Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komik. Tampilkan semua postingan

23 Jun 2023

[2023: Book 15 & 16] Agen Polisi 212 #15 ~ Umpan Beruang & Agen Polisi 212 #11 ~ Wasit Jalanan - Raoul Cavin & Daniel Kox

 



Judul: Agen Polisi 212 #5 ~ Umpan Beruang 
Naskah: Raoul Cavin 
Gambar: Daniel Kox
Pengalih bahasa: Herry Wijaya
Penyunting: Gabriella Felicia
Redesain: Maria Theresa
Cetakan keenam, 2017
Diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer
Jumlah halaman: 46 hlm
ISBN: 979-074-345-9
Genre: Fiction, Komik Strip, French Literature, Komedi, Satir
Status: Ilman beli di Gramedia pas acara Wisata Buku sewaktu masih SD, sekitar kelas 5




Judul: Agen Polisi 212 #11 ~ Wasit Jalanan 
Naskah: Raoul Cavin 
Gambar: Daniel Kox
Pengalih bahasa: Sadika Nuraini Hamid
Penyunting: Gabriella Felicia
Redesain: Maria Theresa
Cetakan pertama, 2010
Diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer
Jumlah halaman: 46 hlm
ISBN: 979-074-143-7 
Genre: Fiction, Komik Strip, French Literature, Komedi, Satir
Status: Ilman beli di Gramedia pas acara Wisata Buku sewaktu masih SD, sekitar kelas 5
Rondouillard, naïf et sympathique, l'Agent 212 est la cible de tous les ennuis et de toutes les mésaventures auxquels un agent de police peut se trouver exposé. Délinquants, conducteurs imprudents ou suicidaires obstinés se succèdent, pour la plus grande joie des lecteurs et de ses auteurs, Kox et Cauvin.  


Hai, Kakak Ilman dan Adek Zaidan...
Seminggu ini aku ga nulis review, karena pekan lalu, begitu kelar publish postingan, aku dapet kabar papa sakit dan lagi dalam perjalanan pulang pake taksol. Denger papa sakit bikin dunia serasa runtuh. Jadi aku menjauh dulu dari aktivitas menulis, buat fokus sama papa.
Sekarang sih, papa udah back to office. Bismillaah..




Dua judul buku aku jadikan satu postingan karena sebenernya memang ga terlalu banyak yang bisa dibahas mengingat ini komik strip yang bener-bener hiburan sepintas. 

Agen Polisi 212 bercerita tentang dua agen polisi, Arthur dan rekannya, Albert, yang sering melakukan tindakan yang terlihat konyol saat bertugas. 

Misalnya saja di buku #5, di judul Umpan Beruang, mereka berdua dikabari ada kecelakaan tunggal, sebuah mobil menabrak pohon dan pengemudinya terluka. Ternyata yang jadi masalah adalah mobil itu bawa beruang dan beruangnya lepas. Pengemudi bilang, kalo berangus beruang terpasang di mulutnya, jadi mereka tenang-tenang aja. Tapiiii.. pas mereka mulai mencari beruang itu, yang mereka temukan pertama adalah berangusnya yang tergeletak di tanah. Yes, berangusnya lepas! Dan mereka berdua berusaha menyelamatkan diri dengan cara...

berbaring...

Konon, kalo nggak melakukan gerakan apapun, seperti mati, beruang nggak akan ganggu. Karena beruang nggak makan mayat. Baik Arthur maupun Albert melakukan itu demi menyelamatkan diri mereka. Si beruang akhirnya menghampiri pemiliknya dan dipasanglah berangusnya dengan aman. Tepat pada saat itu, pak komisaris berikut ambulans datang cuma buat menyaksikan dua anak buahnya berbaring di tanah, bukannya melakukan penyelamatan. Lucu satir ga sih...

Nah, kalo di buku #11, ada kekonyolan yang nggak hanya dilakukan duo Arhur dan Albert. Justru sekian polisi kena prank perampok. Sekitar 14 petugas polisi "ditantang" buat memecahkan rekor dengan berada di dalam bilik telepon umum. Setelah hitungan ke-18 (Arthur dihitung empat orang), perampok tersebut mengunci bilik telepon umum tersebut dan melanjutkan niat pertamanya: merampok. 


