Tampilkan postingan dengan label BBI2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBI2012. Tampilkan semua postingan

31 Des 2012

[Review Bareng BBI] The Time Keeper - Sang Penjaga Waktu




Judul buku: The Timekeeper - Sang Penjaga Waktu
Penulis: Mitch Albom
Alih bahasa: Tanti Lesmana
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama Oktober 2012
Jumlah halaman: 312 halaman; 20 cm
ISBN: 978-979-22-8977-0
Fabel Fantasi
Status: Punya. Beli sendiri di Rumah Buku Bandung
Harga: IDR 50,000 (diskon 15%)



Dari penulis yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia dengan buku-bukunya, Tuesdays with Morrie dan The Five People You Meet in Heaven, kini hadir novel barunya, The Time Keeper - fabel tentang manusia pertama yang menghitung waktu di bumi. Orang yang kelak menjadi sang Penjaga Waktu.
Dialah pencipta jam pertama di dunia. Dia dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabad-abad dan dipaksa mendengarkan suara orang-orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Lalu dia kembali ke dunia kita, dengan membawa jam pasir ajaib dan sebuah misi: menebus kesalahannya dengan mempertemukan dua manusia di bumi, untuk mengajarkan makna waktu pada mereka. (dari cover belakang buku).
Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Pertama kalinya dalam hidup Bunda, Bunda baca buku gres yang baru keluar dari penerbit :D
Lihat aja, terbitan Oktober 2012, dibaca Desember 2012, itu pun karena ada momen baca bareng sama teman-teman BBI. Hahaha...
Biasanya, kan, Bunda beli buku yang justru udah lama banget terbit. Atau, kalo pun masih baru terus dibeli, diendapin dulu lamaaaa banget.

Dan buku ini termasuk cepat kelar juga bacanya. Bunda sempat pesimis, sih. Takut nggak sampai dua hari dari pertama kali buka plastiknya. Ternyata memang benar. Lebih dari dua hari Bunda baru bisa selesaikan baca. Padahal, menurut tante Melisa, dia cuma baca tiga jam aja. Well, Bunda belum pernah punya waktu sampai benar-benar tiga jam hanya untuk membaca buku. Pastinya cuma tahan satu jam paling lama, itu pun di angkot, karena kalo lagi nggak di angkot, pastinya banyaaaak banget aktivitas yang bakalan Bunda lakukan.

Meski makan waktu empat hari, mungkin kalo setiap menitnya Bunda hitung, sebetulnya hanya sekitar 3-4 jam aja bacanya. Yah, diselingi sambil ngerjain kerjaan kantor, paper quilling, cuci setrika, ngurusin kalian berdua, ngobrol sama papa, belum lagi sempet mogok gara-gara terserang pening sangat parah kapan itu, ples main game.... jadi aja "makan waktu" empat hari. Hahaha. Akhirnya, Bunda nggak jadi baca buku bergenre GLBT seperti yang direncanakan semula, deh. Hiks...

Bunda sangat suka baca buku ini. Kenapa? Buku ini asik, keren, dan...
Pokoknya Bunda suka!

The Timekeeper bercerita tentang seorang Dor yang hidup di masa ribuan tahun yang lalu, ketika peradaban belum semodern sekarang. Sejak kecil, Dor bersahabat dengan Alli, juga Nim. Sejak kecil, Dor suka berlari-lari di bukit bersama Alli dan berbeda dengan anak-anak yang lain, Dor suka mengamati gerakan air, pasir, tongkat-tongkat yang kelak menjadikannya seorang pencipta pengukur waktu.
Pada masa dewasa, Dor menikah dengan Alli, sementara Nim menjadi raja yang kaya raya. Kehidupan Dor dan Alli tidaklah mewah, malah sangat kekurangan. Nim pernah menawarkan Dor untuk ikut dengannya, tapi Dor menolaknya dan membuat Dor dan Alli terusir, terpisah dari anak-anaknya.
Suatu ketika, Alli sakit parah dan membuat Dor ingin menghentikan penderitaan Alli. Dor berlari lalu menghancurkan menara sangat tinggi yang sedang dibangun oleh budak-budak Nim dan dari situ segalanya berubah. Dor terperangkap ke dalam sebuah gua dan hidup abadi selama ribuan tahun kemudian.

Dor terpenjara di sebuah gua selama ribuan tahun. Anehnya, dia tidak berubah menjadi tua. Di dalam gua itu, dia mendengarkan berbagai suara, yang semuanya berhubungan dengan waktu.
Dor akan kembali pada kehidupannya semula, jika dia sudah menemukan dua orang yang saling "berhubungan".

Ada dua tokoh utama lain di sini. Bunda akan ceritakan satu-satu, ya...

Sarah Lemon.
Gadis kelas tiga SMA yang sangat cerdas, namun bertubuh gemuk dan tidak terlalu cantik, bekerja sambilan di tempat penampungan. Dia termasuk kutu buku yang nggak begitu gaul dengan teman-temannya. Dunianya berubah ketika dia bertemu dengan Ethan di tempat penampungan itu. Ethan sering mengirimkan bahan makanan untuk tempat penampungan.
Sarah menyukainya, Ethan juga memanggilnya Lemon-ade. Ketika pertama kalinya Sarah mengajaknya kencan, Ethan tiba-tiba membatalkannya. Ketika akhirnya mereka "berkencan" betulan, Sarah mengira Ethan menginginkan dirinya. Sewaktu tahu bahwa Ethan telah mempermalukannya di sebuah jejaring sosial, Sarah memutuskan untuk bunuh diri.

Victor DelamonteSeorang lelaki pebisnis kaya raya, yang sudah berusia 80-an dan sakit-sakitan, tidak ingin meninggal. Dia ingin hidup abadi. Maka, ketika dia akhirnya menemukan teknologi krionika yang katanya akan membuatnya hidup abadi, dia memutuskan untuk menghentikan berbagai pengobatannya supaya dia bisa diawetkan dan dibangkitkan lagi ketika obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakitnya sudah ditemukan. Dia akan melanjutkan hidupnya sebagai pebisnis kaya raya.
Namun, dia menyembunyikan semuanya dari istrinya, Grace, yang sangat mencintainya.

