30 Jan 2023

[2023 ~ Book 4] Bausastra Lelembut - Lentera Nusantara

 


Judul: Bausastra Lelembut  
Penulis: Tim Lentera Nusantara 
Editor in Chief: Azizah Assattari
Contributors: Lingga Krisnadi a.k.a Aya Rinka, Wahyu Agung Pramudito
Art Director: Anindyo Wishnu Wibowo
Illustrator: Agung Syaeful Anwar 
Design and Layout: Aziz Dwi Septori
Project Administrator: Ryan Sandria R, Ananda Elivia K 
Cetakan pertama, 2019
Diterbitkan oleh PT Gramedia, Jakarta
Jumlah halaman: 184 hlm
ISBN: 978-623-00-0913-6
Genre: Non Fiction, Reference, Indonesian Literature, Asian Literature, Asian,  
Status: Beli lewat Bude Truly Rudiono, pas ada diskon gede-gedean GM kalo ga salah harus beli minimal 1,5juta dulu. Jadi ini patungan sama bude Truly beli apa gitu, biar kekumpul 1,5 juta


Apakah kamu takut hantu?

Hantu telah bersama kita sejak awal. Berabad-abad dalam cerita rakyat, literatur, dan mipi kita. Sebagai negara multikultural dengan ribuan kisah dan dongeng tentang roh dan makhluk ajaib, masyarakat Indonesia menghayati budaya mistis dalam kehidupan mereka. Setiap daerah di Nusantara memiliki karakter hantu sendiri yang terkait dengan budaya lokal.

Bausastra Lelembut adalah bahasa Nusantara kuno yang berarti Ensiklopedia Hantu. Ini adalah eksplorasi yang mencerahkan dan terkadang lucu dari kepribadian untuk hantu-hantu yang mewarnai kehidupan di Indonesia. Penjelasan, informasi yang bagus, dan dongeng lokal yang diberikan memungkinkan pembaca untuk menemukan perbedaan di antara hantu-hantu dan roh-roh. Terdapat seratus spesies hantu dan roh yang dideskripsikan dengan detail melalui klasifikasi tersegmentasi.

Panduan komprehensif dan kaya ilustrasi tentang dunia hantu di Nusantara dari pengembang game "Ghost Parade" ini adlah hasil dari penelitian selama bertahun-tahun seiring perkembangan game-nya. Ia menjelajahi pemahaman tentang siapakah hantu itu dan mengapa mereka menghantui, secara visual dan historis. Dari halaman pertama hingga terakhir, taksonomi hantu dipaparkan. 

Buku ini menyorot beragam jenis hantu dan arwah lain dari warisan Nusantara. Dengan ilustrasi yang menarik dan penjelasan singkat, "Bausastra Lelembut" mengajak pembaca untuk berkenalan dengan berbagai roh Nusantara. Jelajahi dunia hantu yang misterius. Ketahui latar belakang mereka. Baca kisah mereka. Mengungkap rahasia mereka dan temukan bahwa hantu lebih dari sekadar pamali seram untuk anak-anak. 
Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Buku ini udah lama dibelinya. Eh tahun lalu, sih. Pokoknya pas GM suatu cabang di Jakarta lagi ngadain diskon besar-besaran (kalo nggak salah 90%) dengan syarat harus beli minimal sekian juta rupiah. Sebenernya ga kepikiran ikutan hype-nya, karena...
Pertama, harus ke Jakarta
Kedua, harus punya duid banyak 
Ketiga, belum ada daftar belanja lagi (awalnya) 
Keempat, ternyata nggak semua buku yang didiskon dan itu TIDAK DISEBUTKAN DI IKLAN. HAHAHAHAHA. 

Poin keempat ini aku kemudian tahu pas akhirnya aku diajak bude Truly buat nge-jastip ke om Jun, kalo ga salah. Tapi aku titipnya sama bude Truly. Ada sekitar 10 judul yang aku ajukan ke bude Truly dan.... ZONK. Kesepuluh judul yang aku titip itu ga diskon. HUAHAHAHAHAHAHA 

Aku sama bude Truly ngakak-ngakak. Karena kami bertiga (aku, bude Truly, dan om Dion) udah masukin sejumlah judul yang emang jadi wishlist dan ga ada satupun dari judul yang kami buat daftarnya ada dalam daftar diskon.

