Tampilkan postingan dengan label Fun Year Event with Children's Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fun Year Event with Children's Literature. Tampilkan semua postingan

18 Okt 2013

Charlie and the Chocolate Factory by Roald Dahl


Judul: Charlie and the Chocolate Factory
Penulis: Roald Dahl
Alih bahasa: Ade Dina Sigarlaki
Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keempat: Juni 2006
ISBN: 979-686-889-X
Jumlah halaman: 200 halaman; 20 cm
Genre: Children Literature, Fantasi, Fiksi Anak
Status: Punya. Beli di Gramedia
 

Ciptaan-ciptaan Mr. Wonka menakjubkan. Pria misterius itu membuat berbagai macam permen enak di pabrik cokelatnya yang luar biasa. Tapi tidak seorang pun pernah melihat bagian dalam pabrik tersebut, atau bahkan bertemu Mr. Wonka! Karena itu orang-orang langsung gempar ketika Mr. Wonka mengadakan sayembara.
Charlie Bucket nyaris tidak bisa memercayai kemujurannya ketika ia menemukan tiket emas sayembara dan memenangkan perjalanan paling mengesankan seumur hidupnya: berkeliling pabrik cokelat yang terkenal itu dan melihat berbagai kreasi terbaru Mr. Wonka.

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Bunda baru sadar, ternyata, meski Bunda menyukai cerita ini, Bunda belum pernah baca buku ini sama sekali. Yang jelas, Bunda sudah menonton filmnya berkali-kali.

Kebetulan karena ada event Read A Long - Roald Dahl yang diadakan oleh tante Hobby Buku, Bunda jadi "kepaksa" baca.

Seperti halnya filmnya yang membuat liur menetes-netes, cerita di sini sangat fantastis. Betul-betul bikin imajinasi Bunda menggelegak. Terutama membayangkan kunjungan ke pabrik Wonka yang selama ini rahasia.

Bayangkan saja, ada sungai cokelat yang harum baunya. Naik perahu yang terbuat dari permen tapi tidak lengket kecuali dijilati. Ada banyak ruangan yang seluruhnya dibuat untuk membuat cokelat! Dan tidak hanya cokelat, Pak Wonka juga membuat berbagai permen, es krim, dan kudapan-kudapan lainnya yang membuat ngiler!

Khusus untuk cerita ini, Bunda merinding senang bacanya. Karena berkaitan dengan coklat, kakek Roald Dahl jelas-jelas mengeluarkan semua imajinasi yang sangat anak-anak. Bunda memang selalu suka dengan cerita kakek Roald Dahl. Meski kakek Roald Dahl sudah menjadi orang dewasa saat menulis cerita ini, kakek Roald Dahl tidak pernah lupa imajinasi anak-anak seperti apa.

Nggak hanya bercerita mengenai imajinasi yang super fantastis, kakek Roald Dahl juga menyampaikan sikap-sikap anak-anak yang menyebalkan sebagai konflik di dalam ceritanya, sehingga jelaslah, pemenang dari semua sikap adalah sikap tenang, rendah hati, dan sabar.

Kelima anak yang beruntung mendapatkan tiket emas untuk berkunjung ke pabrik cokelat Willy Wonka dan bertemu langsung dengan Mr. Wonka sendiri. Nah, sikap-sikap tak pantas itu muncul di cerita ini lewat beberapa karakter, di antaranya Augustus Gloop, harus kalah di putaran pertama karena ketamakannya. Jelas, kan, sikap tamak tidak akan membawa keuntungan di manapun. Termasuk untuk seorang anak bernama Augustus Gloop.

Kemudian, ada anak yang bernama Violet Beauregarde yang seumur hidupnya mengunyah permen karet. Sikap sombongnya telah membuatnya kalah di setelah Augustus Gloop. Dia tidak mau mendengarkan larangan Mr. Wonka. Sikap sok tahunya telah membuat tubuhnya menggelembung dan berwarna ungu, seperti blueberry.

Lalu, anak yang bernama Veruca Salt bersama orangtuanya harus "terlempar" ke tempat sampah karena baik Veruca Salt maupun kedua orangtuanya sama-sama tidak menghargai orang lain dan menganggap bahwa uang adalah segalanya. Semacam "you can buy the whole wide world with the money". Padahal, sikap sombong, angkuh, dan suka meremehkan orang lain adalah senjata utama kehancuran seseorang.

Mike Teeve juga kesandung masalah karena dia tak mau mendengarkan larangan Mr. Wonka. Dia berubah menjadi kerdil karena sok tahu.

Apakah kalian memperhatikan? Bahwa sikap-sikap seperti itu bukanlah sikap baik. Sikap-sikap macam itu hanya akan membuat kalian sengsara di kemudian hari. 

Ini yang Bunda suka dari semua cerita yang dibuat oleh kakek Roald Dahl. Tanpa menghilangkan unsur imajinasi khas anak-anak, kakek Roald Dahl mampu menunjukkan moral cerita secara gamblang lewat masing-masing karakter. Jadi, dengan masih membayangkan Bunda berada di dalam pabrik Willy Wonka, Bunda mau kasih bintang lima untuk Charlie and the Chocolate Factory. Muah!

 
Postingan ini dibuat selain untuk menuh-menuhin agregator, juga untuk ikut Read A Long Roald Dahl yang dibuat oleh Hobby Buku.
 

Terusin baca - Charlie and the Chocolate Factory by Roald Dahl

11 Sep 2013

Wishful Wednesday #21





Salam hari Rabu! 

Salam Wishful Wednesday! 

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Wow! Ini posting ke-21! Menjaga konsistensi itu tetep sulit, ya... Seperti teori hukum Newton tentang gerak di postingan minggu lalu... Hihihi... Apalagi, khusus hari ini, Bunda kebetulan nggak ngantor lagi, karena adek Zaidan sedang sakit. Sementara kerjaan kantor kepaksa dikerjain di rumah, soalnya tim grafis udah mulai kosong dan nunggu storyboard dari Bunda....

Sebelum mulai kerja, Bunda pengen posting ini dulu, deh...

Bunda udah lama kepingin buku-buku karya Shel Silverstein seperti halnya Giving Tree yang masih belum dapat juga. Kali ini, Bunda masih ngarep buku karya beliau, yaituuuu.....


Kebetulan, Bunda pernah blogwalk di tempat tante dokter Dewi, beliau bilang, di antara Shel Silverstein dan Dr. Seuss kalo disuruh milih, pilihannya jatuh pada Shel Silverstein kalo untuk penulis favorit, meski tante Dewi juga sukaaak sama karya Dr. Seuss. Dalam hal selera baca, kadang-kadang Bunda sepaham sama tante Dewi. Jadi, yah, pas tante Dewi posting reviewnya di sini tentang buku Where the Sidewalk Ends, Bunda sempat terpikir mau masukin ke wishlist.

Menurut informasi tante Dewi, buku-buku pak Silverstein pernah diban karena mengandung violence dan death yang nggak masuk kategori buku anak. Lah, buku-buku Lemony Snickett malah gloomy abis tapi ga diban, tuh! Buku-buku J.K Rowling serial Harry Potter kan isinya juga kematian semua :D

All in all, orang yang sukses nulis buku anak atau buku bergenre children's literature adalah orang-orang jenius. Kenapa? Sebab, pola pikir anak-anak itu tidak serumit orang dewasa. Nah, orang dewasa yang mampu menulis buku untuk anak-anak adalah orang-orang yang mampu menyederhanakan semua hal yang rumit dan sulit ke dalam kalimat sederhana, yang mudah dicerna oleh anak-anak.

