Tampilkan postingan dengan label Asian Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asian Literature. Tampilkan semua postingan

29 Des 2025

[Review] Heaven by Mieko Kawakami


 


Judul: Heaven     
Penulis: Mieko Kawakami
Penerjemah: Sam Bett and David Boyd
Cover Photographer: Takao Noel
Cover Design: Katie Tooke
Penerbit: Picador 
Cetakan pertama, 2022
Halaman: 175 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-150-98-9825-1
Genre: Fiction, Japanese Literature, Contemporary, Japan, Literary Fiction, Asian Literature, Coming of Age, Asia, Novels, Young Adult 
  Status: Pinjem sama Mama Heka


From the bestselling author of Breasts and Eggs and international literary sensation Mieko Kawakami, comes a sharp and illuminating novel about a fourteen-year-old boy subjected to relentless bullying.

In Heaven, a fourteen-year old boy is tormented for having a lazy eye. Instead of resisting, he chooses to suffer in silence. The only person who understands what he is going through is a female classmate, Kojima, who experiences similar treatment at the hands of her bullies. Providing each other with immeasurable consolation at a time in their lives when they need it most, the two young friends grow closer than ever. But what, ultimately, is the nature of a friendship when your shared bond is terror?

Unflinching yet tender, sharply observed, intimate and multi-layered, this simple yet profound novel stands as yet another dazzling testament to Mieko Kawakami’s uncontainable talent. There can be little doubt that it has cemented her reputation as one of the most important young authors at work today.



Hellow, Ilman dan Zi...

Aka pabar kalian?

Masih dalam rangka menghormati dan menghargai kebaikan Mama Heka yang udah minjemin segambreng buku untuk nemenin pas aku kena Covid v.5 di bulan Oktober 2025 lalu -- yang ternyata semuanya baru abis dibaca sampai akhir tahun 2025, eh, well, at least, I read a lot of books, eh? -- ini buku ke sekian yang mau aku review. 

Disclaimer: 
sebenernya di semua tulisanku ini aku pengennya pake ejaan yang disempurnakan, pakai cara penulisan yang sesuai dengan kaidah penulisan yang seharusnya -- misalnya untuk istilah asing aku buat italic dan lain-lain dan lain-lain. Tapi menurutku kalo harus kayak gitu, tulisan-tulisanku nggak akan pernah tayang, sebab waktu untuk ngedit bisa kupake buat nulis review lain, jadi kupikir ga usah formal-formal, deh. Kekeke. 

Ditambah ini kejar tayang juga. Karena setiap menulis review menunggu mood menulisku penuh dulu atau kadang setengah hati yang penting nulis daripada nggak -- lalu langsung klik Publish, jadi maafkan kalo isinya rough semua.


Oke. Mari kita bahas tentang novel Heaven yang ditulis oleh Mieko Kawakami ini. Dari sampulnya, banyak testimoni dari pembaca yang kurang lebih menggambarkan bahwa novel ini sifatnya "heartbreaking" alias bikin patah hati. Sepatah hati cinta yang cuma sepihak aja, kah? 

Heaven bercerita tentang dua remaja SMP, remaja laki-laki mendapat julukan Eyes (Ranpari), narator buku ini, tidak diketahui nama aslinya siapa. Eyes mendapat julukan seperti itu karena dia punya kelainan mata yang disebut "lazy eyes". Satunya lagi remaja perempuan bernama Kojima. Yang membuat mereka berdua menjadi dekat adalah keduanya sama-sama korban perundungan di sekolahnya. Eyes dirundung oleh geng anak laki-laki di sekolahnya, Kojima dirundung oleh geng anak perempuan. 

Eyes dirundung karena kelainan pada matanya, Kojima dirundung karena dia dianggap jorok. 

Keakraban Eyes dan Kojima dimulai ketika muncul surat-surat yang ditujukan untuk Eyes. Surat itu disimpan di laci atau di selipan halaman buku pelajaran Eyes, yang kemudian akan dibaca oleh Eyes secara sembunyi-sembunyi entah itu di kamarnya di rumah atau di toilet sekolah. Surat-surat dari Kojima membuat Eyes tidak merasa sendirian lagi. Awalnya mereka berkomunikasi melalui surat, lalu akhirnya keduanya bertemu secara langsung di tempat tersembunyi. Sampai akhirnya, Kojima mengajak Eyes mengunjungi tempat favoritnya: Heaven.

