Tampilkan postingan dengan label buku bulan ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku bulan ini. Tampilkan semua postingan

29 Nov 2013

Prey by Michael Crichton (Posting Bareng November BBI, Thriller-Horror)



Judul: MANGSA (PREY)
Penulis: Michael Crichton
Alih bahasa: Hendarto Setiadi
Sampul dikerjakan oleh: Marcel A.W
Diterbitkan pertama kali oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Agustus 2003
ISBN: 979-22-0449-0
Genre: Thriller, Horor, Suspense, Mystery, Science Fiction
Status: Antara punya dengan nggak. Buku ini milik seseorang yang Bunda sandera karena Bunda belum digaji waktu kerja dengan orang tersebut. #eh


Di gurun pasir Nevada, suatu eksperimen berubah menjadi bencana. Sekelompok nanopartikel - robot mikro - lolos dari laboratorium. Robot-robot ini mandiri dan bisa bereproduksi. Mereka juga cerdas dan belajar dari pengalaman. Bisa dibilang, mereka merupakan makhluk hidup.
Kelompok robot ini diprogram sebagai predator. Dengan cepat mereka berevolusi, menjadi makin mematikan dalam hitungan jam.
Semua usaha untuk menghancurkannya gagal.
Sementara waktu terus berjalan.
Dan kitalah mangsanya. 

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Fyuuuh! Bunda ikut Posting Bareng lagi, nih! Kali ini temanya Thriller/Horror! Waduh! Bunda agak anti sebetulnya dengan tema ini. Jadi, terkadang Bunda ga pengen baca yang baru. Makanya, Bunda pilih PREY yang sudah pernah Bunda baca sekitar 10 tahun lalu, karena Bunda udah tahu ceritanya. Hihihi. Minimal, "ketegangan"nya bisa diantisipasi sebelumnya. Eaaaa...

Ternyata cara Bunda berpikir sepuluh tahun lalu dengan hari ini berbeda jauh, ya. Begitu juga cara Bunda membaca buku ini. Jauh berbeda dibanding sepuluh tahun lalu. Dan yang paling penting dari semuanya, ternyata Bunda lupa 90% detailnya. Hahaha.

Oke, ini termasuk buku favorit Bunda yang keren banget. Bunda terkesan dan jatuh cinta pada karya Michael Crichton dimulai dari buku ini. Walau sebelum baca buku ini, film Jurassic Park sudah beredar dan Bunda belum baca bukunya, Bunda jatuh hati pada karya beliau lewat buku ini.

Sinopsis buku ini...

Buku ini bercerita tentang Jack Forman, seorang programmer yang menjadi bapak rumah tangga selama enam bulan setelah dipecat dari tempatnya bekerja karena dianggap membahayakan perusahaan. Sebetulnya, lebih tepatnya, membahayakan kedudukan bos-nya, karena dia tahu rahasia pribadi sang bos. Salah bosnya sendiri, sih, selingkuh ga hati-hati. Transaksi pribadi pake email kantor. Ya kebaca lah, sama Jack Forman ini. Karena semua email yang masuk, bisa dia baca. Hihi.

Sementara Jack Forman jadi bapak rumah tangga yang mengurus rumah dan ketiga anaknya: Nicole, abege berumur 11 tahun; Eric bocah berumur delapan tahun; dan Amanda si bayi yang berusia enam bulan; Julia Forman, istrinya, lebih banyak menghabiskan waktu di tempatnya bekerja. Saat ini, perusahaan tempat Julia bekerja, Xymos, sedang mengembangkan sebuah teknologi yang akan mengubah dunia. Untuk itu, perusahaan ini memerlukan suntikan dana yang sangat besar untuk pengembangan lebih lanjut. Karenanya, Julia jarang pulang di waktu anak-anaknya masih terjaga.

Tidak hanya itu, lama kelamaan sikap Julia pun semakin aneh. Suatu ketika, Amanda tiba-tiba menangis seperti kesakitan tapi tidak ada demam. Ketika dibawa ke rumah sakit oleh Jack, sekujur tubuh Amanda tiba-tiba merah. Dan ketika dicari penyebabnya tidak ketemu, dokter memutuskan melakukan scan MRI yang malah berakibat mesinnya rusak.

Beberapa hari kemudian, tubuh Amanda tiba-tiba berubah warna menjadi ungu. Ketika Jack berada di rumah sakit, ternyata ada beberapa orang yang masuk ke dalam rumah mereka, seperti membersihkan sesuatu. Ini diketahui oleh Eric dan Nicole, tapi Julia tidak bicara apa pun mengenai ini pada Jack. Semakin hari, tingkah Julia semakin aneh dan ini membuat Jack berkesimpulan bahwa Julia, berselingkuh dengan rekan kerjanya, Ricky. Apalagi, ketika Jack kebetulan bertemu dengan Ricky di sebuah supermarket, sikap Ricky begitu aneh. Pun ketika membahas Julia. 

Hingga suatu ketika, Jack bertemu dengan salah satu agen yang membantunya mencarikannya pekerjaan, Jack ditawari kembali ke perusahaannya. Kebetulan, perusahaan tempatnya bekerja telah bekerja sama dengan perusahaan tempat Julia bekerja. Itu sebabnya, kenapa ada Ricky, mantan anak buah Jack, di Xymos. Semula Jack tidak mau. Tapi, Annie, agennya ini, mengingatkan Jack, bahwa programmer nganggur enam bulan itu berarti posisi Jack tidak menguntungkan. Kalo peluang ini ga diambil, dia akan menganggur selamanya.

Ketika akhirnya Jack Forman pergi ke Nevada, tempat pabrik Xymos berada, dia menemukan banyak keanehan. Di antaranya munculnya nanopartikel yang lepas dan menjadi tidak terkendali. Juga segala sesuatu yang ga sinkron. seperti tidak kompaknya kata-kata Ricky dengan kata-kata Mae, ahli biologi mereka atau Chaley, salah satu programmer.

Nah, mulai dari sini berasa aura tegangnya, bagaimana Jack Forman menemukan sarang "makhluk hidup baru" ini, menghadapi mereka dan perasaan mereka ketika rekan kerja mereka ada yang mati dan berkhianat.

Pendapat Bunda

Sepuluh tahun lalu, Bunda terkagum-kagum ketika membaca ini dan memberikan lima bintang untuk buku ini. Karena, meski PREY ini novel, fiksi, Michael Crichton menulis berdasarkan riset, sehingga seluruh alur di sini berasa nyata, membuat kita berpikir bahwa bisa saja ini terjadi. Yeah. Mungkin saja.

Nah, sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk bisa mengubah cara berpikir Bunda. Kali ini Bunda ngasih empat bintang jadinya. Meski belum masuk ke angka ribuan jumlah buku yang Bunda baca, beberapa buku yang Bunda baca telah mengubah cara Bunda berpikir. Termasuk cara mengapresiasi apa yang Bunda baca.

Dulu mungkin, karya yang katanya cemen, tetap akan Bunda bilang bagus. Sekarang, Bunda sudah punya banyak pembanding. Atau, sekarang, Bunda sudah punya cara pandang yang baru, sehingga bisa melihat mana yang efisien atau nggak, mana yang terlalu bertele-tele di dalam sebuah cerita.
Iya, kurang lebih seperti itu.

Memang ada bagian-bagian yang tidak tertebak, tapi lebih banyak bagian-bagian yang mudah ditebak, cuma pembaca tetep digiring supaya ga tahu. Padahal kebaca jelas, kok, bisa ditebak. Untuk bagian-bagian yang ga tertebak, Bunda acungi jempol. Keren!

Lalu, apa yang membuat Bunda terpaksa menurunkan rate dari lima ke empat? Di bagian ending atau penutupnya, dibuat kesimpulan yang sebetulnya sudah bisa ditebak oleh pembaca sejak pertengahan jalan cerita. Semua "teka-teki" sudah bisa dirangkai sendiri oleh pembaca. Nah, sebetulnya, oke-oke aja, sih, bikin kesimpulan. Tapi sepertinya memang harus dengan cara lain yang tidak terduga. Terus terang, endingnya sih udah ketebak kayak gimana. Dan ini bukan karena Bunda udah pernah baca, ya. Jujurly, Bunda udah lupa sama sekali ending ceritanya gimana. Horornya di sebelah mana. De-el-el. Jadi, anggap aja Bunda baru baca.

