2 Apr 2013

[Hotter Potter #5 - review] Harry Potter dan Tawanan Azkaban


Judul: Harry Potter dan Tawanan Azkaban (Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, Harry Potter #3)
Penulis: J. K Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keempat: Maret 2001
ISBN: 979-655-853-x
Jumlah halaman: 544 hlm, 20 cm
Status: Punya, dikasih Rully setelah bukunya kecebur. Eh, masih ada dua buku lain, bahasa Inggris, dikasih Melisa (sepupu) yang tinggal di Amrik. Soft cover dan hard cover...
Genre: Fantasi, Kids Literature

Selama dua belas tahun, penjara sihir Azkaban yang mengerikan mengurung tawanan berbahaya bernama Sirius Black. Black yang ditahan karena membunuh tiga belas orang dengan satu kutukan, dikabarkan sebagai putra mahkota si Pangeran Kegelapan, Voldemort.

Sekarang Black berhasil kabur. Hanya ada dua petunjuk untuk memperkirakan ke mana kiranya tujuannya: Keberhasilan Harry Potter mengalahkan Voldemort berarti kejatuhan Black juga. Dan para pengawal Azkaban sering mendengar Black mengigau dalam tidurnya, "Dia di Hogwarts... dia di Hogwarts."

Harry Potter tidak aman, bahkan sekalipun dia berada di dalam perlindungan dinding kastil sekolah sihirnya, dan dikelilingi oleh teman-temannya. Karena... mungkin saja ada pengkhianat di antara mereka! (dari sampul belakang)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Sudah sampai ke buku ketiga dalam rangkaian Harry Potter, berarti sudah hampir habis bulan ketiga tahun 2013 ini. Rasanya baru kemarin, deh, dengerin hujan kembang api di atas rumah kita, ya...

Di hari di mana Harry seharusnya berulang tahun, lagi-lagi dia nggak mendapatkan perhatian dari keluarga Dursley. Ron mencoba menelepon Harry, yang mengangkat Paman Vernon. Ron pikir, bicara lewat telepon harus berteriak dan ini membuat Paman Vernon murka. Belum lagi ada insiden di mana Bibi Marge dibuat menggelembung oleh Harry *saking marahnya* sampai akhirnya Harry melarikan diri dari rumah Privet Drive no 4 itu dan bertemu dengan Bus Ksatria.
bibi Marge yang digelembungin
Oke. Masih kayak buku pertama dan buku kedua, ada beberapa bagian cerita yang diulang-ulang. Maksudnya, diulang *dengan cara yang berbeda* untuk memperkenalkan beberapa tokoh atau menguatkan cerita. Jadi, kalo nggak baca buku pertama atau kedua, masih bisa nyambung mulai langsung baca buku ketiga juga. Karena masih ada beberapa hal penting yang dibahas di sini. Misalnya, dari mana Harry dapat bekas luka di keningnya. Atau siapa itu Rubeus Hagrid. Atau siapa itu Profesor Snape. Atau siapa itu Voldemort. Dan di buku ketiga, masih diceritakan juga mengenai Quidditch. Maksudnya, apa itu bludger, apa itu snitch.

Lalu, apa yang baru di buku ketiga? Di antaranya, ada narapidana yang kabur dari Azkaban. Narapidana ini bahkan sampai muncul di siaran berita kaum Muggle, muncul di acara siaran berita televisi yang disaksikan oleh Paman Vernon. Nama narapidana ini adalah Sirius Black, yang sudah dipenjara selama 12 tahun lamanya. Dan karena selama berada di dalam penjara Black sering mengigau, "dia ada di Hogwarts", membuat Hogwarts dijaga oleh Dementor.
WANTED: Sirius Black

Lalu ada makhluk yang disebut dengan Dementor. Dementor adalah penjaga penjara Azkaban. Dementor adalah makhluk yang paling ditakuti oleh Harry. Keberadaannya telah membuat Harry pingsan di kereta dan menjadi bahan ejekan Malfoy.
Dementor 
Oya, di sini juga ada guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam yang baru, menggantikan Gilderoy Lockhart yang muncul di buku kedua juga Professor Quirell yang muncul di buku pertama. Dia adalah Profesor Remus Lupin, yang dari penampilannya sangat tidak meyakinkan. Kenapa? Karena dia sangat lusuh. Jubahnya penuh tambalan. Dan dia pun mendapat tatapan hina dari Malfoy. Dibandingkan dengan dua guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam sebelumnya, profesor Lupin adalah guru yang menguasai semua ilmu hitam dan memang bisa mengajar. Anak-anak menyukai pelajaran ini sejak mereka belajar menghadapi Boggart, di mana Neville Longbottom berhasil mengubah Boggart menjadi Profesor Snape yang memakai pakaian neneknya. Boggart akan hilang jika disambut oleh serangan tawa. Dan rumor mengenai Profesor Snape yang memakai pakaian nenek Neville menjadikan Snape semakin membenci Neville.

Profesor Remus Lupin ini punya stok cokelat yang banyaaaak banget... Jadi, setiap ada yang lemas karena melihat Dementor, obatnya makan cokelat yang banyak! Ih! Asik, ya, kayaknya... :D Kalian tahu, kan, kita berempat penggila cokelat... Hihi...

