4 Jan 2016

Pintu Harmonika oleh Clara Ng dan Icha Rahmanti



Judul: Pintu Harmonika
Penulis: Clara Ng dan Icha Rahmanti
Penyunting: Arief Ash Shiddiq
Perancang Sampul: Diani Apsari
Pemeriksa aksara: Dias Rifanza Salim
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Herdiyani
Diterbitkan oleh: PlotPoint Publishing (PT Bentang Pustaka)
Cetakan Pertama, Januari 2013
ISBN: 978-602-9481-10-5
Genre: Novel, Young Adult, Fiksi, Family, Drama, Indonesian Literatur
Status: Punya, beli di Selebvi (seken tapi masih segel :D)
Harga: Lupa!


Dijual cepat: S U R G A!

Punyakah kamu surga di Bumi, tempatmu merasa bebas, terlindungi dan begitu bahagia hanya dengan berada di situ?

Rizal, Juni, dan David menemukan surga lewat ketidaksengajaan. Buka pintu harmonika, berjalan mengikuti sinar matahari, dan temukan surga. Surga yang tersembunyi di belakang ruko tempat tinggal mereka.

Walau mereka berbeda usia dan tidak juga lantas bermain bersama, Surga membuat mereka menemukan bukan hanya sahabat, tetapi juga saudara dan keluarga. Ketika surga mereeka akan berakhir, semangat mempertahankannya membawa mereka pada sebuah petualangan lewat tengah malam. Apa pula hubungannya dengan pencitraan Rizal, masalah Juni di sekolah dan bulu hitam misterius yang berpendar cantik temuan David serta suara-suara misterius di atap rukonya?



 Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Selamat tahun baru 2016! Semoga di tahun 2016 ini target baca yang sudah diset terpenuhi, begitu juga target menulis review di blog ini. Tertampar akibat target baca dan nulis review di tahun lalu yang begitu kendor, berantakan dan buyatak, tahun ini Bunda bertekad mau memperbaiki bacaan Bunda. Rencananya nggak pake perencanaan mau baca apa, random aja. Yang penting, harus jadi mood booster untuk baca dan nulis review, biar nggak disemprit atau sampai ditendang oleh Divisi Membership BBI.  *peace* :D

Sebelumnya, pengen teriak dulu...

INI REVIEW PERTAMA DI 2016! *colok sound system*

Akibat sakit cukup lama, Bunda dikasih istirahat di Surga kita. Diambil secara random, keambil buku ini, deh. Buku bintang lima pertama yang Bunda baca di tahun 2016. Senang sekali! Semoga bisa menjadi mood booster untuk baca yang berikut-berikutnya, ya...

Alasannya kenapa sampai Bunda kasih lima bintang? Emang ceritain apa aja, sih?

Buku ini dibagi tiga bagian. Masing-masing bagian diceritakan oleh setiap karakter. Awal buku ini dikisahkan oleh Rizal Zaigham Harahap, remaja lelaki siswa SMP yang baru pindah ke kompleks ruko di mana Surga berada. Ayah Rizal, om Firdaus, punya toko kelontong di rukonya. Rizal adalah seorang seleb di dunia maya, blogger yang punya fans fanatik tersendiri bernama Rizal's Angels. Di blognya, Rizal sering bercerita tentang travelling ke luar negeri. Intinya, sebagai blogger muda, dia punya pengaruh besar bagi kalangan netizen. Rizal juga cakep, bodinya keren karena sering ditempa di "gym" bernama Firdaus Bootcamp.

Bunda suka dengan gaya bahasa Rizal. Santai dan dalem. Rizal baru saja ditinggal ibunya sebelum mereka pindah ke ruko itu. Oya, ada "cerita" tersendiri, nih. Pas baca bagian Rizal sedang mengenang mendiang ibunya, pas Kakak Ilman lagi pilih-pilih lagu di playlist. Trus, ada lagu A Song for Mama-nya Boyz II Men yang kebetulan kepencet Kakak. Eh, Bunda minta Kakak perdengarkan lagu itu. Lagunya sendiri emang punya efek membuat leleh alias menangis, dipadu dengan kisah Rizal sedang mengenang Ibunya, Bunda jadi nangis bombay, deh. Hahaha. Baper, yak.