Tapi... berhubung om Jun udah ada di lokasi dan kasian juga kalo ga jadi belanja-belanja... akhirnya, kami memutuskan untuk beli apa yang ada. Salah satunya buku Bausastra Lelembut ini. Bude Truly beli dua, duanyanya ada di aku. Hihi

Yang satu aku pinjem dari Bude Truly, berikut buku-buku pinjaman lainnya. Satunya akhirnya kubeli. Itupun lewat om Dion belinya. Bingung? Sama. Pokoknya gitu, deh... Intinya kedua fisik buku ini ada di aku. Satu punyaku yang kubeli dari Bude Truly lewat om Dion, satunya pinjem punya Bude Truly. Hiahahahaha... mumet-mumet, deh... ^_^


Tadinya mau dibaca bulan Oktober 2022, biar ada bau-bau Halloween. Cuma kayaknya karena sedang baca buku yang lain, jadi kelupaan soal mau baca ini. Berhubung pas tahun baru sempet terkapar dan ga bisa bangkit dari bed, kebetulan buku ini terjangkau tanganku biar ga usah bangun-bangun gitu. Jadi dalam sehari udah kelar aja baca buku ini.

Baca Bausastra Lelembut ini bikin jadi tahu nama-nama roh dan arwah yang dipercaya hidup di Indonesia. Semua karakter hantu, arwah, roh, dan apapun itu namanya, digambarkan dengan imut, meski sebagian besar deskripsinya hampir semua tampaknya mereka itu nggak berguna selain "mengganggu" manusia.  

Ada, nih, hantu yang bikin aku ngeri bayanginnya. Salah satunya adalah "hantu pringis". Jadi katanya bentuknya itu kayak kelapa. Suka tiba-tiba jatuh dan menggelinding gitu. Masalahnya adalah... kalo dia menggelinding kan mukanya jadi keliatan ya... Kalo pas lagi menghadap ke arah kita kebetulan mukanya... dia bakalan nyengir ke kita... HIIII... bayangin aja ada kelapa punya wajah... terus pringas pringis (nyengir) ke kita...

Aku baru tahu kalo kuntilanak itu ga cuma yang pake baju putih aja. Tapi juga pake baju merah, namanya Kuntilanak Merah. Perbedaan antara Kuntilanak (berbaju putih) dengan Kuntilanak Merah adalah: kalo Kuntilanak itu adalah hantu seorang perempuan hamil yang meninggal sebelum anaknya lahir. Dia jadi gentayangan karena sedih ga bisa melahirkan. Sementara Kuntilanak Merah itu konon adalah arwah seorang perempuan yang meninggal ketika melahirkan dan membawa potongan-potongan kenangan ketika dia masih hidup. Jadi, semakin sedih atau marah dirinya, bakalan semakin merah warna bajunya. Fungsi keduanya apa? Nggak ada gunanya sih. Hihi...

Kuntilanak
 
Kuntilanak Merah


Salah satu makhluk gaib yang ada gunanya disebut di sini tuh namanya Jurig Orowodol yang konon dulu dipelihara petani untuk menjaga kebun buah dari tangan-tangan jahil. Jadi inget, di grup Perang Makanan, istilah "orowodol" adalah campuran sisa-sisa makanan yang dihangatkan lagi (biasanya sisa makanan lebaran). Yang sering bikin "orowodol" itu Yangti, sewaktu kami masih kecil. Seiring bertambahnya usia dan jumlah kita udah tambah banyak, udah ga ada lagi yang namanya "orowodol" di rumah Yangti saat lebaran. Di hari kedua udah tandas semua masakannya. Lah.. dari ngomongin jurig jadi makanan, ya... hahaha...

Ada juga siluman yang baik hati karena suka menggembala ternak atau bahkan mengantar manusia yang tersesat, namanya Siluman Kambe', penampakannya mirip-mirip Firenze kalo di dunianya Harry Potter. Kepalanya manusia, berwajah manusia, tapi punya tanduk, kaki dan badannya berbentuk tubuh kambing. Centaur versi kambing, lah, ya... 

