Tampilkan postingan dengan label buku bantal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku bantal. Tampilkan semua postingan

27 Feb 2014

Rahasia Meede by E.S. Ito

Judul: Rahasia Meede - Misteri Harta Karun VOC
Penulis: E.S. Ito
Penyunting: Yulia Fitri
Penyelaras aksara: Erni Kusmiati
Pewajah sampul: Windu Budi
Diterbitkan oleh Penerbit Hikmah
Cetakan II, Oktober 2007
ISBN: 978-979-114-099-7
Jumlah halaman: 675 hal + xii
Masuk dalam rak: Fiksi Sejarah, Historical Fiction, Indonesian Literature, Novel
Status: Punya. Beli dari obralan. Titip om Dion Yulianto

Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.

Sementara itu, di atas permukaan, Jakarta dicekam oleh teror pembunuhan misterius. Satu per satu orang penting ditemukan tewas mengenaskan, di tempat-tempat berawalan huruf B, disertai pesan aneh berupa Tujuh Dosa Sosial yang pernah dicetuskan oleh Mahatma Gandhi. Entah apa makna semua itu.

Het Geheim van Meede - Rahasia Meede, misteri emas VOC itu, perlahan terungkap. Dan, untuk mendapatkan jawabannya, seorang laki-laki muda intelijen militer harus berhadapan dengan seorang anarkis, karibnya ketika sama-sama sekolah di SMA Taruna Nusantara. Tak hanya bersaing dalam hal itu, mereka pun sama-sama berusaha mencuri perhatian seorang gadis Belanda, seorang mahasiswi peneliti Sejarah Ekonomi Kolonial, yang menyimpan lebih banyak misteri dari apa yang ditampakkannya. 

Lika-liku pencarian Rahasia Meede melintasi sejarah ratusan tahun Indonesia, melewati pelarian, pengkhianatan, dan persahabatan. Kegelisahan sebuah generasi berusaha menemukan jalan keluarnya sendiri.


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Bulan kedua di tahun 2014 ini, Bunda mau ikut baca dan posting bareng bertema Historical Fiction. Bunda pilih Rahasia Meede (plesetan Bunda dan beberapa teman sih: rahasia kacang mede :D), karena sudah lama nangkring di rak buku. Karena ada event ini, mau ga mau, ia harus terlibat supaya dibaca dan ga berdebu terus nangkring di rak.

Di sekolah, mata pelajaran yang paling Bunda suka selain Matematika, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris adalah Sejarah, lalu Geografi. Cuma yang bikin suka ilfeel sama mata pelajaran Sejarah adalah: keharusan menghapal tanggal persis dengan kejadiannya. Padahal, lebih enak kalo nggak harus menghapal tapi jadi hapal karena ada cerita spesial di dalamnya.

Kenapa belajar Sejarah itu perlu? Supaya tau langkah di masa depan. Kurang lebih, ini salah satu hikmah dari cerita rahasia kacang mede harta karun VOC itu.

Jadi cerita Rahasia Meede itu gimana, sih?

Dimulai dari seorang wartawan harian Indonesiaraya, bernama Batu, yang ditugaskan di Papua untuk mendapatkan sebuah berita dari serentetan pembunuhan berantai. Saat itu, korban yang tewas di Papua adalah korban keempat, seorang pengusaha. Yang membuat ini misterius adalah semua korban pembunuhan ini tewas di tempat-tempat dengan berawalan huruf B. Dan di setiap mayat korban, pasti ada secarik kertas berisi salah satu penggalan dari Tujuh Dosa Sosial yang pernah dikemukakan oleh Mahatma Gandhi, salah satu tokoh India.

Kemudian cerita berlompat ke seorang Cathleen Zwinkle, seorang mahasiswi Universitas Leiden, yang sedang mencari data untuk penelitiannya, di antaranya laporan keuangan VOC.

VOC atau Veerenigde Oostindische Compagnie atau Kongsi Dagang Hindia Timur adalah persekutuan dagang Belanda yang memonopoli perdagangan di Asia Tenggara dan berkedudukan di Indonesia. Pada saat itu Indonesia bernama Hindia Belanda, ada di bawah penjajahan kolonial Belanda. Kalian tentu tahu dari pelajaran Sejarah, bahwa Indonesia pernah berada di bawah penjajahan kolonial Belanda selama 350 tahun. Lama banget, ya...

