17 Jul 2013

Blue Romance


Judul buku: Blue Romance
Penulis: Sheva Thalia
Penyunting: Donna Widjajanto
Perancang sampul: Diani Apsari
Pemeriksa aksara: Primanilla Serny
Penata aksara: Kuswanto
Desain dan ilustrasi: Diani Apsari, Teguh Pandirian
Diterbitkan oleh: PlotPoint Publishing
Jumlah halaman: vi + 216 hlm; 19 cm
ISBN: 978-602-9481-16-7
Cetakan kedua: November 2012
Novel
Status: Punya, dong. Beli di Rumah Buku :D
Harga: Rp. 38.000


Sinopsis di kaver belakang buku:   

Selamat datang di Blue Romance, sebuah coffee shop yang buka setiap hari, dan mungkin kau lewati hari ini.

Blue Romance menyediakan kopi ternikmat dan sahabat saat kau dituntut untuk terus terjaga. Blue Romance juga punya banyak cerita. Ada kisah jatuh cinta dan patah hati, perpisahan dan pertemuan kembali. Kisah-kisah ini berbalut kafein dan aroma kopi, berderai tawa dan tangis, di sela desis coffee maker

Seperti Latte, Affogato, Americano, dan Espresso, setiap kisah punya kopinya sendiri.

Kisah mana yang cocok dengan kopimu?

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Yeah! Bunda mereview lagi! Mana tepuk tangannya? :P

Bunda masih punya prinsip: 
"Judge the book by the cover. Collect a book with lovely cover."

Itulah kisah Bunda bersama buku ini awalnya. Pas ngeliat buku ini wara-wiri di Goodreads, Bunda langsung naksir dan masukin ke wishlist. Iya! Bunda naksir berat sama kavernya. Bunda sukaaaa sekali tipe-tipe gambar begini.

Nah, supaya Bunda nggak jadi galau karena Bunda sangat yakin ingin memilikinya, Bunda sengaja nggak baca review yang bertebaran ketika itu. Bunda nggak mau kecewa sebelum punya bukunya, kalo ternyata ratingnya jelek. Paling nggak, walaupun (kemungkinan terburuk) ratingnya jelek, Bunda koleksi buku ini karena satu hal: kavernya cakep. Sangat. Hahahaha...

Terus ya gitu, deh. Bunda lupa kapan beli ini yang jelas. Tapi pas main ke Rumah Buku dan melihat ada buku ini, Bunda langsung masukkan ke keranjang belanja tanpa berpikir lagi. Sekali lagi nggak berharap buku ini bakalan bagus atau apa. Yang penting kalo dipajang di rak display (kalo udah punya nanti), pasti bakalan cantik banget. X))

Alasan macam apa itu?

Balik lagi ke prinsip Bunda di atas :P

Lalu, buku ini bercerita tentang apa sebenernya? Buku ini masuk ke Omnibooks kalo menurut penerbitnya. Maksudnya, ini termasuk "seri buku yang terdiri dari sekumpulan kisah dengan satu benang merah yang ditulis penulis baru berbakat."

Mari kita bedah satu persatu isi buku ini:

Rainy Saturday
Kopi yang disuguhin di cerita ini adalah: Affogato. Affogato adalah espresso dituangkan ke atas gelato. Biasanya es krim yang dipilih adalah es krim rasa vanilla, pada prakteknya terserah pelanggan.

Rainy Saturday bercerita tentang dua orang yang dipertemukan secara tidak sengaja (apakah ini destiny?) di Blue Romance, gara-gara keduanya terjebak hujan. Tokoh yang satu (cewek) sudah duluan duduk di dalam kafe, terpaksa berbagi meja dengan seorang cowok yang datang dan nggak kebagian meja, karena orang-orang yang biasa duduk di teras luar jadi memenuhi ruangan dalam supaya nggak kehujanan.

Di sini mereka berkenalan lalu bertukar cerita dan menemukan kesamaan. Bahkan mereka pun janjian untuk ketemu lagi minggu berikutnya di jam yang sama dan mereka sama sekali nggak bertukar nomor telepon demi satu kata: kejutan.

Yang Bunda sukaaaaa dari cerita ini adalah di cerita ini ada detail mengenai keunikan dari kafe Blue Romance yang unik. Softboard dan kertas juga pensil yang disediakan kafe supaya pelanggan bisa menulis apa saja lalu ditempel di softboard. Bunda suka banget konsep yang begini...

