Tampilkan postingan dengan label young adult. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label young adult. Tampilkan semua postingan

29 Des 2025

[Review] Heaven by Mieko Kawakami


 


Judul: Heaven     
Penulis: Mieko Kawakami
Penerjemah: Sam Bett and David Boyd
Cover Photographer: Takao Noel
Cover Design: Katie Tooke
Penerbit: Picador 
Cetakan pertama, 2022
Halaman: 175 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-150-98-9825-1
Genre: Fiction, Japanese Literature, Contemporary, Japan, Literary Fiction, Asian Literature, Coming of Age, Asia, Novels, Young Adult 
  Status: Pinjem sama Mama Heka


From the bestselling author of Breasts and Eggs and international literary sensation Mieko Kawakami, comes a sharp and illuminating novel about a fourteen-year-old boy subjected to relentless bullying.

In Heaven, a fourteen-year old boy is tormented for having a lazy eye. Instead of resisting, he chooses to suffer in silence. The only person who understands what he is going through is a female classmate, Kojima, who experiences similar treatment at the hands of her bullies. Providing each other with immeasurable consolation at a time in their lives when they need it most, the two young friends grow closer than ever. But what, ultimately, is the nature of a friendship when your shared bond is terror?

Unflinching yet tender, sharply observed, intimate and multi-layered, this simple yet profound novel stands as yet another dazzling testament to Mieko Kawakami’s uncontainable talent. There can be little doubt that it has cemented her reputation as one of the most important young authors at work today.



Hellow, Ilman dan Zi...

Aka pabar kalian?

Masih dalam rangka menghormati dan menghargai kebaikan Mama Heka yang udah minjemin segambreng buku untuk nemenin pas aku kena Covid v.5 di bulan Oktober 2025 lalu -- yang ternyata semuanya baru abis dibaca sampai akhir tahun 2025, eh, well, at least, I read a lot of books, eh? -- ini buku ke sekian yang mau aku review. 

Disclaimer: 
sebenernya di semua tulisanku ini aku pengennya pake ejaan yang disempurnakan, pakai cara penulisan yang sesuai dengan kaidah penulisan yang seharusnya -- misalnya untuk istilah asing aku buat italic dan lain-lain dan lain-lain. Tapi menurutku kalo harus kayak gitu, tulisan-tulisanku nggak akan pernah tayang, sebab waktu untuk ngedit bisa kupake buat nulis review lain, jadi kupikir ga usah formal-formal, deh. Kekeke. 

Ditambah ini kejar tayang juga. Karena setiap menulis review menunggu mood menulisku penuh dulu atau kadang setengah hati yang penting nulis daripada nggak -- lalu langsung klik Publish, jadi maafkan kalo isinya rough semua.


Oke. Mari kita bahas tentang novel Heaven yang ditulis oleh Mieko Kawakami ini. Dari sampulnya, banyak testimoni dari pembaca yang kurang lebih menggambarkan bahwa novel ini sifatnya "heartbreaking" alias bikin patah hati. Sepatah hati cinta yang cuma sepihak aja, kah? 

Heaven bercerita tentang dua remaja SMP, remaja laki-laki mendapat julukan Eyes (Ranpari), narator buku ini, tidak diketahui nama aslinya siapa. Eyes mendapat julukan seperti itu karena dia punya kelainan mata yang disebut "lazy eyes". Satunya lagi remaja perempuan bernama Kojima. Yang membuat mereka berdua menjadi dekat adalah keduanya sama-sama korban perundungan di sekolahnya. Eyes dirundung oleh geng anak laki-laki di sekolahnya, Kojima dirundung oleh geng anak perempuan. 

Eyes dirundung karena kelainan pada matanya, Kojima dirundung karena dia dianggap jorok. 

Keakraban Eyes dan Kojima dimulai ketika muncul surat-surat yang ditujukan untuk Eyes. Surat itu disimpan di laci atau di selipan halaman buku pelajaran Eyes, yang kemudian akan dibaca oleh Eyes secara sembunyi-sembunyi entah itu di kamarnya di rumah atau di toilet sekolah. Surat-surat dari Kojima membuat Eyes tidak merasa sendirian lagi. Awalnya mereka berkomunikasi melalui surat, lalu akhirnya keduanya bertemu secara langsung di tempat tersembunyi. Sampai akhirnya, Kojima mengajak Eyes mengunjungi tempat favoritnya: Heaven.

Saat dirundung, keduanya memilih diam. Namun suatu ketika, Eyes berusaha memberontak yang akhirnya membuat dia semakin disiksa oleh pasukan perundung itu.


Penderitaan Eyes nggak berhenti sampai di sana sebetulnya. Dia tinggal dengan ibu tirinya, ayahnya jarang pulang. Hal ini membuat Eyes sulit untuk bercerita soal keadaannya di sekolah pada ibu tirinya, karena dia merasa asing dengan ibu tirinya. Demikian juga dengan Kojima. Hal yang membuatnya nggak pengen tampak mengurus dirinya karena dia rindu ayahnya yang berpisah dengan ibunya dan tinggal di kota lain. 

Suatu ketika, harapan Eyes untuk memiliki mata normal muncul saat dia pergi ke rumah sakit usai disiksa mati-matian oleh si perundung. Dokter yang menanganinya mengusulkan untuk melakukan operasi matanya, karena lazy eyes akan berpengaruh ke nyeri kepala dan sebagainya. Ketika dia mengutarakan ini ke Kojima, justru Kojima tidak setuju. Baginya, mata Eyes cukup indah dan dia menyukainya, juga simbol kekuatan Eyes. Yang tidak Eyes sampaikan pada Kojima adalah bahwa lama kelamaan kondisi matanya akan menimbulkan nyeri kepala yang mungkin tidak dapat dikontrol lagi. 