Saat dirundung, keduanya memilih diam. Namun suatu ketika, Eyes berusaha memberontak yang akhirnya membuat dia semakin disiksa oleh pasukan perundung itu.


Penderitaan Eyes nggak berhenti sampai di sana sebetulnya. Dia tinggal dengan ibu tirinya, ayahnya jarang pulang. Hal ini membuat Eyes sulit untuk bercerita soal keadaannya di sekolah pada ibu tirinya, karena dia merasa asing dengan ibu tirinya. Demikian juga dengan Kojima. Hal yang membuatnya nggak pengen tampak mengurus dirinya karena dia rindu ayahnya yang berpisah dengan ibunya dan tinggal di kota lain. 

Suatu ketika, harapan Eyes untuk memiliki mata normal muncul saat dia pergi ke rumah sakit usai disiksa mati-matian oleh si perundung. Dokter yang menanganinya mengusulkan untuk melakukan operasi matanya, karena lazy eyes akan berpengaruh ke nyeri kepala dan sebagainya. Ketika dia mengutarakan ini ke Kojima, justru Kojima tidak setuju. Baginya, mata Eyes cukup indah dan dia menyukainya, juga simbol kekuatan Eyes. Yang tidak Eyes sampaikan pada Kojima adalah bahwa lama kelamaan kondisi matanya akan menimbulkan nyeri kepala yang mungkin tidak dapat dikontrol lagi. 


Membaca ini sulit berhenti tapi juga membuat nafasku berkali-kali tertahan. Deskripsi Mieko menceritakan segalanya membuat kita seolah menyaksikan sendiri perundungan itu. Aku menghindari buku Breast and Egg, tapi aku malah baca Heaven. Aku menghindari baca Breast and Egg yang juga karya Mieko karena pernah baca diskusi di grup tentang buku itu dan kayaknya aku ga bakalan sanggup baca. Lah, tanpa ngecek lagi penulisnya siapa, aku main tunjuk aja saat Mama Heka nawarin pinjaman buku itu. Hahah. Gotcha, Peni!  

Terlepas dari seluruh kekejaman yang dipaparkan di novel ini, aku mengakui salah satu testimoni pembaca yang mengatakan bahwa "Mieko is a genius". Mieko jenius meramu alur, character building, juga emosi pembaca sehingga membaca buku ini seolah-olah membuat kita jadi saksi hidup seluruh kejadian di sisi Eyes. Hal ini yang membuatku yakin sepertinya nggak sulit mengadaptasinya ke dalam film dan animasi (yup, Heaven ada dalam format film dan animasi, tapi sepertinya aku nggak akan nonton, cukup di buku aja). 

Meski keduanya mengalami perundungan, namun keduanya berusaha menemukan kebahagiaan di antaranya. Ada humor yang nggak biasa yang muncul lewat celetukan Kojima, seperti "happamin", "lonelamin", "hurtamin".   

Aku kutip dari halaman 32-33:

"Happamine"
"What's that mean?"
"It's like, dopamine that comes out when you're really happy."
"Oh yeah?"
"And when you're really hurting," she explained, "that's called hurtamine."
"What about when you're lonely?" I asked.
"Lonelamine!" she laughed.

Cara berpikir Kojima memang beda. Mungkin saking hurt terlalu dalam, ya, dia pernah bilang gini, "Human beings are the only ones talking all the time and making problems and everything", halaman 35. 


Aku highly recommended baca ini, but please beware if your heart's not okay to read such bullying descriptions, because they're triggering your anxieties. Buku ini bukan untuk orang-orang yang mudah ke-trigger anxiety dan overthinking-nya. But I'm pleased to know one of Mieko Kawakami's work. Ceritanya pengen menghindari Breast and Egg, malah ketemu Heaven. Sama-sama buku dark. Hahaha. 

