23 Agt 2013

Harry Potter and The Order of Phoenix oleh JK Rowling




Judul: Harry Potter dan Orde Phoenix (Harry Potter and The Order of Phoenix, Harry Potter #5)
Penulis: J.K Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, Januari 2004
Jumlah halaman: 1200 halaman
Genre: Fantasy, Children Literature, Sastra Eropa
ISBN: 979-220-652-3
Status: Punya. Beli di pameran buku


 
Tak diragukan lagi tahun kelima Harry Potter bersekolah di Hogwarts merupakan tahun yang sangat penting. Kini ia berusia lima belas tahun, dan sebagai remaja ia mengalami gejolak masa muda yang mengubah beberapa sifat dasarnya. Ia akan menjalani ujian OWL yang menegangkan, yang menentukan akan jadi apa dirinya setelah lulus. Ia sering sekali bertengkar dengan Cho, sehingga bukan tidak mungkin hubungan mereka putus. Dan ketika ia berkelahi dengan Draco Malfoy, peranannya sebagai Seeker tim Quidditch Gryffindor terancam. Semua ini membuat Harry begitu nelangsa, sehingga untuk pertama kalinya ia ingin sekali meninggalkan Hogwarts. Di tengah semua kegalauan itu, Lord Voldemort dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa terus-menerus menghantui Harry. Tanpa henti Pangeran Kegelapan menyiksanya melalui bekas lukanya, dan akhirnya memaksa Harry bertarung mati-matian melawan para Pelahap Maut. Dan puncaknya adalah ia harus menyaksikan kematian seseorang yang amat dicintainya...


Halo, Kakak Ilman dan Adek Zidan...
Sungguh, ini super late posting... Harusnya ini dikerjakan tiga bulan lalu... Kok, Bunda senang sekali melakukan kebingungan dan penundaan, ya...
Bulan ini udah mestinya jatahnya Harry Potter #7. Tapi, ya, gitu, deh....

STOP MENGELUH! X))

Ketika Bunda nulis ini, Bunda lagi di rumah sakit, nemenin papa yang terbaring karena typhoid dan demam berdarah. Tahu Bunda ga bisa diem aja, kecuali ada hal-hal yang harus dikerjakan saat menjaga papa, seperti nyuapin, nganter ke kamar mandi, manggil perawat dan lain-lain, papa menyarankan bawa laptopnya buat Bunda browsing atau main game. Lalu, karena terdesak deadline, Bunda memutuskan buat bikin review X))

Harry Potter and The Order of Phoenix tuh suasananya udah mulai suram. Diawali dengan suasana liburan yang sama sekali nggak menyenangkan, karena nggak ada kabar sedikitpun dari teman-temannya, membuat Harry kesal. Kemudian mereka berdiam di Grimmauld Place, rumah keluarga Black, yang diwariskan kepada Sirius Black, wali Harry. Di sana anggota Orde berkumpul dan mengadakan rapat rahasia. Saking rahasianya, anak-anak nggak boleh mendengarkan. Fred dan George yang sukses bikin toko "mainan" sendiri, menciptakan Telinga Julur buat menguping yang malah nggak bisa dengar apa-apa karena nggak mempan oleh mantra perlindungan. Hihihi...

Kemudian, Kementerian Sihir mulai ikut campur di Hogwarts dengan menempatkan Dolores Umbridge menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Dengan adanya Dolores Umbridge, kehidupan anak-anak Hogwarts jadi terasa nggak aman. Dia mengeluarkan berbagai dekrit yang ditandatangani oleh Menteri Sihir. Ngeselin abis, deh. Dan kegiatan Harry dan teman-temannya pun diawasi. 

Dolores Umbridge. Ya gitu, mukanya kayak kodok? XD

Gara-gara cara mengajar Umbridge di luar kebutuhan, teman-teman Harry meminta Harry untuk mengajari mereka Ilmu Pertahanan terhadap Sihir Hitam. Kenapa? Soalnya, Harry dianggap sudah beberapa kali menang lawan Kau Tahu Siapa. Lalu dibentuklah Laskar Dumbledore. Mereka memakai Kamar Kebutuhan sebagai tempat latihan, karena kegiatan mereka diawasi. Dalam dekrit disebutkan, nggak boleh ada kelompok murid yang terdiri lebih dari 3 orang.

