Tampilkan postingan dengan label BBI2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBI2014. Tampilkan semua postingan

28 Des 2014

[PostBarRiddleSecretSantaBBI2014] Terima Kasih, Santaaaaaa... Mwah! Mwah! Mwah!


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
 
Nyambung dari posting yang lalu, dalam serangkaian permainan Secret Santa 2014-nya Blogger Buku Indonesia, setelah masukin wish list, saatnya Posting Bareng Riddle dan kado dari Santa. Wuih! Bunda kaget banget, karena Santa Bunda ini kereeeeeeeeeeeen banget! Cepet banget dapet kadonya! Kayaknya Bunda masih menduga-duga bakalan dikasih apa, eh, taunya udah dapet hadiah.

Sebenernya, ada misteri lucu yang bikin Bunda kebingungan di suatu pagi. Jadi, di suatu pagi tuh, Bunda dapet SMS dari seseorang bernama Pindy. Kayak begini isinya:

Bunda bingung, kan. Ini SMS penipuan apa gimana? Buru-buru Bunda browsing ke sini. Cek nomer telponnya, bener! Jadi ini beneran ada transaksi. Tapi kapan? Oke. Bunda emang pernah masuk ke website itu, liyat-liyat barang lucu di sana. Tapi saat main ke situ, Bunda NGGAK pernah merasa klik buy. Rasanya belum kepikir mau kasih kado atau belum butuh sesuatu dari sana. Sumpah! Barang-barangnya emang lucu-lucu. Tapi, prioritas Bunda belum ke sana sama sekali.

Bunda lalu cerita ke temen-temen di plurk. Malah pada komentarin barang-barang imutnya di sana. Hihihi. Terus, Bunda kudu gimana? Bunda kan gak enak juga kalo ternyata Bunda diem aja, terus ntar dicap hit and run sama olshop ini. Ntar-ntar, kalo Bunda lagi perlu belanja ke situ, terus Bunda diblacklist, gimana?

Ah.... galaaaaaaaaaaau.... *dih, udah emak-emak masih jadi penggalau juga neh*

Terus, tante Rain bilang, "Ya udah, Teh, tanyain aja, Teteh belanja apa? Kapan? Jangan-jangan Ilman yang transaksi?"
Tapi rasanya ga mumkin banget, deh. Walau Kakak Ilman suka mainin hape atau laptop, keknya untuk untuk transaksi belanja onlen beginian, belum sampai ke sana, deh!
Trus, Bunda jadi lupa, karena terus banyak distraksi-distraksi gitu...

Besoknya, Bunda terima hadiah dikirim dari Panmomo itu. Katanya dari Santa. Oalaaaaaah! Terjawab sudah! Jadi, Santa Bunda itu, belanja pake no telpon Bunda! Hahaha... Besoknya lagi, kado buku dan riddlenya Bunda terima, deh...

Bunda dapat buku Train Man yang bunda idam-idamkan! Daaaan... ada tambahannya! Meet the Sennas! Wooooow! Terima kasih, Santaaaaa! Santa baiiiiiik banget! Nget! Nget! Nget!

Lalu, riddlenya gimana? Lagi-lagi... Santa ini baek banget. Meski ga nurut di point kado tambahannya kalo bisa karya sendiri, Santa ga kasih drama di riddlenya. To the point banget, kek sandi di kegiatan Pramuka. Hahahaha...
 

Kebaca jelas, ga, riddlenya?
Itu tulisannya begini:

Senior memintamu membaca:
[Z 02 NWO]
[H 07 HSR]
[R 09 EBM]
[Q 03 UNE]
[H 08 HTY]
[Q 10 BRE]
[N 04 TTE]
[K 09 LHC]
[C 11 AEE]
[Z 05 CNA]
[H 10 VDA]

Kalo nerima riddle begini dalam keadaan pusing (yes, waktu itu lagi ada deadline beberapa kerjaan BBI, karena udah tinggal ngitung detik, eh, jam ke waktunya BBI to IRF) liyat riddle begini panik. Antara penasaran sama mentok. Hahaha. Penasaran pengen tau isinya apa. Tapi apa daya, lagi ga sanggup mikir, karena ada kerjaan yang harus dikerjakan segera: bikin gabungan tips review rahib, dan oh ya! bikin standing banner buat booth Cakrawala Gelinjang! Tampak rempong bener hidup Bunda, yah... Hihihi...

