Tampilkan postingan dengan label Roald Dahl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roald Dahl. Tampilkan semua postingan

12 Jul 2023

[2023: Book 16] George's Marvellous Medicine - Roald Dahl

 

Judul: George's Marvellous Medicine 
Penulis: Roald Dahl
Ilustrasi sampul: Quentin Blake
Diterbitkan oleh Puffin Books, 2016 
Jumlah halaman: 96 halaman
Format: e-book
ISBN: 9780141369297 (ISBN10: 0141369299)
Genre: Children, Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Magic, Drama, Young Adult Fantasy, Humor, Middle Grade
Status: Punya


George Kranky's Grandma is a miserable grouch. George really hates that horrid old witchy woman.
One Saturday morning, George is in charge of giving Grandma her medicine.
So-ho! Ah-ha! Ho-hum! George knows exactly what to do.
A magic medicine* it will be. One that will either cure her completely . . . or blow off the top of her head.

*WARNING: Do not try to make George's Marvellous Medicine yourselves at home. It could be dangerous.



Hai, Ilman dan Zaidan!

Kalo kalian baca George's Marvellous Medicine ini, kalian mungkin akan bilang, "sungguh tidak habis fikri! Sangat di luar nurul!" saking menggemaskannya cerita ini. Gimana nggak? George yang kesel sama neneknya yang bawel, keidean buat bikin ramuan obat yang berdampak...
....
....
well...
.....
luar biasa mengerikan ðŸ™„

Nenek George adalah seorang perempuan tua yang penyakitan dan menyebalkan. Kerjanya menggerutu. Mending kalo hanya menggerutu. Di setiap gerutuannya, selalu terselip, eh, bukan, seluruh kata-katanya memaki George. Semua orang sekali dimaki aja akan sakit hati. Gimana lagi yang sehari-hari makanannya dimaki neneknya sendiri? Lama-lama ngeselin kan?

Tiba waktunya, ketika mama George harus pergi berbelanja dan George dititipi menjaga neneknya (terutama menyuapinya obat yang harus diminum di jam tertentu dan nggak boleh terlambat) lalu George harus mendengar seluruh kalimat cacian dari neneknya plus dia sudah sampai di puncak tertinggi batas kesabaran... dia terpikir untuk menambahkan sesuatu pada obat itu hanya untuk menghentikan racauan neneknya. 

Beberapa jam sebelum jam minum obat neneknya tiba, seperti sedang kesambet sesuatu, segala yang ada di rumah itu masuk ke panci untuk dibuat ramuannya, bareng dengan obat yang harus diminum neneknya. Makin lama George makin asik menambahkan segala sesuatu yang ada di rumah itu. Mulai dari saus-saus yang ada di dapur, sampai perlengkapan bersih-bersih di kamar mandi bahkan segala cairan yang ada di bengkel dimasukkannya ke dalam ramuannya. 

Di menit-menit menjelang jam minum obat, karena George nggak kelihatan berkeliaran di rumah, neneknya mulai mengomel. Akhirnya ketika ramuan itu jadi, tepat di jam jadwal neneknya minum obat, George menyuapkan obat tersebut dan.... plop! Nenek tiba-tiba bertumbuh dan berkembang sampai atap rumah jebol. 

Melihat reaksi berlebihan yang sungguh di luar nurul, George menjadi panik. Karena dia berharap neneknya hanya jadi "diam selamanya" setelah minum ramuannya, bukannya malah bertumbuh dan berkembang menjadi raksasa yang bahkan menghancurkan rumah mereka. Di tengah kepanikan seperti itu, ayah George pulang (dari.. lupa, ladang kayaknya) dan melihat fenomena ini. George mengira ayahnya akan mengamuk, tak disangka, ayah George malah bahagia. Yang terpikir oleh ayah George hanyalah "wang... wang... wang...". Yes! Dia bermaksud memberikan ramuan hasil karya cipta George ke hewan ternaknya untuk mendapatkan hasil yang berlipat ganda. 


Kalo kalian sudah terbiasa membaca karya Roald Dahl, kalian pasti akan menebak ke mana arah cerita ini bahkan endingnya. Saking khas-nya karya imajinatif beliau. Jadi aku nggak harus spill sampai selesai, karena mendingan kalian baca sendiri. 

Baca George's Marvellous Medicine ini seperti halnya baca karya-karya Roald Dahl yang lain: selalu ada geregetan moment, juga ada geuleuh moment. Hahaha. Sampe kadang-kadang mikir, beliau dulu kecilnya nakal banget apa alim banget ya, sampe punya imajinasi luarrrrrr binasa. Meski begitu, tetep enjoyable baca ceritanya. Baca sendiri lebih sensasional ketimbang sekadar baca review.    

Selamat membaca George's Marvellous Medicine-nya Roald Dahl dan selamat geregetan bacanya... 


Aku baca ini buat memenuhi tantangan:
- 2023 Goodreads Reading Challenge
- Babat Timbunan 2023 Joglosemar
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- Tantangan Membaca BBBBC
- Books in English Reading Challenge 


Stay healthy, love you both, always! xoxo








  

Terusin baca - [2023: Book 16] George's Marvellous Medicine - Roald Dahl

14 Jun 2023

[2023: Book 12] Whoppsy-Whiffling Joke Book - Roald Dahl

 

Judul: Whoppsy-Whiffling Joke Book 
Penulis: Roald Dahl
Ilustrator: Quentin Blake
Cetakan pertama, 2016
Diterbitkan oleh Puffin Books
Jumlah halaman: 119 hlm
ISBN: 978- 045-14-7931-0
Genre: Fiction, Comedy, Fantasy, Children Literature, e-book, Favorit, English Book 
Status: Punya. Ada di e-book reader
Dibaca:  22 Maret 2023 - 23 Maret 2023



Roald Dahl is known for his humor! This joke book is an ideal companion to his beloved novels.