Semua kelakuan konyol para agen polisi ini memang menggemaskan. Dan herannya banyak banget, karena bukunya ada sampai 24 volume, di mana masing-masing ada sekitar 18-20 cerita konyol. Semua konyol. Lawak memang. Slapstick.

Intinya sih kalo kalian butuh bacaan ringan dan konyol juga nggak bikin over thinking, aku rasa serial Agen 212 ini cukup menghibur. Hiburan yang bikin kesel saking recehnya... hihi...


Aku baca ini untuk memenuhi tantangan: 
- Goodreads Reading Challenge 2023
- BBBBC Reading Challenge 

Sehat-sehat, ya, kalian berdua... xoxo...
Terusin baca - [2023: Book 15 & 16] Agen Polisi 212 #15 ~ Umpan Beruang & Agen Polisi 212 #11 ~ Wasit Jalanan - Raoul Cavin & Daniel Kox

2 Jun 2023

[2023: Book 8] Delicious Days with Martha vol 1 - Jing Takao

 


Judul: Delicious Days with Martha vol 1 
Author: Jing Takao
Alih bahasa: She
Editor: Vonny
Desain sampul: Nurdjito T
Cetakan pertama, 2014
Diterbitkan oleh PT Elex Media Computindo
Jumlah halaman: 136 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 979-27-4907-0
Genre: Fiction, Manga, Young Adult, Portugal Literature, Asian Literature, Japanese Literature, Komik, Asia, Komik Remaja
Status: Lungsuran dari Tante Echan


 Martha berasal dari Portugal. 
Gadis bokek namun hobi makan. 
Sendirian menikmati hidup sekalipun uang pas-pasan dan tinggal di apartemen bobrok yang berumur 70 tahunan.
Mulai dari menikmati segarnya jeruk musim panas, gurihnya nasi goreng dengan minyak ayam, lezatnya charsew teh hitam, enaknya kue tart dari pinggiran roti tawar, dan lain-lain.
Martha membuktikan bahwa sekalipun bokek, dia tetap bisa makan enak.


Halo, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Review kali ini sayangnya nggak bisa buat ikut Babat Timbunan 2023, karena walau ini buku lama, termasuk buku baru. Eh, gimana...

Aku baru terima buku ini di tahun 2023, lungsuran dari Tante Echan. Jadi terhitungnya buku baru, kan, karena baru diperoleh. Walau sebenernya ini buku yang udah lama banget usianya. 

Aku tertarik baca ini karena bahas makanan. Umumnya, manga yang bahas makanan disertai resep membuatnya atau tips-tips tertentu untuk menikmatinya. Intinya, manga yang cerita tentang makanan pasti kepake banget ilmunya.


Jani begidi...

Karakter utama manga ini adalah Martha, gadis Portugal yang baru menyelesaikan kuliah Magisternya di Jepang. Dia ingin menikmati hidup lebih lama di Jepang, karena menurutnya, Jepang nggak hanya indah alamnya, tapi juga makanannya enak!

Volume 1 dibuka dengan cerita pengiriman paket dari Portugal, yang baunya agak tidak menyenangkan menurut kurir paketnya. Dia sempat membatin, apakah paket yang dibawanya adalah tulang belulang manusia T___T

Untuk orang Jepang yang tidak terbiasa dengan aroma ekstrim, tentu kiriman paket yang aromanya agak menyengat ini mengganggu. Isi paket itu adalah ikan kod yang diawetkan dengan garam dan dijemur. Di Indonesia, ini mungkin yang disebut dengan ikan asin, kali, ya. Dalam Bahasa Portugal, ikan yang diawetkan dengan cara seperti ini disebut "bacalhau".

Martha menyuguhkan tips mengolah bacalhau dengan memadukannya bersama rebusan kentang yang dihaluskan terlebih dulu sehingga menjadi kroket bacalhau, di antara 300 cara mengolah bacalhau.  

Makanan lain yang dibahas di sini antara lain crab dip (celupan krim yang terbuat dari krim asam dan udang karang yang dipancing Martha dari sungai dekat apartemennya) untuk makan kraker, charsew (daging babi) yang dimasak dengan teh hitam, selai jeruk yang dibuat dari kulit jeruk, Bellini (cocktail buah persik) ala Roberto Capa, kare tanpa daging, pepes ikan, xiaolongbao, oil sardine, tart dari pinggiran roti, dan soppa aletenjana (sup telur ala Portugal).