Sebetulnya sekarang pun, Indonesia masih terjajah, sih. Entah kapan Indonesia benar-benar merdeka. *sigh*

VOC dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem saham.Walau VOC ini kongsi dagang, tapi ia memiliki keistimewaan, seperti punya pasukan tentara sendiri. Bahkan VOC punya hak istimewa boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Jadi, seperti negara di dalam negara.

VOC cukup lama bertahan, sejak didirikan pada 20 Maret 1602 kemudian ditutup pada 17 Maret 1798. VOC ditutup karena bangkrut dan bahkan berhutang. Konon, menurut novel ini, bahkan hutang-hutang VOC dilimpahkan kepada Indonesia yang sudah meraih kemerdekaannya. VOC bangkrut karena di antaranya banyak pegawainya yang berbuat curang dan korupsi. Agak paham sih, sekarang, buruknya peninggalan Kumpeni itu (sebutan VOC oleh orang Indonesia pada masa penjajahan kolonial Belanda) adalah korupsi. Sampai detik ini, setiap kalian buka channel tv yang menyiarkan siaran berita nasional, nggak pernah nggak ada berita korupsi. Pasti aja ada. Setiap hari. Orangnya pun berganti-ganti. *sigh*

Nggak hanya cerita tentang Batu Parada Gultom, Cathleen Zwinkle, masih ada Attar Malaka alias Kalek yang diburu oleh Lalat Merah. Ada Guru Uban yang mengajar anak-anak tidak mampu.


Di sini, Bunda diajak berlompatan dari satu karakter ke karakter lain. Bener-bener diajak berlari karena nggak akan sempat melihat lagi ke belakang, Batu ini siapa, Cathleen ini siapa, Guru Uban siapa, dan seterusnya. Ini yang membuat Bunda betah baca Rahasia Meede. Meski kompleks, banyak karakter dan POV yang berbeda-beda, tapi tetap asyik untuk diikuti. Meski harus berlarian dan bikin ngos-ngosan bacanya. Hihihi.

Yang bikin seru, ternyata meski karakternya banyak, ada yang sebetulnya masih satu orang karena sedang menyamar. Banyak hal-hal nggak terduga di dalamnya. Plus, twistnya menurut Bunda keren.

Meski demikian, meski Bunda bilang Rahasia Meede keren banget menurut Bunda, bukan berarti Rahasia Meede nggak punya kesalahan absurd. Apakah itu?

Di bab hampir akhir, di cerita ketika Cathleen nyaris ketemu dengan petunjuk terakhir menuju rahasia harta karun VOC sendiri. Sebelumnya terungkap bahwa Cathleen adalah salah satu keturunan orang yang punya harta karun VOC. Nah, ternyata, si dokumen petunjuk itu ada di ruang bawah tanah di Monas. Untuk membuka pintunya, Cathleen dan Kalek harus mendorong sebuah dinding sehingga pintunya terbuka. Apanya yang absurd? Ketika pintu ini didorong, puncak Monas yang terbuat dari emas itu turun dan tenggelam. Apanya lagi yang absurd? Ketika itu, ada salah satu anggota Kopassus yang melihat, langsung panik melihat fenomena tenggelamnya puncak Monas. Sampai harus mengevakuasi Presiden segala. Nggak lama, ketika di bawah sana Cathleen dan Kalek berhasil mengambil dokumen itu dan pintu ditutup lagi, puncak Monas kembali muncul seolah-olah nggak terjadi apa-apa. #sopileralert

Terus terang, adegan itu bikin Bunda `meh` banget. Absurd. Ngakak, sekaligus agak ilfeel buat melanjutkan bacanya dan batal mau kasih 5 bintang #ngakakdulu

Karena Bunda menghargai keseruan cerita yang dibangun sebelumnya, Bunda akhirnya kasih bintang 4. Juga untuk risetnya yang hebat. Bikin Bunda pengen mengenal lagi lebih dekat Sejarah Indonesia. Misalnya, setelah masa bikin proyek animasi Sejarah Pancasila di kantor usai, Bunda ga pernah tahu gimana kisah Sultan Hamid II sesudah lambang Garuda Pancasila hasil desainnya dijadikan lambang negara Indonesia sampai sekarang.

Di novel ini diceritakan bahwa ternyata, setelah jadi Menteri Negara, Sultan Hamid II bersekongkol dengan mantan Kapten KNIL (Koninklijk Nederland Indische- Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda) Reymond Wrestling - untuk melakukan kudeta terhadap Kabinet RIS (Republik Indonesia Serikat). Sultan Hamid II pun ditangkap karena keterlibatannya itu.

