28 Mei 2014

[Miiko no Koonaa] Hai, Miiko #1 by Ono Eriko


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Mulai hari ini, setiap posting review Miiko, bakalan ada "button" di atas ini. Scrapbook Bunda yang judulnya "Miiko no Koonaa" alias "Pojok Miiko". Sebagai bentuk "penghargaan" Bunda pada sang mangaka. Dan karena Bunda sayang banget sama Miiko X))

Nah. Hari ini, Bunda mau bikin review Hai, Miiko! Vol. 1 yang dalam bahasa Jepangnya berjudul "Koichimuitte Miiko"

Judul: Hai, Miiko Vol.1
Penulis: Ono Eriko
Alih bahasa: Widya Winarya
Editor: Marin Hermanto
Artistik: Beatrix Saroya
Cetakan kedua: November 2004
Diterbitkan oleh PT Gramedia Majalah Unit Komik Gramedia Majalah
ISBN13: 978-979-230-8242
Status: Punya. Beli pake gaji ngelesin kalo ga salah :D
Harga: Rp. 9.500,- *beli bulan Desember 2004*

Blurb:
Miiko ngambek karena tidak dibelikan sweater merah idamannya, ia pun kabur dari rumah. Dalam perjalanannya, ia mendapatkan suatu pengalaman menarik...

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Ternyata, kalo terlalu suka sama sebuah buku itu, sampe kasih rating lima itu malah bingung gimana ngereviewnya. Apalagi, empat buku sebelumnya udah direview, kan... Hihihi...

Meski serial Miiko ini bukan cerita bersambung, tetep aja serial ini adalah serial yang selalu Bunda nantikan dan Bunda koleksi. 

Halaman pertama dibuka dari cerita bu Ono mengenai serial Miiko yang dimuat di majalah komik Pyong-Pyong secara rutin. Majalah itu sangat terkenal di kalangan anak-anak di Jepang. Karena mendapat sambutan yang baik, serial Miiko kemudian dibukukan, sehingga kita semua bisa baca di serial Namaku Miiko 1-4.

Cuma ternyata, Pyong-Pyong bubar dan digantikan Ciao. Miiko pun dilanjutkan di sana.

Apa bedanya serial Namaku Miiko (Miiko Desu) dengan serial Hai, Miiko (Koichimuitte Miiko)? Menurut Bunda, kayaknya sih, karena perbedaan awal diterbitkannya di mana. Yang satu di majalah Pyong-Pyong, yang satu di majalah Ciao #sotoybanget. Yang jelas, sih, ada perubahan style gambar antara serial Namaku Miiko dengan Hai, Miiko! Kayak bagian poni juga bentuk wajah Miiko yang berubah, bentuk wajah Mari Chan, Yukko, Tappei dan semua karakter di sini juga berubah banyak. Yang jelas, secara grafis, di Halo, Miiko, ~ style gambar bu Ono makin apik.

Gimana dengan ceritanya? Tetep lucu, mengharukan, dan semua-muanya, deh.... Hihihi...

Hai, Miiko! vol.1 terdiri dari sembilan cerita.

Salam Kenal
tentang perkenalan bu Ono dengan pembaca yang udah Bunda sebutkan di atas tadi (tentang awal mula komik Miiko berasal).

Cinta Pertama
Suatu malam, Mari Chan menelepon Miiko dan bilang pengen pindah bangku di bus. Dia pengen deketan sama seseorang di sana dan akan menyatakan cinta. Miiko jelas mau ngebantu, tapi akhirnya malah nyusahin Mari Chan. Di awal baca ini, Bunda nggak bisa nahan buat nggak ngikik, mau di manapun Bunda berada kalo baca komik ini. Meski udah berulang kali baca, tetep aja ngikik...