Membaca ini sulit berhenti tapi juga membuat nafasku berkali-kali tertahan. Deskripsi Mieko menceritakan segalanya membuat kita seolah menyaksikan sendiri perundungan itu. Aku menghindari buku Breast and Egg, tapi aku malah baca Heaven. Aku menghindari baca Breast and Egg yang juga karya Mieko karena pernah baca diskusi di grup tentang buku itu dan kayaknya aku ga bakalan sanggup baca. Lah, tanpa ngecek lagi penulisnya siapa, aku main tunjuk aja saat Mama Heka nawarin pinjaman buku itu. Hahah. Gotcha, Peni!  

Terlepas dari seluruh kekejaman yang dipaparkan di novel ini, aku mengakui salah satu testimoni pembaca yang mengatakan bahwa "Mieko is a genius". Mieko jenius meramu alur, character building, juga emosi pembaca sehingga membaca buku ini seolah-olah membuat kita jadi saksi hidup seluruh kejadian di sisi Eyes. Hal ini yang membuatku yakin sepertinya nggak sulit mengadaptasinya ke dalam film dan animasi (yup, Heaven ada dalam format film dan animasi, tapi sepertinya aku nggak akan nonton, cukup di buku aja). 

Meski keduanya mengalami perundungan, namun keduanya berusaha menemukan kebahagiaan di antaranya. Ada humor yang nggak biasa yang muncul lewat celetukan Kojima, seperti "happamin", "lonelamin", "hurtamin".   

Aku kutip dari halaman 32-33:

"Happamine"
"What's that mean?"
"It's like, dopamine that comes out when you're really happy."
"Oh yeah?"
"And when you're really hurting," she explained, "that's called hurtamine."
"What about when you're lonely?" I asked.
"Lonelamine!" she laughed.

Cara berpikir Kojima memang beda. Mungkin saking hurt terlalu dalam, ya, dia pernah bilang gini, "Human beings are the only ones talking all the time and making problems and everything", halaman 35. 


Aku highly recommended baca ini, but please beware if your heart's not okay to read such bullying descriptions, because they're triggering your anxieties. Buku ini bukan untuk orang-orang yang mudah ke-trigger anxiety dan overthinking-nya. But I'm pleased to know one of Mieko Kawakami's work. Ceritanya pengen menghindari Breast and Egg, malah ketemu Heaven. Sama-sama buku dark. Hahaha. 

I will end this review. Keep reading and stay healthy. You will always need to read books because it's healthier than reading so many gossips on social media. Reading books will keep you out from brain rot. Believe me. See you on my other review! xoxo

Terusin baca - [Review] Heaven by Mieko Kawakami

11 Nov 2025

[2025] Review - Temple Alley Summer by Sachiko Kashiwaba

 

Temple Alley Summer by Sachiko Kashiwaba Edisi Terjemahan Bahasa Indonesia 

Statistik baca Temple Alley Summer dari aplikasi Bookly



Judul: Temple Alley Summer (Musim Panas di Gang Kuil Kimyo) - Kimyoji Yokotyo no Natsu    
Penulis: Sachiko Kashiwaba
Ilustrator Isi dan Sampul: Satake Miho 
Alih Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Ika Yuliana dan Dian Pranasari
Penata Isi: Kirana Putri Ersapranu
Desain Sampul: Kirana Putri Ersapranu
  Penerbit: BACA 
Cetakan pertama, Juli 2024
Halaman: 360 halaman
ISBN: 978-623-8371-20-4
Genre: Fantasy, Middle Grade, Japan, Fiction, Children, Japanese Literature, Mystery, Paranormal, Ghosts, Juvenile   
Status: Pinjam punya tante Disty (mama Heka)

Musim Panas di Gang Kuil Kimyo
Kazu dan keluarganya tinggal di sebuah rumah tua. Suatu malam, Kazu melihat sesosok gadis keluar dari dalam rumahnya. Dia yakin gadis itu hantu. Namun keesokan paginya, Kazu terkejut saat melihat gadis itu duduk di ruang kelasnya. Dan, meskipun Kazu tidak mengingatnya, semua teman, tetangga, dan keluarganya yakin bahwa mereka sudah mengenal gadis hantu bernama Akari itu selama bertahun-tahun!
Saat Kazu mengetahui jalan rumahnya dulu bernama Gang Kuil Kimyo, nama yang artinya menyiratkan bahwa orang mati dapat hidup kembali, Kazu yakin sesuatu yang aneh sedang terjadi. Dia pun menghabiskan musim panasnya untuk menyelidiki teka-teki ini sembari mulai berteman dengan Akari. Namun, segalanya lebih rumit daripada yang dia kira. 
Sebuah cerita bersambung dari majalah lama muncul. Lalu, peristiwa nyata dan cerbung misterius itu mulai bersinggungan, sementara seorang nenek eksentrik dengan kucing hitamnya mencoba menghalangi langkah Kazu...
Sebuah kisah luar biasa dari penulis legendaris Jepang Sachiko Kashiwaba, yang salah satu karyanya menginspirasi sutradara kenamaan Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, dalam pembuatan film Spirited Away. Dalam Temple Alley Summer, ia berkolaborasi dengan ilustrator kawakan, Miho Satake, untuk merayakan kekuatan cerita dan imajinasi.  



Hellow, kakak Ilman dan adek Zi...

Jumpa lagi sama aku, bahas buku pinjeman yang dibaca sekebut mungkin, tapi emang dasar aku lambat, ngebutnya aku juga pace 12 sih, tetep. kekeke 
Dipinjemin setumpuk buku sama tante Disty (mama Heka, kakak kelas adek Zi di SMP), pas aku ngabarin ke teman-teman Divisi Ruhiyah sekolah adek, kalo aku lagi remedial Covid kelima kalinya. hahaha. Alhamdulillaah... 

Posting perdana di 2025 yang sebenernya tahun ini pun uidah tinggal beberapa hari lagi habis. Udah makib banyak variasi aktivitas yang bikin nulis blog jadi terabaikan, karena mungkin kalah sparkling dan praktis dibanding yang lain. Tapi pada akhirnya aku ingat ucapan Ali bin Abi Thalib r.a, ilmu itu kayak kuda, kalo nggak diikat dan talinya ditambatkan akan lari. Untuk itulah aku bertobat dan balik nulis review. Biar nggak lupa kalo pernah baca ini dan itu juga isi ceritanya bisa aku ingat ketika baca tulisanku lagi. Termasuk mengingat perasaanku saat baca bukunya. 