Sarah dan Victor dipertemukan oleh Dor pada momen tahun baru, ketika Sarah bunuh diri dan Victor menuju laboratorium tempat dia akan diawetkan sementara itu.

Endingnya sih bisa ditebak, kok, kayak gimana.

Bunda suka cara Mitch Albom bercerita di sini. Bagaimana kita sebagai pembaca hanyut dalam perenungan-perenungan yang dalam tentang waktu.

Di situ, Dor bilang, bahwa ketika dia mendapatkan keabadian, dia justru nggak mendapatkan apa-apa. Dia merasa hampa dan itu bukan kebahagiaan.
Setiap orang berusaha berefisiensi terhadap waktu supaya bisa melakukan hal yang lainnya dalam waktu yang sama, tapi mereka tidak menikmatinya. Semakin orang meminta waktu lebih banyak, justru semakin tidak menikmatinya.

Dipikir-pikir bener juga, ya. Kita selalu dikejar waktu, takut terlambat, takut ketinggalan, lalu kita nggak bisa menikmati waktu yang berjalan. Waktu terasa berlalu begitu cepat.

Bunda jadi ingat obrolan Bunda dengan Mbah Nata beberapa waktu yang lalu, sewaktu Bunda dan Mbah Nata sama-sama nggak libur di hari kejepit nasional menjelang libur Natal kemarin.
Mbah Nata bilang, "Orang-orang sekarang berpikir terbalik. Di hari Senin sampai Jumat, mereka mikirin rencana hari Sabtu. Sewaktu datang hari Sabtu, mereka malah memikirkan apa yang akan mereka kerjakan hari Senin."

Setiap hari Jumat, baik di Facebook maupun di Twitter, Bunda pasti nemu orang menulis, "TGIF". Thanks God, It's Friday. Kenapa? Dengan bertemu hari Jumat, maka sehari kemudian akan bertemu dengan hari Sabtu. Di mana Sabtu dan Minggu adalah hari libur bagi orang-orang yang sehari-harinya kudu berangkat kerja di kantor.

Entah kenapa, buat Bunda semua hari itu sama menyenangkannya. Memang, hari Sabtu, Minggu atau hari libur lainnya, waktu Bunda dengan Kakak Ilman, Adik Zidan, dan papa jadi lebih banyak karena Bunda nggak harus pergi ke kantor. Tapi bukan berarti bahwa Bunda nggak suka hari Senin sampai Jumat, lho.
Bunda selalu menikmati hari-hari yang Bunda lewati, dan Bunda selalu ingin, setiap hari ada satu momen menyenangkan yang bisa Bunda syukuri.

Setelah membaca buku ini, Bunda semakin ingin menikmati setiap detik yang dianugerahkan kepada Bunda. Detik-detik kencan Bunda bersama Allah. Sama papa. Sama Kakak Ilman dan Adik Zidan. Sama buku-buku. Sama makanan. Sama cucian. Sama game yang Bunda mainkan. Sama semua pekerjaan yang menjadi tugas Bunda. Sama teman-teman Bunda. Dan masih banyak lagi.
Akhirnya, satu kalimat yang selalu keluar menjelang tidur: Alhamdulillaah. Terima kasih, ya, Allah, untuk setiap detik yang diberikan kepada Bunda.

Oke, kalo dari sisi ceritanya di buku ini, Bunda sangat menikmatinya.
Terus, baca buku ini nggak capek karena efek setiap bab yang ditulis sedikit-sedikit. Baru aja buka halaman keempat, eh, ternyata udah selesai bab itu. Jadi, bacanya bikin semangat karena nggak panjang dan melelahkan. Keren juga triknya, nih.

Kalo soal terjemahannya... Bunda baik-baik aja, kok. Lumayan enak dan mengalir. Typo ada, sih, tapi nggak banyak sampai bikin ilfeel.

Cover!
Meski covernya beda sama novel bahasa aslinya, cover yang ini Bunda suka juga. Elegan dan tampak keren. Mencerminkan isi bukunya, deh. Hehe. Maklum, Bunda termasuk aliran "judge the book by the cover" :D

Bunda akan tutup postingan terakhir di tahun 2012 ini dengan harapan semoga di tahun 2013 nanti, Bunda lebih konsisten ngisi blognya. Kalo bisa, setiap abis baca, ada waktu buat mereview biar bisa lebih fokus dan masih segar dalam ingatan.
Target bacaan juga akan Bunda perbaiki. Pokoknya, berharap kehidupan lebih baik di tahun 2013.

Ini kalimat di buku yang bikin Bunda nyaris menangis.
"Ada sebabnya mengapa Tuhan membatasi hari-hari kita."
"Mengapa?"
"Supaya setiap hari itu berharga."
Yuk! Yang masih nggak menikmati hari-hari atau masih bilang "today is not my day", kita ubah cara berpikir kita. Setiap hari itu diciptakan Tuhan berharga, lho!
Terusin baca - [Review Bareng BBI] The Time Keeper - Sang Penjaga Waktu

27 Des 2012

[BBI Secret Santa 2012] Riddle dari Santa Rahasia

pinjem dari blog tante Oky

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Bunda pengen cerita, kalo tahun ini Bunda ikut permainan yang diadain teman-teman BBI di setiap akhir tahun. Nama permainannya adalah: Secret Santa. Sebetulnya, permainan ini sudah dilakukan tahun lalu. Cuma, Bunda kan baru ikutan BBI tahun ini... jadi, yaaa... Bunda baru ikutan sekarang...

Apa, sih, Secret Santa itu?

Jadi ceritanya begini...
Setelah Bunda daftar buat ikutan permainan ini, nama Bunda diundi. Bunda secara otomatis jadi Secret Santa sekaligus jadi si X (penerima hadiah dari Secret Santa).

Tugas Bunda sebagai Secret Santa adalah:
1. Beliin buku yang dipengenin si X
2. Bikin riddle atau teka-teki tentang Bunda yang nanti harus ditebak si X
3. Kirim buku beserta riddle-nya ke alamat yang sudah dicantumkan si X di notes data-data anggota BBI.

