13 Jun 2023

[2023: Book 11] Membaca Lambang - Acep Zamzam Noor

Judul: Membaca Lambang 
Penulis: Acep Zamzam Noor 
Ilustrasi sampul dan isi: sukutangan
Cetakan pertama, Oktober 2018
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 96 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 602-06-1396-3
Genre: Indonesian Literature, Puisi, Poetry
Status: Beli di gramedia dot com pas ada sale gede-gedean
Dibaca: 22 Februari 2023

Di muara kudengar langkah waktu sayup-sayup sampai
Rumpun bakau menjelma ruang yang memantulkan gema
Ketika angin kemarau berkejaran dengan gulungan ombak
Di pantai. Aku tertinggal jauh di luar batas kesementaraan

Sekalipun yang tampak di hadapan tinggal kabut semata
Tentu ada yang masih bisa diteroka. Aku membaca lambang
Merenungi bagaimana langit merendah dan bumi meninggi
Namun bukan sedang mengulurkan benang basah ke udara

Pengembaraan adalah detik-detik yang mengalir dari gunung
Diteruskan sungai ke muara. Sedang penghayatan ibarat pasir
Yang butir-butir halusnya mengembara ke tengah samudra

Pelan-pelan aku menyaksikan senja berubah menjadi panggung
Sebuah resital cahaya mulai dipentaskan cakrawala. Di kejauhan
Gugusan pulau menggelepar-gelepar bagaikan para penari latar
 

Hai, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Ini bukan buku puisi pertama yang aku baca. Tapi ini buku puisi pertama karya Acep Zamzam Noor yang aku baca. Aku kesulitan buat mencernanya. Entah otak aku yang nggak nyampe atau memang tidak terbiasa dengan pemilihan kata-katanya. 

Menurutku, gaya puisi Acep Zamzam Noor ini kayak tumpah gitu. Kata-katanya memburu, tipikal yang kalo dibaca dalam satu kali nafas, ngos-ngosan kitanya. Bisa jadi karena gaya menulisnya seperti itu, aku jadi kayak tersesat. Boleh jadi, cara bacaku yang salah. Karena... 

Ketika aku baca ulang dengan pelan-pelan, aku udah nggak ngos-ngosan lagi. Pelan-pelan bisa menikmati setiap barisnya. Rasanya seperti berkeliling Indonesia, karena setiap judul mewakili tempat yang berbeda di Indonesia.


Adakah puisi favoritku di buku ini? Kayaknya nggak ada selain puisi yang berjudul Membaca Lambang, seperti yang dimunculkan di bagian blurb. Tapi itu juga bukan puisi favorit, sih. Setidaknya itu puisi paling netral yang ada di buku ini. Buatku, mayoritas puisi di buku ini mencerminkan kesedihan, kedukaan, dan sejenisnya. Karena emosiku mudah terpengaruh, jadinya sulit untuk bisa datar menyikapi setiap pesan yang ada di puisi ini. Dan aku nggak suka puisi yang mencerminkan luka. 

Bukan tempatku untuk bilang puisi-puisi di buku ini bagus atau nggak, karena semua masalah selera. Hanya saja, selain pilihan kata-kata yang memburu dan cerminan kesedihan yang bertebaran di hampir semua puisi di buku ini bikin aku jadi over thinking untuk banyak hal, aku suka pemilihan tema yang menggunakan tempat-tempat di Indonesia yang aku bahkan banyak belum dengar. Misalnya saja Sungai Walennae, Celukanbawang, dan masih banyak lagi. 


Walau aku bukan penikmat puisi, sesekali aku menyukai baca puisi. Aku jadi inget masa-masa sekolahku dulu. Jadi, waktu aku SD dan SMP tuh, ada teman sekelasku yang ekspresif banget kalo mendeklamasikan puisi. Pasti menghentak-hentak. Bahkan temen SMP tuh sering ikut lomba deklamasi puisi dan kalo ada pelajaran tentang puisi, dia pasti disuruh mendemokan deklamasi puisinya. Jadi, yang keinget di kepalaku adalah: baca puisi itu harus selalu lantang dan teriak-teriak. Yah, dimaklum aja, aku ga punya referensi lain soal mendeklamasikan puisi, mengingat orang tuaku miskin literasi soal puisi. They do not like poet.

Kayaknya itu sih yang bikin aku kurang menyukai puisi, karena di kepalaku, baca puisi itu harus menghentak-hentak. Gandeng tau! Hahahah...


Tapi belakangan aku jadi suka puisi gara-gara temanku yang ngefans banget sama Benedict Cumberbatch ngepost saat dia baca puisi. Tenaaaaang banget. Dan dia jugalah yang bikin aku mulai cari-cari puisi dan mulai baca puisi. Salah satunya di sini:


Gimana menurut kalian? Waktu aku rekam itu, aku belum ngerti caranya mixing puisi pake lagu. Tapi jadinya konsentrasinya hanya ke puisi, kan? 




Aku baca buku ini untuk ikut tantangan:
- Gooodreads Reading Challenge 2023
- Babat Timbunan 2023 Joglosemar
- Tantangan Membaca BBBBC 2023


Stay healthy, love you both always... xoxo
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*