Tidak hanya membahas resep, tapi di beberapa bagian ada yang diceritakan cara makannya aja atau how to get it in Japan.


Selain bahas makanan, Martha kasih kita tips untuk bisa tidur nyenyak lewat lavender. Caranya semprotkan lavender dengan air, terus tutup dengan saputangan dan jemur sampai air di lavender meresap ke sapu tangan dan kering. Letakkan di dekat kita saat tidur. Yah, dijamin bablas tidurnya.

Kemudian ada tips membuat minyak ayam, yang bisa kita gunakan untuk minyak tumisan. Soal ini sih emang udah sering aku praktikkan, meski awal dapat ilmunya bukan dari cerita Martha.  


Sekarang aku mau bahas soal visualisasi makanannya, ya... Ini poin penting, soalnya kan keutamaan dari serial ini adalah "makanan".

Secara grafis, visualisasi makanannya menurutku kurang menggugah selera, kalo aku harus "membandingkan"nya dengan grafik visualisasi makanan di Miiko atau Yotsuba! Meski sederhana, visualisasi makanan secara grafis di Miiko dan Yotsuba! cukup mengundang lapar, karena "ngeblend" dengan karakternya.

Buatku, grafis makanannya kurang menonjol dibandingkan grafis Martha-nya sendiri. Semua detail grafis terekspos di Martha.  

Ketersampaian penggambaran "nikmatnya makanan yang dinikmati" Martha dibantu oleh deskripsi dan ekspresi Martha saat menikmati makanannya, bukan murni hasil visualisasi lewat grafisnya. Yang memperparah dari visualisasi makanan ini adalah adanya tampilan foto makanan yang sayangnya buram, jadi makin tidak menggugah selera. Mestinya digambar aja, karena foto buram nggak membantu pembaca membayangkan makanannya. Atau bisa jadi il-feel gara-gara lihat foto makanannya yang nggak menarik. 



All in all, serial ini menarik. Sayangnya aku nggak punya lengkap secara berurut. Tante Echan cuma punya empat volume dan nggak berurut juga. Alhamdulillaah. Info dan tips di serial Martha berguna banget, semacam lyfe hacks di saat sedang bokek, walau mungkin nggak semuanya bisa plek kita tiru, contohnya kayak mengolah charsew (daging babi) atau cocktail karena bahan makanannya bukan yang edible buat kita yang beragama Islam. Tapi kurasa masih bisa diganti dengan bahan lain yang edible buat kita. Karena di dunia ini masih ada sangat banyak bahan makanan yang bisa kita makan di luar bahan makanan yang dinyatakan haram. YGY?

Baca ini buat cicil beresin: 
- Goodreads Challenge 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023




Sehat-sehat kalian, ya... Sampai ketemu di posting berikutnya... xoxo...




 




Terusin baca - [2023: Book 8] Delicious Days with Martha vol 1 - Jing Takao

5 Jan 2017

Sepeda Merah ~ Yahwari #1 oleh Kim Dong Hwa (01-2017)



Judul: Sepeda Merah ~ Yahwari #1
Penulis: Kim Dong Hwa
Penerjemah: Meilia Kusumadewi
Ilustrasi sampul dan isi: Kim Dong Hwa
Penyunting: Tanti Lesmana
Teks dan tata letak: Anna Evita Rosaria
Cetakan pertama, Oktober 2012
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 144 hlm; 21 cm
ISBN: 978- 979-22-8776-9
Genre: Graphic novel, manhwa, komik, manga, Korean Literature
Status: Beli, titip uwa Susi. Kata uwa Susi sih, belinya di Nagareboshi



"Telusurilah jalan-jalan pedesaan yang beraneka ragam itu untuk menemui para penduduk Yahwari. Anda pasti akan berpapasan dengan sepeda merah si tukang pos yang berkeliling pelan penuh keselarasan dengan alam sekitarnya."

Melalui kisah-kisah pendeknya yang sarat dengan kelembutan, Kim Dong Hwa diperhitungkan sebagai salah satu penulis manhwa paling berbakat di hati orang-orang Korea.


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Selamat tahun baru 2017! Buat Kakak Ilman, selamat, ya... udah khitan! Itu tandanya Kakak udah besar... 
Semoga Kakak Ilman semakin shalih dan menyayangi Allah SWT.