Ya tentu saja, yang boleh ikutan Secret Santa kali ini ya cuma anggota BBI, dong... Kan emang acaranya anak BBI. Hehe...

Wah.. karena ini pengalaman pertama Bunda, Bunda bener-bener degdegan, deh...
Soalnya gini, pertama, Bunda takut banget kalo si X nanti nggak berkenan sama apa yang Bunda belikan. Kedua, gimana kalo ternyata kadonya nggak sampai? Ketiga, kalo ternyata si X nggak bisa nebak siapa Bunda, gimana? Padahal, Bunda nggak pengeeeen banget yang namanya mengecewakan orang lain...

Untuk itu, yang Bunda lakukan sebagai Secret Santa adalah...
1. Setelah dikasih tahu siapa X Bunda, Bunda langsung cari informasi tentangnya. Terutama tentang buku yang dimaunya. Alhamdulillaah... ternyata X Bunda ini baik banget. Dia bikin rak khusus bernama "dear-SS". Jadi, Bunda tinggal lihat aja judul buku yang dia mau di rak itu. Hampir tiap hari Bunda lihatin...
2. Bunda catat di kertas sesuai urutan dia maunya gimana. Misalnya, urutan teratas itu buku berjudul A, maka di catatan Bunda, bunda jadikan buku di urutan teratas itu sebagai prioritas utama. Harus mengupayakan ketemu dulu si buku berjudul A itu. Kalo ternyata nggak ketemu, baru, deh, lihat ke buku berikutnya... Teruuuus aja, sampai nomor terakhir di rak "dear-SS" itu.
3. Karena kesibukan Bunda dan cuaca yang selalu hujan belakangan ini, ternyata akses Bunda buat main ke toko buku jadi terbatas banget. Apalagi minggu-minggu ini, Bunda lagi banyak deadline, meeting juga kerjaan mendadak. Pas udah mepet waktunya pengiriman, Bunda akhirnya mabur sebentar ke toko buku terdekat kantor Bunda, buat mencarikan buku yang dipengenin banget sama si X Bunda itu.
Sayangnya, buku urutan teratasnya lagi kosong stoknya. Maaf, ya, X... Tapi Bunda lihat, ada nomer tiga dan nomer empat dari daftar yang dipengeninnya (kalo nggak salah) yang tersedia. Waktu Bunda ambil dua-duanya, ternyata Bunda harus memilih salah satu. Kenapa? Soalnya, range harga bukunya cuma boleh IDR 40,000 - 80,000 aja. Nah, kalo keduanya Bunda ambil, jumlahnya jadi sekitar IDR 120,000. Nggak boleh itu. Lagi pula, ongkos kirimnya kan belum diperhitungkan. Bisa-bisa seharga buku juga kalo terlalu berat, kan... Jadi aja, Bunda pilih salah satu. Yang penting, buku yang akan Bunda kirim itu ada di rak "dear-SS" milik si X Bunda.

Oya, ini pengakuan salah Bunda. Bunda benar-benar abai sama si X Bunda ini. Maaf, ya... Bunda nggak sempat cari kertas kado. Jadi aja, ngebungkusnya ngasal dan nggak kayak kado. Huhuhuhu... Riddlenya juga nggak istimewa. Beneran, deh, kerjaan yang lagi Bunda kerjain ini bikin rencana-rencana Bunda agak berantakan. Huhuhu. Seharusnya Bunda nggak menunda-nunda apa yang sebelumnya bisa Bunda kerjakan. Mungkin si X Bunda akan lebih senang...
Semoga, di tahun berikutnya, Bunda nggak abai lagi. Bunda lebih siap jadi Secret Santa. Ganbarimasu!

4. Baru, deh, Bunda kirim tuh kado. Sebenernya, Bunda degdegan, deh.. Sampai hari ini, Bunda nggak tahu apakah kadonya sudah sampai atau belum. Karena... sepertinya si X lagi liburan dalam rangka natalan dan tahun baruan... Hiks... Jadi makin degdegan, nih, Bunda... :(
Semoga sudah ada di tangan si X, yaaa.. Mohon doanya...

Dari tadi, Bunda cerita tentang proses Bunda sebagai si Secret Santa. Terus, apa persiapan Bunda sebagai si X?
Supaya Bunda nggak mengecewakan Sang Secret Santa, Bunda juga menyiapkan rak khusus di Goodreads, yang Bunda kasih nama "dear-SS" juga. Jadi, dari semua timbunan buku yang ada di rak "wish-list", Bunda sortir lagi khusus untuk dilihat sama Sang Secret Santa, supaya lebih mengerucut dan lebih "mudah" mencarinya. Sebab, bakalan pusing dianya, kalo lihat dari rak "wish-list" itu. Makanya, Bunda buatin rak khusus, supaya nggak terlalu pusing.

Setelah ikut deg-degan bareng teman-teman Bunda yang lain, karena kado dari Santa belum datang juga, eh, tahu-tahu ada kiriman. Pas Bunda lihat sampulnya, loh? Kok ada namanya? Kok bukan Santa? Ahahaha... ternyata, kiriman buku legendaris punya tante dokter Dewi A.S yang emang diedarin buat dipinjamkan. Hihihi...

Baru, deh, dua apa tiga hari berikutnya, Bunda dapat kado dari Santa. Yay! Senang, dong!

Terus, pas Bunda buka... Bunda tertegun... :D
Tertegunnya karena Bunda dapat buku yang nggak dimasukkan ke rak khusus "dear-SS" itu. Cuma, bukunya memang ada, sih, di rak "wish-list". Bunda jadi kasihan sama Secret Santa Bunda... kayaknya dia pusing milihin buku yang tepat buat Bunda, karena dia harus memilih satu di antara sekian banyak buku yang ada di rak "wish-list". Padahal, udah Bunda buatin rak khusus supaya Santa nggak bingung...

