31 Agt 2012

To Kill A Mockingbird



Judul: To Kill A Mockingbird (Novel tentang Kasih Sayang dan Prasangka)
Penulis: Harper Lee
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penyunting: Berliani Mantili Nugrahani
Proofreader: Emi Kusmiati
Edisi Baru, Cetakan II, Juni 2008
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita
Desain sampul: Windu Tampan
Jumlah halaman: 540 hlm; 20.5 cm
ISBN: 978-979-3269-87-8
Novel
Status: pinjem ama sepupu :D
5/5
Recommended!

Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang kulit hitam. Ketika Atticus membela seorang yang dianggap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih.

Dikisahkan dari sudut pandang gadis delapan tahun warga Maycomb, Alabama, novel ini akan menunjukkan bahwa sebuah prasangka sering kali membutakan manusia. Dan sebuah keadilan hanya dapat dilahirkan dari rasa cinta yang tak membedakan apa pun latar belakang seseorang. Harper Lee telah berhasil menyuguhkan sebuah novel menawan yang amat berkesan dan tak lekang oleh zaman. (dari cover belakang)


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Apa kabar? Eh, Bunda nulis ini setelah nulis tentang Mudik walau belum banyak. Nanti nulis lagi. Kalo kejar tayang tuh, segala jadi ga teratur. Haha. Badan masih ringsek gara-gara sakit. Tapi nggak nyalahin mudiknya. Bunda suka sekali mudik :D

Nah. Akhirnya Bunda berhasil menyelesaikan tantangan yang satu ini. Setelah pusing milih buku selama berhari-hari dan malah balik baca Perahu Kertas gara-gara abis nonton filmnya. Nah, waktu mudik kemarin, Bunda kayak disodorin disuruh baca buku ini. Buku itu tampil dengan manis di meja rumah Mbah di Semarang. Buku kepunyaan om Anan. Langsung aja Bunda tembak om Anan buat pinjem. Hehe.

Tante Ally yang suka buku ini dari dulu menyarankan buat baca. Atticus adalah papa favorit tante Ally. Iya, tante Ally suka banget dengan tokoh-tokoh ayah yang menyenangkan.

Buku ini bercerita tentang dua bersaudara Jem dan Scout Finch yang memulai petualangannya sewaktu musim panas. Di sekitar mereka, ada tetangga yang nggak pernah keluar rumah, namanya Boo Radley. Kenapa nggak pernah keluar rumah? Jem dan Scout nggak pernah tahu. Namun, keponakan Miss Rachel yang datang sewaktu liburan musim panas, Dill, membuat mereka jadi suka mancing-mancing Boo untuk keluar dari rumahnya. Banyak cerita menyeramkan yang beredar tentang Boo Radley, sehingga dibutuhkan nyali yang besar sekali untuk Jem, Scout atau Dill bisa menyentuh rumah keluarga Radley.

Ibu Jem dan Scout sudah lama meninggal. Mereka berdua diurus oleh Calpurnia. Jem sangat melindungi Scout. Oya, Scout ini perempuan. Namanya adalah Jean Louise Finch. Meski Scout perempuan, tapi dia paling gampang panasan dan suka sekali berkelahi untuk menyelesaikan masalahnya. 

Baik Jem maupun Scout adalah anak-anak yang pintar. Mereka suka membaca. Bahkan untuk Scout yang baru mulai sekolah, dia sudah pandai membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini membuatnya sulit di sekolah, karena gurunya tidak suka murid yang sudah pintar duluan sebelum dia membuatnya pintar. Jadilah, Scout menyalahkan Calpurnia juga Atticus karena sudah membuatnya pintar.

Cerita ini mengambil setting waktu di mana rasis masih menjalar luas. Kemungkinan masih ada perbudakan juga. Jadi, orang kulit hitam selalu dianggap jelek oleh orang kulit putih. Dianggap bodoh. Nggak punya kesamaan hak. Nggak boleh pintar. Dianggap berpenyakit, hanya karena mereka berkulit hitam. Sekalinya orang kulit hitam membuat masalah dengan orang kulit putih, duh. Udah, deh. Segala upaya "hukum" ditegakkan.

Padahal, seperti yang kakak Ilman dan adik Zidan tahu, derajat semua manusia di mata Allah itu sama. Yang membedakan hanyalah akhlaq dan keimanannya saja. Mau kulit putih, kek, mau kulit hitam, kek, mau kulit biru, kek. Sama. Makhluk Allah juga. Kategorinya juga sama: manusia. Diberkahi perasaan dan akal. Sama-sama bisa digunakan.