Bunda mau cerita pengalaman Bunda waktu kecil dulu. Bunda selalu seneeeng banget terima surat dari eyang buyut putri kalian. Momen paling mendebarkan itu, sewaktu denger kring-kringnya sepeda Pak Pos di depan pintu pagar. Wahahaha... Deg-degannya karena nebak-nebak, surat yang datang kira-kira buat Bunda atau buat YangKung ya? Hihihi...

Selalu menyenangkan baca surat dari Eyang Buyut itu. Tulisannya tegak bersambung ala jaman duluuu banget. Meski begitu, Bunda udah bisa bacanya. Berlembar-lembar gitu. Surat-surat itu menghibur Bunda, ketika ditinggal ibu kandung Bunda untuk selamanya. Eh, iya, malah pas YangKung pedekate sama YangTi yang sekarang itu, Bunda disuruh surat-suratan sama YangTi, lho... hihihi...

Setelah lulus SD, selama tiga tahun, Bunda sering korespondensi sama mantan temen sebangku dulu. Lupa cerita apa aja, tapi yang jelas, tiap minggu, gantian dapet suratnya. Minggu ini Bunda yang dapet surat, minggu depannya Bunda yang kirim surat.

Tapi Bunda nggak pernah mau ikutan mendaftarkan diri jadi Sahabat Pena di majalah Bobo. Kalo baca keluhan mereka, sih, konon jadi sibuk banget karena harus balesin semua surat yang masuk. Trus, udah gitu, sering dibilang sombong, kalo suratnya ga dibales-bales. Akibatnya, demi balesin surat dari fans, ga sempet belajar, lalu nilai jeblok. Gitu, sih, ceritanya. Heuheu. Tapi nggak punya sahabat pena via majalah juga, Bunda udah sibuk korespondensi sama Eyang Buyut, kan?

Sekarang jadi kepikiran, pengen ngulangin lagi. Hahaha. Ada yang mau jadi sahabat pena Bunda?

Cerita tentang Pak Pos yang sering keliling Desa Yahwari ini unik dan menghangatkan hati. Uniknya, di Desa Yahwari itu alamatnya bukan pakai nama jalan dan nomor. Tapi lebih ke deskripsi khusus rumah itu. Misalnya saja, "rumah kuning kehijauan", "rumah tempat kita merasa semakin baik dan membaik", atau "rumah yang bisa dilihat di antara dua pohon pinus siam" dan lain-lain. Meski sulit untuk diingat, tapi Pak Pos ini selalu bersemangat mengantarkan surat.

Kadang, nggak hanya surat yang diantarkannya. Di musim gugur, pas lagi rame panen, banyak yang titip hasil panen untuk dikirim ke saudara-saudara para petani di sisi lain desa. Atau, jika sedang tidak ada surat sama sekali, Pak Pos tetap berkeliling desa untuk bertegur sapa dengan penduduk desa. Uniknya, selalu sama waktunya, sehingga, orang-orang di desa itu jadi punya kebiasaan untuk menunggu kemunculan Pak Pos di waktu yang sama, ada atau tidak ada surat untuknya.

Pak Pos sendiri sering mendapat surat dari seorang penyair di desa itu. Jadi, setiap Pak Pos membuka kotak pos di rumah penyair, dia akan menemukan selembar daun kecoklatan bersama surat yang dilipat unik. Surat itu berisi puisi-puisi karya penyair. Jadi pengen niruin deh... Hihi...

Ada juga cerita sedihnya, jadi Pak Pos sering lewat rumah seorang gadis cantik berwajah pucat. Setiap hari saling menyapa, sampai Pak Pos cukup lama nggak pernah lihat gadis itu. Ternyata gadis itu sudah meninggal. Dia tinggal seorang diri di rumah itu, ditemukan sudah tergeletak di lantai rumahnya oleh para tetangganya. Pas dibawa ke rumah sakit, keburu meninggal. Huhuhu... 
 
Grafisnya yang menurut Bunda sederhana tapi mewah, bikin betaaaaah banget bacanya. Belum lagi bahasanya yang lembut dan penuh makna, rasanya sayang aja kalo cepet-cepet kelar (walau bisa dibaca ulang berjuta kali lagi, kok! hihi)

Buku ini akan Bunda simpan baik-baik. Suatu saat nanti, kalian harus baca buku ini setelah dewasa. Soalnya, seluruh kalimatnya emang ditujukan untuk orang dewasa. Banyak hal-hal filosofis untuk direnungkan di setiap kisahnya.