Tapi ya sudahlah. Nggak apa-apa. Namanya juga permainan... Mungkin, Santa Bunda ini nyentrik. Lebih suka mencari jarum di antara jerami. Yang jelas, Bunda emang belum punya bukunya, kok. Dan pengen punya. Untung aja, sewaktu main ke Rumah Buku, Bunda belum beli bukunya. Phew! :D

Nah... sekarang waktunya Bunda pamerin, riddle-nya. Karena tujuan posting blog sekarang adalah: pamer riddle yang Bunda terima.

Satu...



Dua....



Tigaaaa....




Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....

riddle dari Secret Santa
Isi riddlenya sederhana banget, kok...
Dear Mba Peni,
Happy Reading
dari Santa
"Si Bintang yang berkacamata dan penikmat kisah fantasi"

Nah, lho! Siapa, ya? Sekilas mudah banget. Tapi, karena Bunda belum sempat jalan-jalan ke sana kemari, Bunda belum bisa nebak siapa sang Secret Santa. Semua yang Bunda curigai karena berkacamata, belum tentu penikmat kisah fantasi. Hahaha... Dan satu lagi. Banyak yang di fotonya nggak berkacamata, ternyata mereka pakai kacamata! Doh!

Kira-kira, ada yang mau bisikin Bunda, nggak, ya... siapakah gerangan Secret Santa ini? Sekilas mudah. Tapi menurut Bunda ini agak tricky... :D

Oya, terima kasih, ya, Santa. Terima kasih udah ngubek-ubek rak "wish-list". Padahal, udah Bunda buatin rak khusus supaya mata Santa nggak jereng, karena harus cari yang paling spesial menurut Santa dari sekian banyak buku itu.... Kasian, kan, matanya yang udah harus dipasangin kacamata. Hehehe... Terima kasih. Semoga ketebak siapa engkau... :D
Terusin baca - [BBI Secret Santa 2012] Riddle dari Santa Rahasia

28 Nov 2012

[posting bareng] Petualangan Tintin - Negeri Emas Hitam


Judul: Petualangan Tintin - Negeri Emas Hitam (Pays de l'or noir)
Penulis: Herge
Penerbit: Indira
Tahun terbit: 1979
Paperback
Jumlah halaman: 62 halaman


Experts are confused by a series of spontaneous car engine explosions, apparently caused by tampered fuel supplies. Political tensions heighten, leading the world to the brink of war, and Captain Haddock is mobilised in anticipation of an outbreak of hostilities. Following different leads, Tintin and Thomson and Thompson set off for Khemed (a fictional country in the Middle East) on board a petrol tanker. Upon arrival, the three are framed and arrested by the authorities under various charges. The Thompsons are cleared and released, but Tintin is kidnapped by Arab insurgents (In the original version of the story he initially arrived in the port of Haifa in British Palestine and was first kidnapped by members of the Irgun, before being subsequently abducted by Arabs.

In the course of his adventures, Tintin re-encounters an old enemy, Dr. J.W. Müller whom he sees sabotaging an oil pipeline. He reunites with the Thompsons and eventually arrives in Wadesdah, the capital of Khemed, where he comes across his old friend, the Portuguese merchant Senhor Oliveira da Figueira. When the local Emir Ben Kalish Ezab's young son, Prince Abdullah, is kidnapped, Tintin suspects that Müller, who is masquerading as an archaeologist under the name of Professor Smith is responsible. He pursues Müller in hopes of rescuing the prince and in the process discovers the doctor to be the agent of a foreign power responsible for the tampering of the fuel supplies.
(dari Goodreads)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Duh! Bunda nyaris kelupaan kalo hari ini harusnya posting bareng Petualangan Tintin! Bunda terlalu fokus sama daftar mau menghabiskan buku apa aja, supaya target #60bukudi2012 tercapai. Asik baca, sampai lupa buat bikin review. Numpuk, deh! 

Sebenernya sih, lagi rajin ngisi blog curhat juga, sih. Tumben aja, gitu... 

Bunda emang kepingin bisa rajin baca dan bikin review. Karena review itu bisa melatih ketangkasan Bunda dalam menulis juga melakukan riset kecil sebelum menulis. #songong

Berhubung ini postingan mepet, mungkin Bunda nggak akan melakukan riset dulu. Tapi kalo udah ada kesempatan, Bunda update lagi, supaya nanti kelak, pas Kakak Ilman dan Adik Zidan baca, sudah lengkap dengan riset. Halah! Riset apaan, coba?

Jadi, Petualangan Tintin di Negeri Emas Hitam tuh awalnya cerita tentang bahan bakar yang kena sabotase. Banyak terjadi ledakan-ledakan di mesin mobil yang baru saja diisi bensin. Salah satu korbannya adalah si kembar Thomson dan Thompson. Mobil mereka yang baru saja diisi bensin, tiba-tiba meledak ketika baru juga jalan beberapa meter. Ditambah pas salah satu dari si kembar ini menyulutkan api ke cerutu mereka... Bum! Cerutunya ikutan meledak.

Awalnya, si kembar ini menyalahkan perusahaan bengkel yang menyabotase. Karena, dengan banyaknya mobil yang rusak, tentu pendapatan perusahaan bengkel meningkat, kan? Masuk akal, sih... 
Tintin, si wartawan muda yang selalu penasaran, suatu ketika nggak sengaja melihat ada orang yang tingkah lakunya mencurigakan dan mulai membuntutinya. Pada saat itu, si Snowy sempat diculik karena kedapatan mengikuti orang yang mencurigakan. Tapi berkat kelihaian Snowy saat membebaskan diri, penculiknya ini justru jadi hilang ingatan. Hahaha...

Ya begitu, deh. Akhirnya, Tintin pergi ke negara Arab, buat cari tahu sumber sabotasenya. Termasuk mengungkap siapa pelakunya. Selama di sini juga, Tintin ikut membantu mencari anak raja yang hilang. Anak raja ini ampun, deh! Kelakuannya! Super jahil! Tapi, berkat bantuan si Kembang Gula Raja ini, Tintin berhasil menangkap pelaku sabotase ini.