I will end this review. Keep reading and stay healthy. You will always need to read books because it's healthier than reading so many gossips on social media. Reading books will keep you out from brain rot. Believe me. See you on my other review! xoxo

Terusin baca - [Review] Heaven by Mieko Kawakami

15 Jun 2023

[2023: Book 13] Dallergut ~ Toko Penjual Mimpi - Lee Miye

 

Judul: Dallergut ~ Toko Penjual Mimpi
Penulis: Lee Miye
Penerjemah: Jia Effendie
Penyelia naskah: Dian Pranasari
Pemeriksa aksara: Titis Adinda
Penata isi: @designgedang
Perancang sampul: @designgedang
Cetakan 1, Desember 2021
Diterbitkan oleh Penerbit Baca
Jumlah halaman: 300 hlm; 20 cm
ISBN: 978-602-64-8667-7
Genre: Fiction, Novel, Fantasy, Young Adult, Magical Realism, Asian Literature, Korean Literature, Magic, Drama, Asia, Young Adult Fantasy
Dibaca: 17 Maret 2023 - 24 Maret 2023
Status: Hadiah Secret Santa Joglosemar 2021 (dari missfioree)

Ada sebuah desa yang hanya bisa kamu kunjungi dalam tidurmu. Tempat paling populer di desa adalah Dallergut: Toko Penjual Mimpi yang mengumpulkan dan menjual segala macam mimpi. Toko ini selalu ramai oleh pelanggan manusia dan hewan yang ingin tidur panjang atau tidur siang. Setiap lantainya dilengkapi dengan mimpi-mimpi dari berbagai macam genre istimewa, termasuk mimpi tentang masa kecil, perjalanan menyenangkan, melahap makanan lezat, hingga mimpi buruk dan mimpi misterius.

Di toko ini ada Dallergut, si pemilik toko; Penny, karyawan baru yang ceroboh dan penuh rasa ingin tahu; Aganep Coco, produser mimpi legendaris; dan Vigo Myers, manajer lantai dua.

Penny ditugaskan untuk bekerja di lantai satu dengan karyawan veteran, Bibi Weather. Namun, pada hari pertama dia bekerja, mimpi yang paling mahal dicuri...

Kisah menawan ini akan meninggalkan gaung yang lama. Tidak hanya menyenangkan bagi pembaca remaja, tetapi juga memberikan kehangatan dan penghiburan bagi pembaca dewasa yang lelah dengan kenyataan hidup.

Hai, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Aku pernah masukin buku ini ke wishlist gara-gara sempet dibahas diskon-nya di grup wasap Joglosemar. Kalo sampai masuk topik diskon, itu artinya "buku-ini-termasuk-worth-buat-dibaca-yang-kalo-kebetulan-belum-punya-cepetan-beli-mumpung-diskon". ðŸ˜¬

Jadi, pas diadain acara Secret Santa JogloSemar tahun 2021, aku masukin buku ini sebagai salah satu wishlist aku biar dikabulkan sama Secret Santa. Dan alhamdulillaah... santanya baik banget, mengabulkan wishlist aku yang satu ini yang kemudian baru dibaca setahun kemudian T____T


Oke, jadi Dallergut itu nama orang sekaligus pemilik toko Dallergut - Toko Penjual Mimpi. Sistem jualannya gimana? Orang dateng ke toko, milih mimpi (kalo aku bayanginnya kayak milih DVD) yang dia mau, terus bawa pulang. Lho, nggak bayar? Nanti bayarnya, transfer ke "rekening" toko, pake perasaan. Nggak kebayang? Sama. Apalagi ada timbangan kelopak mata. Aku sama sekali masih belum paham cara kerjanya si timbangan kelopak mata itu.

Perasaan yang dibayarkan itu di antaranya perasaan bahagia, senang, sedih, dan sebagainya. Nah, di toko ini ada gudang penyimpanan botol-botol berisi perasaan yang dibayarkan. Kalo botolnya udah penuh, disetorin ke bank. Nanti bisa dikonversi dengan uang. Ada perasaan tertentu yang harga konversinya mahal banget.

Tersebutlah seorang karyawan baru bernama Penny, yang kebetulan dapat tugas untuk menggantikan Bibi Weather, karyawan veteran yang lagi nggak bisa pergi ke bank untuk bawa botol perasaan. Ketika sedang mengantri, perhatian Penny teralihkan dan botol yang dibawanya untuk disetorkannya hilang. Kemudian Penny tahu bahwa kedua botol perasaan itu adalah perasaan termahal. Penny merasa sangat bersalah, namun Dallergut menenangkannya bahwa kejadian seperti ini memang sudah pasti bisa terjadi. Hanya saja kebetulan yang ketimpa sialnya adalah Penny, karyawan yang baru aja masuk kerja hari itu.