Untuk semua ketegangan dan jalan cerita, tetap saja, Michael Crichton jagoan Bunda. Empat bintang, layak, lah :D

Oya, ini tentang penulisnya:

Michael Crichton (1942–2008) was one of the most successful novelists of his generation, admired for his meticulous scientific research and fast-paced narrative. He graduated summa cum laude and earned his MD from Harvard Medical School in 1969. His first novel, Odds On (1966), was written under the pseudonym John Lange and was followed by seven more Lange novels. He also wrote as Michael Douglas and Jeffery Hudson. His novel A Case of Need won the Edgar Award in 1969. Popular throughout the world, he has sold more than 200 million books. His novels have been translated into thirty-eight languages, and thirteen have been made into films.



Cheers! Love you both! xoxo
Terusin baca - Prey by Michael Crichton (Posting Bareng November BBI, Thriller-Horror)

31 Des 2012

[Review Bareng BBI] The Time Keeper - Sang Penjaga Waktu




Judul buku: The Timekeeper - Sang Penjaga Waktu
Penulis: Mitch Albom
Alih bahasa: Tanti Lesmana
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama Oktober 2012
Jumlah halaman: 312 halaman; 20 cm
ISBN: 978-979-22-8977-0
Fabel Fantasi
Status: Punya. Beli sendiri di Rumah Buku Bandung
Harga: IDR 50,000 (diskon 15%)



Dari penulis yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia dengan buku-bukunya, Tuesdays with Morrie dan The Five People You Meet in Heaven, kini hadir novel barunya, The Time Keeper - fabel tentang manusia pertama yang menghitung waktu di bumi. Orang yang kelak menjadi sang Penjaga Waktu.
Dialah pencipta jam pertama di dunia. Dia dihukum karena mencoba mengukur anugerah terbesar dari Tuhan, diasingkan ke dalam gua hingga berabad-abad dan dipaksa mendengarkan suara orang-orang yang minta diberi lebih banyak waktu. Lalu dia kembali ke dunia kita, dengan membawa jam pasir ajaib dan sebuah misi: menebus kesalahannya dengan mempertemukan dua manusia di bumi, untuk mengajarkan makna waktu pada mereka. (dari cover belakang buku).
Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Pertama kalinya dalam hidup Bunda, Bunda baca buku gres yang baru keluar dari penerbit :D
Lihat aja, terbitan Oktober 2012, dibaca Desember 2012, itu pun karena ada momen baca bareng sama teman-teman BBI. Hahaha...
Biasanya, kan, Bunda beli buku yang justru udah lama banget terbit. Atau, kalo pun masih baru terus dibeli, diendapin dulu lamaaaa banget.

Dan buku ini termasuk cepat kelar juga bacanya. Bunda sempat pesimis, sih. Takut nggak sampai dua hari dari pertama kali buka plastiknya. Ternyata memang benar. Lebih dari dua hari Bunda baru bisa selesaikan baca. Padahal, menurut tante Melisa, dia cuma baca tiga jam aja. Well, Bunda belum pernah punya waktu sampai benar-benar tiga jam hanya untuk membaca buku. Pastinya cuma tahan satu jam paling lama, itu pun di angkot, karena kalo lagi nggak di angkot, pastinya banyaaaak banget aktivitas yang bakalan Bunda lakukan.

Meski makan waktu empat hari, mungkin kalo setiap menitnya Bunda hitung, sebetulnya hanya sekitar 3-4 jam aja bacanya. Yah, diselingi sambil ngerjain kerjaan kantor, paper quilling, cuci setrika, ngurusin kalian berdua, ngobrol sama papa, belum lagi sempet mogok gara-gara terserang pening sangat parah kapan itu, ples main game.... jadi aja "makan waktu" empat hari. Hahaha. Akhirnya, Bunda nggak jadi baca buku bergenre GLBT seperti yang direncanakan semula, deh. Hiks...

Bunda sangat suka baca buku ini. Kenapa? Buku ini asik, keren, dan...
Pokoknya Bunda suka!

The Timekeeper bercerita tentang seorang Dor yang hidup di masa ribuan tahun yang lalu, ketika peradaban belum semodern sekarang. Sejak kecil, Dor bersahabat dengan Alli, juga Nim. Sejak kecil, Dor suka berlari-lari di bukit bersama Alli dan berbeda dengan anak-anak yang lain, Dor suka mengamati gerakan air, pasir, tongkat-tongkat yang kelak menjadikannya seorang pencipta pengukur waktu.
Pada masa dewasa, Dor menikah dengan Alli, sementara Nim menjadi raja yang kaya raya. Kehidupan Dor dan Alli tidaklah mewah, malah sangat kekurangan. Nim pernah menawarkan Dor untuk ikut dengannya, tapi Dor menolaknya dan membuat Dor dan Alli terusir, terpisah dari anak-anaknya.
Suatu ketika, Alli sakit parah dan membuat Dor ingin menghentikan penderitaan Alli. Dor berlari lalu menghancurkan menara sangat tinggi yang sedang dibangun oleh budak-budak Nim dan dari situ segalanya berubah. Dor terperangkap ke dalam sebuah gua dan hidup abadi selama ribuan tahun kemudian.

Dor terpenjara di sebuah gua selama ribuan tahun. Anehnya, dia tidak berubah menjadi tua. Di dalam gua itu, dia mendengarkan berbagai suara, yang semuanya berhubungan dengan waktu.
Dor akan kembali pada kehidupannya semula, jika dia sudah menemukan dua orang yang saling "berhubungan".

Ada dua tokoh utama lain di sini. Bunda akan ceritakan satu-satu, ya...

Sarah Lemon.
Gadis kelas tiga SMA yang sangat cerdas, namun bertubuh gemuk dan tidak terlalu cantik, bekerja sambilan di tempat penampungan. Dia termasuk kutu buku yang nggak begitu gaul dengan teman-temannya. Dunianya berubah ketika dia bertemu dengan Ethan di tempat penampungan itu. Ethan sering mengirimkan bahan makanan untuk tempat penampungan.
Sarah menyukainya, Ethan juga memanggilnya Lemon-ade. Ketika pertama kalinya Sarah mengajaknya kencan, Ethan tiba-tiba membatalkannya. Ketika akhirnya mereka "berkencan" betulan, Sarah mengira Ethan menginginkan dirinya. Sewaktu tahu bahwa Ethan telah mempermalukannya di sebuah jejaring sosial, Sarah memutuskan untuk bunuh diri.

Victor DelamonteSeorang lelaki pebisnis kaya raya, yang sudah berusia 80-an dan sakit-sakitan, tidak ingin meninggal. Dia ingin hidup abadi. Maka, ketika dia akhirnya menemukan teknologi krionika yang katanya akan membuatnya hidup abadi, dia memutuskan untuk menghentikan berbagai pengobatannya supaya dia bisa diawetkan dan dibangkitkan lagi ketika obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakitnya sudah ditemukan. Dia akan melanjutkan hidupnya sebagai pebisnis kaya raya.
Namun, dia menyembunyikan semuanya dari istrinya, Grace, yang sangat mencintainya.

Sarah dan Victor dipertemukan oleh Dor pada momen tahun baru, ketika Sarah bunuh diri dan Victor menuju laboratorium tempat dia akan diawetkan sementara itu.

Endingnya sih bisa ditebak, kok, kayak gimana.

Bunda suka cara Mitch Albom bercerita di sini. Bagaimana kita sebagai pembaca hanyut dalam perenungan-perenungan yang dalam tentang waktu.

Di situ, Dor bilang, bahwa ketika dia mendapatkan keabadian, dia justru nggak mendapatkan apa-apa. Dia merasa hampa dan itu bukan kebahagiaan.
Setiap orang berusaha berefisiensi terhadap waktu supaya bisa melakukan hal yang lainnya dalam waktu yang sama, tapi mereka tidak menikmatinya. Semakin orang meminta waktu lebih banyak, justru semakin tidak menikmatinya.