Sebenernya aku menghindari cerita misteri apalagi yang mengandung hantu-hantuan, karena aku lagi ga suka over thinking sampe takut mau wudhu' shalat Shubuh misalnya. Hehe. I admitted that I am that penakut. Makanya si buku itu udah lama nangkring di keranjang toko oren apa hijau gitu ya, belum dibayar juga. Karena ya itu. Takut kalo ternyata ini tuh cerita horor. Eh, tau-tau dapet pinjeman. Ya, alhamdulillaah, dongs... Karena ternyata bagus, ntar kita beli, yak, buat kalian baca sendiri ^^


Male lead di cerita ini seorang anak laki-laki bernama Sada Kazuhiro. Ceritanya dia kebelet pipis di tengah malam, tapi terlalu takut buat ke kamar mandi sendiri karena lokasinya lumayan jauh dari kamarnya. Dia manfaatin momen di luar lagi turun hujan lumayan deras, buat pipis di depan kamarnya yang terletak di lantai dua (kalo nggak salah ya). Dia yakin kalo nanti hujan akan membasuh pipisnya. Geuleuh kan ya.. Ga boleh ditiru sama kalian, karena itu najis. Nah, pas dia abis pipis itu, dia denger suara langkah kaki yang ga pelan. Dia pikir itu kakaknya yang ada di kamar sebelah. Kazu pun lihat ada kaki. Tapi pas lihat penampakan bagian atasnya, beda banget sama kakaknya. Anak perempuan, pakai ikat rambut bola-bola merah. Karena kaget, dia teriak, ibunya terbangun dan ketahuan sama ibunya dia pipis di depan kamarnya, Kazu kena omel, tapi alasan dia berteriak jadi nggak sampai, karena sosok hantu itu menghilang.

Di sekolah, dia lihat tuh, bola-bola merah yang jadi hiasan rambut seorang anak perempuan. Kazu sadar kalo anak perempuan itu adalah hantu yang dilihatnya subuh tadi. Dia bilang ke Yusuke, sahabatnya, kalo anak perempuan pake ikat rambut bola-bola merah itu hantu, anehnya, semua orang malah memandang Kazu dengan aneh, seolah-olah cuma Kazu yang beda sendiri, tiba-tiba hilang ingatan. Sebab, semua orang di sekolah itu tampak mengenal Akari, nama gadis itu, cukup lama. Bahkan di rumah, ibunya bilang, kalo mereka bertetangga, Kazu dan Akari sering main bareng sejak kecil. Lumayan aneh untuk ukuran hanya Kazu yang nggak tahu apa-apa, tapi semua orang di sekitarnya seperti mengenal "sosok baru" itu seolah-olah emang udah ada dari dulu. 


Di musim panas, biasanya Kazu dapat PR musim panas melakukan penelitian. Ketika ada temannya bahas peta lama daerah tempat tinggal mereka, Kazu yang masih terkaget-kaget soal hantu yang muncul di rumahnya itu lalu berwujud menjadi Akari, teman sekolahnya, jadi terpikir untuk menyelidiki tentang Akari dan Kuil Kimyo yang ternyata ada di gang rumah Kazu. Saat Kazu bertanya pada ibu dan ayahnya, keduanya sama-sama nggak tahu tentang Kuil Kimyo. Ibunya bertanya-tanya, Kazu akhirnya punya dalih bahwa itu untuk bahan PR musim panas.

Kazu pun terhubung dengan nenek Minakami Sato atas saran ibunya, karena beliau adalah teman kakeknya. Mungkin, nenek Minakami punya jawaban tentang pertanyaan Kazu. Sayangnya, nenek Minakami senang sekali membelokkan arah pembicaraan, bahkan Kazu pun "diincar" oleh orang-orang yang katanya pengurus, seperti bermaksud menghentikan keinginan Kazu untuk lebih tahu atau mungkin ingin mengincar orang mati yang baru saja kembali? 

Kazu punya paman yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri yang sepertinya cukup tahu tentang latar belakang kakek dan punya minat tentang altar di rumah mereka yang sering dijadikan tempat persembahyangan banyak orang, terutama untuk mendoakan kakek Kazu yang belum lama berpulang. 

Karena merasa tidak punya banyak jawaban, Kazu mengontak pamannya via email. Dari pamannya lah akhirnya Kazu mengetahui bahwa di altar yang ada di rumah mereka, ada ikon yang konon bisa menghidupkan orang mati. Tapi orang mati yang menjadi hantu itu tidak akan pulang ke keluarganya, melainkan menjadi orang lain, anggota keluarga lain. Kazu pun pernah iseng mengikuti Akari ke rumahnya, dan terkaget-kaget melihat seseorang yang transparan yang diduga sebagai ibu Akari, tapi semua orang mengenal sosoknya. Cuma Kazu yang nggak bisa lihat. 

Berbekal keterangan pamannya, Kazu mencari tahu siapa ibu kandung Akari. Ibu kandung Akari ternyata teman kakek Kazu, yang sempat bersembahyang di altar rumah keluarga Sada (kakek Kazu), bernama Ando San. Akhirnya, Kazu pun mendatangi Ando San dan kaget banget pas liyat foto dalam sebuah pigura dengan wajah Akari. Dia adalah Saori, yang meninggal 40 tahun sebelumnya. Selama hidupnya, Saori hanya berada di rumah sakit dan rumah. Di hari Ando san berdoa agar Saori  diberikan kesempatan untuk hidup lagi itulah, Akari muncul di depan kamar Kazu. 