Terus, mimpi yang dibeli itu gimana cara kerjanya? Nah, di buku ini nggak diceritakan apakah mimpi yang sudah dibeli itu harus diminum atau ditonton atau gimana. Nggak diceritakan wujudnya. Jadi sebagai pembaca aku merasa kehilangan detail cara kerja paket mimpi yang dibeli. 

Penulis lebih banyak menceritakan tentang mimpi-mimpi yang dialami orang-orang yang membeli mimpi. Misalnya mimpi tentang mantan pacar, mimpi tentang harapan-harapan, dan sebagainya. Termasuk mimpi untuk hewan. Ada anjing yang kesepian karena pemiliknya sibuk semua, terus anjing itu mimpi diajak jalan-jalan pemiliknya. Anjing? Mimpi? Iya. di lantai sekian, ada section mimpi untuk hewan-hewan yang bisa milih mimpi yang dipengeninnya.   


Sebenernya baca buku ini seru. Milih mimpi sama dengan milih film yang pengen kita tonton di rumah sambil pake piyama dan kemulan. Tapi ga sedikit ada yang dari mimpinya malah stres, misalnya inget masa ujian saat sekolah, padahal udah kerja. Atau jadi mimpi buruk terus karena selalu mimpi flashback ke masa-masa lagi wamil. Akibatnya pelanggan-pelanggan ini jadi protes dan minta refund, karena setelah bermimpi, mereka jadi gelisah.

Mungkin karena aku bayangin suasana tokonya menyenangkan, piyama dan sandal tidur juga tempat tidur berikut selimut yang fluffy, baca buku ini tuh heart warming. Sayangnya, banyak detail yang ga ada, jadi kalo pembaca kepo kayak aku bakalan bertanya-tanya. Contohnya penjelasan cara pembayaran pelanggan yang puas dengan mimpi mereka, cara pake paket mimpinya, juga cara kerja timbangan kelopak mata. Entah kenapa aku ga bisa memahaminya. Kalo bisa lebih detail, mungkin aku kasih 5 bintang. Mungkin rate yang kukasih ketinggian, karena temanku Daniel, ngasih cuma 2 bintang dengan komen "Capitalism has been so deep-rooted that even dreams are now commodified." ðŸ˜‚


Kabarnya ada buku kedua Dallergut Toko Penjual Mimpi. Mari kita lihat apakah lebih menyenangkan dibacanya atau nggak. Mari kita berekspektasi! 


Aku baca buku ini untuk memenuhi tantangan:
- Goodreads Reading Challenge 2023
- JogloSemar Babat Timbunan 2023
- Abroad and Beyond Reading Challenge
- Tantangan Membaca BBBBC 2023



Stay healthy both of you! xoxo!


 




   




 
Terusin baca - [2023: Book 13] Dallergut ~ Toko Penjual Mimpi - Lee Miye

2 Jun 2023

[2023: Book 8] Delicious Days with Martha vol 1 - Jing Takao

 


Judul: Delicious Days with Martha vol 1 
Author: Jing Takao
Alih bahasa: She
Editor: Vonny
Desain sampul: Nurdjito T
Cetakan pertama, 2014
Diterbitkan oleh PT Elex Media Computindo
Jumlah halaman: 136 hlm; 20 cm
ISBN: 978- 979-27-4907-0
Genre: Fiction, Manga, Young Adult, Portugal Literature, Asian Literature, Japanese Literature, Komik, Asia, Komik Remaja
Status: Lungsuran dari Tante Echan


 Martha berasal dari Portugal. 
Gadis bokek namun hobi makan. 
Sendirian menikmati hidup sekalipun uang pas-pasan dan tinggal di apartemen bobrok yang berumur 70 tahunan.
Mulai dari menikmati segarnya jeruk musim panas, gurihnya nasi goreng dengan minyak ayam, lezatnya charsew teh hitam, enaknya kue tart dari pinggiran roti tawar, dan lain-lain.
Martha membuktikan bahwa sekalipun bokek, dia tetap bisa makan enak.