Sampai jumpa di review berikutnya!

Cheers! Love, xoxo



Terusin baca - Sepeda Merah ~ Yahwari #1 oleh Kim Dong Hwa (01-2017)

18 Jun 2014

[Blog Tour] Simple Thinking about Blood Type by Park Dong Sun

Judul: Simple Thinking about Blood Type
Penulis: Park Dong Sun
Ilustrator: Park Dong Sun
Penerjemah: Achie Linda
Penyunting: Nyi Blo
Proofreader: Yuli Yono
Layout cover: @teguhra
Layout isi: Vanessa Fabiola dan @teguhra
Diterbitkan oleh Penerbit Haru
Cetakan kelima, April 2014
Jumlah halaman: 262 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-7742-25-3
Genre: Non Fiction, Komik, Manga, Manhwa, Sequential Arts
Harga: IDR 58,000
Bisa dipesan lewat OwlBookStore
Status: Punya. Dibuntelin sama Penerbit Haru


Tahu nggak sih kalo orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalo mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak hanya bisa dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Blood Type ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu memahami orang lain, ya!


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Wuih! Bunda seneng banget sewaktu diundang oleh Kak Lia dari Penerbit Haru untuk ikut serangkaian blog tour buku Simple Thinking about Blood Type ini. Kenapa? Soalnya, Bunda emang suka banget ngintipin komik stripnya di sini. Sebetulnya itu bukan blog penulisnya, sih. Kalo ngintip blog penulisnya, komik-komik webtoon yang dimuat di sana pake huruf Hangul. Sementara kalo di tumblr itu, udah diterjemahin sama fans beratnya. Thanks to the owner of the blog, kita yang nggak belum bisa bahasa Korea dan baca huruf Hangul jadi ngerti cerita yang dibuat oleh om Park Dong Sun ini.

Waktu sering ngintipin blog terjemahannya dalam bahasa Inggris itu, Bunda sering senyam senyum ga jelas. Antara kesindir sama membenarkan semua karakter di sana. Terus gereget pengen punya bukunya. Bukan aja cocok untuk panduan memahami karakter orang lain, tapi juga karena style karakter di komik juga perpaduan warna-warnanya soft, nggak bikin sakit mata.

Jadi pas buku ini udah datang ke Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Haru, Bunda senang, dong. Cuma berhubung belum masuk anggaran belanja buku (karena di tahun 2014 Bunda baru berencana akan belanja buku di bulan Juni) jadi Bunda belum berangkat buat beli sampai akhirnya ternyata dibuntelin sama Penerbit Haru. Senang, dong, tentunya. Nggak diajakin ikutan blog tour juga udah bakalan beli, kok, karena emang worth it banget buat punya. Makanya, nggak sabar nunggu buku keduanya yang rencananya akan rilis bulan Juli 2014. Makanya, nanti ikutan PO-nya, ya, di OwlBookStore. Sering-sering aja intip ke sana, cari tahu kapan buku keduanya bisa didapat. Yang beruntung malah bisa dapat buku edisi bertanda tangan penulisnya, loh! Woooh! Itu sih, Bunda mau banget!

Di rumah, karakter kita berempat mungkin mirip. Karena kita berempat bergolongan darah O. Papa bergolongan darah O. Bunda bergolongan darah O. Jadi, nggak mungkin kalian berdua ada yang bergolongan darah A, B, apalagi AB. Tentu saja golongan darah kalian *sudi nggak sudi* O juga. Hahahaha...

Sini, Bunda kasih bocoran tentang masing-masing golongan darah...



Ternyata, di ruangan tempat Bunda kerja, yang bener-bener punya semua perilaku di atas itu adalah om Ginan. Bener banget, deh! Trus, pas Bunda tanyain apa blood type-nya, dia jawab A! Wow! Sebetulnya, om Nova sama om Ayus juga goldarnya A. Tapi ga semua karakter goldar A mereka punya. Jadi, pas Bunda tahu apa goldar om Ginan, Bunda cuma bisa melongo saking takjubnya akan kebenaran riset om Park Dong Sun ini.