Di sisi lain, ketika buku anak-anak dibaca oleh orang dewasa, orang dewasa mampu menemukan makna lain yang tersembunyi di balik semua kesederhanaan kalimat yang ditulis oleh penulis buku anak. Kasarnya, penulis buku anak itu jenius karena mereka mampu berpikir dalam dua dunia, yang dituangkan dalam sebuah karya yang bisa dinikmati semua orang. Satu dunia anak, satunya lagi dunia orang dewasa. Dan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Itu sebabnya, Bunda selalu menggemari children's literature.

Nah, atas kejeniusan pak Silverstein inilah, Bunda pengen memasukkan salah satu bukunya ke dalam meme Wishful Wednesday yang istimewa ini. Kenapa? Karena khusus meme Wishful Wednesday 11 September 2013 ada momen istimewa berupa giveaway yang bekerja sama dengan tante Bzee. Duh, Bunda jarang update bacaan Bunda nih. Padahal Bunda kan ikut event FYE alias Fun Year Event Children's Literature!
Sebetulnya syaratnya maksimal 100rb. Terus ternyata buku ini di bookdep harganya di atas 15 dular... Hahaha.. abis, cuma ngarep itu kali ini, apa boleh buat? :D 
Kalo menang, ya, Bunda tinggal transfer sisanya, kan, ke tante Bzee? :D

Tapi... sebagai alternatif laen, kalo emang misalnya menang *ge er banget ih, Bundaaa XD*
Bunda kepingin Interworld-nya Neil Gaiman dan Michael Reaves.

yang bisa dibeli di bookdep, soalnya Bunda kepingin baca bahasa Inggris aja meski dapat rating buruk dari tante Dila di sini, Bunda penasaran untuk baca sendiri :D



So...

Wishful Wednesday kali ini akan membagikan hadiah yang masih berhubungan erat dengan event keren Fun Year Event With Children Literature yang dihost oleh Bacaan Bzee. Berikut syarat-syaratnya:

Syarat :
  1. Peserta adalah blogger (tidak harus blogger buku).
  2. Berdomisili di Indonesia, atau memiliki alamat kirim di Indonesia.
  3. Peserta giveaway tidak harus merupakan peserta FYE Children’s Literature, tetapi harus sudah mengunjungi review-review yang telah dibuat untuk FYE Children’s Literature (FMs1, FMs2, FMs3).
Caranya :
  1. Buat postingan Wishful Wednesday seperti biasa, yang dipilih dari buku-buku yang sudah direview untuk FYE Children’s Literature. Jangan lupa tuliskan juga alasan kamu menginginkannya, beserta link menuju review peserta FYE Children’s Literature untuk buku tersebut.
  2. Buku yang dimasukkan di Wishful Wednesday boleh buku lokal, terjemahan, maupun buku berbahasa Inggris; boleh lebih dari satu buku, dengan harga maksimal Rp100.000,- atau 10 USD. Cantumkan juga link untuk membeli buku tersebut, bisa dari toko buku online lokal, atau dari BookDepository (untuk buku impor).
  3. Jika buku yang sangat kamu inginkan tidak tersedia, atau harganya melebihi batas maksimal yang ditetapkan, maka kamu boleh tetap mencantumkan buku tersebut, ditambah buku lain yang kamu pilih sebagai hadiah (yang juga telah direview untuk FYE Children’s Literature).
  4. Masukkan link postingan Wishful Wednesday ke dua link tools; di Books to Share maupun di Bacaan B.Zee. Jika postingan kamu hanya terdapat di salah satu link tools saja, maka dianggap gugur dari giveaway. Pastikan kamu memasukkan alamat email yang aktif di link tools Bacaan B.Zee, karena pemenang akan saya hubungi via email dan diberi waktu 2×24 jam untuk konfirmasi. Jika tidak segera konfirmasi, akan dipilih pemenang baru.
  5. Postingan Wishful Wednesday yang dimasukkan dalam giveaway Bacaan B.Zee hanya yang diposting pada 11 September 2013. Akan dipilih satu orang pemenang yang beruntung mendapatkan buku impiannya.







Terusin baca - Wishful Wednesday #21

23 Agu 2013

Harry Potter and The Order of Phoenix oleh JK Rowling




Judul: Harry Potter dan Orde Phoenix (Harry Potter and The Order of Phoenix, Harry Potter #5)
Penulis: J.K Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, Januari 2004
Jumlah halaman: 1200 halaman
Genre: Fantasy, Children Literature, Sastra Eropa
ISBN: 979-220-652-3
Status: Punya. Beli di pameran buku


 
Tak diragukan lagi tahun kelima Harry Potter bersekolah di Hogwarts merupakan tahun yang sangat penting. Kini ia berusia lima belas tahun, dan sebagai remaja ia mengalami gejolak masa muda yang mengubah beberapa sifat dasarnya. Ia akan menjalani ujian OWL yang menegangkan, yang menentukan akan jadi apa dirinya setelah lulus. Ia sering sekali bertengkar dengan Cho, sehingga bukan tidak mungkin hubungan mereka putus. Dan ketika ia berkelahi dengan Draco Malfoy, peranannya sebagai Seeker tim Quidditch Gryffindor terancam. Semua ini membuat Harry begitu nelangsa, sehingga untuk pertama kalinya ia ingin sekali meninggalkan Hogwarts. Di tengah semua kegalauan itu, Lord Voldemort dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa terus-menerus menghantui Harry. Tanpa henti Pangeran Kegelapan menyiksanya melalui bekas lukanya, dan akhirnya memaksa Harry bertarung mati-matian melawan para Pelahap Maut. Dan puncaknya adalah ia harus menyaksikan kematian seseorang yang amat dicintainya...


Halo, Kakak Ilman dan Adek Zidan...
Sungguh, ini super late posting... Harusnya ini dikerjakan tiga bulan lalu... Kok, Bunda senang sekali melakukan kebingungan dan penundaan, ya...
Bulan ini udah mestinya jatahnya Harry Potter #7. Tapi, ya, gitu, deh....

STOP MENGELUH! X))

Ketika Bunda nulis ini, Bunda lagi di rumah sakit, nemenin papa yang terbaring karena typhoid dan demam berdarah. Tahu Bunda ga bisa diem aja, kecuali ada hal-hal yang harus dikerjakan saat menjaga papa, seperti nyuapin, nganter ke kamar mandi, manggil perawat dan lain-lain, papa menyarankan bawa laptopnya buat Bunda browsing atau main game. Lalu, karena terdesak deadline, Bunda memutuskan buat bikin review X))

Harry Potter and The Order of Phoenix tuh suasananya udah mulai suram. Diawali dengan suasana liburan yang sama sekali nggak menyenangkan, karena nggak ada kabar sedikitpun dari teman-temannya, membuat Harry kesal. Kemudian mereka berdiam di Grimmauld Place, rumah keluarga Black, yang diwariskan kepada Sirius Black, wali Harry. Di sana anggota Orde berkumpul dan mengadakan rapat rahasia. Saking rahasianya, anak-anak nggak boleh mendengarkan. Fred dan George yang sukses bikin toko "mainan" sendiri, menciptakan Telinga Julur buat menguping yang malah nggak bisa dengar apa-apa karena nggak mempan oleh mantra perlindungan. Hihihi...