Dipikir-pikir bener juga, ya. Kita selalu dikejar waktu, takut terlambat, takut ketinggalan, lalu kita nggak bisa menikmati waktu yang berjalan. Waktu terasa berlalu begitu cepat.

Bunda jadi ingat obrolan Bunda dengan Mbah Nata beberapa waktu yang lalu, sewaktu Bunda dan Mbah Nata sama-sama nggak libur di hari kejepit nasional menjelang libur Natal kemarin.
Mbah Nata bilang, "Orang-orang sekarang berpikir terbalik. Di hari Senin sampai Jumat, mereka mikirin rencana hari Sabtu. Sewaktu datang hari Sabtu, mereka malah memikirkan apa yang akan mereka kerjakan hari Senin."

Setiap hari Jumat, baik di Facebook maupun di Twitter, Bunda pasti nemu orang menulis, "TGIF". Thanks God, It's Friday. Kenapa? Dengan bertemu hari Jumat, maka sehari kemudian akan bertemu dengan hari Sabtu. Di mana Sabtu dan Minggu adalah hari libur bagi orang-orang yang sehari-harinya kudu berangkat kerja di kantor.

Entah kenapa, buat Bunda semua hari itu sama menyenangkannya. Memang, hari Sabtu, Minggu atau hari libur lainnya, waktu Bunda dengan Kakak Ilman, Adik Zidan, dan papa jadi lebih banyak karena Bunda nggak harus pergi ke kantor. Tapi bukan berarti bahwa Bunda nggak suka hari Senin sampai Jumat, lho.
Bunda selalu menikmati hari-hari yang Bunda lewati, dan Bunda selalu ingin, setiap hari ada satu momen menyenangkan yang bisa Bunda syukuri.

Setelah membaca buku ini, Bunda semakin ingin menikmati setiap detik yang dianugerahkan kepada Bunda. Detik-detik kencan Bunda bersama Allah. Sama papa. Sama Kakak Ilman dan Adik Zidan. Sama buku-buku. Sama makanan. Sama cucian. Sama game yang Bunda mainkan. Sama semua pekerjaan yang menjadi tugas Bunda. Sama teman-teman Bunda. Dan masih banyak lagi.
Akhirnya, satu kalimat yang selalu keluar menjelang tidur: Alhamdulillaah. Terima kasih, ya, Allah, untuk setiap detik yang diberikan kepada Bunda.

Oke, kalo dari sisi ceritanya di buku ini, Bunda sangat menikmatinya.
Terus, baca buku ini nggak capek karena efek setiap bab yang ditulis sedikit-sedikit. Baru aja buka halaman keempat, eh, ternyata udah selesai bab itu. Jadi, bacanya bikin semangat karena nggak panjang dan melelahkan. Keren juga triknya, nih.

Kalo soal terjemahannya... Bunda baik-baik aja, kok. Lumayan enak dan mengalir. Typo ada, sih, tapi nggak banyak sampai bikin ilfeel.

Cover!
Meski covernya beda sama novel bahasa aslinya, cover yang ini Bunda suka juga. Elegan dan tampak keren. Mencerminkan isi bukunya, deh. Hehe. Maklum, Bunda termasuk aliran "judge the book by the cover" :D

Bunda akan tutup postingan terakhir di tahun 2012 ini dengan harapan semoga di tahun 2013 nanti, Bunda lebih konsisten ngisi blognya. Kalo bisa, setiap abis baca, ada waktu buat mereview biar bisa lebih fokus dan masih segar dalam ingatan.
Target bacaan juga akan Bunda perbaiki. Pokoknya, berharap kehidupan lebih baik di tahun 2013.

Ini kalimat di buku yang bikin Bunda nyaris menangis.
"Ada sebabnya mengapa Tuhan membatasi hari-hari kita."
"Mengapa?"
"Supaya setiap hari itu berharga."
Yuk! Yang masih nggak menikmati hari-hari atau masih bilang "today is not my day", kita ubah cara berpikir kita. Setiap hari itu diciptakan Tuhan berharga, lho!
Terusin baca - [Review Bareng BBI] The Time Keeper - Sang Penjaga Waktu

2 Nov 2012

[postingan super telat banget] [BBI 2012] The Man Who Would be King - Rudyard Kipling

cover dari feedbooks-nya begini XD


Judul: The Man Who Would be King
Penulis: Rudyard Kipling
Diterbitkan: 1888
Kategori: Fiksi, Action & Adventure, Cerita Pendek
Sumber: Project Gutenberg
e-book
download dari feedbooks



The rugged mountains of 19th-century Afghanistan serve as the backdrop for this humorous and action-packed tale of two happy-go-lucky Britons who take over a remote kingdom. The colorful inhabitants and beautiful prose enrich a beautifully powerful ending. - dari Goodreads

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Seharusnya Bunda posting ini sehari setelah postingan yang ini. Tapi nggak keburu. Karena Bunda belum selesai bacanya. Padahal ini buku, super duper tipis alias cuma beberapa halaman aja. 40 juga nggak sampai. Lalu? Apa yang Bunda lakukan sampai ga tuntas baca dari tanggal 16 Oktober 2012?

Jawabannya adalah....
Banyak kerjaan. Trus, tergoda baca buku lain. Trus karena harus ngelarin baca GWTW *tapi ternyata masih belum selesai*. Trus gampang ngantuk. Trus trus trus... masih panjang alasan lain. Alasan sebenarnya adalah: Bunda nggak ngerti ini buku cerita apa. Hiks.

Sebentar, mungkin Bunda akan mencoba menggali ingatan Bunda. Kalo nggak salah, buku ini cerita tentang Peachey, entah masih muda atau udah tua, ya, pokoknya dia cerita tentang dirinya sendiri di sini sebagai "I" alias "aku", yang bekerja di penerbitan surat kabar gitu. Dia harus stand by buat nungguin telepon bahan berita, nulis artikel surat kabar yang isinya kebanyakan tentang berita kematian. Soalnya, kayaknya ini latar belakangnya peperangan gitu. Semacam perang di Afghanistan or something gitu. Soalnya, ada cerita Peachey ini digeret dua orang buat pergi ke India eh apa Afghanistan, ya, buat ikut merebut daerah di sana dan jadi raja.

Sebenernya, sih, banyak adegan lucu. Kalo bacanya konsentrasi. Berhubung lagi banyak yang lagi dipikirin, sewaktu Bunda baca buku ini kurang menikmati gitu. Tapi, Bunda janji buat meng-update tulisan ini, kalo nanti Bunda baca ulang buku ini. 

Untuk saat ini, Bunda cuma bisa bilang:
#1. Sepertinya karena Bunda belum pernah begitu menikmati dunia kesusastraan, ketika baca karya Kipling yang adalah pemenang Nobel Award di bidang Sastra, Bunda terseok-seok. Apalagi pakai bahasa Inggris yang nggak ummm.. lazim. Gaul abis, deh, pokoknya.

#2. Bunda jadi paham, kenapa orang-orang "penyuka sastra" itu sering dianggap orang-orang serius. Lah, wong, baca bukunya aja bikin kening berkerut, karena gagal paham. Atau cuma Bunda doang?