Siluman Kambe'


Di sini diceritain juga hantu legendaris SMA Negeri 3 Bandung: Nancy. Cewek bangsawan Belanda yang meninggal karena nggak bisa hidup bersama pujaan hatinya dan konon sering ada penampakannya di sekolah ini. Tapi temen-temenku yang bersekolah di sini bilang, sih, mereka belum pernah lihat ada penampakan Nancy sama sekali selama tiga tahun mereka bersekolah di sana. Mungkin beda jam piket kali ya...
Nancy

Sebenernya apa manfaat aku baca buku ini? Nggak ada, sih. Cuma seru juga, ternyata ada banyak "makhluk gaib" di Indonesia (yang aku yakin mungkin di buku ini belum semua disebutkan) dan semuanya punya nama-nama juga karakter yang unik. Kalo dijadiin karakter game dan buku sih emang seru. Bahkan bisa digambar seimut iniii... Tapi kalo harus ketemu mereka... aku NO. Tidak. Terima kasih. Ketemu manusia normal aja adaaaa aja yang bikin gedeg. Apalagi ini! 
Aku suka buku ini karena ngasih banyak info dan yang pasti ilustrasinya menyenangkan mata karena meski deskripsinya kebanyakan serem, karakternya digambarkan dengan imut ga tertahankan... Kalo penampakannya beneran seimut itu tentu makhluk-makhluk gaib ini jatuhnya nggak menyeramkan, dong... ^^

Aku beli buku ini seharga 10rebu ditambah ongkir (soalnya kan dikirim dari Jakarta ke Yogyes lalu dari Yogyes dikirim ke Bandung). Kalo nggak salah harga aslinya 90rebu gitu. Mahal? Iya! Lux banget kertasnya. Dicetak di kertas mengilap. Mewah banget dan khas banget ensiklopedia gitu, deh. Meski bukunya tipis, buku ini berat. Mungkin karena faktor kertasnya yang mengilap ini. Aku nggak menyesal beli buku ini (yaiyalah, pas dapet diskon murah banget -____-') Seandainya udah tahu buku ini dari dulu, mungkin kubeli juga, mengingat kertasnya yang bagus. Tapi keknya bakalan nangis kejer kalo tahu kemudian harganya terjun bebas kali, ya... Udah rezekinya dapet buku bagus dan murah xD   
Oke, segini dulu ceritaku bersama Bausastra Lelembut ini.. Aku sama Zi sempet diskusi beberapa halaman tentang buku ini. Kayaknya waktu itu kita bahas tentang Kuntilanak deh, ya... Zi kan selalu tertarik sama yang viral...

Buku ini dibaca untuk memenuhi 
- Goodreads Challenge 2023
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023
- Satu Bulan Satu NonFiksi Reading Challenge 2023


Sampai ketemu di posting berikutnya, ya... Love you both, xoxo 💋








  

Terusin baca - [2023 ~ Book 4] Bausastra Lelembut - Lentera Nusantara

27 Jan 2023

[2023 ~ Book 3] Eternity's Wheels - Neil Gaiman, Michael Reaves, Mallory Reaves

 


Judul: Eternity's Wheel  
Penulis: Neil Gaiman, Michael Reaves, & Mallory Reaves
Cetakan pertama, 2016
Diterbitkan oleh HarperCollins Children's Books
Jumlah halaman: 288 hlm; 20 cm
ISBN: 978-0-00-752348-1
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Science Fiction, Young Adult Fantasy, Time Travel, Adventure, Middle Grade, War 
Status: Beli di Big Bad Wolf Tokped 


JOEY HARKER IS A LEADER.

With peacekeeping agency, InterWorld, trapped by HEX enemies, Joey is the only one left. But he refuses to give up. How can he, when all the worlds are depending on him to keep the peace between the rival forces of magic and science?

As the threat of FrostNight - the ultimate battle - looms ever closer, Joey seeks out more of his fellow Walkers across the Altiverse, training them as fast as he can. Joey never wanted to be in charge. But now he's the one that everyone is looking to, and he'll have to step up if he has any hope of saving InterWorld, the Multiverse, and everything in between... 


Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Aku senang bisa ketemu Joey Harker lagi walau dia tidak dalam keadaan sehat wal afiat di pembuka buku ketiga ini. Di Eternity's Wheel ini dia pada akhirnya kembali ke Bumi tempat dia tinggal, tapi dia nggak bisa pulang ke rumahnya, karena keadaannya sangat tidak baik dan dia juga nggak mau keliatan lagi ada dalam keadaan sepayah itu di hadapan kedua orang tuanya. Iga patah, luka bakar di mana-mana... Nggak ada orang tua yang sanggup lihat anak kayak begini. Jadinya dia masuk ke rumah Mr. Dimas, salah satu gurunya yang percaya tentang adanya Altiverse ini.

Selama beberapa hari Joey dirawat di rumah Mr. Dimas sampai dia pulih. Tapi belum juga pulih banget, Joey memutuskan pergi dari rumah Mr. Dimas dan mulai mencari another version of him juga Walking. Alasan lain dia nggak bisa berlama-lama di rumah Mr. Dimas karena nggak aman bagi Mr. Dimas kalo orang-orang HEX dan Binary tahu keberadaan Joey. Mereka nggak akan segan-segan menghancurkan orang-orang penting dalam hidup Joey Harker. 

Another version of Joseph Parker yang pertama kali ditemukannya adalah Josephine. Ya tentu saja, Josephine nggak percaya sama Joey pas mereka ketemu pertama kalinya. Tapi akhirnya memang Josephine-lah yang bantu Joey sampai akhir. Dia juga bantu rekrut Joey-Joey lain dari berbagai versi Bumi. 

Yang bikin tenang lagi menyaksikan petualangan menegangkan Joey melawan HEX dan Binary ini adalah kemunculan kembalinya Hue. Kalo ada Hue, aku tenang banget, meski yah, lagi-lagi Joey tertangkap dan jadi tawanan HEX dan Binary yang ternyata sekongkolan. Mereka sama-sama bikin FrostNight dengan manfaatin ekstrak jiwa J/O yang udah ditawan duluan sama mereka. 

Di mata Joey, J/O udah mati. Tapi sebenernya ga mati, karena oleh HEX dan Binary jiwa J/O dipake untuk FrostNight yang akan melahap Bumi dalam semua versi. 

Dengan kemunculan rekrutan-rekrutan baru untuk membantu Joey, sadar atau nggak, membuat Joey jadi leader karena tinggal dia yang tersisa sebagai senior. Pelan-pelan mereka mengaktifkan lagi InterWorld dan mulai berperang melawan HEX dan Binary. 

Daaan... Acacia is back! Masih hidup! Kali ini bahkan Joey ketemu semua anggota Time Agent termasuk keluarga Acacia. Yah, sama kayak Joey, Acacia nggak baik-baik aja, tapi berangsur pulih, karena dibawa balik ke markas. Dia berhasil ditemukan kakaknya, itu sebabnya kenapa dia ga bisa ditemukan Joey. 


Sisa ceritanya sih ya gitu, deh. Tetep penuh cerita menegangkan yang rasanya bikin urat-urat tegang terus. Kali ini juga tetep dengan lelehan air mata karena ada banyak mengenang mereka yang udah gugur. Rasanya nggak ikhlas pas menyadari mereka nggak akan lagi berjuang dengan Joey. Begitu juga dengan rasa teriris-iris sama sedihnya momen kangen Joey sama mamanya. Satu-satunya benda yang selalu ada sama Joey dan bikin dia merasakan kehadiran mamanya cuma kalung buatan mamanya. Duh, mrebes mili banget pas baca bagian ini... Mamanya juga mungkin udah ikhlas sama kepergian Joey, ya...


Perasaanku gimana ya, sama akhir dari trilogi InterWorld ini... dibilang menggantung nggak, setengah bahagia, tapi kalo boleh berharap, aku ga pengen lagi jadi saksi pertempuran mereka, deh.. walau di akhir buku ini dibilangin mereka akan tetep merekrut Walkers dari dimensi lain dan bersiap melindungi Altiverse dari tangan-tangan pihak yang akan merusak. Aku nggak tega sama penderitaan Joey... Cuma yaaaah... kalo ada lanjutan kisah Joseph Harker, mungkin aku tetep akan baca... karena biar gimanapun, aku akan selalu ada di pihak Joey Harker... Iya, sesayang itu aku sama Joseph Harker. Tapi kalo ada kelanjutannya, bukan trilogi lagi dong ya... 

