Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

3 Agu 2010

Ocehan Si Mbot - Gilanya Orang Kantoran


Ocehan Si Mbot: Gilanya Orang Kantoran
Penulis: Agung 'Si Mbot' Nugroho
Penyunting Isi: Isman H. Suryaman
Copyright (c) 2008 Agung Nugroho
Diterbitkan pertama kali oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 242 halaman, xxviii
ISBN: 978-979-22-4046-7
NONFIKSI


Sebelumnya, memang udah sering baca blognya dan nggak pernah bosan baca apapun yang ditulisnya di blognya. Selalu aja ada sesuatu yang nggak pernah kepikiran (olehku, tentunya) bisa jadi bahan tulisan buatnya.

Sewaktu orang yang bersangkutan promosiin bukunya, saya sudah yakin akan ada beberapa tulisan di blognya yang pasti masuk bukunya. Tapi, tetep nggak akan menyesal baca bukunya, walau sudah pernah baca di blognya. Hihihi. Terlebih, saya kenal dan pernah ketemu dengan istrinya, pernah pesan Amris buatannya, sebelum kotakkue ada. Anaknya juga pernah "ngobrol" sama ilman. Hahaha, beneran detail nggak penting, nih!

Saya dapat buku asli, bukan bajakan, beli lewat penulisnya. Dapat pin dan ditanda tanganin sama penulisnya. Heuheu. Buku ini udah ada di tangan saya sejak tahun 2008, tapi saya baru baca bulan Juni 2010, karena buku ini sempat diembat adik saya dan disandera sekian bulan lamanya.

Sebetulnya, saya nggak begitu suka dengan pemilihan judul "Gilanya Orang Kantoran" karena terdengar lebay. Tapi, ya sudahlah. Itu nggak begitu mengganggu sewaktu sudah baca isinya.

Oke, mari kita mulai jelajah buku ini.

Buku ini dibagi atas beberapa bagian, mulai dari Lobi, Kubikel sampai Rumah. Keseluruhannya cerita tentang kantoran? Nggak juga. Tapi, saya rasa, apa yang dialami Mbot, mungkin agak-agak mirip dengan apa yang dialami sebagian besar orang kantoran lainnya.
Nggak ada satu judulpun dari tulisannya yang nggak membuat saya ngakak sampai keluar air mata. Ini saya, lho. Nggak tahu dengan pembaca lainnya. Saya nggak terpengaruh testimoni pembaca atau blogger lain yang ada di bagian depan. Saya sudah membuktikannya jauh sebelum buku ini lahir.

Di bagian Lobi, di sini kita akan menemukan realita hidup seperti tanda-tanda ketuaan. Itu, lho, kalo kita merasa teramat sangat bahagia kalo kita disangka masih lebih muda dari umur kita yang sebenarnya. Walaupun cuma dianggap lebih muda beberapa jam. Di sini juga akan kita temukan tips-tips bagaimana menghadapi wawancara kerja. FYI, Mbot adalah sarjana psikologi. Jadi, dia sudah sangat tahu etika wawancara kerja. Apalagi dia udah sering dapat case untuk rekrutmen.

Di bagian Tangga dan Lift, ada banyak kekonyolan-kekonyolan yang mungkin "luput" dari perhatian kita. Seperti orang yang lagi telponan, entah itu selingkuh entah pacaran beneran. Cuma dari cara ngomongnya itu, keliatan takut terdengar orang lain. Hihihi. Ada quote menarik di sini, "Sebuah hukum alam yang berlaku di mana pun: orang yang sedang curiga selalu lebih awas daripada orang yang santai-santai aja."
Dan nggak ketinggalan juga, masih di bagian ini, gimana "duka"nya seorang sarjana psikologi, yang sekolah susah-susah buat jadi tukang psikologi, setelah lulus dan bekerja, ternyata kerjanya "cuma" ngisi air ke dalam balon.

Di bagian Kubikel, akan kita temui istilah "Stapler" yang mungkin pernah kita temui di forwardan email sekitar tahun 2005-2006 dulu. Di forward itu, sama sekali nggak ada nama penulis aslinya. Yah, dialah, Agung Nugroho yang menulis tentang istilah Stapler dalam bahasa Indonesia itu.

Di bagian Jalan Raya, kita akan temui suka duka jadi anggota Bike 2 Work atau ide Carpooling.

Di bagian Rumah, akan kita temui sindiran-sindiran soal alasan bolos karena long weekend dan masih banyak lagi.

Segitu aja? Tentu tidak. Masih banyak lagi yang menarik di buku ini. Baca sendiri aja, deh, biar nemu sensasi sendiri setelah baca buku ini.