#3. Lalu apa buku ini bikin kapok? Nggak. Abis ini Bunda sama tante Ally mau baca buku The Jungle Books, karya Kipling. Dan Bunda akan sekali lagi baca buku yang sedang Bunda review sekarang ini untuk memahami bukunya dan meng-update postingan yang ini, kalo aja ada yang salah tangkap gitu... :D

#4. Kenapa Bunda kasih 5? Apa itu berarti favorit Bunda? Buku ini berhasil menjitak Bunda yang telah meremehkan 35 halaman yang Bunda pikir bakalan bisa kelar dalam waktu sehari dua hari aja. Waktu cerita ke pakde Iwan, beliau bilang, "Buku Kipling mah emang berat. Makin tipis halamannya, makin susah." Oke, deh. Bunda mengaku kalah :D 

#5. Satu lagi, deh, biar jadi lima poin. Grammar di buku ini banyak yang bikin kening Bunda berkerut. Apakah bahasa sastra Inggris emang begitu, ya? Soalnya ada "we was", "I says", dan seterusnya gitu. Sampai-sampai Bunda mempertanyakan kemampuan bahasa Inggris Bunda yang memang... seadanya :D

 
Terusin baca - [postingan super telat banget] [BBI 2012] The Man Who Would be King - Rudyard Kipling

4 Sep 2012

Gone With The Wind Read Along 2012



Halo, kakak Ilman dan Adik Zidan...
pertama kali Bunda dengar judul ini waktu SMP kelas dua apa tiga gitu. Ada film serial Gone With The Wind tayang di televisi. Sahabat Bunda ketiganya nonton semua, kecuali Bunda. Kenapa? Karena umur Bunda belum 17 tahun, jadi sama Yangti, Bunda dilarang nonton film ini. Pecah bulu nanti, gitu kata Yangti. Hihi...

Katanya, ceritanya bagus. Nah, terus Bunda bertekad, suatu saat nanti, kalo sudah lebih dari 17 tahun, Bunda mau cari filmnya dan nonton. Eh, ternyata, Bunda sudah melupakannya sama sekali. Mwahahaha.

Nah, kebetulan, tante Fanda ngadain acara Gone With The Wind Read Along 2012 di blognya. Mulai dari 1 September sampai 7 Nopember 2012. Hmm.. Bunda pikir, kenapa nggak ikut coba aja?

Sebenernya satu masalah muncul: Bunda ga punya bukunya. Tapi kemudian, tante Maria nawarin, kalo mau beli buku titip lewat beliau, cincay lah. Jadi, sebelum lebaran lalu, Bunda sudah terima bukunya. 

Masya Allah! Bukunya! Tebal banget! Bukan tipe buku yang bakalan Bunda bawa naik angkot ini mah! *tepok muka*

Lalu, apakah Bunda tetep mau ikutan? Yah, kalo nggak dicoba, kenapa nggak? Tebal halaman 1124 *edisi terjemahan, terbitan Gramedia*. Mungkinkah? Nggak tahu juga sih. Tapi kalo nggak dicoba ya kita nggak pernah tahu. Kadang keajaiban bisa muncul kok. Hahaha... Kenapa Bunda berharap ada keajaiban, ya? Well, Bunda cukup tahu diri lah, punya ukuran sendiri untuk membaca. 

Oke, semoga Bunda sukses bersama orang-orang yang mendaftar jadi peserta Gone With The Wind Read Along 2012, ya. Tunggu laporannya nanti... ;)
Terusin baca - Gone With The Wind Read Along 2012

6 Agu 2012

1001 Books You Must Read Before You Die #doh

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...

Judulnya panjang dan lebay, yah? Hu uh! Bener banget! :D

Ini adalah tema posting bareng di akhir bulan Agustus 2012 nanti, ala BBI. Pertama kali lihat, Bunda pikir, Bunda harus buat daftar 1001 buku yang harus Bunda baca sebelum Bunda mati. Lalu kelimpungan sendiri. Bakalan baca buku apa, ya? Rasanya nggak ada buku yang benar-benar Bunda ingin baca, sampai se-harus itu. Untuk saat ini, maksudnya. Apalagi kalo lihat tumpukan buku yang... Masya Allah... *malu banget lihatnya*

Lalu, Bunda tanya sama tante Ally. Nanti tante Ally mau baca apa di event BBI besok? Tahu apa jawaban tante Ally?

"Kalo punya bukunya, Bun... aku ikutan."

Punya bukunya? Hueh? Apa maksudnya?

Ternyata oh ternyata... sudah ada yang membuatkan daftarnya di sini. Jadi, Bunda tinggal mencari aja, buku apa yang Bunda mau baca berdasarkan daftar itu. Nyahahaha. Kirain harus bikin daftar sendiri =)) 

Dari daftar buku-buku itu, Bunda cuma tahu beberapa. Ada yang sudah Bunda baca ada yang belum Bunda baca. Mari kita buat daftarnya di sini, kandidat apa aja yang bakalan Bunda baca atau review di akhir bulan Agustus ini...

1. To Kill A Mockingbird - Harper Lee
2. Memoirs of Geisha - Arthur Golden
3. The Reader - Bernhard Schlink *sudah ada link berarti sudah direview :D*
4. The English Patient - Michael Ondaatje *pernah ada filmnya tapi kayaknya ga bakalan milih ini*
5. Nights at The Circus - Angela Carter
6. Midnight's Children - Salman Rushdie
7. Breakfast at Tiffany's - Truman Capote *sudah ada link berarti sudah direview :D*
8. The Lord of The Rings - J. R. R Tolkien *belum baca. Ada bukunya di rumah*
9. Lolita - Vladimir Nabokov
10. The Little Prince - Antoine de Saint-Exupéry
11. The Hobbit - J. R. R Tolkien
12. Gone with The Wind - Margaret Mitchell *ada event baca bareng buku ini bulan depan*
13. Around the World in Eighty Days – Jules Verne *kata papa filmnya membosankan*
14. Little Women – Louisa May Alcott
15. Alice’s Adventures in Wonderland – Lewis Carroll
16. Les Misérables – Victor Hugo
17. Jane Eyre – Charlotte Brontë *nerusin bacaan yang mogok? :D*
18. Wuthering Heights – Emily Brontë *niat baca tahun ini, sih :D*
19.  A Christmas Carol – Charles Dickens
20. Pride and Prejudice – Jane Austen
21. Sense and Sensibility – Jane Austen

Why, oh, why...
Untuk periode 2000-an ga ada buku Harry Potter the Series? The Secret of The Immortal of Nicholas Flamel tuh keren banget! Kok ga masuk? Kenapa nggak ada The Help atau The Book Thief? The Book Thief memang Bunda belum baca, tapi konon kabarnya itu buku bagus! The Help, Bunda suka banget sampai baca dua kali. Eh, belum ditulis reviewnya ya, di sini? Abis ini, deh!

Jadi gimana?

Kalo begitu lihat aja nanti, deh. Akhirnya Bunda posting apa di akhir Agustus 2012 nanti. Kalo jadi ini juga. Kan kepotong ama mudik kita... :D
Terusin baca - 1001 Books You Must Read Before You Die #doh

31 Jul 2012

Bukan Sekadar Menjadi yang Membacakan...



Judul buku: The Reader
Penulis: Bernhard Schlink
e-book version
Diterbitkan oleh: Random House, Inc./Vintage
Pertama kali diterbitkan: tahun 1995
Historical Fiction



Hailed for its coiled eroticism and the moral claims it makes upon the reader, this mesmerizing novel is a story of love and secrets, horror and compassion, unfolding against the haunted landscape of postwar Germany. When he falls ill on his way home from school, fifteen-year-old Michael Berg is rescued by Hanna, a woman twice his age. In time she becomes his lover--then she inexplicably disappears. When Michael next sees her, he is a young law student, and she is on trial for a hideous crime. As he watches her refuse to defend her innocence, Michael gradually realizes that Hanna may be guarding a secret she considers more shameful than murder. (dari Goodreads)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Sebenernya, akhirnya, Bunda selesai juga baca buku ini. Lama juga. Butuh waktu 2 minggu lebih buat bacanya. Huks... Entah karena memang bahasa Inggrisnya yang nggak mudah Bunda pahami atau otak Bunda aja yang lagi lemot alias teflon. Eh, emang biasanya berotak prima? Nah, biasanya kan, kalo Bunda baca buku berbahasa Inggris, maka resensinya pun Bunda tulis dalam Bahasa Inggris. Namun, berhubung Bunda mau nulis di blog yang lain, mungkin lain kali, deh, nulis versi Bahasa Inggris-nya. 

Sekarang sudah masuk ke 10 hari kedua di bulan Ramadhan. Wah, ngaji Bunda banyak ketinggalan, nih... Huks... Tetap semangat!