Halo, Kakak Ilman dan Kakak Zi...

Review kali ini sayangnya nggak bisa buat ikut Babat Timbunan 2023, karena walau ini buku lama, termasuk buku baru. Eh, gimana...

Aku baru terima buku ini di tahun 2023, lungsuran dari Tante Echan. Jadi terhitungnya buku baru, kan, karena baru diperoleh. Walau sebenernya ini buku yang udah lama banget usianya. 

Aku tertarik baca ini karena bahas makanan. Umumnya, manga yang bahas makanan disertai resep membuatnya atau tips-tips tertentu untuk menikmatinya. Intinya, manga yang cerita tentang makanan pasti kepake banget ilmunya.


Jani begidi...

Karakter utama manga ini adalah Martha, gadis Portugal yang baru menyelesaikan kuliah Magisternya di Jepang. Dia ingin menikmati hidup lebih lama di Jepang, karena menurutnya, Jepang nggak hanya indah alamnya, tapi juga makanannya enak!

Volume 1 dibuka dengan cerita pengiriman paket dari Portugal, yang baunya agak tidak menyenangkan menurut kurir paketnya. Dia sempat membatin, apakah paket yang dibawanya adalah tulang belulang manusia T___T

Untuk orang Jepang yang tidak terbiasa dengan aroma ekstrim, tentu kiriman paket yang aromanya agak menyengat ini mengganggu. Isi paket itu adalah ikan kod yang diawetkan dengan garam dan dijemur. Di Indonesia, ini mungkin yang disebut dengan ikan asin, kali, ya. Dalam Bahasa Portugal, ikan yang diawetkan dengan cara seperti ini disebut "bacalhau".

Martha menyuguhkan tips mengolah bacalhau dengan memadukannya bersama rebusan kentang yang dihaluskan terlebih dulu sehingga menjadi kroket bacalhau, di antara 300 cara mengolah bacalhau.  

Makanan lain yang dibahas di sini antara lain crab dip (celupan krim yang terbuat dari krim asam dan udang karang yang dipancing Martha dari sungai dekat apartemennya) untuk makan kraker, charsew (daging babi) yang dimasak dengan teh hitam, selai jeruk yang dibuat dari kulit jeruk, Bellini (cocktail buah persik) ala Roberto Capa, kare tanpa daging, pepes ikan, xiaolongbao, oil sardine, tart dari pinggiran roti, dan soppa aletenjana (sup telur ala Portugal).

Tidak hanya membahas resep, tapi di beberapa bagian ada yang diceritakan cara makannya aja atau how to get it in Japan.


Selain bahas makanan, Martha kasih kita tips untuk bisa tidur nyenyak lewat lavender. Caranya semprotkan lavender dengan air, terus tutup dengan saputangan dan jemur sampai air di lavender meresap ke sapu tangan dan kering. Letakkan di dekat kita saat tidur. Yah, dijamin bablas tidurnya.

Kemudian ada tips membuat minyak ayam, yang bisa kita gunakan untuk minyak tumisan. Soal ini sih emang udah sering aku praktikkan, meski awal dapat ilmunya bukan dari cerita Martha.  


Sekarang aku mau bahas soal visualisasi makanannya, ya... Ini poin penting, soalnya kan keutamaan dari serial ini adalah "makanan".

Secara grafis, visualisasi makanannya menurutku kurang menggugah selera, kalo aku harus "membandingkan"nya dengan grafik visualisasi makanan di Miiko atau Yotsuba! Meski sederhana, visualisasi makanan secara grafis di Miiko dan Yotsuba! cukup mengundang lapar, karena "ngeblend" dengan karakternya.

Buatku, grafis makanannya kurang menonjol dibandingkan grafis Martha-nya sendiri. Semua detail grafis terekspos di Martha.  

Ketersampaian penggambaran "nikmatnya makanan yang dinikmati" Martha dibantu oleh deskripsi dan ekspresi Martha saat menikmati makanannya, bukan murni hasil visualisasi lewat grafisnya. Yang memperparah dari visualisasi makanan ini adalah adanya tampilan foto makanan yang sayangnya buram, jadi makin tidak menggugah selera. Mestinya digambar aja, karena foto buram nggak membantu pembaca membayangkan makanannya. Atau bisa jadi il-feel gara-gara lihat foto makanannya yang nggak menarik. 