Fun factor yang ada di komik ini, di antaranya...
#1 Thomson dan Thompson yang terjebak di gurun pasir. Waktu mereka menjalankan mobilnya, mereka menemukan jejak ban. Senang sekali mereka, berarti belum lama ada mobil yang melewati mereka. Terus aja ngikutin jejak ban itu sampai mereka menemukan ada banyaaaaak banget jejak ban. Jadi, sebenernya, mereka muter-muter aja. Nggak maju-maju. Dan jejak ban itu adalah jejak ban mereka sendiri. Hahaha.

#2 Penyamaran Tintin yang ketahuan gara-gara bubuk bersin yang disebarkan si anak raja yang diculik oleh pelaku sabotase minyak. Lucu aja, cara ketahuannya yang nggak banget, gegara bersin :D

#3 Thomson dan Thompson yang mendadak menemukan aspirin di gurun pasir tepat di saat kepala mereka sangat sakit akibat berputar-putar di tengah gurun pasir dan terkena badai pasir juga sengatan matahari di gurun yang teramat panas. Ternyata, aspirin itu buatan si penyabotase minyak yang sebetulnya bukan aspirin sungguhan. Akibatnya, si kembar ini berubah wujud. Wajah mereka ditumbuhi rambut dengan amat cepat dan harus dilarikan ke rumah sakit karena tubuh mereka pun membiru.

#4 Orang Arab memaki-maki dan di balon katanya pake huruf Arab. Cuma ini ga bisa Bunda bilang fun juga, sih. Meski Bunda nggak begitu paham artinya apa (habis tulisannya Arab gundul), Snowy bilang ke Tintin, jangan didengarkan, meski mereka berbicara bahasa Arab. Kalo emang ini makian, Bunda agak gimana gitu, ya... soalnya ada lafazh Allah di balon katanya itu. Jadi, rasanya ga mungkin ini memaki. Tapi, bisa jadi, Snowy kan ga ngerti bahasa Arab, jadi ga kenal sama yang namanya "Allah", kali, ya. Hehehe...

Segitu dulu, deh, review dari Bunda. Sebetulnya, Bunda suka petualangan Tintin. Tapi, kalo boleh Bunda mengakui, ini baru pertama kalinya Bunda serius baca Tintin dan mengikuti petualangannya. Dulu Bunda nggak terlalu suka komik, sih... Ternyata, meski halamannya cuma sedikit, Tintin sangat menghibur dan Bunda suka cara berpikir Tintin juga cara berpikir pengarangnya. Nggak dibuat bertele-tele meski konfliknya ada banyak.

Bunda rasa... 4 bintang sudah oke...
Terusin baca - [posting bareng] Petualangan Tintin - Negeri Emas Hitam

30 Okt 2012

[bukan review buku] [Posting Bareng BBI] Bunda dan BBI



Halo, kakak Ilman dan Adik Zidan...

Ada momen posting bareng, nih, dari BBI grup di pesbuk. Yang postingin event posting barengnya ini tante Ren. Dalam rangka Hari Blogger Nasional, tanggal 27 Oktober lalu, ada event posting bareng di blog buku kami. Temanya seputar sejarah jadi anggota BBI. Hihihi...

Okay, here the story goes...

Bunda punya blog ini udah lumayan lama. Februari 2010, kalo nggak salah. Tapi dulu sih, sama sekali nggak kepikiran buat pamer berapa banyak buku yang udah dibaca. Itu bisa di Goodreads, kok. Hihi. Di sana kan emang tempatnya pamer baca buku apa aja. Karena di sana jejaring sosial khusus tentang buku. Di blog ini, Bunda cuma pengen punya catatan aja tentang buku yang Bunda baca. Lagian, emang Bunda kan demen aja bikin blog baru. #melipir

Lalu, Bunda pernah lihat di Goodreads, Rahib *yang emang udah jadi kontak Bunda di sana*, sering update tentang BBI. Lalu, Bunda tanya tante Ally. Ternyata, memang ada komunitas Blogger Buku Indonesia. Bunda gengsi aja nanya sama tante Ally, syarat dan lain-lainnya untuk jadi anggota BBI. Hihi. Kenapa?

Pertama, minder. Buku Bunda belum banyak. Jadi, kayaknya belum layak lah buat dimasukin ke jajaran BBI begitu. #tahudiri
Kedua, kalo jalan-jalan ke blog yang masuk dalam agregator BBI itu, wedew! Hebat-hebat reviewnya! Udah, deh, Bunda mah ngeblengsep aja. Masuk kolong! Hahahaha. Lalu, tante Ally seperti mengendus maksud Bunda nanya-nanya begitu. Tapi, Bunda tetep ga minta dimasukin. Tahu diri, laaah... XD
Ketiga, Bunda juga jarang update. Kadang ga tau harus ngisi apa di blog buku itu. Kok, kayaknya ga sebagus punya orang-orang aja gitu....

Sampai suatu ketika, Bunda udah ngerasa pede buat jadi member BBI. Bunda kepikir buat minta didaftarin oleh tante Ally. Bunda pengen juga jadi bagian dari BBI itu. Kayaknya keren, ya. Tapi baru itu aja yang terlintas: kayaknya keren, ya.

Nah, sebelum minta didaftarin itu, setiap Bunda buka Dashboard blog, kok kayak ada overview dari bookbloggerindonesia.blogspot.com? Aneh aja... apakah blog Bunda sudah masuk ke agregator BBI? Nah, berhubung Bunda masih ga percaya diri, Bunda bilang ke tante Ally, minta didaftarin buat jadi anggota BBI. Lalu?

Ternyata, Bunda memang sudah terdaftar jadi anggota BBI yang ke-77! WOW! Jadi, selama ini, blog Bunda yang ini memang sudah masuk ke agregator BBI! *salto* *bilang WOW lagi*



Setelah tahu kalo Bunda adalah member BBI, Bunda pun mulai follow twit BBI di @BBI2011. Bunda juga dimasukin jadi anggota BBI di facebook oleh tante Ally. Nah, yang kerasa banget tuh, setelah berada di grup BBI di facebook. Mulai ada interaksi antar member. Dan di Goodreads juga satu persatu Bunda mulai temenan sama temen-temen BBI. Belum semua, sih.