Pertama, Bunda mau mengakui bahwa memilih membaca buku The Reader setelah menonton filmnya adalah kesalahan fatal. Bunda jadi membanding-bandingkan dan berusaha membayangkan scene di film, setiap baca kata-kata di dalam buku ini. Boleh dibilang buku sama filmnya sama, sih. Cuma bedanya, filmnya lebih menarik. Haha. 

Kedua, kita mulai aja, deh...
Ceritanya tentang Michael Berg, ABG berumur 15 tahunan, yang sakit hepatitis. Sewaktu dia lagi jalan-jalan, tiba-tiba tubuhnya lemas dan muntah-muntah di deket apartemen. Tanpa diduganya, ada seorang perempuan kira-kira berumur 30 tahun sekian, nyamperin, nolongin, ngegantiin bajunya, nyiram bekas muntahannya di jalan pake berember-ember air. Dan perempuan ini nganter dia sampai dekat rumahnya. Waktu dia cerita ke mamanya, kalo ada yang nolongin waktu dia muntah-muntah gitu, mamanya menyuruhnya untuk datang ke tempat perempuan buat berterima kasih. 

Kemudian, Michael bertemu perempuan ini, yang kemudian diketahui bernama Frau Schmidtz, tapi Michael memanggilnya Hanna, sementara Hanna memanggilnya, "Kid". Mereka ngobrol sampai akhirnya waktu Michael mau keluar, Si Hanna ini bilang, “wait.”  Michael nunggu di depan pintu apartemen Hanna dengan pintu rada ngebuka sedikit. 

Hanna ganti baju di dapur yang keliatan dari pintu yang ngebuka sedikit itu. Michael ngintip Hanna yang sedang ganti baju. Hanna memergoki Michael yang mengintip, lalu dia malah kabur. 

Michael besok-besoknya datang lagi ke apartemen Hanna. Michael berani datang lagi dan malah punya hubungan serius dengan Hanna, antara laki-laki dan perempuan dewasa. Sebenarnya, mengingat Michael ini masih ABG, kayaknya dia agak kurang ajar, ya, menggoda Tante-tante...   

Setiap hari, Michael punya jadwal rutin di antara jam istirahat di sekolahnya. Lari ke apartemen Hanna untuk berkunjung. Terus lari lagi ke sekolahnya. Oh, iya. Beberapa waktu kemudian, Hanna suka minta dibacain cerita sama Michael. 

Sampai akhirnya, Michael beneran jatuh cinta sama Hanna. Tapi Hanna meninggalkannya, tanpa pesan apa pun. Dan ini sukses membuat Michael patah hati.

Terus, sejarahnya di mana?

Cerita ini mengambil latar jaman Nazi berkuasa, lokasinya di Jerman. 

Sewaktu Michael jadi mahasiswa – dia ngambil Hukum, jadi berurusan sama pengadilan gitu, dia lihat Hanna sebagai terdakwa. Hanna bergabung dengan sebuah organisasi perempuan dan "berperan” serta dalam kebakaran sebuah gereja, di mana di dalamnya ada banyak perempuan Yahudi nggak berdosa. Yah, waktu jaman Nazi berkuasa, kan, kalo bisa mah, semua orang Yahudi yang ada di Jerman (atau di dunia juga gitu?) dihabisi. *merinding*

Hanna dinyatakan bersalah lalu dipenjara. Selama Hanna ada di penjara, Michael baru sadar kalo Hanna ini buta huruf. Lalu dia membacakan cerita lagi untuk Hanna dengan cara merekam sendiri suaranya lalu dikirim ke penjara. Berkat kiriman rekaman suara Michael, Hanna belajar membaca dan menulis selama berada di penjara. Dia bahkan menulis surat untuk Michael. Tapi nggak tahu kenapa, Michael tidak pernah membalasnya.

Ketiga, ini kesan Bunda tentang buku The Reader.
Alur cerita? Lambat. Ngeselin. Cape. Kebanyakan deskripsi. Pengen udahan dan nyerah aja bacanya, walau baru setengah baca. Sebab, ya itu. Kesalahan Bunda udah terlanjur tahu filmnya. Tapi si penulis ini emang jagoan untuk membangkitkan perasaan pembacanya pas bagian akhir. Jadi, feelnya baru dapet pas menjelang halaman-halaman terakhir. Soalnya Bunda mewek sih. Hahaha. 

Buku ini mengambil latar belakang masa Nazi, iya. Tapi nggak detail. Suasana yang dibangkitkan juga nggak kuat. Hanya dakwaan terhadap Hanna aja yang membuat buku ini bercerita tentang kejahatan orang-orang anti Yahudi. Nggak seperti baca The Help yang sering bikin deg-degan. Tapi senggaknya rada tahu lah, gimana situasinya waktu jaman Nazi berkuasa.

Bunda sengaja tidak ceritakan hubungan seperti apa yang terjadi antara Michael dengan Hanna secara rinci. Yang pasti Michael jatuh cinta pada Hanna. Titik. Sebab, buku ini buku untuk orang dewasa, yang terkadang beberapa adegan Bunda skip bacanya.

Lalu, The Reader di sini apa maksudnya? (menjawab pertanyaan Bunda Ory)
Kalo melihat kisah Michael ini, The Reader di sini maksudnya "pembaca". Atau lebih tepatnya, "yang membacakan". Hanna sering meminta Michael untuk membacakan buku untuknya. Bahkan, ketika Hanna berada di penjara, Michael pun masih membacakan buku untuknya.

Bunda jadi ingat waktu di angkot, ada ABG tuna netra yang menyebut-nyebut "reader". Orang yang membacakan naskah non-braille untuknya. Bunda berkesimpulan, bahwa "reader" ini adalah sebuah profesi. Profesi membacakan naskah untuk orang yang tidak bisa membaca.

Tiga bintang cukup, deh, kayaknya... :D

Terusin baca - Bukan Sekadar Menjadi yang Membacakan...

17 Jul 2012

Historical Fiction

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Bulan Juli memang sudah berjalan 17 hari dan Bunda kelupaan mau nulis tentang pilihan posting bareng BBI di Bulan Juli 2012 ini. Berdasarkan hasil polling yang menang telak, Historical Fiction jadi pilihan. 

Apa itu Historical Fiction? Menurut om Wiki, Historical Fiction itu adalah ....

Historical fiction tells a story that is set in the past. That setting is usually real and drawn from history, and often contains actual historical persons, but the main characters tend to be fictional. Writers of stories in this genre, while penning fiction, attempt to capture the manners and social conditions of the persons or time(s) presented in the story, with due attention paid to period detail and fidelity.[1] Historical fiction is found in books, magazines,[2] art, television programming, film, theater, video games and other media.


Maka, postingan bareng di akhir bulan Juli nanti, haruslah fiksi tapi berlatar belakang sejarah. Ini buku yang sangat menarik, lho! Karena, meski ceritanya fiksi, sejarahnya benar. Tinggal pinter-pinternya penulis aja untuk meramu supaya fiksi ini tampak sangat nyata, di balik keotentikan sejarahnya. 

Terus terang, Bunda baru tertarik baca sejarah sekarang. Gara-gara baca Alvin Ho. Anak sekecil itu senang dengan sejarah Amerika, padahal dia bukan orang asli Amerika. Keturunan Vietnam, kalo nggak salah. Beberapa waktu lalu, Bunda download e-book America's History lewat iTunes. Dulu sekali, waktu SD, SMP atau SMA, Bunda alergi sama yang namanya sejarah. Karena dipaksa untuk menghapal tahun, tanggal, dan seterusnya. Padahal, kalo gurunya pinter mengutak-atik cara mengajarnya, muridnya nggak akan merasa terpaksa harus hapal lalu lupa lagi.

Seandainya saja, waktu Bunda sekolah dulu, pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang paling Bunda sukai. Baru-baru ini, Bunda berkhayal. Kalau saja guru Sejarahnya membebaskan murid-muridnya untuk berkreasi dengan pelajaran Sejarah, disuruh bikin proyek yang nggak sama, pasti asyik, deh. Misalnya disuruh bikin komik, bikin cerpen, bikin permainan, atau apa pun itu namanya, berlatar Sejarah. Bunda yakin, mau nggak mau, murid-muridnya pasti jadi baca Sejarah. Cuma ya gitu, deeeeh... Buku pelajaran Sejarah jaman Bunda SD, SMP, SMA, nggak ada yang asik! Bikin tambah malas aja bacanya!

