Tampilkan postingan dengan label 2023. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2023. Tampilkan semua postingan

24 Feb 2023

[2023 ~ Book 5] The Little Prince Edisi Livraria Lello Porto

 


Title: The Little Prince (Le Petite Prince) Livraria Lello Porto edition   
Author: Antoine de Saint-Exupéry  
Translator: Katherine Woods 
Editor: BookBug
Foreword: Victor Hugo Mãe
Art Director & Graphic Design: Mariana Pereira - Livraria Lello 
Creative Director: Hugo Cardoso - Livraria Lello
Layout: Luís Santos
Cover's Illustrator: Antoine de Saint-Exupéry
6th Edition, November 2019
Printed and bound by EsenArt Basim Ltd
An exclusive edition of Livraria Lello - Porto Portugal 
Pages number: 132 pages
ISBN: 9-789898-939043
Genre: Fiction, Children Literature, Classic, Prince, Imagination  
Status: Femi gave it to me ^^


We've all been the crown prince of a kingdom called childhood. The prince is, here, king of a flock of one sheep. The one that, Pilot, after making an emergency landing in the Sahara Desert, was invited to draw. From here on, Little Prince and Pilot fly from planet to planet, finding, in each one, a single man who thus becomes a new citizen of this kingdom as imaginary and utopian as necessary. 


Hai, Ilman dan Zi...
I was very excited when I got this book from Femi. Femi was one of my pupil when I was a mentor at PAS ITB. Seeing her growing and now she is a wife and a mom-to-be made me realize that the time has really flew away. I met her when she was a toddler! 

As the collections, I already have the Indonesian and Sundanese editions. Yes, Sundanese. Seriously. It was also written in Sundanese font, Hanacaraka! I got this beautiful edition from Femi when we met after a long time and she just arrived from Germany to prepare her wedding here. 

I was meant to talk about the physic of this book, but I realize that I've never review The Little Prince in my blog, so I think I want to share how I felt about this book, since the first time I read it. This is the fifth book I read this year. 


The Little Prince is about a meeting between a child who called himself as a Prince with a man whose plane crashed in the desert. The man was stuck in the middle of nowhere. No water. No building. No other human at all. The man is the main character of the book, using the first point of view. The man is the writer of the book. I guess he was an Air Force pilot troops who flew the plane and got crashed in the middle of nowhere. 

The man used to like drawing when he was very young. He drew an elephant that swallowed by a snake, but when he showed the drawing to the adults, they interpreted the drawing as a hat. And he felt broken hearted. Since then, he judged the adults are always beyond imagination. 

But the prince, just popped up from nowhere, asked him to draw a sheep for him. The kid said that he only had a rose and three mountains in his planet, so he needed a sheep for his planet so he wouldn't feel to lonely. Then the prince asked him to draw a box to put the sheep so the sheep won't go anywhere. Unexpectedly, the little prince understood the man's drawing.

As the days go by, still trapped in the middle of nowhere and fixing the broken plane, the prince talked about this and that to the man. He talked about his own planet and how the other planets' conditions. The prince also talked about people he met and so on. The man didn't feel to lonely at all because the present of the little prince. 


The story itself always entertain me in some ways. I always in love with the story no matter how many times I re-read it. Sometimes you feel tickled, sometimes you feel touched, but sometimes you can cry too. I feel the warmth of the story and felt understood for some reasons. You should read it. You're gonna like it, kuddos! 


Now about the book. It said that it is exclusively printed for a collection in hard cover version. The size is so small that you can easily grab with your tiny palm. The jacket of the book cover was printed on a luxury paper, not a glossy one but doff one. The surface is so smooth but once it touched a sharp edge of an object, it kinda left a scretched mark on the surface. The edge of the book was printed in gold and it has an attached red ribbon to mark your page. 


I don't mean to disrespect Femi who gave me this copy, but sadly, this version was kinda a rejected product. It has scratch on the surface of the jacket book cover and also has some miss printed on several pages so the text looked shaded and so hard to read. Not just that, some pages were folded and bounded by the binding so I could not even open it. 

I don't have the heart to take pictures of them to post them here since my heart is aching to see this. I hope Femi paid it lesser than the actual price, € 15.90, as for the today's Indonesian currency, it is IDR 256.526. Add 11% for the taxes. 