Yang pasti, sejak baca buku ini, saya mulai belajar menggunakan EYD bahasa Indonesia dengan baik dan benar, sesuai tuntunan. Kan, bangga sebagai bangsa Indonesia. :D

Oya, kalo lihat di blognya, banyak tulisan-tulisan baru yang layak jadi buku keduanya (menurut saya, sih). Semoga, memang ada niat Agung untuk membukukan tulisan-tulisan berikutnya. Karena banyak pelajaran dan tawa terurai yang saya dapatkan setelah baca tulisannya, saya ingin kasih Agung 5 bintang untuk Ocehan Si Mbot - Gilanya Orang Kantoran ini.

- peni -
Terusin baca - Ocehan Si Mbot - Gilanya Orang Kantoran

1 Mar 2010

Gaul Jadul - Biar Memble Asal Kece


Gaul Jadul - Biar Memble Asal Kece
Penulis: Q Baihaqi
Penyunting: Valiant Budhi
Proofreader: Resita Wahyu Febrirati
Cetakan pertama, 2009
Diterbitkan oleh Penerbit Gagas Media
ISBN:978-979-780-346-9
Non Fiksi-Lifestyle

Udah lama denger adanya buku ini. Taun 2009, sih. Pas ada kesempatan ke Togamas, buku ini malah ga ada. Disearch sama petugas di sana, malah masuk ke yang laen-laen. Iuuuh. Nasib!
Baru dapet buku ini pas temenku mau maen ke Gramedia awal bulan kemaren, aku nitip aja. Kenapa ga pergi sendiri aja? Bukan apa-apa, ga ada bujet beli buku untuk bulan Februari, tapi beneran ga tahan pengen baca ini buku. Akhirnya, memelas dan memohon sama si Argo buat mau dititipin beli buku ini. Hehehe.

Baca buku ini, ingatan saya kembali ke masa-masa kecil saya. Saya menghabiskan era taun 80an mulai dari masa balita hingga pra-remaja. Buku ini bener-bener mengingatkan saya akan masa kecil saya. Walau ada beberapa yang baru saya tahu setelah saya besar, semisal film, karena orangtua saya sangat strict sama acara teve.

Buku ini mengupas abis soal masa 80-an, per bab gitu. Makanannya, majalahnya, mainannya, wajib olahraganya, acara tipinya, lagu-lagunya, film-filmnya, banyak lagi, deh! Satu hal yang bener-bener ingin saya nikmati lagi adalah: main game watch. Saya bukan termasuk anak dari orangtua yang berduit banyak, sehingga saya cuma bisa punya satu game watch aja, itupun keluaran Casio, bukan Nintendo. Padahal, sepupu saya punya beberapa game watch keluaran Nintendo, yang sayangnya cuma bisa saya pinjem pas saya main ke rumahnya aja. Dan itupun ga tentu dalam setahun main ke sananya. Hiks hiks.

Ah, saya adi kangen film macam Little House On the Prairie, The A Team, kartun Voltus, He-Man, Silver Hawk..
Makanan? Hmm... coklat Ayam, Wafer Superman, makanan masa kecil saya ketika itu, kebetulan masih ada yang jual sekarang. Jadi ga terlalu ngerasa kehilangan. Tapi, kalo soal acara tivi, ya. Saya bener-bener rindu nonton TVRI. hahaha. soalnya, taun 80-an kan, channel tipi cuman satu itu. TVRI. sejak taun 90-an mulai deh, muncul stasiun tv swasta.
Saya sama si Dodi Purwana, sekarang suka kasuat-suat sama acara TVRI. Dan sekarang, ketika dia di Medan, dia malah demen nonton acara Dari Desa ke Desa. hahahah. dasar.

Jujur aja, saya mau mengakui, walau memang pemerintahan masa Orde Baru terlalu lama memimpin Indonesia, tapi semua program yang ada betul-betul teratur. Sejak adanya reformasi, segalanya makin tak terbendung. Toh, dengan adanya reformasi, praktek-praktek nyeleneh macam korupsi masih tetep berjaya aja.
Nggak tau, ah, mana yang bener, mana yang nggak. Cuma, dulu, rasanya semua serba teratur aja. Sekarang, rasanya semua serba kacau.

Dulu acara Sea Games atau PON itu suka heboh ditayangin di tipi. Lumayan termasuk acara yang saya suka tunggu-tunggu. Kok, kayaknya sekarang sepi, ya? Prestasi olahraga di Indonesia sekarang udah ga sekeren dulu. Walau dulu merasa sebal kalo harus ngumpul di lapangan buat SKJ, tapi lucu aja. Ternyata, kalo sekarang ketemu temen-temen dan bahas momen taun 80-an dulu, rasanya ada banyaaaak sekali cerita. Hehe.
Anyway, saya suka sekali bernostalgia dengan masa 80-an yang udah so last decade, lewat buku ini. Masa kanak-kanak saya ternyata menyenangkan. Hehe...

Ma kasih, mas Q, buat udah menyusun semuanya dalam satu buku ini. Dapat 4 bintang dari saya, deh...
Terusin baca - Gaul Jadul - Biar Memble Asal Kece