Hahaha... kok jadi curhat. Nah, setelah browsing sana sini, buku bergenre Historical Fiction ini ada banyaaaaaaaaaaaaak banget. Jadi bingung milihnya. Yang sudah Bunda baca dua kali tapi belum Bunda review ada juga. Sekarang, Bunda lagi berusaha selesaikan baca The Reader dengan target sebelum Ramadhan. Soalnya, buku ini termasuk susah dicerna sama Bunda... Huhuhu...

Yah, kita lihat nanti. Apakah buku yang sudah Bunda dua kali baca tapi belum Bunda review yang akan jadi bahan posting bareng nanti atau malah The Reader? Kalo Bunda berhasil selesaikan baca The Reader sebelum Ramadhan, Bunda harus makan-makan! Sebab, Bunda bacanya dalam bahasa Inggris yang susah dicerna. Atau Bunda yang hodob, ya? Hiks...

Doakan saja, deh, Bunda berhasil. Kalo kelar, kan, nanti Bunda bisa baca buku-buku ringan selama bulan Ramadhan... Hehehe... Yang penting tetap produktif dalam membaca dan membuat review. Semangat!

Sun sayang,
~Bunda Peni~
Selasa, 17.07.2012, 11.28 WIB

Terusin baca - Historical Fiction

29 Jun 2012

The Never Ending Sad Story


Imagine tales so terrible that as many as fifty million innocents have been ruined by them - tales so indelibly horrid that the New York Times bestseller list has been unable to rid itself of them for seven years. Now imagine if this scourge suddenly became available in a shameful new edition so sensational, so irresistible, so riddled with lurid new pictures that even a common urchin would wish for it. Who among us would be safe?
Begin at the beginning – even if it is a bad one - with the first in A Series of Unfortunate Events, now even more disposable in paperback (from Goodreads)



Title: The Bad Beginnings (A Series of Unfortunate Events, #1)
Author: Lemony Snicket
Published by: Harper Collins Publishers
176 pages
e-book
first published March, 2009
ISBN: 0061757098
4/5 rating

Halo, Kakak Ilman and Adik Zidan...
Finally, Bunda took the challenge of reading Gothic Books with the BBI. I choosed the thin one and it was recommended by Tante Ally, because she likes it sooo much. She likes the way Lemony Snicket told the story. She loves those characters like Violet Baudelaire and Sunny Baudelaire. And also it is on Bunda’s 2012 list of books to read.

Hmm.. For the first time Bunda put this series into the books to read’s list this year, Bunda don’t think it was about kids. Or even children books. And Bunda was not even trying to search a thing about this book. Just because of the BBI’s challenge choose gothic books and ASUE is one of it, Bunda picked it to read.

And Bunda was surprised then. From the first page, the author has told his reader that this book is not about happiness or even has a happy ending. If you want a book with a happy ending or a happy story, just put it down. Well, he’s a hundred percent right. This is not a kind of book like that. 

Nah, The Bad Beginnings book is about three siblings of Baudelaire: Violet, Klaus, and Sunny. Violet Baudelaire is 14 years old, Klaus Baudelaire is 9 years old, and Sunny Baudelaire is about 2-3 years old. It was the time they played in a beach when they heard a bad news from Mr. Poe, one of their parents’ good friend. Mr. Poe told these children that their house was burnt and their parents were died on the accident. And from that time they have to live with Mr. Poe for some times until they meet their family’s relative.

Count Olaf, their family’s relative, was choosen to take care of the siblings. But Count Olaf isn’t a nice man. He took the charge of taking care the kids because the Baudelaire has a lot of money at the bank – where Mr. Poe worked and they have to wait until Violet is at age to claim the money. Count Olaf forced the kids to serve meal for him, give them uncomfortable bedroom and scary them.

One day, Count Olaf had an idea to marry Violet in a drama. Count Olaf is an actor. So, he asked the kids to play roles with them. Violet as the bride and Count Olaf as the groom. All Violet to do was just saying, “I do.” And Ms. Justice, the girl next door, who worked at a law department, played the role too. She didn’t noticed that Count Olaf had a plan to make Violet his real wife. Not just a drama. Not just an acting. Because, if Violet became Count Olaf's legally real wife, he will took the charge of the Baudelaire's own. Doh!

My reviews about this book:
Remembering Sunny, makes Bunda remembers Adek Zidan. Huhu.. Bunda don’t want both of you to be orphant yet. Well, you know, Bunda’s mother, who delivered Bunda to the world, has passed away when Bunda was still 6 years old. And Bunda’s younger sister, one of your aunts, was 1,5 years old that time. So, we know how it feels. But lucky us. We’re still have Eyangkung who raised both of us. Though he is married to another woman, Bunda feels very lucky that she is very nice to us. And Eyangti raised both of you too, right? Taking care of both of you when Bunda and Papa was not around.

Ah. Stop bla bla blah. Back to the book. Though those characters made their own story line, it was that the author kept on reminding us that this is not a book with a happy ending. It’s a little bit annoying for Bunda. If he has reminded us from the very first time about that, Bunda think he will keep the promise, right? That this book is not about happiness or has a happy ending?

Over all, this book kept Bunda’s eyes dance with the words. Bunda used to think not to read this book at night, because it’s an unhappy book. Learned from Granny Osano, we shouldn’t talk about unhappy things in the night, so Bunda chose to read it when the sun is still shining.

There was the time when PLN treat Bunda and friends some black out in the office, Bunda chose to finish reading this book. And yes, Bunda could not stop reading it till the last page. The story made Bunda breathless. And Bunda loves the characters. Bunda loves Violet, Klaus, and Sunny. Bunda loves them a lot. Bunda loves the way they played their role.

Violet is a very smart girl and think so fast. Klaus is also smart, even the little Sunny. I love them. I love how they survive and think fast in a short time how to solve their problems. Bunda thanked the author to create them smart :D

Children books should tell happy story. Not unhappy story. But maybe, the author has his own reason to write this gloomy book and categorized it on Children Books’ shelf. Sometimes, gloomy books successfully made Bunda don’t want to pick it up anymore. But, Bunda wants to know what’s next on Violet, Klaus, and Sunny’s life.

So, will Bunda read the next book? I think so. But not now. Bunda needs happy ending story. Haha.
Terusin baca - The Never Ending Sad Story

20 Jun 2012

The Necromancer - The Secret of The Immortal Nicholas Flamel



Penulis: Michael Scott
Penerjemah: M. Baihaqqi
Penyunting: Nadya Andwiani
Korektor: Bayu Ekawana
Tata Letak: MAB
Desain cover: Michael Wagner
Cetakan Pertama: Januari 2011
Cetakan Kedua: Februari 2011
Diterbitkan oleh: Penerbit Matahati
Fiksi fantasi
ISBN: 602859025-8
492 halaman, 14 x 21 cm
5/5

Saat terjadinya Litha semakin dekat.
Para Tetua Gelap semakin kuat.

Josh dan Sophie Newman akhirnya kembali ke San Fransisco, setelah petualangan tanpa henti di Ojai, Paris, hingga London.
Mereka menyadari bahwa ada lebih dari sekadar butiran kebenaran dari setiap mitos dan legenda. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh dalam seminggu terakhir, membuat keduanya bingung akan masa depan mereka. Si kembar belum menguasai seluruh sihir yang diperlukan untuk menghadapi para Tetua Gelap, sementara Dr. John Dee masih terus mengejar mereka tanpa lelah.