Ternyata, grup BBI itu seru banget! Ada banyak bahan diskusi. Dari sini juga solidaritas mulai terbentuk. Kayak ngebelain salah satu temen kita, yang reviewnya diserang orang. Lalu, kegiatannya sendiri juga seru. Mulai dari giveaway, baca bareng, posting bareng, kopdar, book swap, sampai... acara nitip beli buku! Untuk yang terakhir ini, Bunda ada kisah sendiri.

Ceritanya, Bunda baru aja temenan sama tante Ren. Bisa dibilang, masih bisa dihitung sama jari lah, jumlah harinya. Lalu, suatu ketika, Bunda emang tahu bahwa Penerbit Matahati ngadain bazaar buat ngabisin stok buku, karena penerbit tersebut mau tutup. Buku-buku terbitan Penerbit Matahati yang bagus-bagus itu dibanderol sangat murah. Sayangnya, hanya diadakan di kantor Matahati. Di Jakarta. Bunda jelas ga mungkin ke Jakarta. Pernah, sih, minta tolong pakde Iwan. Tapi mengingat skedul beliau yang sering ke luar kota, kayaknya ga mungkin bisa dititipi.

Lalu, suatu ketika, Bunda lembur di hari Sabtu. Sebelum mulai taping, Bunda buka pesbuk dan di nyuspid ada status tante Ren yang mau pergi ke bazaar Matahati. Sebelumnya, di Goodreads, tante Ren udah woro-woro dan Bunda udah bilang mau titip. Tapi ya itu, karena Goodreads sering eror di sini, Bunda ga tahu apakah tante Ren ngebalas atau nggak permintaan Bunda. Lagian, Bunda kan belum kenal banget sama tante Ren. Tahu diri lah, kalo seandainya beliau berkeberatan beliin Bunda buku-buku Matahati. Belum kenal, kan...

Nah, Bunda nyamber tuh, di status tante Ren di pesbuk. Bunda sebutin judul buku yang Bunda butuhin. Ga banyak, sih. Sekitar 4-5 buku lah. Masih beradab. Kenapa Bunda bilang masih beradab? Nanti Bunda ceritain.

Ternyata! Dengan kebaikan tante Ren yang bahkan belum kenal Bunda, tante Ren mau ngebeliin buku-buku yang Bunda titip bahkan ngirim ke Bandung sebelum Bunda transfer uangnya! Waduh! Baek banget, ya! Nggak lama setelah tahu rinciannya, Bunda langsung transfer ke tante Ren, ongkir dan ganti beli bukunya.

Lalu, beberapa waktu kemudian, om Dion woro-woro kalo dia nemu buku Rahasia Meede di Gramedia Yogya dengan harga sekian aja. Lagi obral. Berhubung Bunda penasaran dan pengen baca, Bunda titip beli. Ceritanya sama dengan tante Ren, langsung dikirim oleh om Dion.

Nah, masih dengan om Dion. Baru aja hari Senin kemarin, 29 Oktober 2012. Ceritanya, Bunda denger kalo di Togamas Yogya, buku Jonathan Strange dan Mister Norell diobral jadi 60rb aja. Kebetulan, meski udah lewat banget, Kubugil kan ada event baca bareng yang pengen Bunda tuntaskan. Jadi, pas denger diobral begitu, Bunda langsung kepikiran buat titip ke om Dion! Ya! Karena Bunda ingetnya om Dion! Om Dion lokasinya di Yogyes sana.

Bunda langsung kirim private message di pesbuk. Bunda sih udah pasrah aja. Kalo om Dion telat baca atau nggak bisa ke TM ya gapapa. Om Dion emang ga bisa mampir ke TM karena lokasinya jauuuuh banget dari TM. Ya nggak apa-apa, sih. Eh, ternyata, om Dion minta tolong sama tante Desty yang notabene deket kost-nya dengan TM Yogya! Dan udah dibeliin! Haduh! Bunda sampe nangis saking terharunya. Segini baeknya temen-temen di BBI. Dan Bunda juga harus sama baeknya dengan mereka. Bahkan harus lebih baik dari mereka. Terharu banget punya temen-temen sebaik mereka dan merasa BANGGA jadi BAGIAN DARI BBI.

Oya. Bunda mau cerita soal pesen buku yang masih beradab tadi ke tante Ren atau om Dion. Soalnya, karena ternyata ada banyak buku bagus Matahati yang Bunda belum punya, Bunda jadi titip sama tante Echan dan tante Rain. Yang ternyata.... butuh 81.500 IDR sendiri buat ongkos kirimnya, Jakarta ke Bandung. Entah berapa kilo itu. Yang jelas berat! Dan Bunda langsung merasa bersalah karena titip beli. Tapi sekaligus terharu. Semoga, semua yang udah Bunda titipin belanja buku selalu mendapat kebaikan di dalam hidupnya. Selalu dilindungi Allah dan selalu mendapat rahmat dariNYA. Aamiin.

Bunda juga ikut grup whatsapp BBI. Seru! Rame terus! Ada aja yang dibahas. Ga melulu buku, kok. Kadang bahas kerupuk juga. Hihihi... Oya, doakan, ya. BBI berencana mau bikin website sendiri. Mudah-mudahan lancar rencananya dan semua tetap kompak. Melihat semangatnya sih, Bunda yakin dan optimis bakalan terwujud dengan segera.

Berkat ikut BBI, Bunda jadi termotivasi buat banyak hal. Sekarang Bunda lagi mulai nulis fanfic. Bunda juga jadi rajin ikutan giveaway, karena sepertinya memang begini nasib jadi member BBI. Fakir giveaway, anggota ordo buntelan dan penimbun buku. Khusus untuk Bunda, sepertinya Bunda sudah bertransformasi jadi penimbun buku garis keras. Bwahahahaha...

Baru-baru ini Bunda menang giveaway yang diadain oleh tante Melisa dan tante Ren. Dalam sehari, Bunda menang di dua tempat! Senang? Tentu saja!