Kemudian, Kementerian Sihir mulai ikut campur di Hogwarts dengan menempatkan Dolores Umbridge menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Dengan adanya Dolores Umbridge, kehidupan anak-anak Hogwarts jadi terasa nggak aman. Dia mengeluarkan berbagai dekrit yang ditandatangani oleh Menteri Sihir. Ngeselin abis, deh. Dan kegiatan Harry dan teman-temannya pun diawasi. 

Dolores Umbridge. Ya gitu, mukanya kayak kodok? XD

Gara-gara cara mengajar Umbridge di luar kebutuhan, teman-teman Harry meminta Harry untuk mengajari mereka Ilmu Pertahanan terhadap Sihir Hitam. Kenapa? Soalnya, Harry dianggap sudah beberapa kali menang lawan Kau Tahu Siapa. Lalu dibentuklah Laskar Dumbledore. Mereka memakai Kamar Kebutuhan sebagai tempat latihan, karena kegiatan mereka diawasi. Dalam dekrit disebutkan, nggak boleh ada kelompok murid yang terdiri lebih dari 3 orang.

Laskar Dumbledore
Nggak cuma kehadiran Umbridge yang bikin ngelus dada karena kesal sama orang Kementerian, Percy Weasley juga bikin ulah! Dia udah jadi anak durhaka karena berpihak kepada Kementerian dan memilih pergi dari rumah, bahkan bersikap tidak kenal ayahnya! Grrr!

Dampak dari kematian Cedric Diggory membawa banyak perubahan buat Harry. Misalnya saja, dia dianggap gila, mengarang cerita bahwa Lord Voldemort sudah kembali. Iya, sih. Nggak ada saksinya selain Pelahap Maut, kan.. Hanya Dumbledore yang percaya. Jadilah, Rita Skeeter itu bikin berita yang mengisyaratkan ketidakwarasan Harry di Daily Prophet. Begitu juga Kementerian menganggap Harry nggak waras. Makanya, bikin berbagai macam aturan, karena Menteri Sihir nggak mau mengakui kembalinya Lord Voldemort.

Oya, di sini, Harry sempat jadian ama Cho Chang, pacar Cedric. Tapi terus putus, karena Cho cemburu sama Hermione. Hihihi...

Soal Fred dan George, mereka dimodali Harry untuk bikin toko lelucon mereka sendiri. Hadiah Turnamen Triwizard yang diterima Harry, diserahkan semua oleh Harry kepada si kembar Weasley, karena menurutnya, dia nggak layak dapat hadiah itu. Tadinya sih, si kembar ga mau nerima. 1000 galeon gitu. Tapi, karena Harry bilang, dia jadi pemodal, akhirnya mereka berdua mau dan tokonya laris manis...

Karena toko mereka laris manis, mereka pun memutuskan keluar dari Hogwarts setelah sebelumnya meninggalkan kenang-kenangan untuk Umbridge, yang saat itu menjadi Kepala Sekolah Hogwarts yang sukses mengudeta Dumbledore.

Di buku ini, Harry berkenalan Luna Lovegood, dari asrama Ravenclaw. Atas bantuannya, nama Harry menjadi bersih. Dia dan ayahnya termasuk orang nyentrik. Ayahnya adalah editor The Quibbler, yang memuat wawancara sesungguhnya dengan Harry yang berhasil membuat orang percaya bahwa Kau Tahu Siapa sudah kembali. Luna juga termasuk anggota Laskar Dumbledore.  

Luna Lovegood
Oya. Karena ada koneksi pikiran antara Harry dengan Kau Tahu Siapa, Dumbledore meminta Harry buat belajar Occlumency dengan Snape. Harry nggak serius menutup pikirannya dan ini membuat Snape geram. Ada kejadian yang membuat Bunda semakin bersimpati terhadap Snape, ketika Harry berhasil tahu masa lalu Snape. Ternyata Snape menjadi korban bullying ayah Harry semasa muda. Kesimpulan Bunda, sih, Snape benci banget ama Harry karena Harry mengingatkannya ama James Potter kali, ya... :D

Terus terang, sejak buku kelima ini, progres baca Bunda jadi semakin lambat. Bukan karena tebalnya, itu sih nggak masalah. Tapi karena suram banget. Belum lagi, ada kematian yang tiba-tiba, yang kayaknya nggak mungkin, tapi betul-betul terjadi. Pertama kali baca buku ini, 7 tahun lalu, Bunda nangis, karena ikut merasakan penyesalan yang dirasakan Harry. Ternyata setelah baca ulang, Bunda tetep mewek juga.

Gabungan antara gemas, geli, lucu, seram, geram, marah, sedih ada di sini. Campur aduk. Kalo lihat di Goodreads, ada yang cuma kasih bintang 2 dan komentarnya: "jelek banget!"
Nggak tahu kenapa senepsong itu kasih bintang 2. Mungkin karena suram, kali, ya... Hihi.. Tapi banyak yang kasih bintang 5 kek Bunda, kok... 

Kalo Bunda kasih bintang 5 bukan untuk kematian Sirius Black. Tapi untuk Laskar Dumbledore, untuk Fred dan George, untuk Snape, untuk Dolores Umbridge, untuk Percy, dan lain-lain. Untuk semua perasaan campur aduk yang ada di buku ini...
Terusin baca - Harry Potter and The Order of Phoenix oleh JK Rowling

20 Jun 2013

Matilda



Judul: Matilda
Penulis: Roald Dahl
Diterbitkan oleh: Puffin Books (Penguin Groups), 2001
Jumlah halaman: 231 halaman
ISBN: 0-141-31136-3
Status: punya. beli seken di BukuMoo
Genre: Fantasy, Children, Classics


Matilda's parents have called her some terrible things. The truth is, she's a genius and they're the stupid ones. Find out how she gets the better of them and her spiteful headmistress, Miss Trunchbull, as well as discovering that she has a very special power. (dari kaver belakang buku)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Aduh... Bunda baru sadar, kalo ini udah tanggal 20-an dan linky buat Books In English Reading Challenge belum Bunda buka...
Maafkan, ya, buat semua peserta Books In English Reading Challenge... :(
Belakangan lagi hectic banget, terus ga kekontrol, deh jadinya..

Tapi tenang aja. Penilaian semua link yang masuk bukan berdasarkan tanggal kapan baca, kok. Jadi, walaupun masukin review bulan Januari di linky Juni pun tak apa-apa...

Kalo ada yang nanya, ih, kok challenge-nya nyantei gitu?
Menurut Bunda, nggak semua orang pintar berbahasa Inggris. Nggak semua orang sanggup baca buku berbahasa Inggris dalam waktu sebentar. Makanya, bikin aturan challengenya juga nggak terlalu maksa. Cuma, tetep, kenapa ada hadiah, karena emang harus buat review dan masukin linknya di linky.
Setiap host challenge bebas-bebas aja, kok, dalam bikin aturan challenge.. Hehehe..

Nah, udah, ya...
Matilda ini Bunda baca dua kali. Pertama kali dulu banget, baca terjemahannya, hasil pinjaman. Trus, Bunda pernah nonton filmnya juga, walau ga dari awal. Maklum, nontonnya lewat channel tipi, taunya udah setengah jalan baru lihat.
Terus, di BukuMoo ada stok Matilda, Bunda jadi kepingin punya. Iya, buku-buku itu kan nantinya akan Bunda wariskan buat anak-anak Bunda... ^^;

Sekarang, Bunda mau cerita soal kesan Bunda tentang Matilda...