Roald Dahl's Whoppsy-Whiffling Joke Book is a collection of hundreds of great jokes that would make even the Trunchbull laugh! Inspired by Roald Dahl's wonderful world, these gigglesome gags are guaranteed to raise a chuckle from human beans young and old.

CONTENT NOTE : The jokes in this book may cause reader to become the embodiment of the crying-laughing emoji. Side effects include but are not limited to stomach pains, tears of joy, falling off chairs, and flailing.


Hai, Kakak Ilman dan Adek Zi... (maap manggil Zi sesuai mood)

Suatu hari aku lihat WhatsApp story tante Lila, mengutip joke-nya Roald Dahl yang bikin aku iri dan kepingin baca. Berkat sedikit usaha, akupun dapat versi e-book-nya. Sayangnya, baca ini nggak bisa aku masukkan ke dalam tantangan Babat Timbunan Joglosemar 2023, karena statusnya buku "baru" yang tidak ditimbun lama. 

Meski bukunya disebut jokes, nggak semua isinya bikin aku ketawa ngakak, kok. Karena nggak sedikit jokes-nya yang kelewat garing atau meh. Atau otak aku terlalu teflon buat memahami joke ini maksudnya apa, yaaaaaa...

Asiknya buku ini ada banyak teka-teki tulalit yang bikin sebel orang yang ditanya. Misalnya aja, 

Why did the teacher turn the lights on?
Because the class was so dim!

Why is six afraid of seven?
Because seven eight nine!

Apaan coba?

Atau internal jokes yang kalian cuma bisa paham kalo baca karya Roald Dahl, karena emang ini jokes-nya berdasarkan karya-karya Roald Dahl yang udah ada. Misalnya nih

Why was Miss Trunchbull worried?
Because there were too many rulers in school! 

Yap. Miss Trunchbull adalah karakter dari cerita Matilda, guru yang luar biasa galak dan mengerikan.

Ada jokes yang menurut aku nggak lucu, tapi nggak meh juga, karena menurut aku ini permainan kata... Misalnya aja

How do bees get to school?
By school buzz!

What is a pirate's favorite subject?
Arrrrrrt!

Kalo joke yang menurut aku lucu tuh, misalnya ini

What is a snake's favorite subject?
Hiss-tory! 

What's a witch's favorite subject?
Spell-ing!

hihi...


Rasanya menyenangkan bisa ketawa-ketawa atau mengerutkan kening saat baca jokes yang dibuat Roald Dahl ini. Setidaknya aku bisa "melepaskan" diri dari semua keabsurd-an cerita Roald Dahl sejenak karena jokes ini. 

Yang selalu aku salut dari Roald Dahl adalah imajinasi masa kanak-kanaknya nggak pernah hilang. I wonder, keknya dia dulunya termasuk anak yang dapat predikat "bocah nakal", deh, mengingat imajinasi dan ide-ide gilanya nggak ada habisnya untuk dituangkan di cerita. Kenapa aku berpikir begitu, ya? Mungkin kalo anaknya lurus-lurus aja, mikirnya juga akan kelewat lurus setelah dewasa. Lumayan banyak meninggalkan imajinasi anak-anak, biasanya. Like me. *sigh*

Surely, kalian harus baca ini ketika kalian udah jago bahasa Inggris nanti, biar ngerti jokes-nya. Sebab, kalo diterjemahin ke Bahasa Indonesia, jadi aneh dan nggak lucu. Beneran! 


Aku baca ini untuk ikut tantangan:
- Goodreads Reading Challenge 2023
- Abroad and Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023
- Books in English Reading Challenge 2023


Stay healthy both of you! xoxo! 




  
   

Terusin baca - [2023: Book 12] Whoppsy-Whiffling Joke Book - Roald Dahl

18 Okt 2013

[RAL-Roald Dahl Meme-CREATE] Utak-atik Cerita Matilda


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Ini Bunda beneran posting ngebut. Mumpung hari ini agak "lowong". Entah agak siangan ntar, kayaknya bakalan lebih hectic.

Bunda mau iseng nyoba ikut meme CREATE dari event Read A Long Roald Dahl yang diadakan oleh tante Hobby Buku.

Syarat ikut meme CREATE itu: kalo Bunda diajak berkolaborasi menulis ulang karya Roald Dahl, cerita apa yang bakalan dipilih? Terus, kira-kira Bunda mau nulis kayak apa ceritanya? Gimana kisahnya versi Bunda?

Bunda kepikir pengen buat ulang cerita Matilda.

source


Bukan nulis ulang dan mengubah sama sekali, sih. Cuma pengen mengubah "nasib" Miss Trunchbull aja. Jadi, di cerita sebelumnya, kan, Miss Trunchbull tiba-tiba menghilang. Nah, kalo versi Bunda, kepikirannya begini...

Miss Trunchbull menghilang. Matilda tinggal bersama Miss Honey. Ternyata, kesaktian Matilda makin bertambah karena dia sering melatihnya. Bukan hilang begitu saja karena keadaan Matilda sudah berubah menjadi bahagia. Nah, kesaktian yang makin tinggi ini membuatnya berhasil menemukan Miss Trunchbull yang sudah bersembunyi di negara antah berantah. Bahkan, Matilda berhasil membuat Miss Trunchbull datang ke rumah Miss Honey dan berlutut meminta maaf pada Miss Honey.