Akhirnya, Bunda yang penasaran pun gugling dan menemukan fakta itu. Jadi, penulis memang melakukan riset mendalam atas semua tulisannya. Itu sebabnya, walau ada adegan absurd yang bikin meh, tetap aja Bunda menghargai novel ini secara keseluruhan. Keren.

Tetaplah belajar Sejarah, untuk bisa menatap masa depan yang lebih baik.
Love you both, XOXO




Terusin baca - Rahasia Meede by E.S. Ito

19 Jun 2013

Harry Potter and The Goblet of Fire (Harry Potter #4)


Judul: Harry Potter dan Piala Api (Harry Potter and The Goblet of Fire, Harry Potter #4)
Penulis: J.K Rowling
Penerjemah: Listiana Srisanti
 Diterbitkan oleh: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua: Oktober 2001
ISBN: 979-655-854-8
Jumlah halaman: 896 halaman, 20 cm
Status: Masih pinjaman. Belum dikembaliin karena ga tau si yang punya rumahnya di mana :(
Genre: Fantasi, Children Literature, Sastra Eropa


Tahun ini akan berlangsung Piala Dunia Quidditch. Harry ingin sekali menontonnya, tetapi akankah keluarga Dursley mengijinkannya? Tahun ini Hogwarts juga akan menjadi tuan rumah turnamen sihir yang sudah lebih dari seratus tahun tak pernah diadakan. Tahun ini, Harry yang beranjak remaja, juga mulai naksir cewek. Siapakah cewek beruntung yang kejatuhan cinta penyihir dan Seeker beken ini? Tapi tak semua yang dialami Harry peristiwa hura-hura. Karena mendadak bekas luka di keningnya terasa sakit sekali. Dan di langit malam muncul Tanda Kegelapan, tanda yang menyatakan bangkitnya Lord Voldemort. Dan itu baru permulaan.

Wujud Lord Voldemort akan kembali sempurna bila dia berhasil mendapatkan darah musuh besarnya, Harry Potter. Dan dengan bantuan abdinya yang setia, Lord Voldemort menculik Harry.

Akhirnya, untuk pertama kalinya selama tiga belas tahun, Harry berhadapan langsung dengan musuh besarnya. Dan tak terhindarkan lagi, keduanya berduel... (dari kaver belakang buku)


Halo Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Iya. Bunda tahu, tugas bikin review ini mestinya dikerjakan bulan April lalu. Karena ini buku keempat. Dan kalo ngikut #HotterPotter mestinya sesuai jadwal, dong, ya. Buku keempat dibaca dan diposting reviewnya pada bulan keempat tahun ini. Bacanya sih beneran sesuai jadwal. Reviewnya itu yang ampun, deh...

Bunda ga akan curhat di sini, kenapa-kenapanya. Hahah. Ga penting jugak...

Mungkin Bunda bakalan kasih spoiler, cerita ulang tentang buku ini, lalu mengutarakan pendapat di akhir tulisan aja...

Buku keempat diawali dengan cerita mimpi Harry yang seperti nyata, dia melihat seseorang meninggal di depan matanya. Dan dia terbangun karena bekas luka di keningnya teramat sangat sakit.

Sementara itu, Turnamen Piala Dunia Quidditch akan diselenggarakan tak lama lagi. Sebagai Seeker tim Gryffindor, tentu Harry tidak ingin melewatkan menontonnya, kan? Tapi gimana caranya, dong? Dia harus bergabung dengan keluarga Weasley. Nggak mungkin banget ngajakin keluarga pamannya, kan?

Nah, Harry dijemput oleh Mr. Arthur Weasley juga Ron dan si kembar Fred - George. Sebelumnya emang Mr. Weasley udah ngasih kabar ke Paman Vernon kalo dia akan menjemput Harry. Dan seperti biasa, pasti ada drama yang lucu dan menghebohkan deh, kalo udah urusannya ada Fred dan George. Hahaha... Apalagi Mr. Weasley yang terobsesi dengan benda-benda milik Muggle.

Lalu, setelah Harry berhasil dibawa ke The Burrow (tempat keluarga Weasley berada), Harry bertemu dengan kakak-kakak Ron yang lain, seperti Bill dan Charlie. Harry belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Sementara Percy, yang sudah lulus dan bekerja di Kementerian Sihir, tetap congkak dan makin aja songong. Apalagi karena Percy menjadi anak buah "kesayangan" Barty Crouch, Kepala Departemen Kerjasama Sihir Internasional. Setiap saat ngobrol, dia senang sekali menyebut nama Mr. Crouch. Padahal, Barty Crouch pun nggak tahu nama Percy. Sering dipanggilnya, "Weatherby". Hahaha...