Setelah banyak mendengar cerita tentang Saori dan juga bertemu Akari juga niat nenek Minakami dan anggota Dewan tempat tinggal Kazu yang tampaknya ingin menghilangkan orang mati yang pulang, Kazu jadi ingin melindungi Akari dan mewujudkan keinginan mendiang Saori mumpung masih ada di dunia dalam wujud Akari. Masalahnya, ikon yang bisa menghidupkan orang mati itu, dicuri. Kalo ikon itu dimusnahkan, Akari akan menghilang. Jadi, setelah tahu ikon itu dicuri dan bisa saja Akari tiba-tiba menghilang, setiap hari Kazu berusaha menemukan Akari, bahkan membawakan majalah Daisy yang pernah terbit 40 tahun sebelumnya dari rumah Ando san. Di dalam majalah Daisy itu ada cerita serial berjudul Bulan di Kiri, yang ditulis oleh Mia Lee. Sayangnya cerita itu tidak selesai. Kazu berusaha menemukan penulisnya untuk mencari tahu akhir dari cerita Bulan di Kiri.


Awalnya aku heran, kenapa, ya, orang-orang kasih rating banyak buat cerita kayak begini, karena jujurly, di awal baca, aku rada nggak nyaman dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia yang menurutku kurang luwes. Bahasanya non formal, tapi jadinya kaku ke sana sini. Cumaaa.. mengingat bahasa Jepang emang bisa jadi kayak gitu kalo diterjemahin ke Bahasa Indonesia, aku memutuskan untuk fokus cuma ke ceritanya aja. Awalnya nggak nyaman, tapi plot dan alur ceritanya lama-lama mulai meresap kayak sate yang dimarinasi semaleman sebelum dipanggang dan akhirnya aku menyukainya, seolah-olah aku lagi dicurhatin Kazu, melebihi ekspektasiku. 

Temple Alley Summer tuh novel misteri dalam misteri. Misterinya tentang female lead, Akari, seorang yang sudah mati, berwujud hantu, tapi terus jadi manusia yang normal kayak memang udah ada lama berada di antara mereka ditambah misteri Bulan di Kiri, bagian fiksi dari novel ini. Ngerti, kan, maksudnya? Jadi kalo dibuat film, ini tuh bakalan berlapis-lapis misterinya. Alurnya bisa masuk ke cerita, ntar balik lagi ke scene sebenarnya, di kehidupan Kazu lagi. 

Terlepas dari kekakuan terjemahannya, ceritanya asik banget. Ingat, cerita ini jadi inspirasi Studio Ghibli buat bikin film Spirited Away yang udah kita tonton berulang kali. Again, misteri dalam misteri. Dan karena asiknya inilah, aku pada akhirnya yang mau kasih bintang 3 berubah jadi ngasih bintang 5, karena aku suka.  

Temple Alley Summer berhasil mematahkan anggapan kalo cerita misteri yang mengandung hantu-hantuan dan kepercayaan sama alam lain itu menakutkan. Temple Alley Summer jauh dari seram dan malah seru. Ya mirip lah kayak kalo kita nonton film Ghibli. Meski karakternya isinya spirit (hampir) semua, tapi ga seram, kaaaan... Itu sebabnya aku ngasih rating 5 karena aku kebawa sama ceritanya. Dan yang pasti, ini oke banget buat dibaca anak-anak SD kelas besar, start kelas 4 SD. Tentu saja aku kasih rekomendasi tinggi ke kalian buat baca ini. 


Apakah semua buku yang aku baca di tahun 2025 ini akan tertuang dalam blog ini? Mudah-mudahan bisa begitu. Tapi tentu saja tidak easy. Cuma aku emang udah harus balik menulis lagi. Aku merasa mulai mudah lupa soalnya... huhuhu... Mungkin kebanyakan scroll medsos... >_<

See you! Semoga besok bisa hadir dengan tulisan baru! xoxo! 

 
Terusin baca - [2025] Review - Temple Alley Summer by Sachiko Kashiwaba

12 Jul 2023

[2023: Book 16] George's Marvellous Medicine - Roald Dahl

 

Judul: George's Marvellous Medicine 
Penulis: Roald Dahl
Ilustrasi sampul: Quentin Blake
Diterbitkan oleh Puffin Books, 2016 
Jumlah halaman: 96 halaman
Format: e-book
ISBN: 9780141369297 (ISBN10: 0141369299)
Genre: Children, Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Magic, Drama, Young Adult Fantasy, Humor, Middle Grade
Status: Punya


George Kranky's Grandma is a miserable grouch. George really hates that horrid old witchy woman.
One Saturday morning, George is in charge of giving Grandma her medicine.
So-ho! Ah-ha! Ho-hum! George knows exactly what to do.
A magic medicine* it will be. One that will either cure her completely . . . or blow off the top of her head.

*WARNING: Do not try to make George's Marvellous Medicine yourselves at home. It could be dangerous.



Hai, Ilman dan Zaidan!

Kalo kalian baca George's Marvellous Medicine ini, kalian mungkin akan bilang, "sungguh tidak habis fikri! Sangat di luar nurul!" saking menggemaskannya cerita ini. Gimana nggak? George yang kesel sama neneknya yang bawel, keidean buat bikin ramuan obat yang berdampak...
....
....
well...
.....
luar biasa mengerikan ðŸ™„

Nenek George adalah seorang perempuan tua yang penyakitan dan menyebalkan. Kerjanya menggerutu. Mending kalo hanya menggerutu. Di setiap gerutuannya, selalu terselip, eh, bukan, seluruh kata-katanya memaki George. Semua orang sekali dimaki aja akan sakit hati. Gimana lagi yang sehari-hari makanannya dimaki neneknya sendiri? Lama-lama ngeselin kan?

Tiba waktunya, ketika mama George harus pergi berbelanja dan George dititipi menjaga neneknya (terutama menyuapinya obat yang harus diminum di jam tertentu dan nggak boleh terlambat) lalu George harus mendengar seluruh kalimat cacian dari neneknya plus dia sudah sampai di puncak tertinggi batas kesabaran... dia terpikir untuk menambahkan sesuatu pada obat itu hanya untuk menghentikan racauan neneknya. 

