Tampilkan postingan dengan label detektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detektif. Tampilkan semua postingan

28 Nov 2012

[posting bareng] Petualangan Tintin - Negeri Emas Hitam


Judul: Petualangan Tintin - Negeri Emas Hitam (Pays de l'or noir)
Penulis: Herge
Penerbit: Indira
Tahun terbit: 1979
Paperback
Jumlah halaman: 62 halaman


Experts are confused by a series of spontaneous car engine explosions, apparently caused by tampered fuel supplies. Political tensions heighten, leading the world to the brink of war, and Captain Haddock is mobilised in anticipation of an outbreak of hostilities. Following different leads, Tintin and Thomson and Thompson set off for Khemed (a fictional country in the Middle East) on board a petrol tanker. Upon arrival, the three are framed and arrested by the authorities under various charges. The Thompsons are cleared and released, but Tintin is kidnapped by Arab insurgents (In the original version of the story he initially arrived in the port of Haifa in British Palestine and was first kidnapped by members of the Irgun, before being subsequently abducted by Arabs.

In the course of his adventures, Tintin re-encounters an old enemy, Dr. J.W. Müller whom he sees sabotaging an oil pipeline. He reunites with the Thompsons and eventually arrives in Wadesdah, the capital of Khemed, where he comes across his old friend, the Portuguese merchant Senhor Oliveira da Figueira. When the local Emir Ben Kalish Ezab's young son, Prince Abdullah, is kidnapped, Tintin suspects that Müller, who is masquerading as an archaeologist under the name of Professor Smith is responsible. He pursues Müller in hopes of rescuing the prince and in the process discovers the doctor to be the agent of a foreign power responsible for the tampering of the fuel supplies.
(dari Goodreads)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Duh! Bunda nyaris kelupaan kalo hari ini harusnya posting bareng Petualangan Tintin! Bunda terlalu fokus sama daftar mau menghabiskan buku apa aja, supaya target #60bukudi2012 tercapai. Asik baca, sampai lupa buat bikin review. Numpuk, deh! 

Sebenernya sih, lagi rajin ngisi blog curhat juga, sih. Tumben aja, gitu... 

Bunda emang kepingin bisa rajin baca dan bikin review. Karena review itu bisa melatih ketangkasan Bunda dalam menulis juga melakukan riset kecil sebelum menulis. #songong

Berhubung ini postingan mepet, mungkin Bunda nggak akan melakukan riset dulu. Tapi kalo udah ada kesempatan, Bunda update lagi, supaya nanti kelak, pas Kakak Ilman dan Adik Zidan baca, sudah lengkap dengan riset. Halah! Riset apaan, coba?

Jadi, Petualangan Tintin di Negeri Emas Hitam tuh awalnya cerita tentang bahan bakar yang kena sabotase. Banyak terjadi ledakan-ledakan di mesin mobil yang baru saja diisi bensin. Salah satu korbannya adalah si kembar Thomson dan Thompson. Mobil mereka yang baru saja diisi bensin, tiba-tiba meledak ketika baru juga jalan beberapa meter. Ditambah pas salah satu dari si kembar ini menyulutkan api ke cerutu mereka... Bum! Cerutunya ikutan meledak.

Awalnya, si kembar ini menyalahkan perusahaan bengkel yang menyabotase. Karena, dengan banyaknya mobil yang rusak, tentu pendapatan perusahaan bengkel meningkat, kan? Masuk akal, sih... 
Tintin, si wartawan muda yang selalu penasaran, suatu ketika nggak sengaja melihat ada orang yang tingkah lakunya mencurigakan dan mulai membuntutinya. Pada saat itu, si Snowy sempat diculik karena kedapatan mengikuti orang yang mencurigakan. Tapi berkat kelihaian Snowy saat membebaskan diri, penculiknya ini justru jadi hilang ingatan. Hahaha...

Ya begitu, deh. Akhirnya, Tintin pergi ke negara Arab, buat cari tahu sumber sabotasenya. Termasuk mengungkap siapa pelakunya. Selama di sini juga, Tintin ikut membantu mencari anak raja yang hilang. Anak raja ini ampun, deh! Kelakuannya! Super jahil! Tapi, berkat bantuan si Kembang Gula Raja ini, Tintin berhasil menangkap pelaku sabotase ini.

Fun factor yang ada di komik ini, di antaranya...
#1 Thomson dan Thompson yang terjebak di gurun pasir. Waktu mereka menjalankan mobilnya, mereka menemukan jejak ban. Senang sekali mereka, berarti belum lama ada mobil yang melewati mereka. Terus aja ngikutin jejak ban itu sampai mereka menemukan ada banyaaaaak banget jejak ban. Jadi, sebenernya, mereka muter-muter aja. Nggak maju-maju. Dan jejak ban itu adalah jejak ban mereka sendiri. Hahaha.

