Tampilkan postingan dengan label Rudyard Kipling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rudyard Kipling. Tampilkan semua postingan

28 Jan 2014

Just so Stories by Rudyard Kipling



Posting kedua hari ini \:D/

Judul: Sekadar Cerita (Just So Stories)
Penulis: Rudyard Kipling
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Ilustrasi dan desain cover: Staven Andersen
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 160 hlm; 20 cm
ISBN: 978-979-22-7803-3
Genre: Fabel, Cerita Anak, Klasik
Status: punya. Beli di Hobby Buku Online Shop


Just So Stories adalah kumpulan kisah pengantar tidur yang ditulis oleh Rudyard Kipling - penulis novel klasik legendaris The Jungle Book. Dalam kumpulan cerita pendek ini, kisah-kisah lucunya bukan sekadar cerita, tapi juga dihiasi ilustrasi goresan Staven Andersen yang memperkaya kisah-kisah fabel ini.

Walau ditulis lebih dari seratus tahun lalu, cerita-cerita dalam Just So Stories tak lekang oleh zaman karena dipadukan dengan mutiara kebijaksanaan. Di sini kita bisa membaca kisah kenapa unta berpunuk, bagaimana macan mendapat tutulnya, kenapa gajah punya belalai, bagaimana alfabet diciptakan, dll. Semua kisah ini akan membawa Anda menuju petualangan menembus waktu dan imajinasi pengarang peraih nobel sastra, Rudyard Kipling.

Halo, Kakak Ilman dan Adek Zidan...
Ini baru terjadi seumur hidup Bunda! Sekali ikut posting bareng BBI, bikin dua review! Wow! Kasih applause, dong, buat Bunda! :P

Sayang aja, sih, kalo nggak dibaca sekarang-sekarang dan direview. Kan, mumpung ada event posting bareng. Kebetulan Bunda udah lama punya buku ini. Kalo nggak karena baca dan posting bareng, kan, entah kapan kebacanya. Ya, nggak?

Baca Just So Stories mengingatkan Bunda pada kakek Roald Dahl. Penuturannya sama liarnya dengan cara bercerita kakek Roald Dahl. Juga imajinasinya yang bener-bener imajinatif. Misalnya aja, gimana ada cerita asal mula unta yang berpunuk. Atau asal mula ada alfabet. Atau kisah gajah yang tadinya sebetulnya hidungnya pendek gimana ceritanya jadi panjang yang kita sebut dengan belalai. Atau kenapa kulit badak berlipat.

Asli ngarang banget.

Tapi jadinya lucu. Hihihi...

Yang jelas, bukan kakek Rudy yang terinspirasi oleh kakek Roald Dahl, karena kakek Rudy kan udah lahir jauuuuuh sebelum kakek Dahl lahir :D

Dari semua cerita, nggak ada yang Bunda paling suka karena Bunda suka semua. Tapi khusus asal mula alfabet itu, ceritanya agak ngebosenin. Abis, kan, 26 huruf dibahas semua gitu. Jadi, yah...

Ada yang "maksa" banget sebenernya. Asal mula armadilo. Tapi... ya sudahlah. Kalian baca sendiri aja, biar tahu kenapa menurut Bunda maksa banget.

Untuk terjemahannya, Bunda acungkan jempol. Karena Bunda pernah baca cerita Rudyard Kipling yang berbahasa Inggris, terjemahan ini enak dan lumayan mengalir. Tapi yang jelas bacaan ini bukan untuk balita. Minimal udah kelas 3 SD lah. Terus, untuk cover dan ilustrasinya.... keren! Pake banget!