Bahkan, Miss Trunchbull diperbolehkan untuk tinggal di rumah Miss Honey bersama Matilda. Tapi Miss Trunchbull nggak mau. Dia minta diperbolehkan untuk "menebus" kesalahannya dengan tinggal di rumah bekas tempat tinggal Miss Honey. Ternyata, Miss Trunchbull bertemu seorang pria pemalas dan menikah dengannya, tinggal di sana. Suami Miss Truncbull ini (eh, namanya jadi siapa, ya? Kan sudah menikah?) ingin kembali menguasai kekayaan warisan ayah Miss Honey. Dia berpura-pura menjadi tukang kebun Miss Honey dan sedikit demi sedikit mulai mencuri barang-barang berharga atau kadang uang di rumah Miss Honey.

Kesaktian Matilda, selain bisa membuat Miss Trunchbull datang bertekuk lutut dan meminta maaf pada Miss Honey, juga bisa membuat apa pun yang dicuri oleh suami Miss Trunchbull kembali pada tempatnya, tepat ketika suami Miss Trunchbull hendak menjual atau menggunakannya.

Jadi, suami Miss Trunchbull ini selalu didera perasaan malu setiap kali dia berbelanja dan uangnya hilang. Atau ketika hendak menjual barang berharga, sudah tawar menawar dengan penjualnya dan mendapat kesepakatan harga yang cocok, barangnya mendadak kembali ada di tempat semula.

Miss Trunchbull bekerja di ladang. Terkadang, dia mendapatkan pembalasan dari anak-anak yang dulu takut padanya. Tapi tidak sedikit anak-anak yang pernah disakitinya memaafkannya, bahkan memberinya makanan. Ketika Miss Trunchbull tahu bahwa suaminya sering mencuri dari rumah Miss Honey, dia marah besar dan mengajak suaminya adu panco. Kalo Miss Trunchbull menang, suaminya tidak boleh mencuri lagi. Kalo suaminya menang, maka Miss Trunchbull memperbolehkan suaminya melakukan apa saja yang disukainya, termasuk mencuri, walau itu memalukan.

Bisa ditebak sebetulnya, suami Miss Truncbhull kurus kering, pasti kalah dalam adu panco. Tapi ternyata, suami Miss Trunchbull ini nggak bodoh dan otaknya curang banget. Maka, dia telah membuat Miss Trunchbull yang gagah perkakas itu kalah dalam adu panco. Akibatnya, suami Miss Trunchbull semakin membabi buta berusaha mencuri di rumah Miss Honey, setiap kali tidak ada orang di rumah itu.

Hingga suatu ketika, suami Miss Truncbull dipermainkan oleh benda-benda yang hendak dicurinya. Dia mau mencuri piala emas yang selama ini terkunci di dalam lemari. Semula, ketika dia berhasil menemukan kunci lemari itu, piala itu masih ada dan berkilau di dalam lemari. Ketika dia membuka lemari itu dan hendak mengambilnya, piala itu berada di atas kepalanya. Ketika dia mau mengambil dari atas kepalanya, piala itu melayang-layang dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Benda-benda berharga lainpun ikut menghampirinya, yang membuatnya lari terbirit-birit. Suami Miss Truncbull kapok dan meminta maaf kepada istrinya, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Yah. Garing banget, ya, ceritanya. Soalnya, Bunda pengen banget Miss Trunchbull minta maaf. Cuma, kenapa ga dibuat Miss Honey membalaskan dendamnya pada Miss Trunchbull? Sejauh yang Bunda tahu, balas dendam itu nggak ada gunanya. Sekian :D


Terusin baca - [RAL-Roald Dahl Meme-CREATE] Utak-atik Cerita Matilda

[RAL-Roald Dahl Meme-PLAYS] Andai Bunda jadi Charlie Bucket...



Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Dudududu... Bunda kelupaan ada meme ini...
Menurut master post ini, Bunda mau berpartisipasi ikut meme. Pengennya sih, ikut semua. Cuma entah, nih, keburu apa nggak. Dua hari lagi batas ikutan Read A Long-nya :P

Oke, Bunda coba nulis tema PLAYS. Tema PLAYS itu kalo Bunda berandai-andai jadi salah satu karakter dalam karya Roald Dahl, Bunda mau jadi apa? Kenapa pengen jadi karakter itu?

Mungkin ini agak absurd, tapi Bunda kepingin jadi CHARLIE BUCKET. Kalian tentu tahu kenapa. Sebab, Bunda SANGAT SUKA COKLAT! Cuma itu alasannya :D

source

source


Beruntung sekali anak bernama Charlie Bucket ini yang cuma bisa makan coklat di hari ulang tahunnya, yang hanya terjadi setahun sekali itu, tahu-tahu dapat tiket emas di dalam coklat buatan pabrik Willy Wonka! Dan karena kerendahan hatinya itu, dia bahkan menjadi pemilik pabrik Willy Wonka! Dudududu.... Mauuuuuu!

Nah, kalo Bunda jadi Charlie Bucket yang sudah punya pabrik coklat Willy Wonka, Bunda akan kirim permen karet segala rasa ke seluruh penjuru bumi yang membutuhkan bantuan makanan. Kalian tahu, di banyak tempat di berbagai belahan bumi ini, masih banyak anak-anak dan orangtua yang kelaparan. Penyebab kelaparan ya bisa macam-macam. Di antaranya karena tanah tempat mereka sedemikian tandusnya sehingga tidak ada tanaman yang mampu bertahan hidup. Nah, dengan permen karet yang bisa tahan dimakan dan memunculkan berbagai rasa (tentu yang sudah disempurnakan, bukan yang masih error edition seperti yang dimakan oleh Violet Beauregarde) sehingga akan mencegah terjadinya kelaparan juga angka kematian yang tinggi.