Nggak cuma itu. Sebetulnya tokoh utama (si cewek) ini diceritakan detail kisah pribadinya. Tapi entah kenapa, Bunda nggak merasa boring. Pas aja gitu. Keren, deh!

1997-2002
Kopi yang disuguhin di cerita ini: Mochaccino. Mochaccino adalah espresso dengan cokelat, susu panas, biasanya bagian atasnya diberi whipped cream.

1997-2002 bercerita tentang reuni dua sahabat berbeda lawan jenis yang sudah lama berpisah, karena tokoh Nico harus ikut orangtuanya ke Jerman. Sebelum mereka berpisah, ternyata tokoh Rika dan Nico sempat bertengkar hebat tanpa sempat meminta maaf.
Setelah mereka berdua bertemu, keluar aja semua cerita masa lalu dan kenangan-kenangan mereka. Termasuk mereka berdua ternyata doyan nonton J-dorama Long Vacation! Ah! Ternyata Rika suka ama Kimutaku! #jeles #bantaiajabundakaloginimah X))

Kalo untuk cerita yang ini sih, Bunda udah bisa nebak. Jadi... kesan Bunda biasa aja. Tapi tetep pas :)

 
Blue Moon
Kopi yang disuguhin di cerita ini: Caffe Latte, kopi berbasis espresso dengan tambahan susu yang panas, dihidangkan dengan selapis tipis whipped cream atau bisa juga tidak sama sekali, tergantung keinginan pelanggan.
Cerita di Blue Moon cukup mengharukan, karena bertutur mengenai hubungan ayah dan anak. Entah kenapa, Bunda seperti menemukan kesamaan antara cerita ini dengan hubungan Bunda dan Yangkung yang nggak seakrab anak perempuan pada umumnya ke papanya. Dibilang musuhan nggak, tapi dibilang dekat juga nggak. Takut iya. 

Tokoh utama di cerita ini bernama Edi, yang adalah barista Blue Romance. Orangtua Edi tinggal di Surabaya. Edi bisa kuliah di Jakarta atas bantuan buliknya yang tinggal di Semarang. Sementara itu, Edi dan Emma, adiknya, bekerja sambilan di Blue Romance.

Edi teringat ayahnya ketika dia menemukan seorang pelanggan mabuk yang datang tengah malam dan meracau sampai ngasih jackpot ke celemek kerja Edi, karena ayah pelanggan ini baru saja meninggal tanpa mereka sempat bertemu dulu.

Edi ingat karena tubuhnya yang besar, dia sering menjadi korban bullying. Dihajar tiba-tiba tanpa bisa melawan. Lalu ayahnya lah yang merawatnya, membersihkan lukanya...

Iya, cerita ini mengharu biru. Nggak bertele-tele, tapi pas untuk bikin Bunda menitikkan air mata...

A Farewell to A Dream

Kopi yang disuguhin di cerita ini: Americano. Americano adalah espresso dan air panas yang biasanya dicampur dalam jumlah yang sama. Americano diciptakan oleh tentara Amerika saat Perang Dunia I, yang menambahkan air panas untuk mengurangi kuatnya rasa espresso tradisional.

Cerita di Blue Moon ini pahit. Sama pahitnya dengan rasa espresso walau sudah ditambahkan air panas dalam jumlah yang sama dengan espresso yang ada di cangkir/gelas. Sebab, dalam Americano, nggak ditambahkan gula. Maka, sepahit itu cerita di Blue Moon ini.

Bunda lebay parah, ya?

Tapi ini bener! Blue Moon bercerita tentang kasih tak sampai, kok. Pahit, kan? Banget! Tentang seseorang yang terpaksa merelakan seseorang yang menjadi sumber inspirasinya selama ini kepada sahabatnya, hanya karena dia nggak mau persahabatan mereka berakhir. Klise? Iya, mungkin. Cerita sejenis ini banyak. Meski begitu, Bunda bisa merasakan kepahitan yang dialami Bima... T___T
Happy Days

Kopi yang disuguhin di cerita ini: Caffe Macchiato, sejumlah kecil susu, atau kadang-kadang, busanya disendok ke dalam espresso.


Cerita ini sebetulnya sama pahitnya dengan cerita Blue Moon. Tapi lebih pahit meski dicampur susu. Tokoh dalam cerita ini bertemu seseorang yang lain di sebuah mini market secara tidak sengaja, lalu kenalan dan menjadi akrab, karena sebuah lighter.