Beberapa jam sebelum jam minum obat neneknya tiba, seperti sedang kesambet sesuatu, segala yang ada di rumah itu masuk ke panci untuk dibuat ramuannya, bareng dengan obat yang harus diminum neneknya. Makin lama George makin asik menambahkan segala sesuatu yang ada di rumah itu. Mulai dari saus-saus yang ada di dapur, sampai perlengkapan bersih-bersih di kamar mandi bahkan segala cairan yang ada di bengkel dimasukkannya ke dalam ramuannya. 

Di menit-menit menjelang jam minum obat, karena George nggak kelihatan berkeliaran di rumah, neneknya mulai mengomel. Akhirnya ketika ramuan itu jadi, tepat di jam jadwal neneknya minum obat, George menyuapkan obat tersebut dan.... plop! Nenek tiba-tiba bertumbuh dan berkembang sampai atap rumah jebol. 

Melihat reaksi berlebihan yang sungguh di luar nurul, George menjadi panik. Karena dia berharap neneknya hanya jadi "diam selamanya" setelah minum ramuannya, bukannya malah bertumbuh dan berkembang menjadi raksasa yang bahkan menghancurkan rumah mereka. Di tengah kepanikan seperti itu, ayah George pulang (dari.. lupa, ladang kayaknya) dan melihat fenomena ini. George mengira ayahnya akan mengamuk, tak disangka, ayah George malah bahagia. Yang terpikir oleh ayah George hanyalah "wang... wang... wang...". Yes! Dia bermaksud memberikan ramuan hasil karya cipta George ke hewan ternaknya untuk mendapatkan hasil yang berlipat ganda. 


Kalo kalian sudah terbiasa membaca karya Roald Dahl, kalian pasti akan menebak ke mana arah cerita ini bahkan endingnya. Saking khas-nya karya imajinatif beliau. Jadi aku nggak harus spill sampai selesai, karena mendingan kalian baca sendiri. 

Baca George's Marvellous Medicine ini seperti halnya baca karya-karya Roald Dahl yang lain: selalu ada geregetan moment, juga ada geuleuh moment. Hahaha. Sampe kadang-kadang mikir, beliau dulu kecilnya nakal banget apa alim banget ya, sampe punya imajinasi luarrrrrr binasa. Meski begitu, tetep enjoyable baca ceritanya. Baca sendiri lebih sensasional ketimbang sekadar baca review.    

Selamat membaca George's Marvellous Medicine-nya Roald Dahl dan selamat geregetan bacanya... 


Aku baca ini buat memenuhi tantangan:
- 2023 Goodreads Reading Challenge
- Babat Timbunan 2023 Joglosemar
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- Tantangan Membaca BBBBC
- Books in English Reading Challenge 


Stay healthy, love you both, always! xoxo








  

Terusin baca - [2023: Book 16] George's Marvellous Medicine - Roald Dahl

5 Jun 2023

[2023: Book 9] A Place Called Perfect - Helena Duggan

 


Judul: A Place Called Perfect 
Penulis: Helena Duggan 
Penerjemah: Nadya Andwiani 
Penyunting: Aprillia WIrahma 
Desainer: Alif Mustofa 
Cetakan pertama, 2020
Diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Sastra
Jumlah halaman: 352 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 623-04-0200-5
Dibaca: 22 Januari 2023 - 12 Februari 2023
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Drama, Family, Adventure, Young Adult Fantasy
Status: Pinjam punya Budhe Truly Rudiono 


Violet baru saja pindah ke kota baru yang bernama Perfect. Sama seperti namanya, kota ini terlihat sempurna, kecuali satu hal, semua penduduknya menjadi buta tidak lama setelah tiba di kota ini dan membutuhkan kacamata khusus untuk dapat melihat lagi. Saat ia menggunakan kacamata atau melepaskan kacamata keadaan sangat berbeda. Ia mencoba beberapa kali dan bergidik. Ia tidak menyukai kota yang membuatnya buta, adanya jam malam, suara aneh yang terdengar setiap malam, ibunya mulai bertingkah aneh sejak pindah ke kota ini, dan yang jelas ia tidak menyukai Archer bersaudara.  

Ketika ia bertemu Boy, ia menyadari bahwa ayahnya bukan satu-satunya orang yang menghilang dan rahasia Archer bersaudara mulai terungkap.

Halo, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Pernah, nggak, kalian bayangin kalo di dunia tempat kalian tinggal segala sesuatunya itu sempurna dan tampak indah? Nggak ada debu, kursi rusak, warna cat rumah selalu keliatan baru... Tapi semua itu hanya terlihat kalo kalian pakai kacamata khusus. Ketika kacamata itu kalian lepaskan, kalian buta. Tidak bisa melihat secara jelas. 

Mungkin awalnya menyenangkan ya, melihat segala yang indah, sempurna, tanpa satu kekurangan pun. Tapi sebagai manusia akan merasakan bahwa kehidupan seperti itu nggak baik-baik saja. Kekurangan dan ketidak sempurnaan itu bagian dari hidup semua orang. Jadi manusia yang berakal pasti akan merasakan bahwa segala yang selalu tampak sempurna itu adalah hal yang tidak lumrah.  


Di malam kedatangannya di kota Perfect, Violet disambut oleh dua bersaudara Archer, yang merupakan pemilik pabrik teh di kota itu. Violet merasakan keanehan pada dua sosok bersaudara itu, selain secara fisik tubuh mereka tidak biasa, sikap mereka berdua juga tidak menyenangkan bagi Violet. 

Mungkin karena pas Violet datang ke kota itu dalam keadaan tidak baik-baik saja (Violet terpaksa ikut pindah ke kota Perfect, karena ayahnya yang ahli mata punya pekerjaan baru di kota itu). Violet benci harus pindah ke tempat baru, yang artinya dia harus meninggalkan teman-temannya, sekolahnya, dan seluruh kehidupan lamanya yang menurutnya menyenangkan. 