Selain itu, Bunda akan membuat bibit kokoa yang bisa tumbuh di tanah setandus apapun. Biji kokoa ini nanti akan dibuat mengandung berbagai protein, vitamin dan mineral, juga ada karbohidrat yang cukup. Jadi, meski hanya makan biji kokoa, badan tetap sehat dan bisa produktif. Sekali makan biji kokoa, bisa terus berenergi sampai waktunya istirahat. Jadi, meski tanah tandus, ada tumbuhan kokoa yang bisa ditanam, tumbuh subur, terus nanti bisa turun hujan di daerah itu. Sehingga, orang-orang ini nggak perlu kekurangan air lagi. Mereka bisa minum dan mandi sesuka hati.

Kalo bisa begini, kan, Bunda bisa membantu semua orang di dunia terhindar dari kelaparan. Dan karena semua orang merasakan enaknya makan dan minum coklat, Bunda percaya tidak akan ada lagi peperangan karena semua orang berbahagia...




Terusin baca - [RAL-Roald Dahl Meme-PLAYS] Andai Bunda jadi Charlie Bucket...

Charlie and the Chocolate Factory by Roald Dahl


Judul: Charlie and the Chocolate Factory
Penulis: Roald Dahl
Alih bahasa: Ade Dina Sigarlaki
Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keempat: Juni 2006
ISBN: 979-686-889-X
Jumlah halaman: 200 halaman; 20 cm
Genre: Children Literature, Fantasi, Fiksi Anak
Status: Punya. Beli di Gramedia
 

Ciptaan-ciptaan Mr. Wonka menakjubkan. Pria misterius itu membuat berbagai macam permen enak di pabrik cokelatnya yang luar biasa. Tapi tidak seorang pun pernah melihat bagian dalam pabrik tersebut, atau bahkan bertemu Mr. Wonka! Karena itu orang-orang langsung gempar ketika Mr. Wonka mengadakan sayembara.
Charlie Bucket nyaris tidak bisa memercayai kemujurannya ketika ia menemukan tiket emas sayembara dan memenangkan perjalanan paling mengesankan seumur hidupnya: berkeliling pabrik cokelat yang terkenal itu dan melihat berbagai kreasi terbaru Mr. Wonka.

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Bunda baru sadar, ternyata, meski Bunda menyukai cerita ini, Bunda belum pernah baca buku ini sama sekali. Yang jelas, Bunda sudah menonton filmnya berkali-kali.

Kebetulan karena ada event Read A Long - Roald Dahl yang diadakan oleh tante Hobby Buku, Bunda jadi "kepaksa" baca.

Seperti halnya filmnya yang membuat liur menetes-netes, cerita di sini sangat fantastis. Betul-betul bikin imajinasi Bunda menggelegak. Terutama membayangkan kunjungan ke pabrik Wonka yang selama ini rahasia.

Bayangkan saja, ada sungai cokelat yang harum baunya. Naik perahu yang terbuat dari permen tapi tidak lengket kecuali dijilati. Ada banyak ruangan yang seluruhnya dibuat untuk membuat cokelat! Dan tidak hanya cokelat, Pak Wonka juga membuat berbagai permen, es krim, dan kudapan-kudapan lainnya yang membuat ngiler!

Khusus untuk cerita ini, Bunda merinding senang bacanya. Karena berkaitan dengan coklat, kakek Roald Dahl jelas-jelas mengeluarkan semua imajinasi yang sangat anak-anak. Bunda memang selalu suka dengan cerita kakek Roald Dahl. Meski kakek Roald Dahl sudah menjadi orang dewasa saat menulis cerita ini, kakek Roald Dahl tidak pernah lupa imajinasi anak-anak seperti apa.

Nggak hanya bercerita mengenai imajinasi yang super fantastis, kakek Roald Dahl juga menyampaikan sikap-sikap anak-anak yang menyebalkan sebagai konflik di dalam ceritanya, sehingga jelaslah, pemenang dari semua sikap adalah sikap tenang, rendah hati, dan sabar.

Kelima anak yang beruntung mendapatkan tiket emas untuk berkunjung ke pabrik cokelat Willy Wonka dan bertemu langsung dengan Mr. Wonka sendiri. Nah, sikap-sikap tak pantas itu muncul di cerita ini lewat beberapa karakter, di antaranya Augustus Gloop, harus kalah di putaran pertama karena ketamakannya. Jelas, kan, sikap tamak tidak akan membawa keuntungan di manapun. Termasuk untuk seorang anak bernama Augustus Gloop.

Kemudian, ada anak yang bernama Violet Beauregarde yang seumur hidupnya mengunyah permen karet. Sikap sombongnya telah membuatnya kalah di setelah Augustus Gloop. Dia tidak mau mendengarkan larangan Mr. Wonka. Sikap sok tahunya telah membuat tubuhnya menggelembung dan berwarna ungu, seperti blueberry.

Lalu, anak yang bernama Veruca Salt bersama orangtuanya harus "terlempar" ke tempat sampah karena baik Veruca Salt maupun kedua orangtuanya sama-sama tidak menghargai orang lain dan menganggap bahwa uang adalah segalanya. Semacam "you can buy the whole wide world with the money". Padahal, sikap sombong, angkuh, dan suka meremehkan orang lain adalah senjata utama kehancuran seseorang.

Mike Teeve juga kesandung masalah karena dia tak mau mendengarkan larangan Mr. Wonka. Dia berubah menjadi kerdil karena sok tahu.