"Kurasa dia tidak akan pulang kalau tidak dipaksa Dad. Dia terobsesi. Jangan sekali-kali menyebut bosnya. Menurut Mr. Crouch... seperti kukatakan kepada Mr. Crouch... Mr Crouch berpendapat... Mr. Crouch memberitahuku... Pertunangan mereka bisa diumumkan setiap saat." (Ini Ron yang bilang pada Harry XD)

Lewat turnamen Piala Dunia Quidditch, Bunda menemukan hal baru, semisal:

1. Omniocular. Teropong ajaib yang bisa dilambatkan atau dicepatkan, sehingga bisa mengulang adegan favorit. Ini hebat, ya. Apakah dunia Muggle sudah bisa membuatnya? :D
2. Ada makhluk luar biasa cantik yang bisa membuat semua pria terpesona. Mereka adalah veela. Dan Ron sempat dibuat terpesona sampai ngacai waktu menyaksikan liukan para veela.

Kerusuhan sudah dimulai sejak selesainya pertandingan Piala Dunia Quidditch. Cukup menakjubkan, karena pertandingan tidak berlangsung lama. Ada Tanda Kegelapan yang ditembakkan ke langit dan membuat kegaduhan. Kemudian terjadi kebakaran di perkemahan, tempat semua penyihir yang nonton turnamen menginap. Dan Harry sempat menjadi tersangka, karena tongkatnya hilang dan Tanda Kegelapan ditembakkan dengan menggunakan tongkat Harry.

Usai kerusuhan, Harry dan teman-temannya kembali ke Hogwarts. Kali ini, guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam adalah Alastor Moody atau Mad-Eye Moody. Masih teuteup bukan Severus Snape.

Alastor Moody a.k.a Mad-Eye Moody
Mad-Eye Moody ini punya mata gaib yang bisa berputar 360 derajat. Dan Mad-Eye Moody ini selalu terlihat ingin melindungi Harry, seakan-akan bahaya betul-betul sedang mengintai Harry.

Seperti biasa, murid-murid Hogwarts disambut oleh Dumbledore dan kali ini Kepala Sekolah Hogwarts tersebut mengumumkan bahwa Pertandingan Quidditch ditiadakan. Sebagai gantinya, Hogwarts menjadi tuan rumah Turnamen Triwizard yang terakhir kalinya diadakan seratus tahun sebelumnya, karena angka kematian semakin tinggi. 

Sewaktu saatnya tiba, Hogwarts kedatangan tamu-tamu yaitu pelajar dari sekolah sihir di negara lain. Di antaranya Durmstrang yang berasal dari Rusia dan Beauxbatons dari Perancis. Masing-masing sekolah ini akan punya perwakilan untuk ikut Turnamen Triwizard.

Prosedur pendaftaran untuk menjadi peserta Turnamen Triwizard adalah harus berusia 17 tahun ke atas. Tentu saja, Harry belum boleh ikut, walau dia sangat ingin. Bahkan Fred dan George pun belum bisa ikut. Nama calon yang ditulis dalam perkamen harus dimasukkan ke dalam Piala Api yang akan menyala selama pendaftaran berlangsung. Dan nggak bisa melakukan kecurangan, sebab di sekitar Piala Api sudah dikelilingi oleh mantra penolak berbagai kecurangan. Kalo mau menuakan umur sedikitpun tetap nggak bisa. Fred dan George sudah mencobanya... :D

Piala Api

Nah, sewaktu mulai diumumkan peserta, hanya akan ada tiga peserta, masing-masing peserta (yang disebut dengan Para Juara) mewakili sekolah mereka. Nama pertama yang keluar dari Piala Api adalah Viktor Krum, dari Durmstrang. Nama kedua yang muncul adalah Fleur Delacour, dari Beauxbatons. Dan dari Hogwarts, muncul nama Cedric Diggory, dari asrama Hufflepuff.

Semua orang sudah bertepuk tangan, menyambut semua juara mereka. Ketika akhirnya tepukan mereka dihentikan oleh Piala Api yang tiba-tiba menyala lagi dan melemparkan satu nama baru. Kemudian mati selamanya. Nama yang muncul adalah Harry Potter. Kontan, semua terenyak. Menuduh bahwa Harry telah melakukan berbagai kecurangan, termasuk Karkaroff menuduh Dumbledore berada di balik semua ini.