Anyway. Makasih semilyar buat Santa! Bunda pengen bales kebaikan Santa nih... :D Tunggu tanggal mainnya, ya, Santa... mwah! mwah! mwah!

Nah... apakah ada yang bisa bantu Bunda memecahkan riddle ini? :D

Love you both. Cheers!



Terusin baca - [PostBarRiddleSecretSantaBBI2014] Terima Kasih, Santaaaaaa... Mwah! Mwah! Mwah!

21 Nov 2014

[Wishlist Secret Santa 2014] Halo, Santaaaa!



Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan....
Halo, Santaaaaaa!

Sebelumnya mau bilang, "welcome event Secret Santaaaa!" *tebar confetti*

Ini event yang paling Bunda suka dari seluruh rangkaian acara BBI. Kenapa? Soalnya ada acara tuker kado, walau kadang, tuker kadonya itu suka bikin degdegan. Pas, nggak, ya, dengan yang dipengenin? 

Soalnya, seriously, dua kali dapet buku dari Santa, duanyanya bukan ada di folder "dear SS" di akun goodreads Bunda. Emang betul, Santa-santa Bunda milihin buku untuk Bunda dari rak "wishlist", tapi kan, udah Bunda sortir banget, hadiah mana yang pengen Bunda dapet dari Santa, makanya bunda taruh di sana. Tapi, ya sutralah. Udah lewat.

Sekarang, Divisi Event BBI udah bikin terobosan baru dengan minta peserta event SS 2014 ini untuk nulis daftar keinginan di blog. Lalalala... yeyeyeye! Jadi langsung makjleb, keliatan mata, mungkin, yaaa... Hohohoho....

Nah. Jadi? Bunda pengen apa?

Sini, sini, Santa... Aku bisikin...

Pertama, aku minta riddle-nya jangan yang susah-susah. Apalagi pake drama segala. Jangan! Aku udah kenyang sama drama. Hahahaha. Da apa atuh, lah, aku mah.. Pokoknya, minta riddle yang bisa ditebak kayak tahun lalu. Hihihi...

Kedua, kalo mau nyertain sebuah hadiah bareng buku (nggak wajib, sih), kalooo ini mah, kaloooow :P, kalo bisa siih, karya sendiri aja. Mau gambar, kek, bookmark, kek, syal, kek #heh

Ketiga, udah diusahain bikin daftar yang ngemudahin. Jadi, usahain hadiahnya ada di daftar ini, yaaa... Pilih salah satu aja. Jadi kalo di daftarnya diminta buku berbahasa Inggris, tolonglah, kalo ingin mengabulkan, jangan versi terjemahannya. Tapi kalo di daftar buku terjemahannya punyanya buku berbahasa Inggris, gapapa, deh. Exception yang itu mah. Hihihi... Makasih, sebelumnya, loooh....

Oke. Kita masuk ke daftar keinginanku yang perlu dikabulkan sama Santa... :D

Jengjeeeeeng..... *adek Zidan mode*

Ini kalo Santa mau ngabulin buku terjemahan:
    
1. Train Man oleh Hitori Nakano. Diterjemahkan dan diterbitkan penerbit Qanita
2. Sepeda Merah Vol. 1 - Yahwari oleh Kim Dong Hwa. Diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia
3. Sepeda Merah Vol. 2 - Bunga-bunga Hollyhock oleh Kim Dong Hwa. Diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia
4. The Wedding Officer oleh Anthony Cappella. Diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia
5. The Food of Love oleh Anthony Cappella. Diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia
6. Kisah-kisah Kucing oleh James Heriott. Diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia
7. You are the Apple of My Eyes oleh Giddens Ko. Diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Haru


Ini kalo Santa mau ngabulin keinginanku, dari kumpulan buku berbahasa Inggris. Kalo cuma bisa dapat buku second-nya (karena harganya juga biasanya jadi lebih murah, masuk, kok, biasanya ke range IDR 50-100k. Biasanya, sih ) gapapa loh, ya...