Laskar Dumbledore
Nggak cuma kehadiran Umbridge yang bikin ngelus dada karena kesal sama orang Kementerian, Percy Weasley juga bikin ulah! Dia udah jadi anak durhaka karena berpihak kepada Kementerian dan memilih pergi dari rumah, bahkan bersikap tidak kenal ayahnya! Grrr!

Dampak dari kematian Cedric Diggory membawa banyak perubahan buat Harry. Misalnya saja, dia dianggap gila, mengarang cerita bahwa Lord Voldemort sudah kembali. Iya, sih. Nggak ada saksinya selain Pelahap Maut, kan.. Hanya Dumbledore yang percaya. Jadilah, Rita Skeeter itu bikin berita yang mengisyaratkan ketidakwarasan Harry di Daily Prophet. Begitu juga Kementerian menganggap Harry nggak waras. Makanya, bikin berbagai macam aturan, karena Menteri Sihir nggak mau mengakui kembalinya Lord Voldemort.

Oya, di sini, Harry sempat jadian ama Cho Chang, pacar Cedric. Tapi terus putus, karena Cho cemburu sama Hermione. Hihihi...

Soal Fred dan George, mereka dimodali Harry untuk bikin toko lelucon mereka sendiri. Hadiah Turnamen Triwizard yang diterima Harry, diserahkan semua oleh Harry kepada si kembar Weasley, karena menurutnya, dia nggak layak dapat hadiah itu. Tadinya sih, si kembar ga mau nerima. 1000 galeon gitu. Tapi, karena Harry bilang, dia jadi pemodal, akhirnya mereka berdua mau dan tokonya laris manis...

Karena toko mereka laris manis, mereka pun memutuskan keluar dari Hogwarts setelah sebelumnya meninggalkan kenang-kenangan untuk Umbridge, yang saat itu menjadi Kepala Sekolah Hogwarts yang sukses mengudeta Dumbledore.

Di buku ini, Harry berkenalan Luna Lovegood, dari asrama Ravenclaw. Atas bantuannya, nama Harry menjadi bersih. Dia dan ayahnya termasuk orang nyentrik. Ayahnya adalah editor The Quibbler, yang memuat wawancara sesungguhnya dengan Harry yang berhasil membuat orang percaya bahwa Kau Tahu Siapa sudah kembali. Luna juga termasuk anggota Laskar Dumbledore.  

Luna Lovegood
Oya. Karena ada koneksi pikiran antara Harry dengan Kau Tahu Siapa, Dumbledore meminta Harry buat belajar Occlumency dengan Snape. Harry nggak serius menutup pikirannya dan ini membuat Snape geram. Ada kejadian yang membuat Bunda semakin bersimpati terhadap Snape, ketika Harry berhasil tahu masa lalu Snape. Ternyata Snape menjadi korban bullying ayah Harry semasa muda. Kesimpulan Bunda, sih, Snape benci banget ama Harry karena Harry mengingatkannya ama James Potter kali, ya... :D

Terus terang, sejak buku kelima ini, progres baca Bunda jadi semakin lambat. Bukan karena tebalnya, itu sih nggak masalah. Tapi karena suram banget. Belum lagi, ada kematian yang tiba-tiba, yang kayaknya nggak mungkin, tapi betul-betul terjadi. Pertama kali baca buku ini, 7 tahun lalu, Bunda nangis, karena ikut merasakan penyesalan yang dirasakan Harry. Ternyata setelah baca ulang, Bunda tetep mewek juga.

Gabungan antara gemas, geli, lucu, seram, geram, marah, sedih ada di sini. Campur aduk. Kalo lihat di Goodreads, ada yang cuma kasih bintang 2 dan komentarnya: "jelek banget!"
Nggak tahu kenapa senepsong itu kasih bintang 2. Mungkin karena suram, kali, ya... Hihi.. Tapi banyak yang kasih bintang 5 kek Bunda, kok... 

Kalo Bunda kasih bintang 5 bukan untuk kematian Sirius Black. Tapi untuk Laskar Dumbledore, untuk Fred dan George, untuk Snape, untuk Dolores Umbridge, untuk Percy, dan lain-lain. Untuk semua perasaan campur aduk yang ada di buku ini...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*