Matilda Wormwood lahir dari keluarga berkecukupan. Ayahnya punya perusahaan Wormwood Motor Company, yang bergerak di bidang jual beli mobil bekas. Ibunya termasuk sosialita, suka bergaul dan main kartu. Karena kakak Matilda, Michael juga sibuk, Matilda sering kesepian di rumah.

Matilda mulai belajar membaca lewat koran yang dibaca ayahnya. Juga buku resep punya ibunya. Lama-lama, Matilda mulai haus akan membaca, sementara orangtuanya nggak suka baca buku apalagi punya buku di rumah untuk dibaca - selain buku masak, tentu saja, dia mulai mencoba datang ke perpustakaan setempat. Semula, Mrs. Phelps, pustakawan di perpustakaan itu, tertegun karena melihat Matilda datang sendirian, tanpa orangtua. Bayangkan, anak sekecil itu. Ternyata, pada akhirnya, justru Mrs. Phelps lah yang meminjamkan Matilda banyaaaaak sekali buku yang dengan cepat dilahap oleh Matilda.

Kemudian, Matilda mulai bersekolah. Kemampuan Matilda akan banyak hal membuat Miss Honey, guru kelasnya terkesima, sehingga memberanikan diri untuk menemui Miss Trunchbull, kepala sekolah tempat Matilda bersekolah, yang mengerikan. Miss Honey bermaksud ingin memindahkan Matilda ke kelas yang lebih tinggi, karena kemampuan Matilda membuatnya nggak cocok berada di kelasnya. Matilda butuh kelas yang lebih tinggi supaya kemampuan Matilda bisa terus terasah. Karena ditolak dan justru membuat Miss Trunchbull marah, akhirnya Miss Honey berusaha untuk mengajari Matilda sendiri di kelas, dibedakan materinya dengan teman-temannya yang baru bisa mengeja.

Iya, Miss Trunchbull, meski dia kepala sekolah dasar, dia tidak suka anak-anak dan sering menyakiti anak-anak. Bahkan dia menebar kebencian di hati anak-anak terhadap dirinya. Miss Trunchbull suka memakai kekerasan dalam mengajar anak-anak. Sementara Miss Honey mengajar dengan lembut dan penuh kasih sayang, sehingga Miss Honey disukai oleh murid-muridnya.
Matilda akrab dengan Miss Honey, sampai suatu ketika Miss Honey mengundang Matilda main ke rumahnya. Matilda merasa miris dengan keadaan Miss Honey, apalagi ketika tahu bagaimana keadaan ekonomi Miss Honey sebenarnya dan siapa yang merampas kebahagiaan Miss Honey. Dengan sebuah kekuatan, Matilda melakukan suatu hal yang membuat Miss Honey mendapatkan kembali harta bendanya.

Lalu... ini pendapat Bunda tentang Matilda.

Ah! Bunda iri sama kehebatan Matilda...
Belum umur lima tahun, dia udah mampu baca banyak buku klasik.... Bunda belum pernah baca buku karya Charles Dickens, Charlote Bronte atau siapa lagi, ya? Yang semuanya terkenal. Belum pernah. Huhuhu...

Ternyata, walaupun memiliki ayah yang sering membentaknya, Matilda tidak goyah. Kecerdasan Matilda tidak berubah, meski ayahnya sering mengatainya, "bodoh", "pembohong", dan lain-lain. Meskipun orangtua Matilda tidak suka buku, Matilda mampu melahap banyak buku. Matilda tidak terpengaruh oleh keluarganya yang nggak suka baca buku, untuk tetap membaca buku.

Pesan yang mau disampaikan oleh Roald Dahl lewat cerita ini, menurut Bunda, antara lain adalah... walaupun kalian (misalnya) punya orangtua yang nggak suka baca buku, bukan berarti kalian tidak perlu suka membaca buku. Gara-gara membaca buku lah, Matilda punya pengetahuan yang sangaaaaaat luas. Mampu menjawab banyak hal. Selama hal itu baik dan belum ada contohnya, lakukanlah.

Pesan lain Roald Dahl lewat Matilda adalah: "membacalah, kalian akan pintar". Kalian tahu, kan, ayat pertama yang Allah turunkan adalah "iqra". Iqra berarti membaca. Nah, kalo Allah saja sudah menyuruh kita membaca, maka bacalah. Membaca itu meluaskan wawasan kita. Syukur-syukur kita bisa berbagi pengetahuan karena kita membaca. Cuma, Bunda berpesan. Kalian nggak perlu pamer udah baca apa aja. Kalian nggak perlu menertawakan atau mengejek orang lain yang nggak belum suka membaca. Rekomendasikan bacaan apa yang menurut kalian bagus, dengan bahasa yang baik. 

Oya, ada lagi, nih, pesan lain yang Bunda tangkap di sini. Kejahatan nggak harus dilawan dengan kejahatan lagi. Dalam hal ini, Matilda berusaha melawan Miss Trunchbull, tapi dia nggak mengatakan hal-hal yang buruk pada Miss Trunchbull. Dia hanya menggunakan kecerdasannya untuk membalas kejahatan Miss Trunchbull.

Ah, Bunda makin kagum dengan kakek Roald Dahl. Bunda sangaaaat berterima kasih pada Kakek Roald Dahl yang udah bikin banyak cerita mengagumkan, seperti cerita Matilda ini. Bintang limapun rasanya nggak cukup untuk menyampaikan kekaguman Bunda pada beliau....

Diposting untuk:

Di bawah ini linky untuk ngepost review bulan Juni #2013BooksInEnglishRC ya... ^^;



Terusin baca - Matilda

19 Jun 2013

Harry Potter and The Goblet of Fire (Harry Potter #4)


Judul: Harry Potter dan Piala Api (Harry Potter and The Goblet of Fire, Harry Potter #4)
Penulis: J.K Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
 Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua: Oktober 2001
ISBN: 979-655-854-8
Jumlah halaman: 896 halaman, 20 cm
Status: Masih pinjaman. Belum dikembaliin karena ga tau si yang punya rumahnya di mana :(
Genre: Fantasi, Children Literature, Sastra Eropa


Tahun ini akan berlangsung Piala Dunia Quidditch. Harry ingin sekali menontonnya, tetapi akankah keluarga Dursley mengijinkannya? Tahun ini Hogwarts juga akan menjadi tuan rumah turnamen sihir yang sudah lebih dari seratus tahun tak pernah diadakan. Tahun ini, Harry yang beranjak remaja, juga mulai naksir cewek. Siapakah cewek beruntung yang kejatuhan cinta penyihir dan Seeker beken ini? Tapi tak semua yang dialami Harry peristiwa hura-hura. Karena mendadak bekas luka di keningnya terasa sakit sekali. Dan di langit malam muncul Tanda Kegelapan, tanda yang menyatakan bangkitnya Lord Voldemort. Dan itu baru permulaan.

Wujud Lord Voldemort akan kembali sempurna bila dia berhasil mendapatkan darah musuh besarnya, Harry Potter. Dan dengan bantuan abdinya yang setia, Lord Voldemort menculik Harry.