Tappei Pergi?
Kelihatannya ini awal mula cerita Miiko di Ciao. Jadi emang bu Ono bilang kalo beliau mau istirahat dulu kemudian melanjutkan menulis supaya lebih segar. Nah, jadi di sini masing-masing karakter bingung. Siapa yang bakalan tetap muncul di serial selanjutnya atau ada yang bakalan nggak ada. Ternyata, toko kelontong milik orangtua Tappei, Lazy Moon, tutup. Bahkan gosipnya, keluarga Tappei bakalan pindah. Duh, gimana, ya, kalo komik Miiko berlanjut tapi nggak ada Tappei? Beneran ga kebayang deh...

Orang Aneh di Sebelah
Ada murid baru di kelas Miiko, yang sekaligus karakter baru. Namanya Nomura Yoshiki. Anaknya pendiam, tapi kalo ngomong jutek dan blak-blakan. Ada ceritanya Miiko keseleo gara-gara berusaha ngambil penghapusnya yang jatuh di bawah kursi Yoshiki. Miiko nggak berani minta tolong diambilkan, karena sebelumnya, mereka berdua berbagi buku (buku pelajaran Miiko ketinggalan) terus Yoshiki ngedumel karena nggak bisa konsentrasi sama pelajaran. Hihi. Nah, yang jleb lagi pas ada acara bazaar sekolah. Mari Chan sibuk pengen bikin kukis lucu, tapi komentar Yoshiki adalah, "Kurasa nggak bakal laku... Apalagi kalo bikinnya nggak bagus. Memangnya bakal ada orang yang mau buang uang untuk membeli barang buatan kalian?" Pas dibentak Mari Chan, "Kalau kau memang hebat, terus kami disuruh jual apa?" Yoshiki jawab, "mi cup". Semuanya terpekur dengar jawaban Yoshiki. Tapi anehnya, justru pas hari H, Yoshiki bawa beberapa mi cup buat teman-temannya, banyak pengunjung yang nanya harga jualnya berapa. Ting tong banget, ga, sih...
Papa Pergi Dinas Luar
Papa dapat tugas mendadak ke luar kota selama sepuluh hari! Padahal, mama dan papa selalu berbagi tugas rumah tangga. Kalo kayak begini, kan, jadi repot. Nah, makanya, papa ngatur tugas supaya mama nggak harus kerjain kerjaan rumah tangga sendirian. Miiko mengajukan diri buat mencuci baju. Kenyataannya, Miiko malah baca komik, lupa ngerjain tugas cuci baju dan cuci piring sampai akhirnya, Mamoru kepaksa ga pakai baju karena kehabisan stok baju. Begitu pun mama, saat beliau butuh sendok buat makan, kehabisan sendok karena kotor semua belum dicuci Miiko. Akibatnya, ada piring kesayangan mama yang pecah. Duh... Kebayang, ya, kisruhnya. Kalo Bunda udah teriak-teriak kali, saking stresnya... :D
Tau-tau ada pengumuman dari sekolah, kalo saluran gas di kantin sekolah akan diperbaiki. Jadi, Miiko dan semua murid di SD Suginoki mesti bawa bekal sendiri. Nah, setelah berbagai insiden yang membuat Miiko merasa ga berguna itu, Miiko berinisiatif bikinin bekal buat mama dan Mamoru. Kalian pasti bisa bayangin, kayak apa tampang bekal buatan Miiko itu. Hihihi....

Air Mata Mari-Chan (bagian pertama dan kedua)
Persahabatan Miiko dan Mari Chan diuji. Ini semua bermula dari ke-sok-ngaturan Mari Chan saat mereka berlatih bola basket. Ya Chan yang gemas, bermaksud untuk berlatih sendiri tanpa mengajak Mari Chan. Miiko pun ikut dilibatkan. Miiko bingung. Dia ga pengen mengkhianati Mari Chan. Tapi Ya Chan maksa terus. Sampai akhirnya, Mari Chan lihat sendiri apa yang dilakukan Miiko. Miiko jelas nggak mau berkhianat, tapi kan, apa yang dilihat Mari Chan beda dengan apa yang dipikirkan Miiko...