Ketika orangtua si tokoh ini bertengkar kemudian bercerai, tokoh cerita melarikan diri ke rumah si kenalannya tadi dan merasa terlindungi.


Yang kemudian bikin cerita ini semakin pahit adalah... ceritain ga ya? Spoiler abis soalnya... T____T

The Coffee and Cream Book Club

Kopi yang disuguhin di cerita ini: Coffee and cream. Kopi berbasis espresso, disajikan dengan krimer dan gula yang bisa ditambahkan sesuai keinginan pelanggan.

Kopi macam gini sebetulnya yang sering Bunda minum. Ish, Bunda kan peminum kopi instan X))

Di sini berkisah tentang Book Club yang didirikan di Blue Romance oleh Bening dan Anya dengan syarat anggotanya suka baca dan suka kopi krim. Setiap dua minggu sekali, mereka berdiskusi mengenai buku yang mereka harus baca selama dua minggu itu. Kegiatan book club berjalan baik sampai kehadiran Jeff yang tidak disukai Bening.

Cerita di The Coffee and Cream Book Club mengharu biru. Bikin Bunda inget sama ibu kandung Bunda. Yang jelas, mata Bunda berkaca-kaca dan menangis baca cerita yang ini... Bukan karena faktor hormon. Tapi emang ceritanya mengharukan, karena Bunda punya kisah tersendiri dengan mendiang ibu kandung Bunda....


A Tale about One Day

Kopi yang disuguhin di cerita ini: Espresso. Kopi dasar dari semua jenis kopi. Kadar airnya sedikit, sehingga konsistensinya lebih kental, dan tentu saja, lebih membuat mata terjaga.

Bentar. Bunda ngebayangin rasa kopi espresso yang super pahit dan sanggup bikin kaki nggak napak... Hihihi... Kebiasaan minum kopi instan, pastinya pas dikasih espresso bakalan melayang-layang ga napak. Bahkan ga bisa mikir... X))

Lalu A Tale about One Day cerita tentang apa? Kai, seorang keturunan Perancis - Jawa yang menjadi guru bahasa Perancis di sebuah sekolah, sedang memeriksa jawaban murid-muridnya di Blue Romance. Sewaktu Kai ke toilet dan balik ke mejanya, gadis kecil bernama Chantal sudah duduk di salah satu kursi di mejanya. Dari situ perkenalan mereka berlanjut dan entah kenapa, cerita pribadi mereka mulai tergali. Chantal dan Kai punya persamaan, bahkan Chantal yang diantar pulang oleh Kai karena sudah malam sempat meminta diantar ke sebuah alamat untuk mencari ayah kandungnya.

Kesan Bunda pas baca cerita ini sih sama biasanya dengan waktu baca 1997-2007, karena udah ketebak ceritanya gimana dan endingnya gimana.

Sekarang, kesan Bunda mengenai Blue Romance

Lalu, kesan Bunda setelah baca Blue Romance gimana?

Kalo dilihat dari keseluruhan cerita, Bunda rela banget kasih 4 bintang buat semua ceritanya. Yang jelas, Bunda ikut ngerasain keharuan di cerita Blue Moon juga Coffee and Cream Book Club, ikut ngerasain kepahitan di cerita Happy Days dan A Farewell to A Dream.

Menurut Bunda, untuk novel pertamanya, Sheva udah tahu takaran yang pas untuk sebuah cerita yang diramu dalam kumpulan cerita pendek. Semuanya terasa pas. Nggak terlalu panjang atau bertele-tele, nggak juga hambar. Pas banget.

Dan ternyata, setelah buka berbagai review di Goodreads, rata-rata emang kasih bintang 4. Ternyata Bunda nggak sendirian menilai Blue Romance ini bagus...

Ditambah kaver yang begitu manis, bikin Bunda makin tergoda buat baca ulang buku ini. Oh, ya. Jangan lupakan kehadiran bookmark cantiknya!

bookmark Blue Romance

All in all, ma kasih, Sheva. Udah bikin cerita-cerita yang pas untukku... Satu kata aja: SUKA!

Eh, btw, Bunda nemu postingan begini di sosmed kapan itu. Bertema kopi :D


3 komentar:

  1. Tapi.. aku g suka kopi, Teh. Kepribadianku absurd dong? :V

    BalasHapus
  2. Semakin ingin baca karena baca review Teh Peni, hiiks :')

    BalasHapus

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*