Sementara itu di London, Dr. John Dee, yang untuk kesekian kalinya gagal melaksanakan tugas dari majikan Tetuanya, kini dinyatakan sebagai buronan dan berbalik dikejar oleh sekian banyak makhluk buas. Namun, Dee memiliki rencananya sendiri untuk menguasai dunia. (cover belakang buku)

Halo, kakak Ilman dan adik Zaidan...
Terus terang agak bingung, mau kasih judul apa. Soalnya, tulisan Bunda sekarang asli ga ada yang fokus. Hihihi... Banyak banget yang pengen diceritain, soalnya. Dan sedang nggak bisa ngambil benang merah dari semuanya, selain karena memang sedang nulis review tentang buku ini. 
Akhirnya, selesai juga baca buku ini. Setelah diskip sama buku-buku yang lain. Padahal, seru. Nggak bisa berhenti bacanya. Waktu itu, rencananya sambil nunggu Warlock dan Enchantress aja beresin bacanya. Biar nggak nunggu lama. Eh, ternyata, Enchantress sampai hari ini belum jelas kapan diterjemahkannya... :(

Eh, Bunda emang belum bikin review ketiga buku sebelumnya, sih, ya... Sepertinya harus Bunda buat juga... Supaya kebayang nanti sama Kakak Ilman dan Adik Zaidan, seperti apa serunya buku ini. Makanya, Bunda niat banget koleksi buku ini... Dan... ya ampun! Ternyata hari ini ada acara posting bareng BBI review buku Fantasi! Telat pula postingnya! Soalnya sampai sore tadi ada rapat di sini...

--------

Waktu akhirnya Sophie dan Josh berhasil kembali ke rumah bibi Agnes mereka di San Fransisco, sementara Nicholas Flamel dan Perenelle kembali ke rumah mereka, ternyata si kembar emas dan perak ini kedatangan tamu. Tamu-tamu itu adalah Aofie dan Niten. Aofie ini saudara kembar Scatcach, makanya waktu pertama ketemu Aofie ini, Sophie seneng banget, karena dikiranya Scatty. Aofie dan Scatty sudah ribuan tahun tidak saling bicara karena mereka terlibat pertengkaran hebat. Aofie tiba-tiba muncul karena dia merasakan sesuatu tidak beres dengan saudari kembarnya. Dan dia mencari informasi tentang kembarannya itu dari Sophie.

Sophie kemudian diculik Aofie, Josh menyusul Flamel dan Perenelle untuk mengejar Sophie. Setelah mereka bertemu dan terlibat dalam perdebatan yang serius, mereka sepakat untuk membawa Josh ke Prometheus untuk diajari sihir elemental lain, yaitu Sihir Api. Dari sini mulai kelihatan menyebalkannya Josh. Eh, tapi mungkin karena dia ada di bawah pengaruh Dee dan kekeras kepalaannya untuk membelot, membuatnya sangat mudah percaya dengan Dee. Apalagi, Josh sudah sangat terikat dengan pedang Clarent. Bisa dibayangkan, kan, ketika dia tahu Dee punya keempat pedang itu, ke mana arah perhatian Josh?

Ada percakapan antara Sophie dengan  Perenelle yang menarik. Dia merasa bahwa Flamel dan Perenelle memang telah merencanakan semuanya. Sophie dan Josh dibangkitkan. Perenelle memang bermaksud menceritakannya di saat Litha, sebab mereka akan dibangkitkan di waktu itu. Di mana aura emas dan perak mereka sedang berada di titik terkuat.

Apa itu Litha? Kalo menurut om Wikipedia, Litha itu...

Midsummer day simply refers to the period of time centered upon the summer solstice, but more often refers to specific European celebrations that accompany the actual solstice, or that take place on a day between June 21 and June 24, and the preceding evening. The exact dates vary between different cultures. Midsummer is especially important in the cultures of Scandinavia, Estonia and Latvia where it is the most celebrated holiday apart from Christmas.

Nah, lho, summer solstice apa lagi? Nanya lagi ke om Wiki, summer solstice itu adalah...

The summer solstice occurs at the instant when the Sun's place in the sky is at its smallest angular distance on the side of the equatorial plane from the watcher.
The word solstice comes from Latin sol (sun) and sistere (to not move), summer solstice meaning Sun stand still in summer.

Hmm... jadi intinya, Sophie dan Josh memang dibutuhkan oleh Nicholas Flamel dan Perenelle untuk dibangkitkan. Karena mereka kembar emas dan perak. Padahal, mereka bukan kembar emas dan perak pertama yang berusaha dibangkitkan oleh Flamel. Tapi, kalo sampai Dee bahkan pengen ikut menguasai juga, sepertinya Dee sudah mengendus kehebatan kedua kembar emas dan perak ini. Konon, mereka betulan kembar emas dan perak murni yang mereka cari selama ini. 

Waktu Josh dikendalikan Dee, dia ditawari untuk belajar necromancy. Yaitu sihir membangkitkan mereka yang telah mati. Josh yang sudah mulai tertarik akan ilmu arkeologi, langsung berkhayal, seandainya dia sudah menguasai sihir itu, tentu dia bisa membangkitkan dinosaurus dan lainnya yang sudah punah.

Jadi, gimana kelanjutan cerita di buku ini? Bacalah sendiri, anak-anak Bunda... Buat apa ada bukunya kalo Bunda cerita ulang semuanya di sini? :D

Di bagian akhir buku, Scott menulis tentang Alcatraz. Beberapa waktu lalu, Alcatraz sering ditayangkan di salah satu tv nasional di sini. Apa itu Alcatraz? Nah, hasil Bunda nanya sama mbah om Wiki lagi, diarahin ke situsnya tersendiri malahan... 



Alcatraz itu dulunya pernah jadi penjara. Banyak cerita serem yang beredar tentang Alcatraz. Nah, kesan serem ini makin diperuncing di serial ini dengan Alcatraz yang dibeli Dr. John Dee, trus dipake buat memenjarakan semua makhluk seram dan buas yang berasal dari ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, di sini. Suatu saat, semua makhluk ini akan dilepas ke dunia. Supaya punah umat humani dan nanti terbentuk humani yang baru yang nurut sama Dee. Kayaknya sih, rencana Dee begitu, ya...



Alcatraz atau The Rock, bernama  asli pulau Isla de los Alcatraces (Pulau Pelikan), yang ditemukan oleh Juan Manuel de Ayala.
“Aku namakan pulau ini Isla de los Alcatraces (Pulau Pelikan) karena jumlah mereka sangat banyak di sini. ” – Letnan Spanyol Juan Manuel de Ayala, 1775.
Di cerita ini, hantu Ayala yang menemani Perenelle selama berada di Alcatraz. Bahkan membantunya kabur dari situ.

Ternyata, suku Indian pribumi Ohlone atau Costanoan sudah lebih dulu mengumpulkan telur dan memancing di pulau itu selama beberapa generasi. Pulau ini juga menjadi tempat pertama kalinya menara suar di Pesisir Barat berada.

Di Alcatraz, dibangun rumah penjara pada tahun 1867. Awalnya memang untuk penjara militer, meski kemudian setelah terjadi gempa besar, penjara ini menampung banyak narapidana dari daratan utama. Alcatraz menjadi penjara militer sampai tahun 1933, kemudian berubah menjadi penjara federal sampai ditutupnya, tahun 1963.

Nah, foto di bawah ini adalah foto sewaktu Penduduk Asli Amerika berusaha menduduki Alcatraz. Mereka ingin pulau Alcatraz dikembalikan lagi kepada mereka. 



Mulai tahun 1972, Alcatraz menjadi bagian dari Area Rekreasi Nasional Golden Gate, yang setiap tahunnya dikunjungi lebih dari satu juta orang.

Kalo tentang bukunya sendiri, makin ke sini, terjemahannya semakin enak. Meski kadang, ada yang hilang, seperti tanda bacanya. Baca buku ini makin nggak bisa berhenti dan makin degdegan setiap bacanya. Bunda senang, karena untuk serial ini, cover asli dipertahankan. Habis ini, Bunda jadi pengen nulis review The Alchemyst, The Magician, The Sorceress [biarin telat juga] dan akan segera baca Warlock. Trus, kapan, ya, Enchantress-nya terbit? *poke pakde Babah* :D
Terusin baca - The Necromancer - The Secret of The Immortal Nicholas Flamel

1 Jun 2012

[update] Antrian Buku Bulan Juni 2012

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...