Akhirnya, untuk pertama kalinya selama tiga belas tahun, Harry berhadapan langsung dengan musuh besarnya. Dan tak terhindarkan lagi, keduanya berduel... (dari kaver belakang buku)


Halo Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Iya. Bunda tahu, tugas bikin review ini mestinya dikerjakan bulan April lalu. Karena ini buku keempat. Dan kalo ngikut #HotterPotter mestinya sesuai jadwal, dong, ya. Buku keempat dibaca dan diposting reviewnya pada bulan keempat tahun ini. Bacanya sih beneran sesuai jadwal. Reviewnya itu yang ampun, deh...

Bunda ga akan curhat di sini, kenapa-kenapanya. Hahah. Ga penting jugak...

Mungkin Bunda bakalan kasih spoiler, cerita ulang tentang buku ini, lalu mengutarakan pendapat di akhir tulisan aja...

Buku keempat diawali dengan cerita mimpi Harry yang seperti nyata, dia melihat seseorang meninggal di depan matanya. Dan dia terbangun karena bekas luka di keningnya teramat sangat sakit.

Sementara itu, Turnamen Piala Dunia Quidditch akan diselenggarakan tak lama lagi. Sebagai Seeker tim Gryffindor, tentu Harry tidak ingin melewatkan menontonnya, kan? Tapi gimana caranya, dong? Dia harus bergabung dengan keluarga Weasley. Nggak mungkin banget ngajakin keluarga pamannya, kan?

Nah, Harry dijemput oleh Mr. Arthur Weasley juga Ron dan si kembar Fred - George. Sebelumnya emang Mr. Weasley udah ngasih kabar ke Paman Vernon kalo dia akan menjemput Harry. Dan seperti biasa, pasti ada drama yang lucu dan menghebohkan deh, kalo udah urusannya ada Fred dan George. Hahaha... Apalagi Mr. Weasley yang terobsesi dengan benda-benda milik Muggle.

Lalu, setelah Harry berhasil dibawa ke The Burrow (tempat keluarga Weasley berada), Harry bertemu dengan kakak-kakak Ron yang lain, seperti Bill dan Charlie. Harry belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Sementara Percy, yang sudah lulus dan bekerja di Kementerian Sihir, tetap congkak dan makin aja songong. Apalagi karena Percy menjadi anak buah "kesayangan" Barty Crouch, Kepala Departemen Kerjasama Sihir Internasional. Setiap saat ngobrol, dia senang sekali menyebut nama Mr. Crouch. Padahal, Barty Crouch pun nggak tahu nama Percy. Sering dipanggilnya, "Weatherby". Hahaha...

"Kurasa dia tidak akan pulang kalau tidak dipaksa Dad. Dia terobsesi. Jangan sekali-kali menyebut bosnya. Menurut Mr. Crouch... seperti kukatakan kepada Mr. Crouch... Mr Crouch berpendapat... Mr. Crouch memberitahuku... Pertunangan mereka bisa diumumkan setiap saat." (Ini Ron yang bilang pada Harry XD)

Lewat turnamen Piala Dunia Quidditch, Bunda menemukan hal baru, semisal:

1. Omniocular. Teropong ajaib yang bisa dilambatkan atau dicepatkan, sehingga bisa mengulang adegan favorit. Ini hebat, ya. Apakah dunia Muggle sudah bisa membuatnya? :D
2. Ada makhluk luar biasa cantik yang bisa membuat semua pria terpesona. Mereka adalah veela. Dan Ron sempat dibuat terpesona sampai ngacai waktu menyaksikan liukan para veela.

Kerusuhan sudah dimulai sejak selesainya pertandingan Piala Dunia Quidditch. Cukup menakjubkan, karena pertandingan tidak berlangsung lama. Ada Tanda Kegelapan yang ditembakkan ke langit dan membuat kegaduhan. Kemudian terjadi kebakaran di perkemahan, tempat semua penyihir yang nonton turnamen menginap. Dan Harry sempat menjadi tersangka, karena tongkatnya hilang dan Tanda Kegelapan ditembakkan dengan menggunakan tongkat Harry.

Usai kerusuhan, Harry dan teman-temannya kembali ke Hogwarts. Kali ini, guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam adalah Alastor Moody atau Mad-Eye Moody. Masih teuteup bukan Severus Snape.

Alastor Moody a.k.a Mad-Eye Moody
Mad-Eye Moody ini punya mata gaib yang bisa berputar 360 derajat. Dan Mad-Eye Moody ini selalu terlihat ingin melindungi Harry, seakan-akan bahaya betul-betul sedang mengintai Harry.

Seperti biasa, murid-murid Hogwarts disambut oleh Dumbledore dan kali ini Kepala Sekolah Hogwarts tersebut mengumumkan bahwa Pertandingan Quidditch ditiadakan. Sebagai gantinya, Hogwarts menjadi tuan rumah Turnamen Triwizard yang terakhir kalinya diadakan seratus tahun sebelumnya, karena angka kematian semakin tinggi. 

Sewaktu saatnya tiba, Hogwarts kedatangan tamu-tamu yaitu pelajar dari sekolah sihir di negara lain. Di antaranya Durmstrang yang berasal dari Rusia dan Beauxbatons dari Perancis. Masing-masing sekolah ini akan punya perwakilan untuk ikut Turnamen Triwizard.

Prosedur pendaftaran untuk menjadi peserta Turnamen Triwizard adalah harus berusia 17 tahun ke atas. Tentu saja, Harry belum boleh ikut, walau dia sangat ingin. Bahkan Fred dan George pun belum bisa ikut. Nama calon yang ditulis dalam perkamen harus dimasukkan ke dalam Piala Api yang akan menyala selama pendaftaran berlangsung. Dan nggak bisa melakukan kecurangan, sebab di sekitar Piala Api sudah dikelilingi oleh mantra penolak berbagai kecurangan. Kalo mau menuakan umur sedikitpun tetap nggak bisa. Fred dan George sudah mencobanya... :D

Piala Api

Nah, sewaktu mulai diumumkan peserta, hanya akan ada tiga peserta, masing-masing peserta (yang disebut dengan Para Juara) mewakili sekolah mereka. Nama pertama yang keluar dari Piala Api adalah Viktor Krum, dari Durmstrang. Nama kedua yang muncul adalah Fleur Delacour, dari Beauxbatons. Dan dari Hogwarts, muncul nama Cedric Diggory, dari asrama Hufflepuff.

Semua orang sudah bertepuk tangan, menyambut semua juara mereka. Ketika akhirnya tepukan mereka dihentikan oleh Piala Api yang tiba-tiba menyala lagi dan melemparkan satu nama baru. Kemudian mati selamanya. Nama yang muncul adalah Harry Potter. Kontan, semua terenyak. Menuduh bahwa Harry telah melakukan berbagai kecurangan, termasuk Karkaroff menuduh Dumbledore berada di balik semua ini.

Sewaktu nama Harry Potter muncul dari Piala Api

Lalu, Turnamen Triwizard pun dimulai.  Keempat Juara sama sekali nggak dikasih petunjuk mau ngapain di Turnamen itu. Sampai suatu malam, tiba-tiba Harry diminta datang seorang diri ke pondok Hagrid, pakai jubah gaib. Bersama Madam Maxim yang nggak tahu kalo ada Harry (karena ngumpet di balik jubah gaib) mereka bertiga masuk menuju Hutan Terlarang. Di situ ada empat naga berbahaya yang sedang dipindahkan. Dan ternyata Karkaroff juga ada di sana. Harry belum sempat tahu tugasnya apa, tapi dia hanya memperkirakan ada hubungannya dengan naga, lalu dia segera balik ke asramanya.