But still. Even it has an unforgiven flaw, it's still a beautiful and easy grab book for me. So I think I can always re-read it anytime I miss the Little Prince. I still love it no matter what. But if you eagerly to buy this copy, make sure you have checked the physic of the book thoroughly, because you get what you paid.


I read this book to fill: 
- Goodreads Challenge 2023
- Abroad and Beyond Reading Challenge 2023 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Books in English Reading Challenge 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023




Enuff said. Stay healthy you two! See you on my next review! Love you both, xoxo!



             

Terusin baca - [2023 ~ Book 5] The Little Prince Edisi Livraria Lello Porto

26 Jan 2023

[2023 ~ Book 2] Colorful by Mori Eto

 


Judul: Colorful 
Penulis: Mori Eto
Penerjemah: Ribeka Ota
Editor: Dian Pranasari
Pemeriksa Aksara: Mpur Chan 
Penata Isi: Nurhasanah Ridwan
Ilustrasi sampul: Yopi Gozal dari Orkha
Cetakan pertama, Februari 2022
Diterbitkan oleh Penerbit BACA
Jumlah halaman: 264 + xiv hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-6486-68-4
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Asian Literature, Japanese Literature, Magic, Drama, Asia, Young Adult Fantasy, Life, Mental Health
Status: Beli tapi gratis. Karena belinya pake poin di TokPed sampai ongkirnya juga gratis... kekeke... 

Aku adalah jiwa yang baru saja meninggalkan tubuhku. Di hadapanku tahu-tahu muncul malaikat bernama Purapura. Dia bilang aku berdosa besar sehingga sebenarnya tidak dapat lahir kembali. Namun, karena aku memenangkan undian, aku diberikan kesempatan kedua.
Pada kesempatan kedua ini, aku bersemayam di tubuh seorang bocah 14 tahun bernama Makoto Kobayashi yang mencoba bunuh diri. Aku kecewa dan kesal karena Makoto ternyata anak pengecut yang tak punya teman, keluarganya yang tampak baik-baik saja juga penuh kepalsuan. Namun, aku tidak peduli karena ini bukan kehidupanku yang sebenarnya. Aku berperilaku seenaknya tanpa peduli respons orang-orang di sekitarku.

Lama-kelamaan aku mulai menyimak isi hati Makoto yang sesungguhnya. Aku jadi menyadari kesalahpahaman Makoto terhadap orang-orang di sekelilingnya. Sebenarnya hidup Makoto tidak monoton, melainkan penuh warna. Aku ingin memanggil kembali jiwa Makoto ke tubuh yang sedang kupinjam ini demi mengembalikan Makoto kepada keluarga dan teman-temannya. Untuk itu, aku harus mengingat kesalahan yang telah kuperbuat pada kehidupanku yang lalu. Tinggal 24 jam sebelum batas waktunya. Apakah aku bisa berhasil?

Sejak diterbitkan lebih dari dua puluh tahun yang lalu, Colorful menjadi bagian dari kanon sastra, tidak hanya di Jepang, tetapi di seluruh dunia. Setelah dialihwahanakan menjadi anime pemenang penghargaan, kini, karya klasik yang dicintai dan laris ini hadir untuk pertama kalinya dalam bahasa Indonesia.

Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Sewaktu buku ini dibahas beberapa temen di grup chat BBI Joglosemar, jadi penasaran juga. Bahasnya bukan isinya sih. Tapi lebih ke "lagi diskon". Hahaha...

Aku duga buku ini bagus, karena jadi topik pembahasan di grup Joglosemar, walau bahasnya soal diskon. Hihi... Lalu aku mulai deh, nyari-nyari reviewnya di Goodreads. Sampai aku ketemu ini:

Beberapa hari lalu, aku nemu video ini di sebuah jejaring sosial:


Aku berpikir, ketika kita putus asa yang bener-bener putus asa tuh, rasanya memang pengen banget mengakhiri hidup kita. Sewaktu aku beranjak remaja sampai menjelang menikah, beberapa kali aku terpikir bunuh diri walau ga melakukannya. Aku ga seekstrem salah satu sahabatku yang sempet memotong nadinya saking udah putus asanya dia. 