#2 Penyamaran Tintin yang ketahuan gara-gara bubuk bersin yang disebarkan si anak raja yang diculik oleh pelaku sabotase minyak. Lucu aja, cara ketahuannya yang nggak banget, gegara bersin :D

#3 Thomson dan Thompson yang mendadak menemukan aspirin di gurun pasir tepat di saat kepala mereka sangat sakit akibat berputar-putar di tengah gurun pasir dan terkena badai pasir juga sengatan matahari di gurun yang teramat panas. Ternyata, aspirin itu buatan si penyabotase minyak yang sebetulnya bukan aspirin sungguhan. Akibatnya, si kembar ini berubah wujud. Wajah mereka ditumbuhi rambut dengan amat cepat dan harus dilarikan ke rumah sakit karena tubuh mereka pun membiru.

#4 Orang Arab memaki-maki dan di balon katanya pake huruf Arab. Cuma ini ga bisa Bunda bilang fun juga, sih. Meski Bunda nggak begitu paham artinya apa (habis tulisannya Arab gundul), Snowy bilang ke Tintin, jangan didengarkan, meski mereka berbicara bahasa Arab. Kalo emang ini makian, Bunda agak gimana gitu, ya... soalnya ada lafazh Allah di balon katanya itu. Jadi, rasanya ga mungkin ini memaki. Tapi, bisa jadi, Snowy kan ga ngerti bahasa Arab, jadi ga kenal sama yang namanya "Allah", kali, ya. Hehehe...

Segitu dulu, deh, review dari Bunda. Sebetulnya, Bunda suka petualangan Tintin. Tapi, kalo boleh Bunda mengakui, ini baru pertama kalinya Bunda serius baca Tintin dan mengikuti petualangannya. Dulu Bunda nggak terlalu suka komik, sih... Ternyata, meski halamannya cuma sedikit, Tintin sangat menghibur dan Bunda suka cara berpikir Tintin juga cara berpikir pengarangnya. Nggak dibuat bertele-tele meski konfliknya ada banyak.

Bunda rasa... 4 bintang sudah oke...
Terusin baca - [posting bareng] Petualangan Tintin - Negeri Emas Hitam

15 Feb 2010

Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street - Misteri Kematian Bintang Sirkus

Oke. Tidak ada kata terlambat untuk review buku, film dan mungkin juga game. hehe.

Ini bakalan jadi review pertama saya. Buku yang sudah saya timang sejak 2008, tapi baru saya baca pertengahan Februari 2010. Buku pertama tahun 2010 yang berhasil saya lalap hanya dalam tiga hari saja. Hehehe. Saya terlalu banyak buku mogok, soalnya....



Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street - Misteri Kematian Bintang Sirkus (diterjemahkan dari Sherlock Holmes and The Baker Street Irregulars)
Penulis: Tracy Mack dan Michael Citrin

Penerjemah: Maria M. Lubis

Penyunting: Andhy Romdani

Proofreader: M. Eka Mustamar
Cetakan I, Februari 2008

Diterbitkan oleh Penerbit Qanita

Tebal: 316 halaman; 13 x 20,5 cm

ISBN:978-979-3269-73-3

Bintang Sirkus Grand Barboza, Walenda Bersaudara, terjatuh dan tewas seketika saat pertunjukan di hadapan para penonton.
Tali akrobat mereka putus secara misterius. Sementara itu, di Istana Buckingham Inggris, The Stuart Chronicle, buku berumur dua ratus tahun yang bertatahkan batu-batu mulia lambang kekuasaan kerajaan, dicuri!

Kelompok informan andalan sang Master Detektif pun lalu diberdayakan untuk membantunya mencari informasi aktual dalam mengungkap kasus ini. Mereka adalah Laskar Jalanan Baker Street, dengan Wiggins sebagai pemimpin kelompok mereka.
Mereka adalah anak-anak tunawisma yatim piatu yang hidup di jalanan dan tinggal di sebuah gudang bekas yang mereka sebut sebagai kastel.
Cerita yang ditulis dalam buku ini begitu mengalir dan kita diajak untuk mengumpulkan dan merangkai fakta-fakta sehingga kita dapat menarik kesimpulan. Duet suami istri Tracy Mack dan Michael Citrin ini berhasil menciptakan sensasi ketegangan luar biasa di adegan konflik. Belum lagi bagaimana saya bisa merasakan kengerian teramat sangat ketika Ozzy mengalami sebuah jahitan akibat luka menganga di tubuhnya karena jatuh dan harus merasakan jahitan tanpa biusan namun setelahnya ia bersikukuh masih harus menunaikan tugas, melakukan pengintaian di sebuah dermaga.
Buku ini menceritakan murni sikap anak-anak saat melakukan pengintaian. Kecerobohan demi kecerobohan yang umum terjadi jika kau mempekerjakan anak-anak, menjadikan kisah dalam buku ini begitu natural. Begitu juga rasa persaudaraan yang terjalin di antara mereka, membuat buku ini semakin hangat buat dibaca.
Terusin baca - Sherlock Holmes dan Laskar Jalanan Baker Street - Misteri Kematian Bintang Sirkus