Ketika terbangun dari tidurnya, di hari pertama Violet berada di kota Perfect, dia merasakan keanehan. Matanya tiba-tiba buram dan tidak bisa melihat dengan jelas. Dia mencari-cari kacamatanya sendiri yang biasa digunakannya nggak ketemu. Dan ketika dia menggunakan kacamata yang tersedia di meja dekat tempat tidurnya, barulah dia bisa melihat dengan jelas dan berbeda.

Saat menjalani kehidupannya di kota Perfect, keluarganya berubah menjadi tidak seperti biasa. Perubahan paling kentara adalah perubahan sikap ibu. Ibu tidak lagi menjadi ibu yang Violet kenal. Ayahnya jadi jarang pulang cepat. Intinya, keluarga Violet berubah total sebelum semua menyadarinya.

Adalah seorang anak lelaki, Boy, berasal dari kota Buangan, yang selalu menyelinap masuk ke dalam kota Perfect. Dia termasuk buronan para penjaga kota Perfect. Boy percaya, Violet akan membantunya mengubah keadaan, menyadarkan semua warga kota Perfect bahwa mereka sedang hidup dalam suatu pengendalian. Terlebih lagi, Violet merasakan keanehan pada ketidakhadiran ayahnya selama beberapa waktu. 

Setelah Boy dan Violet mulai saling mengenal, terlebih karena kebutuhan mendesak Violet untuk mengetahui keberadaan ayahnya, mereka pun mulai menyusun rencana. Violet tidak punya pilihan selain memercayai Boy yang kebetulan tahu di mana ayah Violet berada. Selain mereka berdua, ada orang dewasa lain yang terlibat. Orang dewasa yang termasuk orang buangan, yang tidak lain masih Archer Bersaudara.


Mengikuti petualangan Violet dan Boy terbilang menegangkan. Namun mengingat karakternya adalah bocah SD, rasanya level menegangkannya bertambah. Terlebih untuk Violet yang terbiasa berada dalam pelukan keluarga hangat, kali ini terpaksa harus bertaruh nyawa untuk menemukan dan menyelamatkan ayahnya sendiri dengan seluruh ketakutan dan jauh dari rasa nyaman yang selama ini dia dapatkan. Oke, dia memang tidak sendirian, melainkan berjuang bersama anak-anak dari kota Terbuang yang tidak dia kenal. Tapi semua itu baru baginya. Jadi jelas, semua ini menambah tingkat ketegangan saat ikut menyaksikan petualangan Violet.


Aku suka cara Helena Duggan mengeksekusi idenya dengan rapi, hampir tanpa cela. Banyak petunjuk mengarah ke pemecahan misteri, membuat kita yang membacanya dapat menebak semua kepingan puzzle yang tersebar di beberapa bab terakhir. In the end, untuk pembaca muda ketika tebakannya sesuai dengan akhir dari ceritanya, hal ini menyenangkan. Karena it was be lyke, "hei, tebakanku bener, kan..." 

Versi terjemahan yang kubaca mudah untuk dinikmati, meski kadang aku merasa harus membandingkannya dengan buku versi asli. Aku memiliki kekhawatiran pemangkasan beberapa hal yang mungkin dianggap nggak perlu karena memang aku menemukan banyak pengulangan fakta untuk memperjelas petunjuk. Tapi sudahlah, toh, akhirnya kelar juga bacanya. 

A Place Called Perfect adalah buku pertama dari serial Perfect yang sekarang sudah ada buku ketiganya. Setelah pinjam dari Bude Truly, aku jadi merasa harus punya sebagai koleksi, sebab menurutku, kalian perlu baca buku bagus ini. Tentu artinya aku harus koleksi buku ini. Tadinya aku memang mau beli, tapi Budhe Truly bilang, coba baca punyaku dulu aja, biar nggak menyesal beli. It looks like aku nggak akan nyesel belinya nanti, karena buku ini bagus dan worth to collect. 

I enjoyed reading it a lot, meski disela baca yang lain yang ternyata ga kelar juga. Sometimes I need to be sick to finish a whole book in a day or two. But I don't wanna get sick everyday. That's why I work out daily, to get me always in good shape.

Do I recommend it to you? Yep, I do. Pesan moral utama dari cerita ini adalah: hidup itu sangat bermakna kalo kita punya imajinasi. Ketika imajinasi kita ditutup, dimatikan, dihentikan, hidup kita akan kosong dan tidak bermakna lagi. Beruntunglah kita yang bisa berimajinasi dan tetap berimajinasi. Keep on imagining! Because imagination makes our life worths more...  

Baca ini buat berpartisipasi di:
- Goodreads Challenge 2023
- Abroad and Beyond Reading Challenge 
- Joglosemar Babat Timbunan 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023



See you on my other post, stay healthy, both of you! xoxo,

 
Terusin baca - [2023: Book 9] A Place Called Perfect - Helena Duggan

2 Jun 2023

[2023: Book 8] Delicious Days with Martha vol 1 - Jing Takao

 


Judul: Delicious Days with Martha vol 1 
Author: Jing Takao
Alih bahasa: She
Editor: Vonny
Desain sampul: Nurdjito T
Cetakan pertama, 2014
Diterbitkan oleh PT Elex Media Computindo
Jumlah halaman: 136 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 979-27-4907-0
Genre: Fiction, Manga, Young Adult, Portugal Literature, Asian Literature, Japanese Literature, Komik, Asia, Komik Remaja
Status: Lungsuran dari Tante Echan


 Martha berasal dari Portugal. 
Gadis bokek namun hobi makan. 
Sendirian menikmati hidup sekalipun uang pas-pasan dan tinggal di apartemen bobrok yang berumur 70 tahunan.
Mulai dari menikmati segarnya jeruk musim panas, gurihnya nasi goreng dengan minyak ayam, lezatnya charsew teh hitam, enaknya kue tart dari pinggiran roti tawar, dan lain-lain.
Martha membuktikan bahwa sekalipun bokek, dia tetap bisa makan enak.