Dulu, yang kulakukan adalah menyiksa diri dengan nggak makan atau benturin kepala. Berharap mati seketika aja. Apa yang bisa bikin aku seputus asa itu? Ketika berkonflik dengan orang tua dan merasa jadi anak yang nggak berguna di mata orang tua. 

Setelah baca Colorful, aku jadi ingat obrolan dengan salah satu adikku tahun lalu. Ternyata dia pernah sengaja makan singkong beracun biar cepat mati. Dia juga mengalami masalah depresi yang serupa denganku, kurang lebih dia merasa nggak berguna karena sakit-sakitan melulu. 

Kalo ditarik kesimpulannya, berdasarkan penuturan seseorang di atas, terus curhat deaf comedian di atas, latar belakang cerita Colorful, juga pengalamanku dan adikku: masa remaja itu masa rawan untuk mengakhiri hidup karena merasa putus asa. Atau lebih jelasnya lagi: masa remaja itu rentan dengan mudah merasa putus asa.  

Tentu saja hal ini membuatku harus betul-betul menjaga kalian berdua. Terutama menjaga perasaan kalian berdua. Itu sebabnya, kenapa setiap hari aku selalu bertanya pada kalian tentang apa saja, terutama tentang cerita-cerita kalian ketika di luar rumah. Minimal, kami harus membuat kalian merasa bahwa aku dan papa adalah orang-orang pertama yang menyayangi kalian dan tentu saja menjaga kalian. Walau kalian ada penjaga utama, yaitu Allah. Itu sebabnya, kami selalu berharap kalian ga menyimpan rahasia kalian, apalagi kalo kalian dirundung orang lain. Perundungan kerap membuat seseorang rapuh. 


Kisah Makoto Kobayashi yang mengalami masa-masa depresi karena apa yang dilihatnya (hanya melihat, tidak melakukan penelitian lebih dahulu) tergesa-gesa mengakhiri hidupnya ini dituturkan dengan sangat hati-hati oleh Mori Eto sensei. Makoto diberi "kesempatan kedua" oleh Purapura melalui jiwa yang baru saja mengakhiri hidupnya juga tapi belum sampai ke langit. Jiwa ini kemudian menuntun Makoto untuk melihat lebih dekat apa yang dulu dilihatnya dan membuatnya depresi. 


Intinya, dalam rangka berkumpul lagi bersama Allah di surga nanti, kita semua dikasih kehidupan yang macam-macam, berikut ceritanya. Tapi nggak pernah ada masalah yang nggak ada jalan keluarnya. Karena itulah fungsinya berdoa dan jadi makhluk berTuhan. Selain harus berdoa, kita juga harus ikhtiar cari jalan keluar. 

Seandainya kita punya orang tua toxic, harus cari pertolongan melalui lembaga resmi. KPAI, misalnya. Karena emang ga mungkin berlindung pada orang tua toxic. Lho, shalat aja ga cukup? Ya nggak cukup. Kalo udah kena mental, ikhtiar selain shalat dan berdoa adalah mencari pertolongan. 

Masalah depresi emang masalah sensitif dan sulit mendapatkan penanganan. Seringnya, banyak orang yang meremehkan masalah ini dan selalu menganggap bahwa depresi adalah sesuatu yang berlebihan alias lebay. Nggak jarang dituduh sebagai "kurang beribadah", "kurang yakin sama Tuhan". Dan lain-lain. Mungkin memang betul. Orang depresi kesannya orang yang nggak ber-Tuhan. Masalahnya adalah... mereka nggak bisa merasakan keberadaan Tuhan. Gimana caranya ngerasain, diajarin juga nggak.


Dan di cerita Colorful ini, memang ga dibahas tentang Tuhan maupun keyakinan pada Tuhan. Hanya saja, konsep kesempatan kedua ini agak sensitif menurutku, sebab hal ini nggak akan terjadi di dunia nyata. Di kehidupan nyata, kesempatan kedua itu nggak pernah ada kalo udah bener-bener mati. Di dalam Islam, Allah tidak pernah memaafkan orang yang mengakhiri hidupnya sendiri. Bisa panjang sih, kalo aku cerita di sini. 

Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk mengajak kita berpikir bahwa belum tentu dugaan kita berdasarkan penglihatan kita itu adalah yang benar-benar terjadi. Buku ini mengajak kita untuk nggak berprasangka buruk apalagi sampai terpikir untuk mengakhiri hidup karena prasangka itu. 


Ah! Dan jadi kepikiran satu hal. Sepertinya masalah pembinaan kesehatan mental udah harus masuk kurikulum sekolah, deh. Karena menurutku ini urgent. Bukan sekadar ada tempat bernama BP sambil isinya cuma tentang anak "nakal" yang ditegur BP. Waktu aku SMP, aku sering bolak balik masuk BP untuk curhat. Hohoho. Semoga pak Mamat selalu sehat... Aku bersyukur dapet guru BP sebaik pak Mamat. Tempat aku curhat ga penting. 



Lah.... Cerita bukunya lebih sedikit dibanding curhatnya ternyata. Kalo gitu, udah dulu, ya. See you on the next review...

Buku ini dibaca untuk memenuhi tantangan baca: 
- Goodreads Challenge 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023

Love you both, xoxo   
 
Terusin baca - [2023 ~ Book 2] Colorful by Mori Eto

25 Jan 2023

[2023 - Book 1] Wizard Bakery - Gu Byeong Mo

 



Judul: Wizard Bakery 
Penulis: Gu Byeong Mo
Penerjemah: Iingliana
Editor: Juliana Tan
Ilustrasi sampul: Staven
Cetakan pertama, 2021
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 208 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 602-06-5739-4
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Asian Literature, Korean Literature, Magic, Drama, Asia, Young Adult Fantasy
Status: Pinjam punya Budhe Truly Rudiono 


Karena ayahnya menikah lagi setelah ibunya meninggal dunia, seorang anak laki-laki berumur 16 tahun terpaksa tinggal serumah dengan ibu tiri dan adik tirinya. Hubungannya dengan ibu tirinya tidak pernah baik, jadi ketika ia mendadak dituduh melakukan pelecehan terhadap adik tirinya, ia pun kabur. Di tengah kepanikannya, ia berlari ke toko roti yang ada di dekat rumahnya. la sama sekali tidak menduga bahwa dunia penuh keajaiban menunggunya di sana. Sekilas pandang, Wizard Bakery terlihat seperti toko roti biasa, tetapi sebenarnya tempat ini menjual roti dan kue yang mengandung sihir. Sementara anak laki-laki itu berada di sana, ia menyaksikan sikap egois orang-orang yang ingin memiliki kekuatan sihir demi kepentingan pribadi. Walaupun Tukang Roti dan asistennya, Burung Biru, sering mengomeli anak laki-laki itu, mereka juga memberinya hiburan, berbeda dengan keluarganya sendiri. Namun, ketika polisi mulai menyelidiki toko roti itu, anak laki-laki itu pun sadar bahwa waktunya kembali ke kenyataan semakin dekat.


Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Sebenernya aku baca buku ini dari tahun lalu terus mandek, gara-gara ceritanya nggak semanis bayanganku tentang yang namanya bakery. Cake shop, coffee shop, dan bakery adalah setting tempat kesukaanku saat baca cerita. Ketika di dalam cerita diceritain gimana manisnya cupcake coklat, tart coklat, atau apapun itu... aku merasa bisa ikut merasakannya di lidahku. 

Tapi sayangnya, Wizard Bakery nggak sepenuhnya bercerita tentang kue-kue yang enak. Ada kisah pedih di dalamnya, yaitu tentang karakter utama yang adalah anak SMA, kabur dari rumahnya setelah mendapat tuduhan melakukan pelecehan seksual pada adik tirinya. 

Kisah remaja SMA ini sudah cukup memilukan, karena dia harus mendapati ibunya mengakhiri hidupnya, setelah ayahnya kemudian menikah lagi dengan seorang guru, penderitaannya nggak pernah berkurang. Ditambah lagi dia mendapat tuduhan melakukan perbuatan nggak pantas pada adik tirinya. Kurang nelangsa gimana lagi, coba, yang baca?

