15 Feb 2010

Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street - Misteri Kematian Bintang Sirkus

Oke. Tidak ada kata terlambat untuk review buku, film dan mungkin juga game. hehe.

Ini bakalan jadi review pertama saya. Buku yang sudah saya timang sejak 2008, tapi baru saya baca pertengahan Februari 2010. Buku pertama tahun 2010 yang berhasil saya lalap hanya dalam tiga hari saja. Hehehe. Saya terlalu banyak buku mogok, soalnya....



Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street - Misteri Kematian Bintang Sirkus (diterjemahkan dari Sherlock Holmes and The Baker Street Irregulars)
Penulis: Tracy Mack dan Michael Citrin

Penerjemah: Maria M. Lubis

Penyunting: Andhy Romdani

Proofreader: M. Eka Mustamar
Cetakan I, Februari 2008

Diterbitkan oleh Penerbit Qanita

Tebal: 316 halaman; 13 x 20,5 cm

ISBN:978-979-3269-73-3

Bintang Sirkus Grand Barboza, Walenda Bersaudara, terjatuh dan tewas seketika saat pertunjukan di hadapan para penonton.
Tali akrobat mereka putus secara misterius. Sementara itu, di Istana Buckingham Inggris, The Stuart Chronicle, buku berumur dua ratus tahun yang bertatahkan batu-batu mulia lambang kekuasaan kerajaan, dicuri!

Kelompok informan andalan sang Master Detektif pun lalu diberdayakan untuk membantunya mencari informasi aktual dalam mengungkap kasus ini. Mereka adalah Laskar Jalanan Baker Street, dengan Wiggins sebagai pemimpin kelompok mereka.
Mereka adalah anak-anak tunawisma yatim piatu yang hidup di jalanan dan tinggal di sebuah gudang bekas yang mereka sebut sebagai kastel.
Cerita yang ditulis dalam buku ini begitu mengalir dan kita diajak untuk mengumpulkan dan merangkai fakta-fakta sehingga kita dapat menarik kesimpulan. Duet suami istri Tracy Mack dan Michael Citrin ini berhasil menciptakan sensasi ketegangan luar biasa di adegan konflik. Belum lagi bagaimana saya bisa merasakan kengerian teramat sangat ketika Ozzy mengalami sebuah jahitan akibat luka menganga di tubuhnya karena jatuh dan harus merasakan jahitan tanpa biusan namun setelahnya ia bersikukuh masih harus menunaikan tugas, melakukan pengintaian di sebuah dermaga.
Buku ini menceritakan murni sikap anak-anak saat melakukan pengintaian. Kecerobohan demi kecerobohan yang umum terjadi jika kau mempekerjakan anak-anak, menjadikan kisah dalam buku ini begitu natural. Begitu juga rasa persaudaraan yang terjalin di antara mereka, membuat buku ini semakin hangat buat dibaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*