Cheers! Love you both,
Terusin baca - Just so Stories by Rudyard Kipling

2 Nov 2012

[postingan super telat banget] [BBI 2012] The Man Who Would be King - Rudyard Kipling

cover dari feedbooks-nya begini XD


Judul: The Man Who Would be King
Penulis: Rudyard Kipling
Diterbitkan: 1888
Kategori: Fiksi, Action & Adventure, Cerita Pendek
Sumber: Project Gutenberg
e-book
download dari feedbooks



The rugged mountains of 19th-century Afghanistan serve as the backdrop for this humorous and action-packed tale of two happy-go-lucky Britons who take over a remote kingdom. The colorful inhabitants and beautiful prose enrich a beautifully powerful ending. - dari Goodreads

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Seharusnya Bunda posting ini sehari setelah postingan yang ini. Tapi nggak keburu. Karena Bunda belum selesai bacanya. Padahal ini buku, super duper tipis alias cuma beberapa halaman aja. 40 juga nggak sampai. Lalu? Apa yang Bunda lakukan sampai ga tuntas baca dari tanggal 16 Oktober 2012?

Jawabannya adalah....
Banyak kerjaan. Trus, tergoda baca buku lain. Trus karena harus ngelarin baca GWTW *tapi ternyata masih belum selesai*. Trus gampang ngantuk. Trus trus trus... masih panjang alasan lain. Alasan sebenarnya adalah: Bunda nggak ngerti ini buku cerita apa. Hiks.

Sebentar, mungkin Bunda akan mencoba menggali ingatan Bunda. Kalo nggak salah, buku ini cerita tentang Peachey, entah masih muda atau udah tua, ya, pokoknya dia cerita tentang dirinya sendiri di sini sebagai "I" alias "aku", yang bekerja di penerbitan surat kabar gitu. Dia harus stand by buat nungguin telepon bahan berita, nulis artikel surat kabar yang isinya kebanyakan tentang berita kematian. Soalnya, kayaknya ini latar belakangnya peperangan gitu. Semacam perang di Afghanistan or something gitu. Soalnya, ada cerita Peachey ini digeret dua orang buat pergi ke India eh apa Afghanistan, ya, buat ikut merebut daerah di sana dan jadi raja.

Sebenernya, sih, banyak adegan lucu. Kalo bacanya konsentrasi. Berhubung lagi banyak yang lagi dipikirin, sewaktu Bunda baca buku ini kurang menikmati gitu. Tapi, Bunda janji buat meng-update tulisan ini, kalo nanti Bunda baca ulang buku ini. 

Untuk saat ini, Bunda cuma bisa bilang:
#1. Sepertinya karena Bunda belum pernah begitu menikmati dunia kesusastraan, ketika baca karya Kipling yang adalah pemenang Nobel Award di bidang Sastra, Bunda terseok-seok. Apalagi pakai bahasa Inggris yang nggak ummm.. lazim. Gaul abis, deh, pokoknya.

#2. Bunda jadi paham, kenapa orang-orang "penyuka sastra" itu sering dianggap orang-orang serius. Lah, wong, baca bukunya aja bikin kening berkerut, karena gagal paham. Atau cuma Bunda doang?

#3. Lalu apa buku ini bikin kapok? Nggak. Abis ini Bunda sama tante Ally mau baca buku The Jungle Books, karya Kipling. Dan Bunda akan sekali lagi baca buku yang sedang Bunda review sekarang ini untuk memahami bukunya dan meng-update postingan yang ini, kalo aja ada yang salah tangkap gitu... :D

#4. Kenapa Bunda kasih 5? Apa itu berarti favorit Bunda? Buku ini berhasil menjitak Bunda yang telah meremehkan 35 halaman yang Bunda pikir bakalan bisa kelar dalam waktu sehari dua hari aja. Waktu cerita ke pakde Iwan, beliau bilang, "Buku Kipling mah emang berat. Makin tipis halamannya, makin susah." Oke, deh. Bunda mengaku kalah :D 

#5. Satu lagi, deh, biar jadi lima poin. Grammar di buku ini banyak yang bikin kening Bunda berkerut. Apakah bahasa sastra Inggris emang begitu, ya? Soalnya ada "we was", "I says", dan seterusnya gitu. Sampai-sampai Bunda mempertanyakan kemampuan bahasa Inggris Bunda yang memang... seadanya :D

 
Terusin baca - [postingan super telat banget] [BBI 2012] The Man Who Would be King - Rudyard Kipling