Berhubung menjelang tahun baru 2023 ini aku tergeletak sakit dan mumpung jadi "mati rasa", aku baca ini lagi. Sakit fisik lumayan sempet bikin mati rasa, jadi pas lanjut baca ini datar-datar aja. Tapi ya ga mau terus-terusan sakit juga demi baca buku-buku sakit begini... -____-

Kue-kue yang dijual di Wizard Bakery umumnya harus dipesan dulu karena mengandung sihir tertentu dan kekuatannya terbatas waktu. Telat mengonsumsi, efek sihirnya hilang. Dan karena kue ini mengandung sihir, nggak sembarangan dijual. Pemesanannyapun lewat website mereka yang sering berubah-ubah, karena selalu terendus polisi. Tidak terhitung berapa kali bakery ini harus pindah karena selalu terciduk polisi. Jadi Tukang Roti dan Burung Biru harus segera meninggalkan tempat mereka sebelum polisi datang dan menciduk mereka. Jadi, Tukang Roti dan Burung Biru selalu lolos dan Wizard Bakery selalu bisa beroperasi, walau pindah tempat.


Membayangkan kue-kue enak ini tentu bikin jadi pengen makan kue. Yang selalu kebayang itu kue-kue dari cake shop setiap baca deskripsi kue-kue ini, terlepas dari kue-kue ini adalah kue-kue dengan muatan sihir. 

Misalnya aja ada ginger bread yang ternyata adalah boneka voodoo. Di bagian tertentu kue itu ada sesuatu yang "ditanam" dan nyampe ke korban voodoo-nya. 

Suatu hari, sewaktu si pemuda ini lagi lihat-lihat website Wizard Bakery, dia lihat ada kue yang statusnya "masih dalam penelitian" yang kalopun dijual, harganya akan sangat mahal. Kue itu adalah kue keberuntungan, di dalamnya berisi kertas yang menentukan akan kembali ke waktu yang dia mau. Tapi kue ini tidak bisa dipesan karena risikonya terlalu besar. Sampai suatu ketika, polisi mulai mengendus beberapa kejadian yang mengarah pada Wizard Bakery dan si pemuda ini harus segera pulang, karena nggak akan ada tempat lagi baginya di situ. Nggak disangka, Tukang Roti malah ngasih kue keberuntungan pembalik waktu itu. Tinggal "kebijaksanaan" si pemuda ini aja, mau makan kue itu atau tidak.       


Membaca buku ini sebaiknya nggak dalam keadaan mood swing sedang buruk, karena latar belakang si pemuda ini lumayan memicu depresi. Tapi kalo dalam keadaan seneng juga bisa bikin mood ambyar. Hahaha. Jadi kapan tepatnya? Saat kalian sedang merasa akan datar-datar aja dalam bereaksi. Soalnya it worked while I was not in a good shape. Tapi tergantung kalian aja sih mau bacanya kapan.

Meski begitu, buku ini bagus banget. Terjemahannya juga enak. Tapi kalo bagus banget, kenapa aku cuma kasih empat stars aja? Karena.... yah itu... sempet bikin mogok berbulan-bulan karena bisa mentrigger depresiku. Dan masa harus nunggu aku sakit dulu biar perasaanku datar saat baca ini? -__-

Salah satu pesan yang aku dapat dari buku ini adalah bahwa di hati setiap manusia itu pasti ada tersimpan niat jahat. Dan sihir, bisa mendukung niat manusia berbuat jahat hingga melukai atau membuat orang lain itu sangat menderita. Tapi sebagai manusia yang juga punya sisi baik, tentunya selalu bisa mempertimbangkan risiko melaksanakan niat berbuat jahat dan membatalkannya.

Aku nggak akan cerita soal endingnya, soalnya buatku endingnya ga ada yang genah. Kayak nyangkut gitu... 



Oke, segitu dulu ceritanya... Sampai ketemu di posting berikutnya, buku kedua yang selesai kubaca di bulan Januari...

Buku ini dibaca untuk memenuhi tantangan baca:
- Goodreads Challenge 
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- Abroad & Beyond Reading Challenge 
- BBBBC Reading Challenge 2023

Love you both... xoxo 

Terusin baca - [2023 - Book 1] Wizard Bakery - Gu Byeong Mo