Dalam rangka rajin menulis efek dari baca ini, Bunda kepikiran buat posting tiap hari di mana saja. Hehe.

Hari ini sudah tanggal 1 Juni 2012. Nah, sepertinya Bunda harus mulai membuat daftar bacaan, supaya buku yang sudah demikian menumpuk benar-benar dibaca satu per satu sesuai jadwalnya. 

Oke, mari kita buat target yang nggak terlalu muluk. Enam buku satu bulan ini cukup? Hmmm... Naik jadi delapan? Jangan dulu, deh... Enam dulu saja. Kalo tengah bulan keenam buku itu sudah rampung, bisa ditambahkan lagi...

Baik. Mari kita masuk ke daftar buku yang akan diantrikan... *tata bahasa yang sungguh berantakan*
2. Anna and The French Kiss - Stephanie Perkins
3. A Series of Unfortunate Events - The Bad Beginnings - Lemony Snickett
4. Hetty Feather - Jacqueline Wilson (dapet hadiah dari tante Ally, nih!)
5. Hunger Games - Suzanne Collins
6. Breaking Dawn - Stephanie Meyer (belum baca... hehe)
sepertinya daftarnya akan berubah. Entah itu bertambah atau malah ada yang diganti. Nunggu kabar quest dari BBI dulu. Hihihi... Sampai ketemu di postingan berikutnya, ya!




*updated*
uh! Sepertinya akan ada yang berubah, nih. Atau mudah-mudahan malah penambahan. BBI sudah menetapkan, posting bareng tanggal 29 Juni nanti adalah buku dari genre Gothic. Nah, karenanya, Bunda menetapkan salah satu judul dari A Series of Unfortunate Event, The Bad Beginning-nya Lemony Snickett. Entah itu jadi bertambah satu atau salah satu dari keenam buku di atas Bunda ganti dengan buku gothic. We'll see it...
Terusin baca - [update] Antrian Buku Bulan Juni 2012

31 Mei 2012

Mau Jadi Penulis? Baca Ini Dulu....




Judul: How to be a Writer
Penulis: Primadonna Angela
Desain cover: maryna_design@yahoo.com
Layout isi dan ilustrasi: eMTe
Cetakan pertama: Februari 2012
Diterbitkan oleh: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Teenlit
Jumlah halaman: 232 hlm, 20 cm
ISBN: 978-979-22-7983-2
4 dari 5 bintang


Bagian Pertama:
Zoya Zinnia yakin dirinya genius dalam menulis. Bukankah Bu Molly, guru Bahasa Indonesia-nya, selalu berkata demikian? Sayang, Bu Molly cuti dan digantikan Bu Selma. Guru yang satu ini, sudah nggak bisa dandan, payah pula dalam mengenali bakat. Apa perjalanan Zoya sebagai penulis harus berhenti gara-gara Bu Selma?

Bagian Kedua:
Berminat menjadi penulis? Nggak hanya sekadar mimpi. Di sini akan dipaparkan cara mengejar ide dan mengembangkannya, sehingga kamu pun, asal tekun, bisa menyelesaikan naskahmu sendiri. (dari cover belakang)

Halo, kakak Ilman dan adik Zaidan...
Bunda baru kelar baca satu buku ini, ngebut. Hihi. Soalnya dengar BBI ada acara posting bareng hari ini. Ya Bunda nggak mau ketinggalan. Soalnya, kalo nggak gitu, nggak ada progresnya nanti.
Membaca pake target? Antara nikmat sama nggak, sih. Terkadang jadi beban. Hehe. Hanya saja, buat Bunda ini sebagai latihan disiplin. Halah!

Judulnya memang How to, yang setiap orang yang baca, pasti langsung nebak, "ini pasti buku teori tentang ..." 

Memang betul! Seperti judulnya, buku ini memang tentang bagaimana caranya menjadi penulis. Teori bagaimana menjadi seorang penulis, dari sisi pengetahuan penulisnya. Makanya nggak ada sumber referensinya. Sebab, ini benar-benar apa yang dialami penulis.
Bedanya, penuturan yang disampaikan nggak melulu tentang teori. Di awal, tante Donna cerita dulu tentang Zoya, yang sakit hati oleh Bu Selma, menggantikan Bu Molly yang sedang cuti melahirkan, untuk mengajar Bahasa Indonesia. Kenapa Zoya sakit hati? Sebab, baru kali ini, tulisan Zoya bukannya dipuji habis-habisan oleh Bu Molly sebagaimana biasanya, malah mendapat kritikan dan disuruh riset supaya tulisan Zoya lebih hidup dan tidak mengada-ada.

Ya. Riset memang penting. Jangankan untuk menulis cerita atau artikel, menulis review buku sekalipun, perlu sekali tentang riset. Bunda pernah baca ini di sini, tips tentang menulis review. Di sana jelas banget pada poin keempat, riset itu penting dalam menulis!

Over all, banyak teori tentang 'how to write" yang memang sudah Bunda ketahui sebelumnya. Well, gini-gini Bunda sebetulnya suka menulis dan pernah melalap buku-buku yang mengusung tema "how to write". Dan terpaksa menulis, karena berhubungan dengan pekerjaan Bunda. Hahaha. Dan dulu sekali, mantan pacar Bunda (bukan papa, lho, ya :D) sangat menginginkan Bunda buat jadi penulis. Pakde Iwan juga sama, tuh! Ngedukung banget Bunda buat nulis. Tapi... (eh, kata Tante Dona di buku ini, ga boleh bilang "tapi" kalo mau jadi penulis!)

Buku ini habis-habisan nyepet Bunda. Mungkin itu memang common problem penulis, kali, ya. Writer Blockitis, istilahnya. Hihihi. Mulai dari nggak tahu mau nulis apa, ngerasa buntu, dikit-dikit pengen ngedit tulisan sampe akhirnya mikir yang nggak-nggak tentang tulisan sendiri. Hawhawhaw...

Kalo bicara soal cover... Dari semua buku Tante Donna, Bunda paling suka cover yang ini. Simpel, nggak pake ribet. Dan font-nya! Bunda senang sekali menemukan font baru di novel yang nggak melulu Times New Roman atau Century. Hihi. Beneran, deh. Bunda bosan sama buku yang font-nya Times New Roman. Padahal font itu kan banyak! Kenapa harus ketemu dengan Times New Roman lagi kalo baca buku? Makanya, mata berasa sangat dimanjakan dengan munculnya font lain, selain TNR :D

Nah, di buku ini, muncul sisi Tante Donna yang Tante Donna. Maksudnya, kita kayak ngobrol sama Tante Donna. Bukan lewat cerita, tapi seolah-olah kita lagi dengerin tips dari beliau tentang gimana sih, caranya jadi penulis. Bunda memang lebih banyak berinteraksi dengan Tante Donna di Plurk atau Twitter, jadi cara penuturan di buku ini (di luar cerita tentang Zoya itu, ya), kayak ngobrol sama beliau aja.

Yang pasti, begitu selesai baca buku ini, Bunda tergerak buat menulis. Salah satunya nulis review ini. Hihihi... Masalah bagus nggaknya, gimana nanti. Yang penting Bunda nulis dulu. Bunda yakin, alah bisa karena biasa. Makin sering latihan, makin terpoles juga, kan nantinya...

Dikarenakan Tante Donna udah berhasil nyepet Bunda habis-habisan dan jadi tergerak buat mulai menulis lagi (minimal membenahi blog-blog Bunda) dan juga mengingatkan Bunda akan beberapa tips dari mantan pacar Bunda yang dia dapat dulu dari dosen pembimbingnya (semisal, cari variasi kata biar nggak pake kata yang sama, dan seterusnya), Bunda mau kasih Tante Donna empat bintang buat buku ini. Hihihi.

Maaf, ya, Kakak Ilman dan Adik Zidan... Bunda sama sekali nggak bermaksud nginget-nginget mantan pacar Bunda, kok. Cuma inget gimana dukungannya dulu sama Bunda supaya Bunda menulis. Hehe. Papamu tetap the only one ;)




Terusin baca - Mau Jadi Penulis? Baca Ini Dulu....