Bunda belum ketemu sama yang ngaku bergolongan darah B ini, sih. Kayaknya dari keseluruhan tipe golongan darah, goldar B ini paling nyante. Sama kek yang dibilang penulisnya di buku, tipe goldar B ini juga favorit Bunda karena kayaknya asik banget :D

 
Nah... ini adalah golongan darah kita berempat... Coba kalian perhatikan masing-masing panel. Ada, nggak, yang mirip atau nyerempet dengan kalian? :D Bunda rasa, panel kedua dan ketiga tentang golongan darah O mirip sama karakter Bunda. Banyak, sih, yang mirip sama karakter Bunda. Hihihi... Gimana dengan kalian berdua?

Hmm.. di ruangan Bunda, yang mewakili karakter golongan darah AB itu om Putra. Dan iya, kadang om Putra tuh suka ngeremehin, menganggap enteng sesuatu yang malahan perlu dibilang nggak enteng juga. Om Putra yang Bunda kenal sih nggak panikan. Meski tugas di kampusnya belum kelar, dia tenang-tenang aja ngerjain di kantor. Meski di saat yang sama, di kantor lagi kerjaannya banyak kena revisi, dia nggak panik.

Nah, terus, gimana kalo orang-orang dari keempat golongan darah ini janjian?


Itu... soal goldar O pas janjian... ummm... kadang-kadang benar adanya... -____-"
Tapi papa kalian tipe yang kalo janjian kek golongan darah A dan AB, kok.  Akhirnya, Bunda ngerti bahwa tipe golongan darah emang ikut berperan dalam menentukan karakter seseorang.

Jadi, sekarang Bunda belajar memahami rekan-rekan kantor Bunda, bahkan mungkin teman-teman Bunda yang lain lewat karakter golongan darah mereka karena apa yang diceritain oleh om Park Dong Sun emang mewakili semuanya.

Oya, sebenernya Bunda sedikit ngerti kalo tata bahasa Korea itu berbeda dengan tata bahasa Indonesia apalagi bahasa Inggris. Jadi, pas baca terjemahannya (karena Bunda belum sukses memahami bahasa Korea), terus terang agak kesulitan memahami ceritanya. Bunda ngerti, pasti penyunting kerja keras banget buat bikin buku ini bisa mudah dicerna. Semoga di terjemahan berikutnya, lebih enak dicerna, ya...

Jangan lupa, ya, kalo bulan Juli, buku kedua udah bisa dilakukan pre-order di OwlBookStore. Kek gini, nih, covernya:


Beberapa waktu lalu, Penerbit Haru mengadakan Meet and Greet bareng om Park Dong Sun, loh.






Ask the Author of Simple Thinking about Blood Type 

1.  Dari manakah Anda mendapatkan inspirasi saat membuat Simple Thinking about Blood Type?
                Saya mendapatkan inspirasi ketika mendengarkan cerita dari seorang junior saya. Jadi ceritanya, saat semua sedang berkumpul untuk makan tiba-tiba si junior yang bergolongan darah AB berdiri dan pergi begitu saja, kemudian si golongan darah O karena penasaran pergi mengikutinya. Si golongan darah A yang melihat hal tersebut berpikir kalau itu semua karena dirinya. Saya akhirnya bertanya pendapat si golongan darah B tetapi si golongan darah B tidak tertarik sama sekali. (Kisah ini bisa dilihat di halaman 137 Simple Thinking about Blood Type)

2.   Berapa lama yang Anda butuhkan untuk membuat Simple Thinking about Blood Type?
Pertama kali saya menggambar komik ini pada tanggal 20 Desember 2004.  Semenjak itu, saat waktu luang saya membaca buku yang berhubungan dengan hal tersebut ataupun melihat dan mengamati orang-orang yang ada di sekitar saya sambil mengumpulkan bahan cerita.

3. Simple Thinking about Blood Type ini disebut sebagai webtoon. Apa sih bedanya dengan komik?
Webtoon adalah komik yang ditayangkan di web. Dari situ, para pembaca bisa memberikan komentar. Menurut saya pribadi, webtoon mengalami proses penyempurnaan melalui komentar dari para netizen (pengguna internet). Sayang sekali, waktu terbit menjadi komik, komentar-komentar itu tidak bisa dimasukkan ke dalam komik.