Eh, aku belum pernah nulis tentang Interworld atau Silver Dream di blog ini, ya? Saking lamanya aku cuekin blog ini! Eh, bahkan di Goodreads aku ga cerita juga ding. Untuk bisa ceritain keduanya, aku harus baca ulang dulu. Najunghe, aku akan ceritain di blog ini biar kalian kebayang. Tapi saranku sih, kalian baca aja, deh! Biar tahu alasan kenapa aku sangat sayang sama Joey Harker... 


Oke, karena aku harus nulis review berikutnya, juga harus terus baca dan nonton dan kerja dan main game, aku sudahi dulu ngoceh di sini. 


Buku ini dibaca untuk memenuhi tantangan baca:
- Goodreads Challenge 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023
- Books In English Reading Challenge 2023


Sampai ketemu di posting berikutnya, ya... Love you both, xoxo 💋 

  

Terusin baca - [2023 ~ Book 3] Eternity's Wheels - Neil Gaiman, Michael Reaves, Mallory Reaves

26 Jan 2023

[2023 ~ Book 2] Colorful by Mori Eto

 


Judul: Colorful 
Penulis: Mori Eto
Penerjemah: Ribeka Ota
Editor: Dian Pranasari
Pemeriksa Aksara: Mpur Chan 
Penata Isi: Nurhasanah Ridwan
Ilustrasi sampul: Yopi Gozal dari Orkha
Cetakan pertama, Februari 2022
Diterbitkan oleh Penerbit BACA
Jumlah halaman: 264 + xiv hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-6486-68-4
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Asian Literature, Japanese Literature, Magic, Drama, Asia, Young Adult Fantasy, Life, Mental Health
Status: Beli tapi gratis. Karena belinya pake poin di TokPed sampai ongkirnya juga gratis... kekeke... 

Aku adalah jiwa yang baru saja meninggalkan tubuhku. Di hadapanku tahu-tahu muncul malaikat bernama Purapura. Dia bilang aku berdosa besar sehingga sebenarnya tidak dapat lahir kembali. Namun, karena aku memenangkan undian, aku diberikan kesempatan kedua.
Pada kesempatan kedua ini, aku bersemayam di tubuh seorang bocah 14 tahun bernama Makoto Kobayashi yang mencoba bunuh diri. Aku kecewa dan kesal karena Makoto ternyata anak pengecut yang tak punya teman, keluarganya yang tampak baik-baik saja juga penuh kepalsuan. Namun, aku tidak peduli karena ini bukan kehidupanku yang sebenarnya. Aku berperilaku seenaknya tanpa peduli respons orang-orang di sekitarku.

Lama-kelamaan aku mulai menyimak isi hati Makoto yang sesungguhnya. Aku jadi menyadari kesalahpahaman Makoto terhadap orang-orang di sekelilingnya. Sebenarnya hidup Makoto tidak monoton, melainkan penuh warna. Aku ingin memanggil kembali jiwa Makoto ke tubuh yang sedang kupinjam ini demi mengembalikan Makoto kepada keluarga dan teman-temannya. Untuk itu, aku harus mengingat kesalahan yang telah kuperbuat pada kehidupanku yang lalu. Tinggal 24 jam sebelum batas waktunya. Apakah aku bisa berhasil?

Sejak diterbitkan lebih dari dua puluh tahun yang lalu, Colorful menjadi bagian dari kanon sastra, tidak hanya di Jepang, tetapi di seluruh dunia. Setelah dialihwahanakan menjadi anime pemenang penghargaan, kini, karya klasik yang dicintai dan laris ini hadir untuk pertama kalinya dalam bahasa Indonesia.

Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Sewaktu buku ini dibahas beberapa temen di grup chat BBI Joglosemar, jadi penasaran juga. Bahasnya bukan isinya sih. Tapi lebih ke "lagi diskon". Hahaha...

Aku duga buku ini bagus, karena jadi topik pembahasan di grup Joglosemar, walau bahasnya soal diskon. Hihi... Lalu aku mulai deh, nyari-nyari reviewnya di Goodreads. Sampai aku ketemu ini:

Beberapa hari lalu, aku nemu video ini di sebuah jejaring sosial:


Aku berpikir, ketika kita putus asa yang bener-bener putus asa tuh, rasanya memang pengen banget mengakhiri hidup kita. Sewaktu aku beranjak remaja sampai menjelang menikah, beberapa kali aku terpikir bunuh diri walau ga melakukannya. Aku ga seekstrem salah satu sahabatku yang sempet memotong nadinya saking udah putus asanya dia. 