1. Paper Towns by John Green
2. Looking for Alaska by John Green
3. An Abundance of Katherines by John Green
4. Attachments by Rainbow Rowell
5. Landline by Rainbow Rowell

Kalo Santa pengen ngabulin permintaanku dari kelompok buku lokal... Hmmm... ini agak sulit menentukan pilihan, karena belakangan aku beli beberapa buku karya penulis lokal yang reviewnya sering bertebaran di kalangan teman-teman BBI. Hihihi... Kalo gitu coba ini, deh...


1. Sabtu Bersama Bapak oleh Adhitya Mulya. Diterbitkan oleh Gagas Media
2. The Chronicles of Audy: 4R oleh Orizuka. Diterbitkan oleh Penerbit Haru
3. Meet the Sennas oleh Orizuka. Diterbitkan oleh Teen@Noura





Oke, deh, Santa... Silakan pilihin buku untukku sebagai hadiah. Meski nulis daftar tiga kelompok, bukan berarti harus dipenuhi ketiga kelompoknya, ya (in case Santa baru ikut event ini untuk yang pertama kalinya). Kalo lagi generous sih, asik-asik aja kalo semua dipenuhin. Wajibnya cuman satu, kok. Ya, kan?

Selamat memilih hadiah untukku... Makasiiiih....




Terusin baca - [Wishlist Secret Santa 2014] Halo, Santaaaa!

30 Mei 2014

Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika tentang Kelucuan di Negerinya by Isman H Suryaman, dkk

Judul: Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika tentang Kelucuan di Negerinya
Penulis: Isman H. Suryaman, Andi Gunawan, Sammy 'not a slim boy', Miund
Penyunting: Agus Wahadyo
Desain cover: Budi Setiawan
Penata letak: Eko Haryanto
Diterbitkan pertama kali oleh: mediakita
Cetakan kedua, 2013
ISBN: 979-794-368-2
Status: punya, edisi bertandatangan om Isman (dapet lewat nepotisme ke tante Primadonna Angela)


Blurb:
Kenapa orang Sunda ada yang susah membedakan arah? Saya baru menyadarinya ketika pergi ke Yogyakarta. Berkebalikan dengan karakteristik umum orang Sunda, prang Yogya umumnya sangat paham arah.
Saking pahamnya, kalau saya nanya jalan, saya tetap bingung.
"Permisi, Mas. Kalau ke Malioboro ke arah mana, ya?"
"Oh, Malioboro? Gampang itu. Ambil arah utara 500 meter, nanti ketemu persimpangan. Belok aja ke barat daya sekitar 300 meter. Belok lagi ke jalan yang tenggara, ikuti sekitar 700 meter. Nanti balik ke Utara. Gampang"
..."Saya telepon taksi aja, ya, Mas."

posting bareng BBI Mei 2014 tema Humor dan Komedi

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Setelah beberapa bulan absen, Bunda akhirnya ikut lagi baca dan posting barengnya BBI. Tapi bulan ini, Bunda nggak ikut tema Katulistiwa Literature Award 2013. Alasannya, karena Bunda nggak punya satu pun bukunya. Kedua juga belum tergerak untuk punya apalagi beli. Pasti mandek bacanya.
Kebetulan Bunda udah kelarin baca buku om Isman dan teman-temannya ini, jadi buku ini Bunda bisa pakein alasan untuk ikut posting bareng. Hehehe...

Mungkin kalian belum tahu siapa om Isman. Hmm... sebetulnya, om Isman itu lulusan Teknik Informatika ITB, kakak kelasnya om Fatah, om Ruli dan teman-teman Bunda lainnya yang membelot menjadi komedian dengan spesifikasi stand up comedy alias jadi komika. Nah, om Isman menikah dengan tante Dona, teman Bunda. Iya, tante Dona yang Primadonna Angela itu... 

Apakah sebagai komika, om Isman itu lucu? XD
Pertanyaan yang sulit. Soalnya, om Isman itu nggak cuma lucu, tapi juga absurd. Dan kalo udah merhatiin sahut-sahutannya sama tante Donna di twitter, Bunda bisa bayangin tiap hari ketawa melulu kalo ada di dekat mereka berdua. Hihihi. 
Om Isman membuktikan bahwa jadi orang pinter (pinter karena beliau mengenyam pendidikan di Teknik Informatika ITB ~ yang mana pas jaman Bunda mau masuk kuliah dulu, passing grade-nya paling tinggi se-Indonesia) nggak selamanya kaku, nggak bisa bercanda dan datar. Selain pinter secara akademik (yang dibuktikan dengan di mana beliau lulus kuliah), om Isman juga pinter ngelucu. 