All in all, serial ini menarik. Sayangnya aku nggak punya lengkap secara berurut. Tante Echan cuma punya empat volume dan nggak berurut juga. Alhamdulillaah. Info dan tips di serial Martha berguna banget, semacam lyfe hacks di saat sedang bokek, walau mungkin nggak semuanya bisa plek kita tiru, contohnya kayak mengolah charsew (daging babi) atau cocktail karena bahan makanannya bukan yang edible buat kita yang beragama Islam. Tapi kurasa masih bisa diganti dengan bahan lain yang edible buat kita. Karena di dunia ini masih ada sangat banyak bahan makanan yang bisa kita makan di luar bahan makanan yang dinyatakan haram. YGY?

Baca ini buat cicil beresin: 
- Goodreads Challenge 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023




Sehat-sehat kalian, ya... Sampai ketemu di posting berikutnya... xoxo...




 




Terusin baca - [2023: Book 8] Delicious Days with Martha vol 1 - Jing Takao

30 Jan 2023

[2023 ~ Book 4] Bausastra Lelembut - Lentera Nusantara

 


Judul: Bausastra Lelembut  
Penulis: Tim Lentera Nusantara 
Editor in Chief: Azizah Assattari
Contributors: Lingga Krisnadi a.k.a Aya Rinka, Wahyu Agung Pramudito
Art Director: Anindyo Wishnu Wibowo
Illustrator: Agung Syaeful Anwar 
Design and Layout: Aziz Dwi Septori
Project Administrator: Ryan Sandria R, Ananda Elivia K 
Cetakan pertama, 2019
Diterbitkan oleh PT Gramedia, Jakarta
Jumlah halaman: 184 hlm
ISBN: 978-623-00-0913-6
Genre: Non Fiction, Reference, Indonesian Literature, Asian Literature, Asian,  
Status: Beli lewat Bude Truly Rudiono, pas ada diskon gede-gedean GM kalo ga salah harus beli minimal 1,5juta dulu. Jadi ini patungan sama bude Truly beli apa gitu, biar kekumpul 1,5 juta


Apakah kamu takut hantu?

Hantu telah bersama kita sejak awal. Berabad-abad dalam cerita rakyat, literatur, dan mipi kita. Sebagai negara multikultural dengan ribuan kisah dan dongeng tentang roh dan makhluk ajaib, masyarakat Indonesia menghayati budaya mistis dalam kehidupan mereka. Setiap daerah di Nusantara memiliki karakter hantu sendiri yang terkait dengan budaya lokal.

Bausastra Lelembut adalah bahasa Nusantara kuno yang berarti Ensiklopedia Hantu. Ini adalah eksplorasi yang mencerahkan dan terkadang lucu dari kepribadian untuk hantu-hantu yang mewarnai kehidupan di Indonesia. Penjelasan, informasi yang bagus, dan dongeng lokal yang diberikan memungkinkan pembaca untuk menemukan perbedaan di antara hantu-hantu dan roh-roh. Terdapat seratus spesies hantu dan roh yang dideskripsikan dengan detail melalui klasifikasi tersegmentasi.

Panduan komprehensif dan kaya ilustrasi tentang dunia hantu di Nusantara dari pengembang game "Ghost Parade" ini adlah hasil dari penelitian selama bertahun-tahun seiring perkembangan game-nya. Ia menjelajahi pemahaman tentang siapakah hantu itu dan mengapa mereka menghantui, secara visual dan historis. Dari halaman pertama hingga terakhir, taksonomi hantu dipaparkan. 

Buku ini menyorot beragam jenis hantu dan arwah lain dari warisan Nusantara. Dengan ilustrasi yang menarik dan penjelasan singkat, "Bausastra Lelembut" mengajak pembaca untuk berkenalan dengan berbagai roh Nusantara. Jelajahi dunia hantu yang misterius. Ketahui latar belakang mereka. Baca kisah mereka. Mengungkap rahasia mereka dan temukan bahwa hantu lebih dari sekadar pamali seram untuk anak-anak. 
Halo, Kakak Ilman dan Zi...