Tulisan Rizal sebenernya sarat muatan "pesan" untuk orang-orang dewasa yang disampaikan lewat gaya abege. Terutama tentang pencitraan. Ngena banget!

Oya, soal Rizal's Angel. Ini bagian yang cukup bikin ngakak, mengingat Bunda adalah Emotional Angels. Apa itu? YongHwa CNBLUE ahjussi kan Emotional, nah, karena Bunda adalah salah satu front pembela YongHwa ahjussi, Bunda masuk Emotional Angels XD

Di bagian kedua, disampaikan oleh karakter Juni. Sebenernya jadi agak ada pengulangan cerita, karena beberapa sebelumnya sudah diceritakan oleh Rizal. Tapi nggak mengganggu, karena memang ada beberapa detail mengenai Juni yang Rizal nggak tahu, kan? :D

Juni Syahnaz, gadis pintar, tetangga sebelah rumah Rizal, ayahnya pemilik usaha sablon. Dulunya sering dibully kakak kelasnya karena dia pintar, namun kemudian berubah menjadi pembully. Salah satu efek sampingnya adalah bisnis sablon ayahnya nyaris gulung tikar akibat kelakuannya membully adik kelasnya.

Di bagian ketiga, disampaikan oleh David Edogawa, seorang anak SD imut-imut yang pintar bermain piano. David anak tante Imelda, seorang pembuat kue. Kue malaikat adalah kue terkenal buatan tante Imelda. Namun, ketika Rizal mempromosikan kue malaikat untuk penggalangan dana tim dance di sekolahnya, ada yang salah dengan kue itu. Senyum khas yang biasa menghiasi kue malaikat menghilang! Ini misterius!

Sebagai seorang yang sangat memuja Conan Edogawa, David merasa tersinggung karena dianggap anak kecil oleh Juni dan Rizal, salah satunya ketika nggak diajak untuk beroperasi tengah malam. Agak aneh juga, karena di dua bagian cerita, sama sekali nggak melibatkan David yang padahal dia pintar dan bahkan telah membuat laporan penemuan hilangnya kucing tetangga mereka. Mestinya mereka perlu bantuan David, tuh!

Ketika dua sudut pandang bercerita tentang pengalaman Rizal dan Juni melakukan operasi PIA (Progressive Indirect Attack) untuk mencegah dijualnya Surga, diceritakan ada suara gaduh dari ruko tante Imelda, tapi nggak pernah dibahas baik di sudut Rizal maupun Juni. Tentu saja ini mengundang penasaran. Apaan, sih?

Twist dan akhir cerita yang sama sekali tidak tertebak sejak awal membuat sulit sekali berhenti membacanya. Sama seperti ketika membaca The Da Vinci Code ~ Dan Brown dan PREY ~ Michael Crichton, susah naruh buku walau ada yang lain yang lebih penting yang harus dilakukan. Hihihi.

Kalo ditanya, dari sudut siapa Bunda paling suka, Bunda paling suka dari sudut Rizal. Bunda suka dengan gaya ayah Rizal, juga ketika Rizal menulis untuk mengakui kesalahannya! Keren!

Covernya yang cantik, cara berceritanya yang renyah kayak makan keripik jagung ~ susah berhentinya, bikin Bunda ngerasa buku ini pantes dapat bintang lima versi Bunda.

Filmnya sendiri udah tayang tahun 2013. Bunda belum nonton, sih. Entah, deh, kalo liyat trailernya doang, keknya nggak seperti bayangan Bunda pas baca. Kalo nanti udah nonton, Bunda coba bikin reviewnya di sini, deh...


Oke, sampai ketemu di review berikutnya. Have a nice day! ^_^

Love and cheers! xoxo,








2 komentar:

  1. novel bagus nih,,,, kembali kejaman remaja lagi gw rasanya... ahaha... btw endingnya bikin gusar bgt.. :v

    BalasHapus

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*