4.   Apa riset yang Anda lakukan untuk membuat Simple Thinking about Blood Type? Apakah Anda punya latar belakang medis?
Ada satu hal yang harus saya sampaikan kepada orang-orang yang membaca komik Simple Thinking about Blood Type, bahwa buku ini bukanlah buku ilmiah. Saya berharap cerita dalam “Simple Thinking about Blood Type” tidak dipercayai begitu saja. Sebaiknya dibaca hanya sebagai hiburan. Oiya, saya adalah lulusan dari sekolah desain visual. 

5.  Apa Anda mengalami kesulitan dalam pembuatan komik ini?
Saya mendapatkan bahan cerita dari kehidupan sehari-hari. Namun karena harus disesuaikan dan mengharuskan memunculkan semua golongan darah, tidak mudah untuk mencari bahan ceritanya.
Kesulitan lainnya... karena mulai dari konsep cerita, sketsa, membikin garis panel, pewarnaan, sampai membuat “speech bubbles” (membuat ruang untuk percakapan) saya mengerjakannya sendiri, jadi membutuhkan waktu yang cukup lama.

6.  Apakah Anda menyukai kehidupan Anda sebagai seorang komikus?
Sekarang saya sangat puas dengan kehidupan saya. Kedepannya saya juga akan menggambar sesuatu yang saya inginkan dan ingin memberikan kebahagiaan kepada banyak orang.

7. Darimana Anda mendapatkan inspirasi mengenai desain karakter di “Simple Thinking about Blood Type”?
Saya tidak mendapatkan inspirasinya secara khusus. Sejak saya mengambil jurusan desain visual saya mempunyai pemikiran yang saya sebut “Simple is Best”. Dengan berpikir begitu akhirnya saya membuat karakter yang sederhana.

8.  Selain “Simple Thinking about Blood Type”, apakah ada kemungkinan untuk membuat atau merencanakan komik ataupun proyek yang lain?)
Dalam waktu dekat saya ingin menggambar komik harian yang menunjukkan kehidupan rumah tangga saya, dan juga cerita berseri, kemudian saya juga ingin belajar lebih tentang menggambar lalu membuat cerita yang cukup masuk akal yang bisa diangkat ke dalam drama ataupun film.

9.  Ceritakan dong, proses pembuatan komik ini?
Kalau membuat konsep cerita, saya menggambar sketsanya di komputer. (Kalau dulu saya membuat sketsanya di ruang latihan lalu mengunggahnya ke komputer tapi sekarang semuanya saya kerjakan langsung di komputer.) Setelah memperhalus sketsa saya mengerjakan pembuatan garis panel, kemudian pewarnaan, lau membuat “speech bubbles” (membuat ruang untuk percakapan). Semuanya membutuhkan waktu sekitar 9~10 jam.

10.  Komik ini telah diterbitkan dalam beberapa bahasa, bagaimana pendapat Anda, dan apakah ada perasaan khusus mengenai penerbitan di Indonesia?
Di Korea, China, dan Jepang cerita komik ini merupakan cerita yang populer tetapi saya merasa takjub karena di negara lain pun cerita ini juga memiliki daya tarik. Biasanya menerbitkan komik di daerah Asia itu banyak kesamaannya walaupun berbeda beda negara.
Di Indonesia inilah saya pertama kalinya pergi ke negara penerbit dan bertemu langsung dengan penerbit dan pembacanya. Saya merasa istimewa dan sangat menikmatinya.

11.  Komik ini juga dibuat dalam bentuk animasi, ceritakan sedikit, ya. Apakah Anda juga berperan dalam pembuatan animasinya?)
Animasinya diproduksi secara umum di perusahaan penerbitan di Jepang. Karena banyak orang-orang ahli yang berperan dalam pembuatan animasi ini saya menerima banyak sekali cinta.  Saya hanya penulis dan tidak terlibat dalam pekerjaan animasi.

12.  Selain sebagai komikus apakah Anda memiliki pekerjaan lainnya?)
Seperti anak muda di Korea saya juga pernah melamar pekerjaan. Sesekali saya mendesain iklan di Koran dan saya juga bekerja di perusahaan web design. Sampai tahun 2011 selama 3 tahun saya mengajar kesenian di SMA tetapi karena saya memutuskan untuk menggambar komik jadi saya berhenti pada pekerjaan itu. Sekarang tidak ada pekerjaan lainnya.