Dulu, yang kulakukan adalah menyiksa diri dengan nggak makan atau benturin kepala. Berharap mati seketika aja. Apa yang bisa bikin aku seputus asa itu? Ketika berkonflik dengan orang tua dan merasa jadi anak yang nggak berguna di mata orang tua. 

Setelah baca Colorful, aku jadi ingat obrolan dengan salah satu adikku tahun lalu. Ternyata dia pernah sengaja makan singkong beracun biar cepat mati. Dia juga mengalami masalah depresi yang serupa denganku, kurang lebih dia merasa nggak berguna karena sakit-sakitan melulu. 

Kalo ditarik kesimpulannya, berdasarkan penuturan seseorang di atas, terus curhat deaf comedian di atas, latar belakang cerita Colorful, juga pengalamanku dan adikku: masa remaja itu masa rawan untuk mengakhiri hidup karena merasa putus asa. Atau lebih jelasnya lagi: masa remaja itu rentan dengan mudah merasa putus asa.  

Tentu saja hal ini membuatku harus betul-betul menjaga kalian berdua. Terutama menjaga perasaan kalian berdua. Itu sebabnya, kenapa setiap hari aku selalu bertanya pada kalian tentang apa saja, terutama tentang cerita-cerita kalian ketika di luar rumah. Minimal, kami harus membuat kalian merasa bahwa aku dan papa adalah orang-orang pertama yang menyayangi kalian dan tentu saja menjaga kalian. Walau kalian ada penjaga utama, yaitu Allah. Itu sebabnya, kami selalu berharap kalian ga menyimpan rahasia kalian, apalagi kalo kalian dirundung orang lain. Perundungan kerap membuat seseorang rapuh. 


Kisah Makoto Kobayashi yang mengalami masa-masa depresi karena apa yang dilihatnya (hanya melihat, tidak melakukan penelitian lebih dahulu) tergesa-gesa mengakhiri hidupnya ini dituturkan dengan sangat hati-hati oleh Mori Eto sensei. Makoto diberi "kesempatan kedua" oleh Purapura melalui jiwa yang baru saja mengakhiri hidupnya juga tapi belum sampai ke langit. Jiwa ini kemudian menuntun Makoto untuk melihat lebih dekat apa yang dulu dilihatnya dan membuatnya depresi. 


Intinya, dalam rangka berkumpul lagi bersama Allah di surga nanti, kita semua dikasih kehidupan yang macam-macam, berikut ceritanya. Tapi nggak pernah ada masalah yang nggak ada jalan keluarnya. Karena itulah fungsinya berdoa dan jadi makhluk berTuhan. Selain harus berdoa, kita juga harus ikhtiar cari jalan keluar. 

Seandainya kita punya orang tua toxic, harus cari pertolongan melalui lembaga resmi. KPAI, misalnya. Karena emang ga mungkin berlindung pada orang tua toxic. Lho, shalat aja ga cukup? Ya nggak cukup. Kalo udah kena mental, ikhtiar selain shalat dan berdoa adalah mencari pertolongan. 

Masalah depresi emang masalah sensitif dan sulit mendapatkan penanganan. Seringnya, banyak orang yang meremehkan masalah ini dan selalu menganggap bahwa depresi adalah sesuatu yang berlebihan alias lebay. Nggak jarang dituduh sebagai "kurang beribadah", "kurang yakin sama Tuhan". Dan lain-lain. Mungkin memang betul. Orang depresi kesannya orang yang nggak ber-Tuhan. Masalahnya adalah... mereka nggak bisa merasakan keberadaan Tuhan. Gimana caranya ngerasain, diajarin juga nggak.


Dan di cerita Colorful ini, memang ga dibahas tentang Tuhan maupun keyakinan pada Tuhan. Hanya saja, konsep kesempatan kedua ini agak sensitif menurutku, sebab hal ini nggak akan terjadi di dunia nyata. Di kehidupan nyata, kesempatan kedua itu nggak pernah ada kalo udah bener-bener mati. Di dalam Islam, Allah tidak pernah memaafkan orang yang mengakhiri hidupnya sendiri. Bisa panjang sih, kalo aku cerita di sini. 

Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk mengajak kita berpikir bahwa belum tentu dugaan kita berdasarkan penglihatan kita itu adalah yang benar-benar terjadi. Buku ini mengajak kita untuk nggak berprasangka buruk apalagi sampai terpikir untuk mengakhiri hidup karena prasangka itu. 


Ah! Dan jadi kepikiran satu hal. Sepertinya masalah pembinaan kesehatan mental udah harus masuk kurikulum sekolah, deh. Karena menurutku ini urgent. Bukan sekadar ada tempat bernama BP sambil isinya cuma tentang anak "nakal" yang ditegur BP. Waktu aku SMP, aku sering bolak balik masuk BP untuk curhat. Hohoho. Semoga pak Mamat selalu sehat... Aku bersyukur dapet guru BP sebaik pak Mamat. Tempat aku curhat ga penting. 



Lah.... Cerita bukunya lebih sedikit dibanding curhatnya ternyata. Kalo gitu, udah dulu, ya. See you on the next review...

Buku ini dibaca untuk memenuhi tantangan baca
- Goodreads Challenge 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023

Love you both, xoxo   
 
Terusin baca - [2023 ~ Book 2] Colorful by Mori Eto

25 Jan 2023

[2023 - Book 1] Wizard Bakery - Gu Byeong Mo

 



Judul: Wizard Bakery 
Penulis: Gu Byeong Mo
Penerjemah: Iingliana
Editor: Juliana Tan
Ilustrasi sampul: Staven
Cetakan pertama, 2021
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 208 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 602-06-5739-4
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Asian Literature, Korean Literature, Magic, Drama, Asia, Young Adult Fantasy
Status: Pinjam punya Budhe Truly Rudiono 


Karena ayahnya menikah lagi setelah ibunya meninggal dunia, seorang anak laki-laki berumur 16 tahun terpaksa tinggal serumah dengan ibu tiri dan adik tirinya. Hubungannya dengan ibu tirinya tidak pernah baik, jadi ketika ia mendadak dituduh melakukan pelecehan terhadap adik tirinya, ia pun kabur. Di tengah kepanikannya, ia berlari ke toko roti yang ada di dekat rumahnya. la sama sekali tidak menduga bahwa dunia penuh keajaiban menunggunya di sana. Sekilas pandang, Wizard Bakery terlihat seperti toko roti biasa, tetapi sebenarnya tempat ini menjual roti dan kue yang mengandung sihir. Sementara anak laki-laki itu berada di sana, ia menyaksikan sikap egois orang-orang yang ingin memiliki kekuatan sihir demi kepentingan pribadi. Walaupun Tukang Roti dan asistennya, Burung Biru, sering mengomeli anak laki-laki itu, mereka juga memberinya hiburan, berbeda dengan keluarganya sendiri. Namun, ketika polisi mulai menyelidiki toko roti itu, anak laki-laki itu pun sadar bahwa waktunya kembali ke kenyataan semakin dekat.


Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Sebenernya aku baca buku ini dari tahun lalu terus mandek, gara-gara ceritanya nggak semanis bayanganku tentang yang namanya bakery. Cake shop, coffee shop, dan bakery adalah setting tempat kesukaanku saat baca cerita. Ketika di dalam cerita diceritain gimana manisnya cupcake coklat, tart coklat, atau apapun itu... aku merasa bisa ikut merasakannya di lidahku. 

Tapi sayangnya, Wizard Bakery nggak sepenuhnya bercerita tentang kue-kue yang enak. Ada kisah pedih di dalamnya, yaitu tentang karakter utama yang adalah anak SMA, kabur dari rumahnya setelah mendapat tuduhan melakukan pelecehan seksual pada adik tirinya. 

Kisah remaja SMA ini sudah cukup memilukan, karena dia harus mendapati ibunya mengakhiri hidupnya, setelah ayahnya kemudian menikah lagi dengan seorang guru, penderitaannya nggak pernah berkurang. Ditambah lagi dia mendapat tuduhan melakukan perbuatan nggak pantas pada adik tirinya. Kurang nelangsa gimana lagi, coba, yang baca?