Apakah kalian memperhatikan? Bahwa sikap-sikap seperti itu bukanlah sikap baik. Sikap-sikap macam itu hanya akan membuat kalian sengsara di kemudian hari. 

Ini yang Bunda suka dari semua cerita yang dibuat oleh kakek Roald Dahl. Tanpa menghilangkan unsur imajinasi khas anak-anak, kakek Roald Dahl mampu menunjukkan moral cerita secara gamblang lewat masing-masing karakter. Jadi, dengan masih membayangkan Bunda berada di dalam pabrik Willy Wonka, Bunda mau kasih bintang lima untuk Charlie and the Chocolate Factory. Muah!

 
Postingan ini dibuat selain untuk menuh-menuhin agregator, juga untuk ikut Read A Long Roald Dahl yang dibuat oleh Hobby Buku.
 

Terusin baca - Charlie and the Chocolate Factory by Roald Dahl

20 Jun 2013

Matilda



Judul: Matilda
Penulis: Roald Dahl
Diterbitkan oleh: Puffin Books (Penguin Groups), 2001
Jumlah halaman: 231 halaman
ISBN: 0-141-31136-3
Status: punya. beli seken di BukuMoo
Genre: Fantasy, Children, Classics


Matilda's parents have called her some terrible things. The truth is, she's a genius and they're the stupid ones. Find out how she gets the better of them and her spiteful headmistress, Miss Trunchbull, as well as discovering that she has a very special power. (dari kaver belakang buku)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Aduh... Bunda baru sadar, kalo ini udah tanggal 20-an dan linky buat Books In English Reading Challenge belum Bunda buka...
Maafkan, ya, buat semua peserta Books In English Reading Challenge... :(
Belakangan lagi hectic banget, terus ga kekontrol, deh jadinya..

Tapi tenang aja. Penilaian semua link yang masuk bukan berdasarkan tanggal kapan baca, kok. Jadi, walaupun masukin review bulan Januari di linky Juni pun tak apa-apa...

Kalo ada yang nanya, ih, kok challenge-nya nyantei gitu?
Menurut Bunda, nggak semua orang pintar berbahasa Inggris. Nggak semua orang sanggup baca buku berbahasa Inggris dalam waktu sebentar. Makanya, bikin aturan challengenya juga nggak terlalu maksa. Cuma, tetep, kenapa ada hadiah, karena emang harus buat review dan masukin linknya di linky.
Setiap host challenge bebas-bebas aja, kok, dalam bikin aturan challenge.. Hehehe..

Nah, udah, ya...
Matilda ini Bunda baca dua kali. Pertama kali dulu banget, baca terjemahannya, hasil pinjaman. Trus, Bunda pernah nonton filmnya juga, walau ga dari awal. Maklum, nontonnya lewat channel tipi, taunya udah setengah jalan baru lihat.
Terus, di BukuMoo ada stok Matilda, Bunda jadi kepingin punya. Iya, buku-buku itu kan nantinya akan Bunda wariskan buat anak-anak Bunda... ^^;

Sekarang, Bunda mau cerita soal kesan Bunda tentang Matilda...

Matilda Wormwood lahir dari keluarga berkecukupan. Ayahnya punya perusahaan Wormwood Motor Company, yang bergerak di bidang jual beli mobil bekas. Ibunya termasuk sosialita, suka bergaul dan main kartu. Karena kakak Matilda, Michael juga sibuk, Matilda sering kesepian di rumah.

Matilda mulai belajar membaca lewat koran yang dibaca ayahnya. Juga buku resep punya ibunya. Lama-lama, Matilda mulai haus akan membaca, sementara orangtuanya nggak suka baca buku apalagi punya buku di rumah untuk dibaca - selain buku masak, tentu saja, dia mulai mencoba datang ke perpustakaan setempat. Semula, Mrs. Phelps, pustakawan di perpustakaan itu, tertegun karena melihat Matilda datang sendirian, tanpa orangtua. Bayangkan, anak sekecil itu. Ternyata, pada akhirnya, justru Mrs. Phelps lah yang meminjamkan Matilda banyaaaaak sekali buku yang dengan cepat dilahap oleh Matilda.

Kemudian, Matilda mulai bersekolah. Kemampuan Matilda akan banyak hal membuat Miss Honey, guru kelasnya terkesima, sehingga memberanikan diri untuk menemui Miss Trunchbull, kepala sekolah tempat Matilda bersekolah, yang mengerikan. Miss Honey bermaksud ingin memindahkan Matilda ke kelas yang lebih tinggi, karena kemampuan Matilda membuatnya nggak cocok berada di kelasnya. Matilda butuh kelas yang lebih tinggi supaya kemampuan Matilda bisa terus terasah. Karena ditolak dan justru membuat Miss Trunchbull marah, akhirnya Miss Honey berusaha untuk mengajari Matilda sendiri di kelas, dibedakan materinya dengan teman-temannya yang baru bisa mengeja.

Iya, Miss Trunchbull, meski dia kepala sekolah dasar, dia tidak suka anak-anak dan sering menyakiti anak-anak. Bahkan dia menebar kebencian di hati anak-anak terhadap dirinya. Miss Trunchbull suka memakai kekerasan dalam mengajar anak-anak. Sementara Miss Honey mengajar dengan lembut dan penuh kasih sayang, sehingga Miss Honey disukai oleh murid-muridnya.
Matilda akrab dengan Miss Honey, sampai suatu ketika Miss Honey mengundang Matilda main ke rumahnya. Matilda merasa miris dengan keadaan Miss Honey, apalagi ketika tahu bagaimana keadaan ekonomi Miss Honey sebenarnya dan siapa yang merampas kebahagiaan Miss Honey. Dengan sebuah kekuatan, Matilda melakukan suatu hal yang membuat Miss Honey mendapatkan kembali harta bendanya.