Halo, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Review kali ini sayangnya nggak bisa buat ikut Babat Timbunan 2023, karena walau ini buku lama, termasuk buku baru. Eh, gimana...

Aku baru terima buku ini di tahun 2023, lungsuran dari Tante Echan. Jadi terhitungnya buku baru, kan, karena baru diperoleh. Walau sebenernya ini buku yang udah lama banget usianya. 

Aku tertarik baca ini karena bahas makanan. Umumnya, manga yang bahas makanan disertai resep membuatnya atau tips-tips tertentu untuk menikmatinya. Intinya, manga yang cerita tentang makanan pasti kepake banget ilmunya.


Jani begidi...

Karakter utama manga ini adalah Martha, gadis Portugal yang baru menyelesaikan kuliah Magisternya di Jepang. Dia ingin menikmati hidup lebih lama di Jepang, karena menurutnya, Jepang nggak hanya indah alamnya, tapi juga makanannya enak!

Volume 1 dibuka dengan cerita pengiriman paket dari Portugal, yang baunya agak tidak menyenangkan menurut kurir paketnya. Dia sempat membatin, apakah paket yang dibawanya adalah tulang belulang manusia T___T

Untuk orang Jepang yang tidak terbiasa dengan aroma ekstrim, tentu kiriman paket yang aromanya agak menyengat ini mengganggu. Isi paket itu adalah ikan kod yang diawetkan dengan garam dan dijemur. Di Indonesia, ini mungkin yang disebut dengan ikan asin, kali, ya. Dalam Bahasa Portugal, ikan yang diawetkan dengan cara seperti ini disebut "bacalhau".

Martha menyuguhkan tips mengolah bacalhau dengan memadukannya bersama rebusan kentang yang dihaluskan terlebih dulu sehingga menjadi kroket bacalhau, di antara 300 cara mengolah bacalhau.  

Makanan lain yang dibahas di sini antara lain crab dip (celupan krim yang terbuat dari krim asam dan udang karang yang dipancing Martha dari sungai dekat apartemennya) untuk makan kraker, charsew (daging babi) yang dimasak dengan teh hitam, selai jeruk yang dibuat dari kulit jeruk, Bellini (cocktail buah persik) ala Roberto Capa, kare tanpa daging, pepes ikan, xiaolongbao, oil sardine, tart dari pinggiran roti, dan soppa aletenjana (sup telur ala Portugal).

Tidak hanya membahas resep, tapi di beberapa bagian ada yang diceritakan cara makannya aja atau how to get it in Japan.


Selain bahas makanan, Martha kasih kita tips untuk bisa tidur nyenyak lewat lavender. Caranya semprotkan lavender dengan air, terus tutup dengan saputangan dan jemur sampai air di lavender meresap ke sapu tangan dan kering. Letakkan di dekat kita saat tidur. Yah, dijamin bablas tidurnya.

Kemudian ada tips membuat minyak ayam, yang bisa kita gunakan untuk minyak tumisan. Soal ini sih emang udah sering aku praktikkan, meski awal dapat ilmunya bukan dari cerita Martha.  


Sekarang aku mau bahas soal visualisasi makanannya, ya... Ini poin penting, soalnya kan keutamaan dari serial ini adalah "makanan".

Secara grafis, visualisasi makanannya menurutku kurang menggugah selera, kalo aku harus "membandingkan"nya dengan grafik visualisasi makanan di Miiko atau Yotsuba! Meski sederhana, visualisasi makanan secara grafis di Miiko dan Yotsuba! cukup mengundang lapar, karena "ngeblend" dengan karakternya.

Buatku, grafis makanannya kurang menonjol dibandingkan grafis Martha-nya sendiri. Semua detail grafis terekspos di Martha.  

Ketersampaian penggambaran "nikmatnya makanan yang dinikmati" Martha dibantu oleh deskripsi dan ekspresi Martha saat menikmati makanannya, bukan murni hasil visualisasi lewat grafisnya. Yang memperparah dari visualisasi makanan ini adalah adanya tampilan foto makanan yang sayangnya buram, jadi makin tidak menggugah selera. Mestinya digambar aja, karena foto buram nggak membantu pembaca membayangkan makanannya. Atau bisa jadi il-feel gara-gara lihat foto makanannya yang nggak menarik. 



All in all, serial ini menarik. Sayangnya aku nggak punya lengkap secara berurut. Tante Echan cuma punya empat volume dan nggak berurut juga. Alhamdulillaah. Info dan tips di serial Martha berguna banget, semacam lyfe hacks di saat sedang bokek, walau mungkin nggak semuanya bisa plek kita tiru, contohnya kayak mengolah charsew (daging babi) atau cocktail karena bahan makanannya bukan yang edible buat kita yang beragama Islam. Tapi kurasa masih bisa diganti dengan bahan lain yang edible buat kita. Karena di dunia ini masih ada sangat banyak bahan makanan yang bisa kita makan di luar bahan makanan yang dinyatakan haram. YGY?

Baca ini buat cicil beresin: 
- Goodreads Challenge 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023




Sehat-sehat kalian, ya... Sampai ketemu di posting berikutnya... xoxo...




 




Terusin baca - [2023: Book 8] Delicious Days with Martha vol 1 - Jing Takao

27 Jan 2023

[2023 ~ Book 3] Eternity's Wheels - Neil Gaiman, Michael Reaves, Mallory Reaves

 


Judul: Eternity's Wheel  
Penulis: Neil Gaiman, Michael Reaves, & Mallory Reaves
Cetakan pertama, 2016
Diterbitkan oleh HarperCollins Children's Books
Jumlah halaman: 288 hlm; 20 cm
ISBN: 978-0-00-752348-1
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Science Fiction, Young Adult Fantasy, Time Travel, Adventure, Middle Grade, War 
Status: Beli di Big Bad Wolf Tokped 


JOEY HARKER IS A LEADER.