Beberapa hari sebelum pertandingan, Harry memberitahu Cedric mengenai naga itu, walau Cedric adalah saingannya. Menurut Harry, nggak adil kalo Cedric nggak tahu soal naga, sementara Madam Maxime dan Karkaroff pasti udah ngasih tahu masing-masing Juaranya mengenai tugas pertama mereka.
Harry baek banget, yaaa... *nangis pelangi*

Harry bocorin ke Cedric soal naga





Tugas pertama adalah mengambil telur naga. Nah, naga tuh sangat protektif. Jadi, naga akan melakukan apa saja untuk melindungi telurnya. Modal masing-masing juara hanyalah tongkat sihir. Sebelumnya, Harry sempat berkonsultasi dengan Sirius dan Sirius bermaksud memberitahunya. Tapi justru Harry dikasih bocoran oleh Moody.

Harry jadi orang keempat yang mengambil telur naga. Dia berhasil dengan sangat baik, walau jubahnya sempat terbakar. Dia melakukan mantra pemanggil sapu terbangnya, si Firebolt. Harry meraih nilai cukup tinggi untuk ini.


Harry menghindari semburan naga

Tugas kedua, setiap Juara dikasih telur emas. Sewaktu dibuka di ruang rekreasi Gryffindor, telur emas itu mengeluarkan suara memekakkan telinga, sehingga Harry sempat putus asa karena nggak tahu mesti gimana memecahkan misteri tugas berikutnya. Adalah Cedric yang merasa berhutang budi pada Harry yang udah ngasih tahu soal tugas kedua. Dia nyuruh Harry mandi di kamar mandi prefek dengan membawa telur itu... :D

si telur emas
Harry, Hermione dan Ron usai tugas kedua
Sebelum tugas ketiga sekaligus tugas terakhir dari Turnamen Triwizard dan penentu pemenangnya, diadakan pesta dansa. Masing-masing Juara mesti punya pasangan. Naaah, Harry ceritanya mulai naksir cewek. Lidah Harry sering kelu kalo ketemu Cho Chang. Ah.. kapan, ya, terakhir Bunda ngerasain kasmaran kayak begitu? #lah #mulaicurcol XD
Sayangnyaaaaa... Cho Chang udah keburu jadi pasangan dansa Cedric sewaktu Harry (yang udah susah payah berusaha bersikap natural sewaktu ngajak Cho Chang). Jadi, sampai detik-detik menjelang Pesta Dansa, Harry masih juga belum punya pasangan dansa, sementara Profesor McGonagall sudah wanti-wanti pada Harry. Pukpukpuk Harry. I feel ya...

Cho Chang
Cedric - Cho
Terus, kenapa Harry nggak ngajak Hermione? Ternyata Hermione udah dibooking buat jadi partner dansanya Viktor Krum! Idolanya si Ron. Mendadak Ron jadi ilfeel sama Krum karena kencan mereka ini... Wakakaka... Bunda baru ngeh, kalo Ron kayaknya naksir Hermione :D

 
Hermione - Krum
Seusai pesta dansa
Nah, selain kisah kasmaran Harry ke Cho, terus Hermione ke Krum, ada juga kisah kasmaran Hagrid. Iya, Hagrid gedebuk in lap sama Madam Maxime XD
 
Hagrid - Madam Maxim

Oya, menjelang dan selama Turnamen Triwizard, semua update diberitakan di Daily Prophet, korannya kaum penyihir. Ada satu reporter yang super annoying, bernama Rita Skeeter, dia punya pena bulu yang dahsyat. Kita nggak ngomong apa-apa, si pena udah nulis banyak aja. Cocok banget, deh, buat penulis skenario sinetron di Indonesia. Pena ini bisa otomatis nulis drama selebay apapun... X))

Tentu saja annoying, karena Harry kerap jadi bulan-bulanan. Dia juga digosipin dengan Hermione, sehingga sempat membuat Ginny dan Mrs. Weasley benci banget sama Hermione karena dianggap telah mematahkan hati Harry jadi berkeping-keping. Ini menurut Daily Prophet, lho!

Bunda ngeliatnya, fenomena Rita Skeeter dan pena bulu ini ibarat reporter yang sibuk cari gosip, di dunia nyata. Lebih ngeliat kehidupan pribadi seorang penampil publik daripada prestasi mereka. Di sini, diibaratkan, kehidupan pribadi Harry dilebih-lebihkan diekspos di koran. Sementara prestasi Harry sebenarnya tenggelam oleh gosip.

Penampakan Rita Skeeter
Nah, lalu... tugas terakhir adalah mencari jalan melalui labirin untuk menemukan Piala Triwizard. Cedric dan Harry sampai duluan di Piala itu dan Cedric memutuskan Harry lah yang pertama menyentuh piala itu. Namun, Harry merasa berhutang budi pada Cedric karena sempat menyelamatkannya dari suatu serangan, akhirnya mereka berdua menyentuh piala bersamaan.  Ternyata piala itu adalah portkey yang membuat Harry dan Cedric harus bertemu dengan Lord Voldemort juga para Pelahap Maut, jauh dari Hogwarts. Dan mulai sejak buku ini, Harry berduel dengan Lord Voldemort...



Pelahap Maut
 Sesungguhnya, buku ini amazing. Selain ga banyak detail yang diulang kayak di buku kedua dan ketiga, banyak cerita hal baru di dunia sihir yang membuka mata sekaligus seperti membantah persepsi Bunda sebelumnya. Misalnya, Bunda sempat berpikir bahwa dunia sihir dalam setting cerita hanya ada di Inggris.

Ya abisnya emang lokasi yang diceritain dari buku pertama sampai ketiga kan cuma di Inggris. Kemudian penjara Azkaban juga tempatnya di Inggris. Kalo ada penjahat sihir dari negara lain, apakah dikirim ke Azkaban atau adakah penjara semacam Azkaban di negara lain?

Dari apa yang udah Bunda ceritakan di atas, jelas, ya... Ternyata ada dunia sihir dari negara lain... Kalo di Indonesia, kira-kira makhluk sihirnya apa, dong? Pocong? Dedemit? Jenglot? Nggak keren banget, yak. Pantes, kalopun ada orang Indonesia nulis kisah fantasi, kayaknya males pake makhluk-makhluk klenik "khas Indonesia". Tampangnya aja nggak unyu. Namanya pun nggak fantastis. Wakakaka...

Cerita di judul keempat lebih kompleks, memang. Masalahnya lebih rumit dan pelik. Yang jelas, lebih banyak nggak ketebaknya. Soalnya, tadinya, Bunda sempet nuduh Ludo Bagman atau Barty Crouch yang masukin nama Harry ke Piala Api... Ternyata bukan.
Terus, Bunda nggak kepikiran kalo piala Triwizard itu jadi portkey. Waktu ternyata piala itu jadi portkey, bunda nuduh Ludo Bagman atau Barty Crouch karena kelakuannya, juga kelakuan peri rumahnya, bener-bener mencurigakan.

Gimana dengan Draco Malfoy? Huah! Makin menyebalkan aja dia! Dan makin berani buat menyerang Harry kapan aja dengan tongkatnya!