Lalu... ini pendapat Bunda tentang Matilda.

Ah! Bunda iri sama kehebatan Matilda...
Belum umur lima tahun, dia udah mampu baca banyak buku klasik.... Bunda belum pernah baca buku karya Charles Dickens, Charlote Bronte atau siapa lagi, ya? Yang semuanya terkenal. Belum pernah. Huhuhu...

Ternyata, walaupun memiliki ayah yang sering membentaknya, Matilda tidak goyah. Kecerdasan Matilda tidak berubah, meski ayahnya sering mengatainya, "bodoh", "pembohong", dan lain-lain. Meskipun orangtua Matilda tidak suka buku, Matilda mampu melahap banyak buku. Matilda tidak terpengaruh oleh keluarganya yang nggak suka baca buku, untuk tetap membaca buku.

Pesan yang mau disampaikan oleh Roald Dahl lewat cerita ini, menurut Bunda, antara lain adalah... walaupun kalian (misalnya) punya orangtua yang nggak suka baca buku, bukan berarti kalian tidak perlu suka membaca buku. Gara-gara membaca buku lah, Matilda punya pengetahuan yang sangaaaaaat luas. Mampu menjawab banyak hal. Selama hal itu baik dan belum ada contohnya, lakukanlah.

Pesan lain Roald Dahl lewat Matilda adalah: "membacalah, kalian akan pintar". Kalian tahu, kan, ayat pertama yang Allah turunkan adalah "iqra". Iqra berarti membaca. Nah, kalo Allah saja sudah menyuruh kita membaca, maka bacalah. Membaca itu meluaskan wawasan kita. Syukur-syukur kita bisa berbagi pengetahuan karena kita membaca. Cuma, Bunda berpesan. Kalian nggak perlu pamer udah baca apa aja. Kalian nggak perlu menertawakan atau mengejek orang lain yang nggak belum suka membaca. Rekomendasikan bacaan apa yang menurut kalian bagus, dengan bahasa yang baik. 

Oya, ada lagi, nih, pesan lain yang Bunda tangkap di sini. Kejahatan nggak harus dilawan dengan kejahatan lagi. Dalam hal ini, Matilda berusaha melawan Miss Trunchbull, tapi dia nggak mengatakan hal-hal yang buruk pada Miss Trunchbull. Dia hanya menggunakan kecerdasannya untuk membalas kejahatan Miss Trunchbull.

Ah, Bunda makin kagum dengan kakek Roald Dahl. Bunda sangaaaat berterima kasih pada Kakek Roald Dahl yang udah bikin banyak cerita mengagumkan, seperti cerita Matilda ini. Bintang limapun rasanya nggak cukup untuk menyampaikan kekaguman Bunda pada beliau....

Diposting untuk:

Di bawah ini linky untuk ngepost review bulan Juni #2013BooksInEnglishRC ya... ^^;



Terusin baca - Matilda

23 Des 2011

BFG - Raksasa Besar yang Baik





The BFG - Raksasa Besar yang Baik Hati
Penulis: Roald Dahl
Alih Bahasa: Poppy Damayanti Chusfani
Editor: Dini Pandia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama, Januari 2010
200 hlm; 20 cm

ISBN: 978-979-22-5337-5


Suatu malam Sophie diculik raksasa. Tadinya ia mengira akan ditelan bulat-bulat, namun ternyata raksasa itu malah melindunginya.

BFG, demikian nama si raksasa, memberitahu Sophie bahwa dialah yang meramu mimpi-mimpi lantas dengan trompet meniupkannya ke dalam kamar anak-anak yang terlelap.

Sayang ketenteraman mereka tidak bisa berlangsung lama, karena Sophie dan BFG harus memutar otak untuk membuyarkan rencana raksasa-raksasa lain yang ingin memakan anak-anak di berbagai penjuru negeri. (Goodreads, cover belakang)


Pastinya, seorang Sophie kecil yang adalah anak yatim piatu dan tinggal di asrama, merasa sangat ketakutan ketika seorang raksasa setinggi tujuh meter (yang ternyata tergolong raksasa kerdil) menculiknya dan membawanya ke Negeri Raksasa.

Apalagi, ketika Sophie tahu bahwa makanan raksasa adalah manusia. Hiyyy...

Meski berkisah tentang raksasa, buku ini cukup menggemaskan. Sebab, BFG si raksasa yang mencurik Sophie, tutur katanya sungguh banyak yang ngaco. Maklum, BFG nggak pernah bersekolah. Hebatnya, Sophie lumayan memahami apa yang dikatakan oleh BFG, padahal kata-katanya kerap membuat saya memutar otak. Maksudnya apa, ya? Tapi justru inilah yang menjadi kesenangan tersendiri saat membaca kisah Big Friendly Giant.

Selain kata mencurik, kriyang kemintang, omong bolong, Yang Melia, merium, tomat manusia, dan masih banyaaak lagi -- adalah kata-kata yang muncul di sini, yang merupakan ucapan dari para raksasa.

BFG tidak makan manusia, ia hanya makan snozzcumber, semacam mentimun yang rasanya tidak enak, bahkan membuat Sophie memilih kelaparan dari makan snozzcumber. Hihihi... Lalu, ngapain BFG menculik Sophie kalo bukan untuk disantap? Sebab, ia takut Sophie akan menceritakannya kepada banyak orang, lalu nanti BFG tertangkap dan bahkan menjadi tontonan. 