With peacekeeping agency, InterWorld, trapped by HEX enemies, Joey is the only one left. But he refuses to give up. How can he, when all the worlds are depending on him to keep the peace between the rival forces of magic and science?

As the threat of FrostNight - the ultimate battle - looms ever closer, Joey seeks out more of his fellow Walkers across the Altiverse, training them as fast as he can. Joey never wanted to be in charge. But now he's the one that everyone is looking to, and he'll have to step up if he has any hope of saving InterWorld, the Multiverse, and everything in between... 


Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Aku senang bisa ketemu Joey Harker lagi walau dia tidak dalam keadaan sehat wal afiat di pembuka buku ketiga ini. Di Eternity's Wheel ini dia pada akhirnya kembali ke Bumi tempat dia tinggal, tapi dia nggak bisa pulang ke rumahnya, karena keadaannya sangat tidak baik dan dia juga nggak mau keliatan lagi ada dalam keadaan sepayah itu di hadapan kedua orang tuanya. Iga patah, luka bakar di mana-mana... Nggak ada orang tua yang sanggup lihat anak kayak begini. Jadinya dia masuk ke rumah Mr. Dimas, salah satu gurunya yang percaya tentang adanya Altiverse ini.

Selama beberapa hari Joey dirawat di rumah Mr. Dimas sampai dia pulih. Tapi belum juga pulih banget, Joey memutuskan pergi dari rumah Mr. Dimas dan mulai mencari another version of him juga Walking. Alasan lain dia nggak bisa berlama-lama di rumah Mr. Dimas karena nggak aman bagi Mr. Dimas kalo orang-orang HEX dan Binary tahu keberadaan Joey. Mereka nggak akan segan-segan menghancurkan orang-orang penting dalam hidup Joey Harker. 

Another version of Joseph Parker yang pertama kali ditemukannya adalah Josephine. Ya tentu saja, Josephine nggak percaya sama Joey pas mereka ketemu pertama kalinya. Tapi akhirnya memang Josephine-lah yang bantu Joey sampai akhir. Dia juga bantu rekrut Joey-Joey lain dari berbagai versi Bumi. 

Yang bikin tenang lagi menyaksikan petualangan menegangkan Joey melawan HEX dan Binary ini adalah kemunculan kembalinya Hue. Kalo ada Hue, aku tenang banget, meski yah, lagi-lagi Joey tertangkap dan jadi tawanan HEX dan Binary yang ternyata sekongkolan. Mereka sama-sama bikin FrostNight dengan manfaatin ekstrak jiwa J/O yang udah ditawan duluan sama mereka. 

Di mata Joey, J/O udah mati. Tapi sebenernya ga mati, karena oleh HEX dan Binary jiwa J/O dipake untuk FrostNight yang akan melahap Bumi dalam semua versi. 

Dengan kemunculan rekrutan-rekrutan baru untuk membantu Joey, sadar atau nggak, membuat Joey jadi leader karena tinggal dia yang tersisa sebagai senior. Pelan-pelan mereka mengaktifkan lagi InterWorld dan mulai berperang melawan HEX dan Binary. 

Daaan... Acacia is back! Masih hidup! Kali ini bahkan Joey ketemu semua anggota Time Agent termasuk keluarga Acacia. Yah, sama kayak Joey, Acacia nggak baik-baik aja, tapi berangsur pulih, karena dibawa balik ke markas. Dia berhasil ditemukan kakaknya, itu sebabnya kenapa dia ga bisa ditemukan Joey. 


Sisa ceritanya sih ya gitu, deh. Tetep penuh cerita menegangkan yang rasanya bikin urat-urat tegang terus. Kali ini juga tetep dengan lelehan air mata karena ada banyak mengenang mereka yang udah gugur. Rasanya nggak ikhlas pas menyadari mereka nggak akan lagi berjuang dengan Joey. Begitu juga dengan rasa teriris-iris sama sedihnya momen kangen Joey sama mamanya. Satu-satunya benda yang selalu ada sama Joey dan bikin dia merasakan kehadiran mamanya cuma kalung buatan mamanya. Duh, mrebes mili banget pas baca bagian ini... Mamanya juga mungkin udah ikhlas sama kepergian Joey, ya...


Perasaanku gimana ya, sama akhir dari trilogi InterWorld ini... dibilang menggantung nggak, setengah bahagia, tapi kalo boleh berharap, aku ga pengen lagi jadi saksi pertempuran mereka, deh.. walau di akhir buku ini dibilangin mereka akan tetep merekrut Walkers dari dimensi lain dan bersiap melindungi Altiverse dari tangan-tangan pihak yang akan merusak. Aku nggak tega sama penderitaan Joey... Cuma yaaaah... kalo ada lanjutan kisah Joseph Harker, mungkin aku tetep akan baca... karena biar gimanapun, aku akan selalu ada di pihak Joey Harker... Iya, sesayang itu aku sama Joseph Harker. Tapi kalo ada kelanjutannya, bukan trilogi lagi dong ya... 

Eh, aku belum pernah nulis tentang Interworld atau Silver Dream di blog ini, ya? Saking lamanya aku cuekin blog ini! Eh, bahkan di Goodreads aku ga cerita juga ding. Untuk bisa ceritain keduanya, aku harus baca ulang dulu. Najunghe, aku akan ceritain di blog ini biar kalian kebayang. Tapi saranku sih, kalian baca aja, deh! Biar tahu alasan kenapa aku sangat sayang sama Joey Harker... 


Oke, karena aku harus nulis review berikutnya, juga harus terus baca dan nonton dan kerja dan main game, aku sudahi dulu ngoceh di sini. 


Buku ini dibaca untuk memenuhi tantangan baca:
- Goodreads Challenge 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023
- Books In English Reading Challenge 2023


Sampai ketemu di posting berikutnya, ya... Love you both, xoxo 💋 

  

Terusin baca - [2023 ~ Book 3] Eternity's Wheels - Neil Gaiman, Michael Reaves, Mallory Reaves