Lima bintang amatlah pantas untuk buku menakjubkan ini. Ingatkan Bunda buat beli, ya... Terus cari alamat si yang punya buku, lalu kirimkan... :D

Walau telat banget... Bunda pede aja. Ngepost ini untuk:
Hotter Potter
What's in A Name Challenge
FYE with Children's Literature
2013 TBRR PILE A Fantasy
READ BIG Challenge 
Terusin baca - Harry Potter and The Goblet of Fire (Harry Potter #4)

23 Mei 2013

Bad Girls


Judul: Bad Girls
Penulis: Jacqueline Wilson
Ilustrator: Nick Sharratt
Diterbitkan oleh: Corgi Yearling Book
Tahun diterbitkan: 1997
Teenlit, Novel
ISBN: 0-440-86356-95
ISBN13: 9-780440-863564
Paperback
Status: Punya. Beli seken di BukuMoo.




Kim's gang had better watch out! Because Tanya's my friend now, and she'll show them!

Mandy has been picked on at school for as long as she can remember. That's why she is delighted when cheeky, daring, full-of-fun Tanya picks her as a friend. Mum isn't happy - she thinks Tanya's a BAD GIRL and a bad influence. Mandy's sure Tanya can only get her out of trouble, not into it... or could she? (from back cover)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Walau Bunda ngumpulin e-book Jacqueline Wilson, jujur aja, baru dua yang dibaca. *sigh*

Kenapa Bunda suka buku-buku bu Jacqueline Wilson? Bukunya cewek banget. Hehehe...
Gaya bu JW agak mirip lah dengan gaya bu Ono Eriko dalam menyampaikan cerita. Bedanya, kalo bu Ono kan pake komik, kalo bu JW pake cerita dalam bentuk novel.

Bad Girls ini tentang apa, Bun?

Ada gadis bernama Mandy White yang selalu jadi sasaran empuk bullying teman sekelasnya, Kim. Nggak hanya itu, Kim bersekongkol dengan Melanie, yang dulu pernah jadi sahabat karib Mandy dalam bullying ini.

Suatu ketika, Mandy tidak melihat jalan dan dia tertabrak bus. Hal ini membuat ibunya protes pada gurunya, bullying sudah membuat Mandy celaka.

Di saat masa istirahat pemulihan dari kecelakaan itu, Mandy kenalan dengan gadis berpenampilan aneh, bernama Tanya, yang ternyata usianya nggak terlalu jauh. Yah, keliatannya, Tanya bukan gadis baik-baik kalo dari penampilannya.

Setelah berakrab ria dengan Tanya, ibu Mandy justru resah. Pertama, karena ibu Mandy tidak suka penampilan Tanya, berikutnya, karena Tanya nggak jelas latar belakangnya. Ibu Mandy khawatir kalo Tanya justru akan memberi pengaruh pada Mandy yang cerdas.

Dan memang, sih, ada beberapa perilaku Tanya yang justru melibatkan Mandy dalam masalah. Hanya saja, itu tidak membuat rasa sayang Mandy terhadap Tanya luntur, karena Tanya-lah yang tulus padanya.

So far, ceritanya begitu seru dan menakjubkan. Banyak kejutan yang nggak Bunda sangka ada di dalam cerita ini. Bullying, apapun bentuknya, bukanlah perbuatan baik dan menyenangkan.

Bunda mau kutip kalimat yang diucapkan guru kelas enam Mandy, Miss Moseley, ketika mereka membuat lingkaran di kelas, membahas bullying.


"And I think we have to try to work out why people bully. Then we can maybe stop it before it gets too much of a habit. So. Why do you think people bully?"

"Are bullies happy people?"

"Think about when you're very very happy. Say it's your birthday and all your family and friends have given you a big hug and some lovely presents and you feel really great. Now, do you want to hurt anyone when you're in that short of situation?"
"Of course not, you just want to be nice to people. But suppose you've had a really bad day and got into trouble at school and your friends got off with someone else and your mum and dad are cross and they've given you little sister a treat and yet they just tell you off... Do you want to be nice to people now? Or do you feel like being nasty?"

"No-one ever asks to be bullied. But you're right, sometimes people get bullied because they're stupid. Though that's not a very kind word. People can't help it if they're not very bright. And that's a terrible reason for bullying someone, just because they're not clever."

"And other times someone can get bullied because they're ever so clever. Say they come top of the class and the bully doesn't like it because they're clever too and they want to be top."

"The big baboon screams a lot and bites all the little ones. All the other big baboons copy, screeching and scratching for fleas. Now, no-one here in my class wants to act like a bully baboon with a bright red bottom, do they?"

Nah. Kalo Kakak Ilman dan Adik Zidan menjadi saksi bullying, laporkan. Kalo kalian juga jadi korban bullying, ngomong ke Bunda atau Papa, ya... Kita harus hentikan semua bentuk bullying. Bunda pengen kalian berdua tahu, Bunda akan memerangi semua bentuk bullying...

Love you, kiddos...

diposting untuk ikut Fun Year Event with Children's Literature



Oh! Anyway by the way busway! Bunda punya freebies buat teman-teman Bunda berupa bookmark yang bisa diunduh!

Ini previewnya...



Kalo mau unduh, silakan klik link ini, ya... ^^

Terusin baca - Bad Girls

29 Apr 2013

[posting bareng] First Term at Malory Towers - Enid Blyton


Judul: First Term at Malory Towers
Penulis: Enid Blyton
Diterbitkan oleh: Methuen, tahun 1946
Jumlah halaman: 98 halaman
Format: e-book
Children, School Stories, Young Adult, Classics, Novel


Scared and excited, Darrell Rivers has just arrived at Malory Towers. It's fantastic - but huge. How is she going to remember everyone's name, let alone find her way around? And will she ever have a special friend of her own? (dari Goodreads)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Waduh... Udah lama juga, ya, Bunda ga nulis review... Iya, nih... Bacanya lagi tersendat-sendat. Banyak assignment scrapbook soalnya... #alasan

Hohoho... Akhirnya, Bunda menyentuh yang namanya serial Malory Towers... Ini termasuk melanggar prinsip Bunda, soalnya Bunda nggak suka cerita yang terlalu cewek... Padahal, serial ini dari Bunda belum lahir juga udah melegenda. Kenapa? Soalnya, biasanya, cerita tentang perempuan itu standar, sih, kejahatannya. Ada di kehidupan nyata. Nyata siriknya. Nyata menyebalkannya. Bikin pengen ngelempar e-book reader... #eh #kekep lagi e-book readernya.

Jadi, ceritanya tentang apa, nih? Tentang sekolah asrama di Malory Towers. Ada beberapa towers atau menara di sini, yang sekaligus jadi asrama untuk banyak putri yang jadi siswi di sekolah ini. Tokoh utamanya bernama Darrell Rivers, yang berasal dari keluarga bahagia, punya orangtua yang sayang dan perhatian padanya. 

Di sini, Darrell jadi anak baru, bersama dua orang anak baru lainnya, Mary-Lou; Sally Hope; juga Gwendolline Lacey. Sewaktu baru datang, Darrell disambut seorang seniornya yang comel, mulutnya tukang nyeletuk juga sinis tapi baik hati, bernama Alicia Johns. Darrell ini tersepona banget, deh, sama yang namanya Alicia. Meski tukang nyeletuk, buat Darrell, Alicia itu mengagumkan banget. Bahkan, meski Alicia ini menyebut salah satu guru asrama mereka, Miss Potts dengan panggilan Potty ~ cmiiw, Potty bukannya pispot? ~ Darrell tetep salut dan hormat sama yang namanya Alicia Johns.