Buku ini udah lama dibelinya. Eh tahun lalu, sih. Pokoknya pas GM suatu cabang di Jakarta lagi ngadain diskon besar-besaran (kalo nggak salah 90%) dengan syarat harus beli minimal sekian juta rupiah. Sebenernya ga kepikiran ikutan hype-nya, karena...
Pertama, harus ke Jakarta
Kedua, harus punya duid banyak 
Ketiga, belum ada daftar belanja lagi (awalnya) 
Keempat, ternyata nggak semua buku yang didiskon dan itu TIDAK DISEBUTKAN DI IKLAN. HAHAHAHAHA. 

Poin keempat ini aku kemudian tahu pas akhirnya aku diajak bude Truly buat nge-jastip ke om Jun, kalo ga salah. Tapi aku titipnya sama bude Truly. Ada sekitar 10 judul yang aku ajukan ke bude Truly dan.... ZONK. Kesepuluh judul yang aku titip itu ga diskon. HUAHAHAHAHAHAHA 

Aku sama bude Truly ngakak-ngakak. Karena kami bertiga (aku, bude Truly, dan om Dion) udah masukin sejumlah judul yang emang jadi wishlist dan ga ada satupun dari judul yang kami buat daftarnya ada dalam daftar diskon.

Tapi... berhubung om Jun udah ada di lokasi dan kasian juga kalo ga jadi belanja-belanja... akhirnya, kami memutuskan untuk beli apa yang ada. Salah satunya buku Bausastra Lelembut ini. Bude Truly beli dua, duanyanya ada di aku. Hihi

Yang satu aku pinjem dari Bude Truly, berikut buku-buku pinjaman lainnya. Satunya akhirnya kubeli. Itupun lewat om Dion belinya. Bingung? Sama. Pokoknya gitu, deh... Intinya kedua fisik buku ini ada di aku. Satu punyaku yang kubeli dari Bude Truly lewat om Dion, satunya pinjem punya Bude Truly. Hiahahahaha... mumet-mumet, deh... ^_^


Tadinya mau dibaca bulan Oktober 2022, biar ada bau-bau Halloween. Cuma kayaknya karena sedang baca buku yang lain, jadi kelupaan soal mau baca ini. Berhubung pas tahun baru sempet terkapar dan ga bisa bangkit dari bed, kebetulan buku ini terjangkau tanganku biar ga usah bangun-bangun gitu. Jadi dalam sehari udah kelar aja baca buku ini.

Baca Bausastra Lelembut ini bikin jadi tahu nama-nama roh dan arwah yang dipercaya hidup di Indonesia. Semua karakter hantu, arwah, roh, dan apapun itu namanya, digambarkan dengan imut, meski sebagian besar deskripsinya hampir semua tampaknya mereka itu nggak berguna selain "mengganggu" manusia.  

Ada, nih, hantu yang bikin aku ngeri bayanginnya. Salah satunya adalah "hantu pringis". Jadi katanya bentuknya itu kayak kelapa. Suka tiba-tiba jatuh dan menggelinding gitu. Masalahnya adalah... kalo dia menggelinding kan mukanya jadi keliatan ya... Kalo pas lagi menghadap ke arah kita kebetulan mukanya... dia bakalan nyengir ke kita... HIIII... bayangin aja ada kelapa punya wajah... terus pringas pringis (nyengir) ke kita...

Aku baru tahu kalo kuntilanak itu ga cuma yang pake baju putih aja. Tapi juga pake baju merah, namanya Kuntilanak Merah. Perbedaan antara Kuntilanak (berbaju putih) dengan Kuntilanak Merah adalah: kalo Kuntilanak itu adalah hantu seorang perempuan hamil yang meninggal sebelum anaknya lahir. Dia jadi gentayangan karena sedih ga bisa melahirkan. Sementara Kuntilanak Merah itu konon adalah arwah seorang perempuan yang meninggal ketika melahirkan dan membawa potongan-potongan kenangan ketika dia masih hidup. Jadi, semakin sedih atau marah dirinya, bakalan semakin merah warna bajunya. Fungsi keduanya apa? Nggak ada gunanya sih. Hihi...