Heiiii! Kenapa Bunda bahas tentang pinter nggak pinter di review, sih? KOK? Bunda mulai kebawa-bawa sama tante yang satu itu, sih... Yang setiap saat nulis, pasti bawa-bawa soal otak, kepintaran, dan teman-temannya. D'oh!

Hayu kita fokus ke review Bunda tentang buku ini. Hmmm... Bunda baru sadar, bedanya menyimak stand up comedy dengan baca ocehan mereka di buku, setelah baca buku ini. Hampir semua yang diceritain di buku ini sesungguhnya cerita yang miris, menyedihkan. Tapi karena yang ceritanya komika, tentu diserempet-serempetin biar lucu. Sayangnyaaaa... karena ini buku, sebetulnya bukan humor yang berasa, tapi kadang malah sedih. Nyengir ada sih. Tapi nggak sampai ngakak kayak kalo nonton mereka lagi open mic. Mungkin karena pengaruh mimik muka, gerak tubuh, suara, tatap mata saat komika open mic, kita bisa menertawakan sesuatu yang sebetulnya menyedihkan. 

Eh, tapi, di awal cerita ini, Bunda lumayan ngakak, lho. Ngebayangin tampang om Isman yang tinggal di Bandung, terus dikasih tau arah menuju Malioboro pas di Yogya... hihihi... Kayaknya, kalo jualan GPS di Yogyakarta nggak akan laku sama orang asli Yogya atau yang udah tinggal di sana lama, ya. Hahaha... Abisnya, ngasi tau arah, bener-bener sama akuratnya kayak di GPS! XD

Kalo cerita-cerita lain om Isman, kayak tentang debat capres, telemarketing, dan lain-lain, kita dibuat agak mikir. Soalnya konsep tulisannya lebih ke dialog. Masih kerasa lucu, cuma Bunda tetep susah ngakak, karena butuh visual komika untuk bisa menertawakan ini. 

Sementara untuk ocehan om Andi Gunawan cukup sukses bikin Bunda ngikik sekaligus miris. Segini parahnya kah, negeri kita saat ini? Rangkaian ocehan om Andi ditutup dengan komik strip yang bikin Bunda ngakak kejungkel saking lucunya...

Sementara ada cerita om Sammy 'not a slim boy' yang malah mengundang air mata haru. Misalnya, dia cerita tentang ketakutannya akan bapaknya diculik PKI karena bapaknya seorang perwira TNI. FYI, di masa Bunda kecil, sepertinya sama juga dengan om Sammy, semua siswa sekolah sempat diwajibkan untuk nonton film Penumpasan G30S/PKI setiap tahunnya. Beruntung banget, Bunda nggak perlu nonton ke bioskop, karena bioskop yang ada di Bandung terlalu jauh untuk dijangkau oleh kami. Film itu sebetulnya sadis dan bukan konsumsi anak SD. Nggak tahu kenapa, kami diwajibkan nonton itu setiap tahunnya... >_<
Ada, sih, cerita yang lucu. Tapi kebanyakan yang diceritain om Sammy di buku ini kok, malah sedih, ya? Favorit Bunda adalah cerita Guru Omar Bakrie, Sebuah Ilustrasi. Bikin mewek.

Buku ini ditutup dengan kumpulan ocehan tante Miund. Ocehan tante Miund ini beneran bikin ngakak, karena ceritanya nggak jauh dari lingkungan sehari-hari. Ngakaknya bukan karena lucu, tapi bener-bener miris. Ada ceritanya, tante Miund diajak ibunya untuk ngajarin ibu-ibu PKK di daerah kumuh di Jakarta Utara. Kumuhnya bener-bener kumuh. Rumah petak-petak sangat rapat, bau lembap, dan buang air atau mandi mesti di MCK. Tapi, pas lagi makan siang, tante Miund sempet ngeliat ada anak-anak yang pegang PSP terbaru. Asli, bukan KW apalagi palsu. Pas tante Miund nawarin makan siang ke mereka (saat itu konsumsinya adalah paket nasi Hokben), mereka jawab, "nggak, ah! Bosen Hokben mulu."

WHAT?