Yah, as usual, yang namanya di dalam kelompok perempuan, pasti adaaaaa aja anak yang menyebalkan sedunia, tukang ngebully dan sombong. Ada juga anak yang lemah dan tertindas oleh tukang ngebully. Ada juga yang keras kepala nggak mau mengakui hal-hal yang sudah ditetapkan padanya. Dan ini terjadi pada teman-teman Darrell.

Suatu ketika, sewaktu pelajaran berenang sedang berlangsung, Mary-Lou yang sebenarnya takut sama air, dicemplungin oleh Gwendolline Lacey, si anak manja dan menyebalkan itu. Melihat Mary-Lou yang gelagapan *nyaris tenggelam*, Darrell langsung menyelamatkannya, membawanya keluar dari air. Seketika itu juga, kemarahannya menggelegak, dia menampar Gwendolline yang belagu itu. Darrell yang terkenal kalem tiba-tiba menjadi temperamental itu membuat heboh seluruh sekolah. Dan Gwendolline yang memang pada dasarnya anak manja, merasa tersinggung, sangat marah dan merencanakan pembalasan dendam pada Darrell.

Di sisi lain, setelah diselamatkan oleh Darrell, Mary-Lou menjadikan dirinya budak sekaligus pengagum Darrell, yang malah membuat Darrell menjadi risih dan justru malah membuat Mary-Lou sering disakiti secara verbal oleh Darrell. Padahal, menurut Darrell, dia cuma mau menolong. Nggak bermaksud menjadi pahlawan buat Mary-Lou. Cuma, yah.. jadi mbulet, deh, akhirnya... XD

Belum lagi, ada satu masalah yang terjadi dengan Sally Hope. Ibunya nggak pernah datang karena baru saja punya adik bayi. Ibu Darrell dan ibu Sally pernah bertemu. Mereka ngobrol dan bahkan ibu Sally menitipkan pesan untuk Sally lewat ibu Darrell. Nah... di sini, Sally mengelak bahwa dia punya adik bayi. 

Semua kejadian yang ada di dalam cerita First Term at Malory Towers itu sebetulnya banyak yang terjadi di kelompok anak perempuan. Meski Bunda nggak terlalu sering main dengan anak-anak perempuan, Bunda tahu rasanya jadi mereka. Aunty lahir sewaktu Bunda udah menjelang baligh, SMP kelas 1. Bunda sedang butuh-butuhnya sosok ibu, yang menggantikan ibu Bunda yang sudah meninggal sewaktu Bunda kelas 1 SD, kan. Eh, ternyata, Bunda harus dihadapkan bahwa Bunda punya adik bayi yang lebih butuh perhatian ibu.

Terus soal bully membully, walau Bunda nggak pernah langsung dibully pas SMP dulu, teman sebangku Bunda pernah jadi korban bullying oleh sekelompok perempuan yang nggak suka pada Bunda dan tante Rina. Mereka nggak berani ngebully Bunda maupun tante Rina langsung, karena Bunda punya banyak sahabat laki-laki yang udah pasti bakalan ngebelain Bunda. Jadi, strategi mereka untuk membuat Bunda dan tante Rina down adalah dengan menyerang teman sebangku Bunda. 

Kenapa mereka nggak suka pada Bunda, tante Rina, juga tante Ani? Berempat kami kan sekelompok, dan bertiga dari kami, Bunda, tante Rina dan tante Ani adalah bintang kelas 3 besar. Sementara tante Tika, nggak masuk 10 besar pun. Meski begitu, kami berempat tetap bersahabat dan saling sayang. Nah... si kelompok haters Bunda ini, nggak berani "menggencet" kami bertiga, karena mereka juga ga punya otak alias yah, biasa-biasa aja prestasinya di kelas. Termasuk yang keteteran malahan. Jadi, kayaknya, kalo mereka berani menggencet Bunda, tante Rina maupun Tante Ani, mereka harus nyamain level dulu. Dan mereka belum mampu XD

Ini baru pemikiran Bunda aja, sih. Soalnya, Bunda beneran nungguin momen digencet sama mereka berempat, nggak datang juga momen itu. Atau Bunda kurang menarik buat digencet? Bukan saingan secara fisik? Entahlah. Memang kebetulan, tante Tika, secara fisik, menang di antara kami berempat. Jadi, saingan utama mereka jelas: body.

Kesimpulan Bunda sementara ini adalah anak perempuan yang punya waktu buat menggencet atau membully temannya adalah anak perempuan yang space otaknya cuma dipake sedikit dan sibuk mengisinya dengan kebencian. Bisa jadi karena terlalu dimanja, terlalu dilindungi, segala dimudahkan. Sifat dasar perempuan emang gitu. Senang kalo ada yang melindungi. Sehingga, ketika dia merasa insecure, mencari sesuatu untuk melampiaskannya pada orang lain.

Kalo anak perempuan yang otaknya sibuk karena banyak hal positif yang harus dikerjakannya, nggak akan kepikiran buat membully orang lain. Kalopun dia merasa iri pada orang lain, lebih ke iri secara prestasi. Bukan iri pada penampilan tubuh. Oya, perempuan pun cenderung pengen populer, sih, sebetulnya. Cuma tiap anak perempuan punya kendali masing-masing. Ada yang merasa risih karena populer, ada yang justru bangga menjadi populer. 

So, sepertinya sikap pendendam sekaligus sibuk merencanakan pembalasan dendam yang dilakukan Gwendolline Lacey terhadap Darrell River menjelaskan semuanya. Dan memang, Gwendolline ini nggak ada satu prestasipun di sekolahnya yang bisa diunggulkan. 

Darrell pun sempat diuji kekalemannya. Dia sempat menjadi temperamental, karena sikap teman-temannya yang annoying. Hahaha...

Yah, meski Bunda emang nggak suka tema perempuan seperti ini, akhirnya Bunda menamatkannya juga bacanya. Pertama kalinya. Mesti numpeng, nih... karena melanggar prinsip. #eh

Tetep suka dengan gaya bu Enid bercerita. Cerita bu Enid yang berkesan buat Bunda banyak, di antaranya Lima Sekawan. Ntar, ya, Bunda baca ulang dan buat reviewnya. Udah banyak lupa, sih. Soalnya, Bunda bacanya waktu SD dulu... Loooong time ago :D 
Yang jelas, banyak pesan yang ngumpet di dalam semua cerita bu Enid. Jadi bintang 4 layak, dong, ya... ^^

Bunda masih penasaran sama kisah selanjutnya di Malory Towers. Ini berarti, Bunda bakalan baca buku berikutnya. Hahaha...

------------

Diposting dalam rangka #bacabareng dan #postingbareng #BBI2013 #ReviewApril #TPAPP (Tentang Perempuan atau Penulis Perempuan). Masih ada satu review lagi yang akan Bunda tulis sebentar lagi, semoga keburu, masih dalam rangka #postingbareng #BBI2013 Penulis Perempuan. Mungkin review ini ditunggu-tunggu banyak orang, walau termasuk super telat. Mwahahaha... Entahlah, bisa nggak bikin review bagus nantinya #merasajadibeban

Oya, review ini juga diposting untuk ikut event Children Literature-nya tante Bzee dan tante Hobby Buku. 


Terusin baca - [posting bareng] First Term at Malory Towers - Enid Blyton