Padahal, BFG kan raksasa baik hati, yang bertugas meniupkan mimpi-mimpi indah yang ditangkapnya. Setiap mimpi punya label dan ada ceritanya. Setiap mimpi diletakkan di dalam sebuah stoples, dilabeli dan diklasifikasi: mana untuk anak lelaki, mana untuk anak perempuan, mana untuk orang dewasa, bayi, dan lainnya. BFG bukan raksasa bau yang jorok, melainkan raksasa yang rapi dan apik, mengingat ribuan atau mungkin puluhan ribu stoples mimpi masing-masing ada labelnya.

Sophie dan BFG akhirnya bekerja sama untuk memberantas kesembilan raksasa pemakan manusia dengan melibatkan Ratu Inggris dan pasukan tentaranya. Membayangkan Sophie berangkat menuju Inggris dengan menumpang di telinga besar BFG yang nyaman, membuat saya tergeli-geli membayangkannya. Seperti apa, ya, rasanya ngumpet di telinga raksasa. Hahaha...

Saya selalu suka dengan ide-ide brilian Roald Dahl dalam membuat cerita. Meski memang ada adegan "seram" seperti saling jotos dan gimana BFG dibully oleh raksasa-raksasa lainnya karena ia kerdil (ya, meski tingginya tujuh meter, dibandingkan dengan Fleshlumpeater, Bloodbuttler, Childcewer, Meatdripper, Manhugger, Bonecruncher, Gizzardgulper, dan Butcher Boy yang tingginya 15 meter, tentu saja ia tergolong kerdil..haha), tapi tetap sarat dengan kelucuan. Terus terang, saya menjura pada penerjemah dan editornya, sampai saya betul-betul penasaran ingin baca cerita aslinya dalam bahasa Inggris untuk kata-kata yang ditulis maupun diucapkan seenaknya oleh BFG.



Dan saya belajar "istilah baru" di sini. Mimpi buruk disebut trogglehumper dan mimpi indah disebut phizzwizzard. Dan, bersendawa adalah whizzpopper... hihihi... cool!


-p3n1-
Terusin baca - BFG - Raksasa Besar yang Baik

1 Des 2011

The Giraffe and The Pelly and Me




Si Jerapah dan Si Pelly dan Aku
Judul Asli: The Giraffe and The Pelly and Me
Penulis: Roald Dahl
Alih Bahasa: Poppy Damayanti Chusfani (GM 106 06.014)
Ilustrasi: Quentin Blake
Buku Anak
Cetakan Pertama, Agustus 2006
ISBN: 979-22-2313-4
80 hlm; 20 cm
5 dari 5 bintang


Apa yang dibutuhkan perusahaan pembersih jendela? Ember, tangga, dan tukang bersih-bersih? Salah! Yang benar: pelikan, jerapah, dan kera. Aneh, ya? Tapi ini memang bukan perusahaan pembersih kaca biasa. (dari cover belakang buku).


Seperti biasa, Roald Dahl selalu menyajikan cerita yang ajaib dan unik. Billy, tokoh dalam buku ini, sering memandangi sebuah bangunan tiga tingkat di dekat rumahnya yang bertuliskan DIJUAL. Ibunya pernah bercerita, bahwa bangunan berlantai tiga tak berpenghuni itu dulunya adalah toko permen GRUBBER. Billy sering mengintip ke jendela bangunan kosong itu dan berharap suatu saat bangunan ini akan menjadi toko permen seperti dulu. 


Suatu ketika, Billy terkejut karena tulisan DIJUAL di bangunan itu berganti menjadi KEJUAL. Tentu Billy penasaran, siapa yang membeli bangunan itu dan apakah bangunan ini nantinya akan dijadikan toko permen GRUBBER seperti dulu?



Membayangkan bertetangga dengan jerapah, pelikan juga kera yang membeli bangunan kosong yang tadinya adalah toko permen, jadi aneh rasanya. Tapi di cerita ini, jerapah, pelikan, dan kera bukan sekedar binatang biasa. Ide "Perusahaan Pembersih Jendela Tanpa Tangga" ini lucu juga. Meski rada meriang juga membayangkan bak mandi, wastafel, lemari, bertebaran di udara, lalu... BRUK! Jatuh ke tanah dan hancur berkeping-keping. Tapi jadi terhibur waktu membayangkan rumah Duke Hampshire yang super besar dengan jendela super banyak, juga perkebunan yang super luas. 


Makin terhibur lagi waktu membayangkan jenis-jenis permen yang ada di cerita ini dalam jumlah yang sangat banyak. Nonton Curious George pas lagi bantuin toko permen aja udah bikin ngeces, padahal jumlah permennya nggak gitu banyak, apalagi ngebayangin yang satu ini. Huhuhu... Ada ribuan dan dari mana aja, bahkan dari pabrik Wonka juga ada! Hehe...



Tentu tidak heran mengapa Roald Dahl selalu menjadi penulis favorit saya. Saya jadi tahu macam-macam permen dan saya sering ngeces membayangkan detail nama permen yang dibahas di sini. Ups! Pokoknya, 5 bintang dari 5 bintang untuk buku ini karena sukses membawa saya ke dalam dunia khayal saya. 


- p3n1 -


Terusin baca - The Giraffe and The Pelly and Me

3 Mar 2010

Masa Kecil yang Hebat

Sebenernya bukan karena mupeng pengen hadiahnya. Bukan juga karena "terpaksa" ikutan kuis, makanya baru nulis tentang penulis favorit saya. Sejujurnya, ada sejuta *halah, lebay* penulis favorit saya. Tapi mungkin, keterpaksaan ini membuat saya menulis salah satu dari mereka. Siapa tau, berlanjut ke nulis tentang penulis lainnya. Hehe...