Omong-omong, kalo soal fakir giveaway, sih, dari sebelum jadi member BBI juga Bunda emang udah doyan ikutan giveaway. Dulu, waktu pertama kali aktif di dunia digital scrapbook. Tiap ada giveaway, pasti aja ikutan. Lumayan, sih, kalo dapet kit. Harganya kan sekitar 6-15 dular satu kit itu... Lah, kok, jadi OOT. Mungkin, memang mau menegaskan, kalo Bunda emang demen yang gratisan. Namanya juga mama murahan. Doyan diskonan apalagi gratisan. Maklum. Mahmud asad yang modis. Mamah muda anak sudah dua yang modal diskonan. *tolong jangan salah artikan dengan murahan ini, ya :D*

Nah, event terdekat BBI tahun ini adalah Secret Santa. Sejenis permainan yang nantinya melibatkan dua orang, yang satu jadi santa *ngasih hadiah* dan yang satunya jadi yang nerima hadiah. Jadi, si calon penerima hadiah bikin daftar keinginan buku apa yang dia pengen punya, lalu nanti dikirimi buku oleh Santa yang dijodohin sama adminnya. Bagusnya event ini apa? Jadi saling mengenal satu sama lain dan lebih akrab. Itu namanya memperpanjang silaturahiim. Bagus, kan? 

Satu harapan Bunda. Semoga komunitas BBI ini terus ada sepanjang masa dan makin kuat juga makin kompak. Meski anggota bertambah, semoga nggak didominasi oleh kepentingan satu orang atau satu kelompok tertentu. Selalu tetap terbuka menerima kritik dan makin bersaudara. Aamiin.
Terusin baca - [bukan review buku] [Posting Bareng BBI] Bunda dan BBI

4 Sep 2012

Gone With The Wind Read Along 2012



Halo, kakak Ilman dan Adik Zidan...
pertama kali Bunda dengar judul ini waktu SMP kelas dua apa tiga gitu. Ada film serial Gone With The Wind tayang di televisi. Sahabat Bunda ketiganya nonton semua, kecuali Bunda. Kenapa? Karena umur Bunda belum 17 tahun, jadi sama Yangti, Bunda dilarang nonton film ini. Pecah bulu nanti, gitu kata Yangti. Hihi...

Katanya, ceritanya bagus. Nah, terus Bunda bertekad, suatu saat nanti, kalo sudah lebih dari 17 tahun, Bunda mau cari filmnya dan nonton. Eh, ternyata, Bunda sudah melupakannya sama sekali. Mwahahaha.

Nah, kebetulan, tante Fanda ngadain acara Gone With The Wind Read Along 2012 di blognya. Mulai dari 1 September sampai 7 Nopember 2012. Hmm.. Bunda pikir, kenapa nggak ikut coba aja?

Sebenernya satu masalah muncul: Bunda ga punya bukunya. Tapi kemudian, tante Maria nawarin, kalo mau beli buku titip lewat beliau, cincay lah. Jadi, sebelum lebaran lalu, Bunda sudah terima bukunya. 

Masya Allah! Bukunya! Tebal banget! Bukan tipe buku yang bakalan Bunda bawa naik angkot ini mah! *tepok muka*

Lalu, apakah Bunda tetep mau ikutan? Yah, kalo nggak dicoba, kenapa nggak? Tebal halaman 1124 *edisi terjemahan, terbitan Gramedia*. Mungkinkah? Nggak tahu juga sih. Tapi kalo nggak dicoba ya kita nggak pernah tahu. Kadang keajaiban bisa muncul kok. Hahaha... Kenapa Bunda berharap ada keajaiban, ya? Well, Bunda cukup tahu diri lah, punya ukuran sendiri untuk membaca. 

Oke, semoga Bunda sukses bersama orang-orang yang mendaftar jadi peserta Gone With The Wind Read Along 2012, ya. Tunggu laporannya nanti... ;)
Terusin baca - Gone With The Wind Read Along 2012

31 Agu 2012

To Kill A Mockingbird



Judul: To Kill A Mockingbird (Novel tentang Kasih Sayang dan Prasangka)
Penulis: Harper Lee
Penerjemah: Femmy Syahrani
Penyunting: Berliani Mantili Nugrahani
Proofreader: Emi Kusmiati
Edisi Baru, Cetakan II, Juni 2008
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita
Desain sampul: Windu Tampan
Jumlah halaman: 540 hlm; 20.5 cm
ISBN: 978-979-3269-87-8
Novel
Status: pinjem ama sepupu :D
5/5
Recommended!

Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang kulit hitam. Ketika Atticus membela seorang yang dianggap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih.

Dikisahkan dari sudut pandang gadis delapan tahun warga Maycomb, Alabama, novel ini akan menunjukkan bahwa sebuah prasangka sering kali membutakan manusia. Dan sebuah keadilan hanya dapat dilahirkan dari rasa cinta yang tak membedakan apa pun latar belakang seseorang. Harper Lee telah berhasil menyuguhkan sebuah novel menawan yang amat berkesan dan tak lekang oleh zaman. (dari cover belakang)


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Apa kabar? Eh, Bunda nulis ini setelah nulis tentang Mudik walau belum banyak. Nanti nulis lagi. Kalo kejar tayang tuh, segala jadi ga teratur. Haha. Badan masih ringsek gara-gara sakit. Tapi nggak nyalahin mudiknya. Bunda suka sekali mudik :D

Nah. Akhirnya Bunda berhasil menyelesaikan tantangan yang satu ini. Setelah pusing milih buku selama berhari-hari dan malah balik baca Perahu Kertas gara-gara abis nonton filmnya. Nah, waktu mudik kemarin, Bunda kayak disodorin disuruh baca buku ini. Buku itu tampil dengan manis di meja rumah Mbah di Semarang. Buku kepunyaan om Anan. Langsung aja Bunda tembak om Anan buat pinjem. Hehe.

Tante Ally yang suka buku ini dari dulu menyarankan buat baca. Atticus adalah papa favorit tante Ally. Iya, tante Ally suka banget dengan tokoh-tokoh ayah yang menyenangkan.