13. Saat Anda mengatakan untuk membuat komik yang berhubungan dengan sifat dan golongan darah bagaimana reaksi dari keluarga dan teman dekat Anda?)
Saat saya mengungkapkan bahwa saya ingin menjadikan menggambar komik itu sebagai pekerjaan saya teman-teman dekat saya sangat mendukung tetapi orang tua saya menentang dengan keras. Tetapi karena kehidupan saya adalah pilihan saya akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menjadi guru seni dan memulai untuk menggambar komik.

14. Anda pernah mengunjungi Indonesia, bagaimana pendapat Anda tentang Indonesia terutama Jakarta?)
Saya iri dengan kebebasan orang Indonesia. Saya juga masih ingat makanan-makanan enak yang pernah saya makan di Indonesia.

15. Bagaimana pendapat Anda tentang pembaca di Indonesia?
Saya sangat berterima kasih kepada para pembaca yang telah membaca komik saya. Saya sangat senang karena sepertinya saya mendapatkan simpati dari para pembaca.

16. Mengapa Anda memilih membuat komik dalam menjelaskan tentang golongan darah? Kenapa tidak buku non fiksi saja?
Sejak dulu saya suka mengekspresikan sesuatu melalui gambar dan saya memiliki kepercayaan diri dengan itu. Di samping dapat menyampaikan isi cerita, sebuah gambar punya kekuatan yang besar untuk memberikan makna yang mendalam.

17.  Apabila bertemu dengan orang baru, apakah Anda bisa menebak apa golongan darahnya dengan tepat?
Secara pribadi, menurut saya... akan tidak sopan jika menerka-nerka sifat lawan bicara hanya berdasarkan golongan darah sehingga saya harus berhati-hati akan hal itu. Terkadang ada juga pembaca yang baru saya temui menyuruh saya menerka golongan darahnya, tetapi dugaan saya salah. Orang-orang disekitar saya juga mencoba menebak-nebak golongan darah orang lain, tetapi kebanyakan salah.

18. Saya dan teman-teman memiliki golongan darah yang berbeda-beda. Jika melihat komik ini akan sulit untuk hidup dengan orang yang bergolongan darah yang berbeda, untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan, apakah yang harus dilakukan?)
                Saling menghargai perbedaan, mengaku salah jika memang salah. Ini merupakan langkah awal dalam menjalin sebuah hubungan dan bersosialisasi.

19. Bagaimana reaksi Anda jika ada yang mengkritik atau tidak setuju dengan komik yang Anda tulis?
Karena setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda, pendapat ataupun sanggahan bisa saja terjadi. Secara pribadi saya tidak masalah, namun apabila disampaikan dengan tidak sopan, tentu saja bisa melukai perasaan.

20.  Anda paling menyukai sifat dari golongan darah apa? Apakah alasannya?
Dalam kehidupan sehari-hari, saya menyukai golongan darah B yang bisa menghadapi sesuatu dengan santai. Sedangkan di komik ini saya menyukai golongan darah O. Karena  saya sendiri bergolongan darah O dan karakter golongan darah O menggambarkan bagian dari diri saya yang penuh kasih sayang.

21. Apakah ada rencana untuk mengunjungi Indonesia kembali? Kalau begitu hal seperti apa yang akan Anda lakukan atau adakah tempat yang ingin Anda kunjungi?
Saya ingin sekali mengunjungi pulau Bali yang merupakan tempat relaksasi yang terkenal di Indonesia. Saya ingin datang untuk istirahat dengan tenang tanpa gangguan.
 


Minggu depan, Bunda mau bikin giveaway. Hadiahnya buku Simple Thinking about Blood Type untuk dua orang pemenang. Bunda nggak akan susah-susah bikin kuisnya, kok. Yang jelas, review Bunda yang ini mesti dibaca baik-baik karena petunjuknya ada di review ini.

Kalian bisa berkunjung ke review di blog tante Ana Indriyani, kak Mei Koo, tante Irnala Sari, tante Dyah Muawiyah, tante Putri Kurnia Nurmala, tante Dini Y Nurhasanah, tante Retno P Hartono, juga tante Khairisa Ramadhani P. Cek cek cek, siapa tau sekarang ini lagi berlangsung giveaway ^^

Nantikan giveaway Bunda di pekan depan, ya...


 Love you both... Cheers!





Terusin baca - [Blog Tour] Simple Thinking about Blood Type by Park Dong Sun