Ocehan-ocehan lain tante Miund bikin ngikik juga, kayak gimana komentar tante Miund tentang cerita dongeng ala Disney vs dongeng Indonesia. Kita digiring buat mikir soal dongeng-dongeng ala Disney itu. Hihi... Bikin Bunda agak merasa beruntung karena nggak harus mengenalkan princesses itu ke anak-anak Bunda, karena anak-anak Bunda laki-laki semua. Hahaha... Ada juga tentang perempuan di gym. Juga tentang Jakarta. Semuanya bikin nyengir lebar.

All in all, meski kerasa bedanya antara nonton komika saat open mic dengan baca cerita mereka di buku, buku ini tetep punya greget kalo menurut Bunda. Biarpun keempat komika ini gemes suremes sama negerinya sendiri, mereka bener-bener mencintai negerinya dan pastinya mendukung perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan kata pengantar dari om Pandji Pragiwaksono, komika yang nggak pernah lelah mengajak anak-anak muda Indonesia untuk melek politik di Indonesia, Bunda yakin, kehadiran para komika yang bener-bener peduli sama perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik bisa jadi motor supaya alay-alay ikut peduli sama negaranya sendiri. Empat bintang untuk Saya Cinta Indonesia!

Love you both... Cheers!



Terusin baca - Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika tentang Kelucuan di Negerinya by Isman H Suryaman, dkk

28 Jan 2014

Just so Stories by Rudyard Kipling



Posting kedua hari ini \:D/

Judul: Sekadar Cerita (Just So Stories)
Penulis: Rudyard Kipling
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Ilustrasi dan desain cover: Staven Andersen
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 160 hlm; 20 cm
ISBN: 978-979-22-7803-3
Genre: Fabel, Cerita Anak, Klasik
Status: punya. Beli di Hobby Buku Online Shop


Just So Stories adalah kumpulan kisah pengantar tidur yang ditulis oleh Rudyard Kipling - penulis novel klasik legendaris The Jungle Book. Dalam kumpulan cerita pendek ini, kisah-kisah lucunya bukan sekadar cerita, tapi juga dihiasi ilustrasi goresan Staven Andersen yang memperkaya kisah-kisah fabel ini.

Walau ditulis lebih dari seratus tahun lalu, cerita-cerita dalam Just So Stories tak lekang oleh zaman karena dipadukan dengan mutiara kebijaksanaan. Di sini kita bisa membaca kisah kenapa unta berpunuk, bagaimana macan mendapat tutulnya, kenapa gajah punya belalai, bagaimana alfabet diciptakan, dll. Semua kisah ini akan membawa Anda menuju petualangan menembus waktu dan imajinasi pengarang peraih nobel sastra, Rudyard Kipling.

Halo, Kakak Ilman dan Adek Zidan...
Ini baru terjadi seumur hidup Bunda! Sekali ikut posting bareng BBI, bikin dua review! Wow! Kasih applause, dong, buat Bunda! :P

Sayang aja, sih, kalo nggak dibaca sekarang-sekarang dan direview. Kan, mumpung ada event posting bareng. Kebetulan Bunda udah lama punya buku ini. Kalo nggak karena baca dan posting bareng, kan, entah kapan kebacanya. Ya, nggak?

Baca Just So Stories mengingatkan Bunda pada kakek Roald Dahl. Penuturannya sama liarnya dengan cara bercerita kakek Roald Dahl. Juga imajinasinya yang bener-bener imajinatif. Misalnya aja, gimana ada cerita asal mula unta yang berpunuk. Atau asal mula ada alfabet. Atau kisah gajah yang tadinya sebetulnya hidungnya pendek gimana ceritanya jadi panjang yang kita sebut dengan belalai. Atau kenapa kulit badak berlipat.

Asli ngarang banget.

Tapi jadinya lucu. Hihihi...

Yang jelas, bukan kakek Rudy yang terinspirasi oleh kakek Roald Dahl, karena kakek Rudy kan udah lahir jauuuuuh sebelum kakek Dahl lahir :D

Dari semua cerita, nggak ada yang Bunda paling suka karena Bunda suka semua. Tapi khusus asal mula alfabet itu, ceritanya agak ngebosenin. Abis, kan, 26 huruf dibahas semua gitu. Jadi, yah...

