempat aja, ya... Berarti kan buku ini laku keras. Heuheu...

Buku ini aku baca karena bantuin kakak Ilnan ngerjain tugas review buku untuk mata pelajaran Teaching Learning di kelas 9. Metode belajarnya adalah baca buku yang ada di perpustakaan, terus dibahas gitu. Nah, untuk tugas yang pakai buku ini sepertinya untuk semacam ujian akhirnya gitu.

Di angkatan kakak Ilman sudah tidak ada Ujian Nasional lagi, karena sekolah kakak Ilman sudah lama menerapkan kurikulum merdeka. Tapi memang sejak adanya pandemi Covid-19, pemerintah menghapuskan Ujian Negara untuk semua jenjang pendidikan, dari SD sampai SMA/SMK. Jadi sejak kakak Ilman kelas 6 SD, dia tidak mengalami yang disebut dengan Ujian Nasional.

Memangnya Ujian Nasional itu apa, sih? Ujian Nasional itu ya ujian untuk tiga mata pelajaran yang dianggap penting (aku nggak ngerti kenapa cuma tiga mata pelajaran itu, seolah-olah mata pelajaran lain nggak penting) dan nilainya nanti jadi pertaruhan untuk masuk ke sekolah negeri di jenjang berikutnya. Kalo kalian pilih sekolah swasta di jenjang berikutnya, nilai-nilai UN ini tidak berpengaruh karena sekolah swasta punya sistem penerimaan tersendiri, biasanya mereka menyelenggarakan ujian mandiri, jauh sebelum diadakannya UN.

Di zaman aku ada UN kah? Ada! Tapi namanya EBTANAS alias Evaluasi Belajar Tahap Akhir NASional. Terdiri atas lima mata pelajaran: Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PKn (di masaku sekolah namanya PMP, Pendidikan Moral dan Pancasila). Nantinya sekumpulan nilai ini disebut NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang menjadi modal untuk bertaruh masuk sekolah negeri di jenjang berikutnya.

Sejak dihapuskannya UN di Indonesia (aku nggak paham apakah karena pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2020 atau memang karena UN sudah nggak reliable lagi untuk jadi modal masuk sekolah negeri di jenjang berikutnya disebabkan oleh banyak faktor), rata-rata sekolah bikin model tugas akhir sendiri untuk mengumpulkan nilai akhir siswanya. 

Salah satunya sekolah kakak Ilman, setiap mata pelajaran ada tugas khusus yang penting, selain untuk dapat nilai di rapor juga untuk melatih skill mereka. Matpel Teaching Learning sepertinya dimaksudkan supaya siswa belajar dari membaca buku yang disediakan di perpustakaan sekolah, me-review-nya, kemudian membagikannya ke teman-temannya apa yang dia baca. Aku nggak tahu, di sekolah lain ada tugas macam ini atau nggak. Kalo nggak ada, berarti SMP Hikmah Teladan ini keren banget punya metode belajar kek gini, ya... hohoho...


Lewat buku ini, aku baru tahu tentang kontroversi yang dilakukan/dialami para ilmuwan ini. Sebelumnya aku memang udah tahu sepintas, biasanya lewat media sosial, tentang kontroversi Alexander Graham Bell sebagai penemu telepon, yang ternyata bukan. Dan lewat buku ini juga, aku baru tahu kalo Charles Darwin dan Nicolaus Coppernicus mengalami kontroversi tentang "siapa duluan pencetusnya" seperti yang dialami Alexander Graham Bell. Padahal mereka lebih dulu mengalami kontroversi itu ya. Ternyata Thomas Alva Edison juga berseteru soal "siapa duluan" dengan Nikolas Tesla.

Meski Albert Einstein tidak berseteru soal "siapa duluan" dengan siapa-siapa, nyatanya beliau berada di urutan terdepan di buku ini. Kontroversinya lebih ke hasil karyanya yang mengakibatkan teror di dunia: terciptanya bom atom, menggunakan teori relativitas hasil pemikirannya. 

Buku ini terbilang tipis dan bener-bener merangkum biografi kesepuluh ilmuwan, mungkin karena yang dibahas hanya kontroversinya aja, selain biodata singkat tentang kesepuluh ilmuwan itu.  

Berikut ini adalah hasil rangkuman kakak Ilman untuk mata pelajaran Teaching Learning yang dia presentasikan di depan teman-temannya


Yang ada di slide presentasi ini hanya cuplikan aja, lho. Bagusnya baca sendiri karena perspektif tiap orang dalam memahami buku pasti berbeda-beda. 

Ada satu hal yang aku tidak paham, yaitu kenapa buku ini nggak ada di Goodreads, padahal udah cetakan keempat di tahun 2016. Aku merasa beruntung kakak Ilman pilih buku ini, karenanya aku jadi bisa ikutan baca dan input datanya di Goodreads (hei, gini-gini aku librarian Goodreads, lho!).


Aku menyelesaikan baca buku ini untuk ikut tantangan:
- Goodreads Reading Challenge 2023
- BBBBC Reading Challenge
- Satu Bulan Satu Non Fiksi 


Stay healthy, both of you, xoxo! 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*