Buku ini bercerita tentang dua bersaudara Jem dan Scout Finch yang memulai petualangannya sewaktu musim panas. Di sekitar mereka, ada tetangga yang nggak pernah keluar rumah, namanya Boo Radley. Kenapa nggak pernah keluar rumah? Jem dan Scout nggak pernah tahu. Namun, keponakan Miss Rachel yang datang sewaktu liburan musim panas, Dill, membuat mereka jadi suka mancing-mancing Boo untuk keluar dari rumahnya. Banyak cerita menyeramkan yang beredar tentang Boo Radley, sehingga dibutuhkan nyali yang besar sekali untuk Jem, Scout atau Dill bisa menyentuh rumah keluarga Radley.

Ibu Jem dan Scout sudah lama meninggal. Mereka berdua diurus oleh Calpurnia. Jem sangat melindungi Scout. Oya, Scout ini perempuan. Namanya adalah Jean Louise Finch. Meski Scout perempuan, tapi dia paling gampang panasan dan suka sekali berkelahi untuk menyelesaikan masalahnya. 

Baik Jem maupun Scout adalah anak-anak yang pintar. Mereka suka membaca. Bahkan untuk Scout yang baru mulai sekolah, dia sudah pandai membaca, menulis, dan berhitung. Hal ini membuatnya sulit di sekolah, karena gurunya tidak suka murid yang sudah pintar duluan sebelum dia membuatnya pintar. Jadilah, Scout menyalahkan Calpurnia juga Atticus karena sudah membuatnya pintar.

Cerita ini mengambil setting waktu di mana rasis masih menjalar luas. Kemungkinan masih ada perbudakan juga. Jadi, orang kulit hitam selalu dianggap jelek oleh orang kulit putih. Dianggap bodoh. Nggak punya kesamaan hak. Nggak boleh pintar. Dianggap berpenyakit, hanya karena mereka berkulit hitam. Sekalinya orang kulit hitam membuat masalah dengan orang kulit putih, duh. Udah, deh. Segala upaya "hukum" ditegakkan.

Padahal, seperti yang kakak Ilman dan adik Zidan tahu, derajat semua manusia di mata Allah itu sama. Yang membedakan hanyalah akhlaq dan keimanannya saja. Mau kulit putih, kek, mau kulit hitam, kek, mau kulit biru, kek. Sama. Makhluk Allah juga. Kategorinya juga sama: manusia. Diberkahi perasaan dan akal. Sama-sama bisa digunakan.

Meski Jem dan Scout ini anak-anak kulit putih, tapi mereka sayang dengan orang-orang kulit hitam dan marah sewaktu Tom Robinson, orang kulit hitam yang dibela papa mereka di pengadilan karena suatu fitnah, dianggap bersalah. Padahal Tom nggak bersalah. Cuma karena Bob Ewell, orang kulit putih yang walau dianggap sampah, karena termasuk orang kulit putih, jadi dianggap benar. Walau dia bersalah. Menyedihkan, ya?

Atticus adalah ayah yang menyenangkan. Dia juga termasuk ayah yang adil dan bisa membuat Jem bertanggung jawab untuk melindungi adiknya. Atticus juga ayah yang bisa membuat anak-anaknya merasa nyaman. 

Ada satu percakapan yang Bunda suka, yang keluar dari Atticus:

"Sifat Scout yang gampang marah tidak akan hilang. Dia harus belajar menjaga perilakunya dan harus segera, dengan apa yang akan terjadi padanya beberapa bulan ke depan. Tapi dia sudah lebih baik. Jem semakin dewasa dan Scout meneladaninya. Yang dia butuhkan hanyalah bantuan, sekali-sekali."

"Atticus, kau belum pernah memukulnya."

"Aku mengakui itu. Sejauh ini aku berhasil hanya dengan mengancamnya. Jack, dia mematuhiku sebaik yang dia bisa. Kadang-kadang dia memang bandel, tetapi dia mencoba."

"Itu bukan jawabannya," kata Paman Jack.

"Tidak, jawabannya adalah dia tahu aku tahu dia mencoba. Itulah yang membedakan."

Setiap anak pasti punya kekeras kepalaan masing-masing. Seandainya semua orangtua belajar untuk berusaha memahami anaknya dan anaknya juga berusaha memahami orangtuanya, pasti ada kesepakatan. Nggak mungkin buntu terus. Ini yang ingin Bunda coba praktikkan di rumah bersama kalian. Semoga kita bisa saling mencoba untuk mengendalikan diri, sehingga nggak perlu ada ancaman atau teriakan. Terkadang, kita ingin mencoba melanggar justru karena kita dilarang. Bener, nggak?

Eh, ngomong-ngomong, kenapa judulnya "To Kill A Mockingbird", ya?

Jadi, ada percakapan antara Atticus dengan Scout, di mana katanya membunuh burung mockingbird itu dosa. Sebab, mockingbird adalah burung yang indah dan bersuara indah. Burung mockingbird suka sekali menyanyi dan menirukan suara-suara serangga. Jadi, membunuh burung tak berdosa itu, ya dosa.



Lalu, kenapa ngambil judul ini? Ada di bagian akhir yang dijelaskan. Kalo Bunda tulis di sini, namanya spoiler. Jadi Bunda nggak akan tulis. Yang pasti kalian harus baca. It's recommended!

Gimana dengan covernya? Bunda suka! Bunda suka desain cover versi terjemahan ini. Wajah Scout yang ada di cover buku sesuai dengan karakter Scout sendiri dalam bayangan Bunda.

Lalu, bagaimana dengan terjemahannya? Hmm... nggak tahu kenapa, Bunda ngerasa ada beberapa hal yang nggak dapat feel-nya ketimbang Bunda baca versi aslinya. Bunda kebetulan punya e-booknya, jadi agak bisa membandingkan. Tapi berhubung waktu Bunda mepet, Bunda jadi nggak bisa menuliskan di sini di mana letak perbandingannya. Yang pasti, sih, Bunda coba nikmati aja dua-duanya. Tapi nggak usah khawatir. Bisa dinikmati, kok. Buktinya Bunda kasih 5 untuk Harper Lee.

Lalu, terbuktikah ini termasuk 1001 books you must read before you die? Bunda bisa bilang, iya!
Terusin baca - To Kill A Mockingbird