Ada yang "maksa" banget sebenernya. Asal mula armadilo. Tapi... ya sudahlah. Kalian baca sendiri aja, biar tahu kenapa menurut Bunda maksa banget.

Untuk terjemahannya, Bunda acungkan jempol. Karena Bunda pernah baca cerita Rudyard Kipling yang berbahasa Inggris, terjemahan ini enak dan lumayan mengalir. Tapi yang jelas bacaan ini bukan untuk balita. Minimal udah kelas 3 SD lah. Terus, untuk cover dan ilustrasinya.... keren! Pake banget!


Cheers! Love you both,
Terusin baca - Just so Stories by Rudyard Kipling

The Wind in the Willows by Kenneth Graham



Waktunya untuk Posting Bareng BBI! Kali ini temanya #Fabel



Judul: The Wind in The Willows
Penulis: Kenneth Graham
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Penyunting: Nadya Andwiani
Ilustrasi dan Pewajah Sampul:  Ella Elviana
Pewajah Isi: Basandid
Cetakan I: April 2010
Jumlah halaman: 138 halaman
ISBN: 978-979-19926-4-0
Diterbitkan oleh: Mahda Books
Genre: Fabel, cerita anak, klasik, fantasi, classic fantasy
Status: Punya, beli bekas siapa, ya? *kok mendadak lupa*


Kisah tentang persahabatan antara Tikus Tanah yang polos, Tikus Air yang sangat mencintai sungai, Luak yang bijaksana, serta Katak yang ceroboh. Di tepi sungai yang indah dan hutan belantara yang angker, kisah mereka terjalin dengan indah dan mendebarkan.

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Seharusnya, Bunda posting ini kemarin, karena waktunya Posting Bareng sesuai di kalender tanggal 27 Januari 2014. Cuma ya, namanya juga orang sibuk, sesempetnya aja, toh. :P

Sebenernya, Bunda udah pernah baca cerita ini. Kayaknya pas hamil adek Zidan. Terus, karena Bunda udah lupa punya fabel apa aja, Bunda ngambil ini, deh, buat acara posting bareng BBI.

Jadi, ceritanya seperti yang dibilang di atas, The Wind in the Willows itu bercerita tentang persahabatan antara Tikus Tanah, Tikus Air, Luak, dan Katak.

Tikus Tanah tuh cintaaaaaaaa banget sama rumahnya, meski rumahnya ada di bawah tanah dan sederhana banget. Nggak bisa dibilang mewah, tapi nyaman. Cerita bermula, ketika ia mengunjungi Tikus Air dan malah diajak berpetualang. Sebenernya, Tikus Tanah merasa nggak nyaman dengan petualangan ala Tikus Air. Tapi, ia nggak enak sama Tikus Air, jadi manut-manut aja. Dan ia nggak pernah balik ke rumahnya sendiri karena menginap di rumah Tikus Air.

Nah, ada kalanya, Tikus Tanah ini rindu pada sahabatnya yang lain, Luak. Masalahnya, Luak tinggal di dalam Hutan Rimba yang katanya berbahaya untuk dimasuki. selama musim dingin, Tikus Air ini kerjanya tidur melulu. Jadi, Tikus Tanah merasa kesepian. Ia pun nekat masuk ke Hutan Rimba. Nyaris terjadi sesuatu sih, pada Tikus Tanah, saking berbahayanya Hutan Rimba. Tapi ternyata, Tikus Air muncul di saat yang tepat.

Dan mereka pun nyasar karena permukaan Hutan Rimba tertutup salju. Sampai akhirnya mereka menemukan rumah Luak.

Cerita nggak selesai sampai di sini karena mereka harus melindungi Katak yang ndablek. Aduh! Bunda gemes banget sama si Katak ini. Udah dilindungi oleh sahabat-sahabatnya, tetep ajaaaaa bikin ulah. Saking ndableknya.

Bunda cukup suka cerita ini. Bukunya tipis juga, sih. Jadi cepet bacanya. Hihihi. Banyak ilustrasi yang menarik, khas karya klasik. Yang jelas, yang bikin buku terjemahan ini top markotop adalah... ilustrasi kavernya! Keren abis! Cuma satu kata: suka! Pake banget.

Cheers! Love you both,







Terusin baca - The Wind in the Willows by Kenneth Graham