Profesor Remus Lupin


Moony, Wormtail, Padfoot & Prongs *penemu Peta Perampok*
Lalu, apa lagi, ya? Oh! Peta perampok! Jadi ceritanya, karena Harry menggelembungkan Bibi Marge, dia nggak sempat minta tanda tangan paman Vernon sebagai walinya di surat izin untuk mengunjungi Desa Hogsmeade. Sebagai akibat, Harry nggak boleh ikut mengunjungi Desa Hogsmeade. Dan dia harus berada di dalam kastil. Mendengar cerita Ron dan Hermione, Harry merasa kecil hati karena nggak bisa mengunjungi Hogsmeade. Si kembar Weasley, kakak Ron, Fred dan George, yang memang terkenal jahil dan selalu punya ide, memberikan peta kesayangan mereka kepada Harry, sehingga Harry tetap bisa mengunjungi Desa Hogsmeade melalui jalan rahasia dan tidak akan terdeteksi oleh Dementor. Karena, setiap sudut Hogwarts, dijaga oleh Dementor.

Perjalanan pertama Harry menuju Desa Hogsmeade berhasil! Dia berhasil membuat Hermione dan Ron terkejut. Tapi juga, akhirnya dia dan kedua sahabatnya mencuri dengar cerita yang menyedihkan mengenai hubungan kedua orangtuanya dengan Sirius Black, yang membuat Harry semakin marah kepada Sirius Black.

Di peta perampok, ketika tongkat disentuhkan sambil berkata, "Aku bersumpah dengan sepenuh hati bahwa aku orang tak berguna", akan muncul huruf-huruf hijau besar dengan tulisan:

Messrs Moony, Wormtail, Padfoot, dan Prongs
Penyetor Bantuan untuk Para Pembuat-Keonaran Sihir dengan bangga mempersembahkan
PETA PERAMPOK

Di peta perampok itu, bisa terlihat ada siapa aja yang terlihat di dalam peta. Maksudnya, ada nama-nama orang yang berada di lokasi yang terlihat di peta. Misalnya, Albus Dumbledore sedang ada di kantornya, jadi terlihat di peta itu. Cuma, yah, kayaknya bukan cerita Harry Potter kalo peta ini nggak ketahuan oleh Severus Snape dan disita :D *semacam udah bisa ketebak, sih*

Peta Perampok

Oya, meski Dementor itu janjinya nggak akan mendekati murid Hogwarts, pada kenyataannya, mereka mengepung Harry ketika sedang bertanding Quidditch dan membuat Harry (lagi-lagi) pingsan. Dan ini telah membuat Profesor Albus Dumbledore sangat murka, sebab, para Dementor ini telah membuat Harry pingsan dan jatuh dari atas sapunya. Sigh!


Dementor mengepung Harry di pertandingan Quidditch

Hmm... sepertinya Bunda belum cerita, ya, bahwa untuk mengenyahkan Dementor caranya adalah dengan membuat Patronus. Akibat pengepungan Dementor ketika pertandingan Quidditch yang membuat Oliver Wood, kapten tim Quidditch asrama Gryffindor kecewa karena kekalahan mereka (sebab ini tahun terakhir Wood sekolah di Hogwarts dan dia berharap tim Gryffindor bisa memenangkan satu pertandingan Quidditch aja), Harry berkonsultasi dengan Lupin, bagaimana caranya menghadapi Dementor.

Harry memulai latihannya dengan Boggart dan menghasilkan patronus. Di awal, patronus yang dibuat Harry nggak berbentuk. Malah pas di awal, Harry justru pingsan melihat Boggart berbentuk Dementor.

Harry dan patronusnya. Rusa jantan. Apa patronusmu?
Lalu, di buku ketiga, Rubeus Hagrid akhirnya dipercaya menjadi guru satwa liar. Di pertemuan pertama, mereka belajar menghadapi hippogrif. Salah satu hippogrif yang disebut Hagrid itu lucu, bernama Buckbeak. Cara menghadapi hippogrif adalah kalian harus tenang sampai hippogrif ini percaya pada kita. Dan jangan membuatnya takut. Cuma, yah, dasar si Draco Malfoy, dia memang nggak suka dengan Hagrid dan ingin menghancurkan reputasinya, dia membuat dirinya digigit oleh Buckbeak. Sebagai akibat, Buckbeak diancam dipancung karena dianggap berbahaya. Meski lukanya sudah sembuh, Draco tetap berakting bahwa tangannya masih sakit. Grr!

Harry dan Buckbeak
Draco Malfoy dan tangannya yang luka karena digigit Buckbeak

Kemarahan Harry terhadap Sirius Black karena pengkhianatannya terhadap kedua orangtua Harry, justru menyeret Ron ke dalam sebuah rumah angker di Desa Hogsmeade yang membuat Harry dan Hermione mengikutinya.

Hermione dan Harry sewaktu mengikuti Ron yang diseret oleh animagus jelmaan Sirius Black
 
Ron, Hermione, Harry, Lupin, dan Black

Sejujurnya, meski Bunda punya tiga buah bukunya, Harry Potter dan Tawanan Azkaban bukan termasuk buku favorit Bunda, makanya cuma Bunda kasih empat bintang aja. Nggak ada pertempuran melawan Voldemort, sih, habisnya... Jadi kurang seru... Hihihi...
Trus, karena Draco annoyingnya bener-bener geuleuh, Bunda makin ga suka sama si Draco...

Buku ketiga ini cenderung agak susah Bunda cerna, sih, sebenernya. Walau nggak sedikit quote yang Bunda dapatkan... di antaranya...

"Para Dementor itu mengisap kebahagiaan dari tempat-tempat di mana mereka berada." - George Weasley

"Aku kira kalian berdua akan hargai teman kalian, lebih daripada sapu atau tikus. Cuma itu." - Rubeus Hagrid, sewaktu Ron dan Harry bermusuhan dengan Hermione.

Setidaknya, kenapa Bunda masih tetep kasih bintang banyak di buku ketiga ini, karena Bunda banyak belajar mengenai pertemanan dan rasa takut...

Postingan ini dibuat untuk:






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*