Kuntilanak
 
Kuntilanak Merah


Salah satu makhluk gaib yang ada gunanya disebut di sini tuh namanya Jurig Orowodol yang konon dulu dipelihara petani untuk menjaga kebun buah dari tangan-tangan jahil. Jadi inget, di grup Perang Makanan, istilah "orowodol" adalah campuran sisa-sisa makanan yang dihangatkan lagi (biasanya sisa makanan lebaran). Yang sering bikin "orowodol" itu Yangti, sewaktu kami masih kecil. Seiring bertambahnya usia dan jumlah kita udah tambah banyak, udah ga ada lagi yang namanya "orowodol" di rumah Yangti saat lebaran. Di hari kedua udah tandas semua masakannya. Lah.. dari ngomongin jurig jadi makanan, ya... hahaha...

Ada juga siluman yang baik hati karena suka menggembala ternak atau bahkan mengantar manusia yang tersesat, namanya Siluman Kambe', penampakannya mirip-mirip Firenze kalo di dunianya Harry Potter. Kepalanya manusia, berwajah manusia, tapi punya tanduk, kaki dan badannya berbentuk tubuh kambing. Centaur versi kambing, lah, ya... 

Siluman Kambe'


Di sini diceritain juga hantu legendaris SMA Negeri 3 Bandung: Nancy. Cewek bangsawan Belanda yang meninggal karena nggak bisa hidup bersama pujaan hatinya dan konon sering ada penampakannya di sekolah ini. Tapi temen-temenku yang bersekolah di sini bilang, sih, mereka belum pernah lihat ada penampakan Nancy sama sekali selama tiga tahun mereka bersekolah di sana. Mungkin beda jam piket kali ya...
Nancy

Sebenernya apa manfaat aku baca buku ini? Nggak ada, sih. Cuma seru juga, ternyata ada banyak "makhluk gaib" di Indonesia (yang aku yakin mungkin di buku ini belum semua disebutkan) dan semuanya punya nama-nama juga karakter yang unik. Kalo dijadiin karakter game dan buku sih emang seru. Bahkan bisa digambar seimut iniii... Tapi kalo harus ketemu mereka... aku NO. Tidak. Terima kasih. Ketemu manusia normal aja adaaaa aja yang bikin gedeg. Apalagi ini! 
Aku suka buku ini karena ngasih banyak info dan yang pasti ilustrasinya menyenangkan mata karena meski deskripsinya kebanyakan serem, karakternya digambarkan dengan imut ga tertahankan... Kalo penampakannya beneran seimut itu tentu makhluk-makhluk gaib ini jatuhnya nggak menyeramkan, dong... ^^

Aku beli buku ini seharga 10rebu ditambah ongkir (soalnya kan dikirim dari Jakarta ke Yogyes lalu dari Yogyes dikirim ke Bandung). Kalo nggak salah harga aslinya 90rebu gitu. Mahal? Iya! Lux banget kertasnya. Dicetak di kertas mengilap. Mewah banget dan khas banget ensiklopedia gitu, deh. Meski bukunya tipis, buku ini berat. Mungkin karena faktor kertasnya yang mengilap ini. Aku nggak menyesal beli buku ini (yaiyalah, pas dapet diskon murah banget -____-') Seandainya udah tahu buku ini dari dulu, mungkin kubeli juga, mengingat kertasnya yang bagus. Tapi keknya bakalan nangis kejer kalo tahu kemudian harganya terjun bebas kali, ya... Udah rezekinya dapet buku bagus dan murah xD   
Oke, segini dulu ceritaku bersama Bausastra Lelembut ini.. Aku sama Zi sempet diskusi beberapa halaman tentang buku ini. Kayaknya waktu itu kita bahas tentang Kuntilanak deh, ya... Zi kan selalu tertarik sama yang viral...

Buku ini dibaca untuk memenuhi 
- Goodreads Challenge 2023
- BBI Joglosemar Babat Timbunan 2023
- BBBBC Reading Challenge 2023
- Satu Bulan Satu NonFiksi Reading Challenge 2023


Sampai ketemu di posting berikutnya, ya... Love you both, xoxo 💋








  

Terusin baca - [2023 ~ Book 4] Bausastra Lelembut - Lentera Nusantara