Meski Jem dan Scout ini anak-anak kulit putih, tapi mereka sayang dengan orang-orang kulit hitam dan marah sewaktu Tom Robinson, orang kulit hitam yang dibela papa mereka di pengadilan karena suatu fitnah, dianggap bersalah. Padahal Tom nggak bersalah. Cuma karena Bob Ewell, orang kulit putih yang walau dianggap sampah, karena termasuk orang kulit putih, jadi dianggap benar. Walau dia bersalah. Menyedihkan, ya?

Atticus adalah ayah yang menyenangkan. Dia juga termasuk ayah yang adil dan bisa membuat Jem bertanggung jawab untuk melindungi adiknya. Atticus juga ayah yang bisa membuat anak-anaknya merasa nyaman. 

Ada satu percakapan yang Bunda suka, yang keluar dari Atticus:

"Sifat Scout yang gampang marah tidak akan hilang. Dia harus belajar menjaga perilakunya dan harus segera, dengan apa yang akan terjadi padanya beberapa bulan ke depan. Tapi dia sudah lebih baik. Jem semakin dewasa dan Scout meneladaninya. Yang dia butuhkan hanyalah bantuan, sekali-sekali."

"Atticus, kau belum pernah memukulnya."

"Aku mengakui itu. Sejauh ini aku berhasil hanya dengan mengancamnya. Jack, dia mematuhiku sebaik yang dia bisa. Kadang-kadang dia memang bandel, tetapi dia mencoba."

"Itu bukan jawabannya," kata Paman Jack.

"Tidak, jawabannya adalah dia tahu aku tahu dia mencoba. Itulah yang membedakan."

Setiap anak pasti punya kekeras kepalaan masing-masing. Seandainya semua orangtua belajar untuk berusaha memahami anaknya dan anaknya juga berusaha memahami orangtuanya, pasti ada kesepakatan. Nggak mungkin buntu terus. Ini yang ingin Bunda coba praktikkan di rumah bersama kalian. Semoga kita bisa saling mencoba untuk mengendalikan diri, sehingga nggak perlu ada ancaman atau teriakan. Terkadang, kita ingin mencoba melanggar justru karena kita dilarang. Bener, nggak?

Eh, ngomong-ngomong, kenapa judulnya "To Kill A Mockingbird", ya?

Jadi, ada percakapan antara Atticus dengan Scout, di mana katanya membunuh burung mockingbird itu dosa. Sebab, mockingbird adalah burung yang indah dan bersuara indah. Burung mockingbird suka sekali menyanyi dan menirukan suara-suara serangga. Jadi, membunuh burung tak berdosa itu, ya dosa.



Lalu, kenapa ngambil judul ini? Ada di bagian akhir yang dijelaskan. Kalo Bunda tulis di sini, namanya spoiler. Jadi Bunda nggak akan tulis. Yang pasti kalian harus baca. It's recommended!

Gimana dengan covernya? Bunda suka! Bunda suka desain cover versi terjemahan ini. Wajah Scout yang ada di cover buku sesuai dengan karakter Scout sendiri dalam bayangan Bunda.

Lalu, bagaimana dengan terjemahannya? Hmm... nggak tahu kenapa, Bunda ngerasa ada beberapa hal yang nggak dapat feel-nya ketimbang Bunda baca versi aslinya. Bunda kebetulan punya e-booknya, jadi agak bisa membandingkan. Tapi berhubung waktu Bunda mepet, Bunda jadi nggak bisa menuliskan di sini di mana letak perbandingannya. Yang pasti, sih, Bunda coba nikmati aja dua-duanya. Tapi nggak usah khawatir. Bisa dinikmati, kok. Buktinya Bunda kasih 5 untuk Harper Lee.

Lalu, terbuktikah ini termasuk 1001 books you must read before you die? Bunda bisa bilang, iya!

5 komentar:

  1. aku juga suka banget buku ini mb, bener-bener keren, sangat suka sama Atticus :)

    BalasHapus
  2. masuk daftar timbunan :D sepertinya selalu menunggu saat yang tepat buat baca ...

    BalasHapus
  3. kerrenn... coverku lain bunda! (lho kok aq manggil bunda juga), lebih imut cz kemasan saku :)
    wah harus segera dibaca nih, cz aq pgen jd ayah yg baik kyak Atticus kelak.. hehe

    BalasHapus
  4. Karena temanya juga humanis dan mengangkat rasisme kali ya Bun, jadi masuk 1001 Books You Must Read Before Die

    BalasHapus
  5. sayang, aku nggak bisa menikmati buku ini, mungkin suatu saat pas baca ulang (kalau ada waktunya sih)

    BalasHapus

tirimikisih udah ninggalin komen di sini... *\(^0^)/*