Berhubung menjelang tahun baru 2023 ini aku tergeletak sakit dan mumpung jadi "mati rasa", aku baca ini lagi. Sakit fisik lumayan sempet bikin mati rasa, jadi pas lanjut baca ini datar-datar aja. Tapi ya ga mau terus-terusan sakit juga demi baca buku-buku sakit begini... -____-

Kue-kue yang dijual di Wizard Bakery umumnya harus dipesan dulu karena mengandung sihir tertentu dan kekuatannya terbatas waktu. Telat mengonsumsi, efek sihirnya hilang. Dan karena kue ini mengandung sihir, nggak sembarangan dijual. Pemesanannyapun lewat website mereka yang sering berubah-ubah, karena selalu terendus polisi. Tidak terhitung berapa kali bakery ini harus pindah karena selalu terciduk polisi. Jadi Tukang Roti dan Burung Biru harus segera meninggalkan tempat mereka sebelum polisi datang dan menciduk mereka. Jadi, Tukang Roti dan Burung Biru selalu lolos dan Wizard Bakery selalu bisa beroperasi, walau pindah tempat.


Membayangkan kue-kue enak ini tentu bikin jadi pengen makan kue. Yang selalu kebayang itu kue-kue dari cake shop setiap baca deskripsi kue-kue ini, terlepas dari kue-kue ini adalah kue-kue dengan muatan sihir. 

Misalnya aja ada ginger bread yang ternyata adalah boneka voodoo. Di bagian tertentu kue itu ada sesuatu yang "ditanam" dan nyampe ke korban voodoo-nya. 

Suatu hari, sewaktu si pemuda ini lagi lihat-lihat website Wizard Bakery, dia lihat ada kue yang statusnya "masih dalam penelitian" yang kalopun dijual, harganya akan sangat mahal. Kue itu adalah kue keberuntungan, di dalamnya berisi kertas yang menentukan akan kembali ke waktu yang dia mau. Tapi kue ini tidak bisa dipesan karena risikonya terlalu besar. Sampai suatu ketika, polisi mulai mengendus beberapa kejadian yang mengarah pada Wizard Bakery dan si pemuda ini harus segera pulang, karena nggak akan ada tempat lagi baginya di situ. Nggak disangka, Tukang Roti malah ngasih kue keberuntungan pembalik waktu itu. Tinggal "kebijaksanaan" si pemuda ini aja, mau makan kue itu atau tidak.       


Membaca buku ini sebaiknya nggak dalam keadaan mood swing sedang buruk, karena latar belakang si pemuda ini lumayan memicu depresi. Tapi kalo dalam keadaan seneng juga bisa bikin mood ambyar. Hahaha. Jadi kapan tepatnya? Saat kalian sedang merasa akan datar-datar aja dalam bereaksi. Soalnya it worked while I was not in a good shape. Tapi tergantung kalian aja sih mau bacanya kapan.

Meski begitu, buku ini bagus banget. Terjemahannya juga enak. Tapi kalo bagus banget, kenapa aku cuma kasih empat stars aja? Karena.... yah itu... sempet bikin mogok berbulan-bulan karena bisa mentrigger depresiku. Dan masa harus nunggu aku sakit dulu biar perasaanku datar saat baca ini? -__-

Salah satu pesan yang aku dapat dari buku ini adalah bahwa di hati setiap manusia itu pasti ada tersimpan niat jahat. Dan sihir, bisa mendukung niat manusia berbuat jahat hingga melukai atau membuat orang lain itu sangat menderita. Tapi sebagai manusia yang juga punya sisi baik, tentunya selalu bisa mempertimbangkan risiko melaksanakan niat berbuat jahat dan membatalkannya.

Aku nggak akan cerita soal endingnya, soalnya buatku endingnya ga ada yang genah. Kayak nyangkut gitu... 



Oke, segitu dulu ceritanya... Sampai ketemu di posting berikutnya, buku kedua yang selesai kubaca di bulan Januari...

Buku ini dibaca untuk memenuhi tantangan baca:
- Goodreads Challenge 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023

Love you both... xoxo 

Terusin baca - [2023 - Book 1] Wizard Bakery - Gu Byeong Mo