Saya memilih Roald Dahl sebagai penulis kesayangan saya. Kenapa? Saya suka ceritanya. Fantasi tapi sarat dengan moral.

Buku pertama karya Roald Dahl yang saya baca adalah Matilda. Saya sama sekali nggak ngeh, waktu nonton film Matilda di salah satu tv swasta - adalah Matilda yang merupakan adaptasi dari cerita Roald Dahl.
Pas disimak, kok, ceritanya mirip ama yang di bukunya Roald Dahl, ya? Hahaha. Dan saya beneran baru ngeh pas baca credit title-nya! Huh! Ter la lu.

Mungkin, karena saya bukan tipe pembanding-banding. Maksud saya, saya lebih baik nggak tau film ini adaptasi dari buku mana atau buku mana adalah adaptasi dari film mana. Jadi, saya bisa menikmati keduanya dan nggak membandingkan aja. Jadi, walau imajinasi saya betul-betul terbentuk saat baca bukunya, ga terganggu dengan membanding-bandingkannya saat nonton filmnya juga. Jujur aja, ketika saya tertekan, saya ingin sekali punya kehebatan seperti Matilda. Setiap saya ingat orang-orang yang menindas saya, rasanya saya pengen punya kekuatan ala Matilda yang bisa membuat orang-orang itu merana. Hahaha...

Buku kedua karya Roald Dahl yang saya baca adalah Charlie and The Chocolate Factory. Ya ya... aktor ganteng Johnny Depp menjadi salah satu peran utama di filmnya. Saya nggak merasa rugi cerita ini difilmkan, karena hasilnya bagus, agak-agak mirip ama imajinasi saya hasil baca bukunya. Hehe. Dan saya suka cara Johnny Depp memerankan tokoh Willy Wonka.


Buku ketiga karya Roald Dahl yang saya baca adalah Aruk-aruk (dalam bahasa Inggris berjudul Esiotrot, maksudnya Tortoise, dibalik gitu. Makanya terjemahannya juga dari Kura-Kura jadi Aruk-Aruk. Hehe). Buku ini cerita tentang seorang kakek yang beternak kura-kura.


Buku keempat karya Roald Dahl yang saya baca berjudul The Twits, yang mengisahkan tentang suami istri Mr dan Mrs Twits yang kerap gila-gilaan dalam saling mengerjai, bahkan mengerjai binatang dengan cara-cara yang ganjil.

Buku lain yang berkesan buat saya adalah buku autobiografi-nya (walau ia sendiri tidak mau menyebutkannya sebagai autobiografi) Boy: Kisah Masa Kecil berjudul asli Boy Tales of Childhood. Dahl menceritakan masa kecilnya yang sarat dengan kejailan, tapi ia betul-betul punya masa kecil yang sangat menyenangkan. Lengkap dengan segala taktik kejailan, tentu saja. Misalnya saja, bagaimana ia dan teman-temannya memasukkan bangkai tikus ke dalam stoples permen karena sebal dengan penjaga tokonya. Atau ia menganti tembakau di pipa teman kakaknya dengan kotoran kambing karena orang itu sangat sombong. Hahaha. Liar sekali, bukan? Kisah masa kecilnya itulah yang sangat membekas dalam ingatannya dan menjadi inspirasi buat buku-bukunya yang bisa kita nikmati sekarang. What a wonderful childhood!

Judul-judul buku lainnya:
- Jari Ajaib - The Magic Finger
- Mr. Fox yang Fantastis
- Ratu Penyihir - The Witches
- Charlie dan Elevator Kaca Luar Biasa - Charlie and the Great Glass Elevator
- Danny Juara Dunia - Danny The Champion of The World
- Si Buaya Raksasa - The Enormous Crocodile
- James dan Persik Raksasa - James and The Giant Peach
- Raksasa Besar yang Baik - The BFG
- Boy and Going Solo
- Cinderella
- The Golden Ticket
- The Three Little Pigs

dan masih banyaaaaaaaaaak lagi!!! Buku-buku Roald Dahl memakai jasa ilustrator Quentin Blake untuk ilustrasi baik cover maupun ilustrasi di dalam buku. Jadinya, buku-buku Roald Dahl, khas banget ilustrasinya.

Udah waktunya, nih, nabung buat bisa beli Roald Dahl sebox terbitan GPU yang ada 14 buku itu, tuh! huhuhu.... harganya lumayen aje....

No wonder, Roald Dahl adalah No.1 The World's Storyteller. Orangnya memang sudah nggak ada, tapi karya-karyanya inspiratif dan abadi. Semua cerita Roald Dahl yang sarat pesan moral itu, disampaikan dengan cara yang sangat anak-anak. Mengena dan nggak terkesan menggurui.
Salah satu pesan moral yang saya pelajari adalah bahwa masa kanak-kanak itu tidak bisa diremehkan. Masa kanak-kanak yang menyenangkan kelak akan membentuk manusia dewasa yang kreatif dan berpikiran luas. Kalo ada orang dewasa yang kelakuannya kayak anak kecil, pastinya dia adalah seorang anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya.


Kebayang, kan, kalo muka udah emak-emak atau bapak-bapak, tapi kelakuan masih kayak anak-anak. Sayang sama anak-anak nggak berarti mesti bertingkah seperti anak-anak. Dan Roald Dahl sudah menunjukkannya. Beliau pantas jadi salah satu teladan kita, kan?


foto saya ambil dari sini, sini, sini dan sini

buat menghargai yang udah bikin kuis ini, ini link si kuis itu...
Terusin baca - Masa Kecil yang Hebat