Jaket Merah Muda
Miiko kabur dari rumah karena mama nggak mengabulkan permohonannya untuk dibelikan jaket merah muda. Pas lagi kabur, Miiko tabrakan dengan sepeda dan Miiko masuk ke tahun 1972. Di masa itu, Miiko ketemu mama yang seumur dengannya. Ternyata, Rie muda mirip banget sama Mamoru, dan saat ketemu dengan Miiko, Rie kecil lagi pengen dibelikan jaket merah muda. Hahaha. Sama banget, ya, ceritanya. Bedanya, sewaktu Rie kecil minta jaket merah muda itu, perusahaan tempat papa Rie kecil bekerja bangkrut. Jadi, keluarga ini lagi susah. Dan Rie bilang ke Miiko kalo dia dewasa nanti dia akan bekerja keras untuk menghasilkan uang banyak dan bisa belanja barang yang dipengeninnya sendiri.
Miya dan Gadis Salju
Kalo ini Miiko versi dongeng. Miiko berperan jadi Miya, si gadis miskin. Tiap hari, dia numpang makan di rumah Peta (pemeran Peta adalah Tappei) yang tinggal bersama neneknya. Miya tinggal di apartemen yang dimiliki oleh Mari (diperankan oleh Mari Chan).  Pas lagi main salju bertiga, tahu-tahu mata Tappei Peta dilempar es oleh Gadis Salju. Dan sejak saat itu, Peta berubah sikap. Peta bahkan diculik oleh Gadis Salju. Menurut nenek Peta, kalo diculik Gadis Salju, Peta akan membeku selamanya. Maka, Miya dan Mari berusaha menyelamatkan Peta.
Ada tambahannya juga, karakternya ga pake Miiko: Berjuanglah, Tako!
Yang ini tentang Tako, pemain basket bertubuh super tinggi, tapi gugup setiap kali berada di lapangan. Sementara Chizumi yang bertubuh pendek, selalu mengarahkan ke mana Tako harus bergerak. Ketika mereka kalah, Chizumi punya ide. Dia menuliskan lambang pada sebuah kain untuk diikat di kepala Tako, yang menurut Chizumi itu jimat supaya Tako bisa bermain basket dengan baik. Dan ternyata, jimat ini berhasil! Tim Tako pun menang, padahal on last shot, jimat Tako lepas!

~~~

Hmmm...
Menurut Bunda, yang jelas cerita-cerita Miiko selalu segar, tetap khas anak-anak. Nggak cuma menghibur, tapi juga mengajarkan banyak hal. Misalnya aja, Miiko bukan berasal dari orangtua super kaya di mana mama dan papa harus bekerja keras untuk support kehidupan mereka. Ditambah tinggal di apartemen kecil dan mama papa juga berbagi tugas rumah tangga. Bunda rasa, lewat cerita Miiko, semua pembaca diajak untuk bisa memahami kesulitan kedua orangtua, terutama ketika meminta barang yang diinginkannya.

Apa yang unik dari Hai Miiko! Vol 1 ini? Semuanya jelas menarik. Mulai dari cerita gimana komik Miiko bermula sampai dibukukan. Tentang kegalauan antar karakter mengenai siapa yang masih dipertahankan dan dibuang (yang ini lucu, menurut Bunda. Karakter aja bisa galau masih diajak "main" atau nggak di serial berikutnya), juga tentang "memberi label sebelum kenal dengan orang" (di cerita Orang Aneh di Sebelah). Cerita favorit Bunda yang mana di vol. 1 ini? Jelas Orang Aneh di Sebelah. Tapi semuanya Bunda suka, kok... Yang pasti, Bunda nggak akan melewatkan setiap serial Miiko. Tunggu review volume berikutnya, ya...

Sampai ketemu lagi di Miiko no Koonaa berikutnya... Teman-teman Bunda masih belum baca Hai, Miiko? Bunda tadi lihat di fanpage mnc comics, lagi re-stock, tuh! Buruan punya! :D


Love you both... Cheers...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*