Sewaktu nama Harry Potter muncul dari Piala Api

Lalu, Turnamen Triwizard pun dimulai.  Keempat Juara sama sekali nggak dikasih petunjuk mau ngapain di Turnamen itu. Sampai suatu malam, tiba-tiba Harry diminta datang seorang diri ke pondok Hagrid, pakai jubah gaib. Bersama Madam Maxim yang nggak tahu kalo ada Harry (karena ngumpet di balik jubah gaib) mereka bertiga masuk menuju Hutan Terlarang. Di situ ada empat naga berbahaya yang sedang dipindahkan. Dan ternyata Karkaroff juga ada di sana. Harry belum sempat tahu tugasnya apa, tapi dia hanya memperkirakan ada hubungannya dengan naga, lalu dia segera balik ke asramanya.

Beberapa hari sebelum pertandingan, Harry memberitahu Cedric mengenai naga itu, walau Cedric adalah saingannya. Menurut Harry, nggak adil kalo Cedric nggak tahu soal naga, sementara Madam Maxime dan Karkaroff pasti udah ngasih tahu masing-masing Juaranya mengenai tugas pertama mereka.
Harry baek banget, yaaa... *nangis pelangi*

Harry bocorin ke Cedric soal naga





Tugas pertama adalah mengambil telur naga. Nah, naga tuh sangat protektif. Jadi, naga akan melakukan apa saja untuk melindungi telurnya. Modal masing-masing juara hanyalah tongkat sihir. Sebelumnya, Harry sempat berkonsultasi dengan Sirius dan Sirius bermaksud memberitahunya. Tapi justru Harry dikasih bocoran oleh Moody.

Harry jadi orang keempat yang mengambil telur naga. Dia berhasil dengan sangat baik, walau jubahnya sempat terbakar. Dia melakukan mantra pemanggil sapu terbangnya, si Firebolt. Harry meraih nilai cukup tinggi untuk ini.


Harry menghindari semburan naga

Tugas kedua, setiap Juara dikasih telur emas. Sewaktu dibuka di ruang rekreasi Gryffindor, telur emas itu mengeluarkan suara memekakkan telinga, sehingga Harry sempat putus asa karena nggak tahu mesti gimana memecahkan misteri tugas berikutnya. Adalah Cedric yang merasa berhutang budi pada Harry yang udah ngasih tahu soal tugas kedua. Dia nyuruh Harry mandi di kamar mandi prefek dengan membawa telur itu... :D

si telur emas
Harry, Hermione dan Ron usai tugas kedua
Sebelum tugas ketiga sekaligus tugas terakhir dari Turnamen Triwizard dan penentu pemenangnya, diadakan pesta dansa. Masing-masing Juara mesti punya pasangan. Naaah, Harry ceritanya mulai naksir cewek. Lidah Harry sering kelu kalo ketemu Cho Chang. Ah.. kapan, ya, terakhir Bunda ngerasain kasmaran kayak begitu? #lah #mulaicurcol XD
Sayangnyaaaaa... Cho Chang udah keburu jadi pasangan dansa Cedric sewaktu Harry (yang udah susah payah berusaha bersikap natural sewaktu ngajak Cho Chang). Jadi, sampai detik-detik menjelang Pesta Dansa, Harry masih juga belum punya pasangan dansa, sementara Profesor McGonagall sudah wanti-wanti pada Harry. Pukpukpuk Harry. I feel ya...

Cho Chang
Cedric - Cho
Terus, kenapa Harry nggak ngajak Hermione? Ternyata Hermione udah dibooking buat jadi partner dansanya Viktor Krum! Idolanya si Ron. Mendadak Ron jadi ilfeel sama Krum karena kencan mereka ini... Wakakaka... Bunda baru ngeh, kalo Ron kayaknya naksir Hermione :D

 
Hermione - Krum
Seusai pesta dansa
Nah, selain kisah kasmaran Harry ke Cho, terus Hermione ke Krum, ada juga kisah kasmaran Hagrid. Iya, Hagrid gedebuk in lap sama Madam Maxime XD
 
Hagrid - Madam Maxim

Oya, menjelang dan selama Turnamen Triwizard, semua update diberitakan di Daily Prophet, korannya kaum penyihir. Ada satu reporter yang super annoying, bernama Rita Skeeter, dia punya pena bulu yang dahsyat. Kita nggak ngomong apa-apa, si pena udah nulis banyak aja. Cocok banget, deh, buat penulis skenario sinetron di Indonesia. Pena ini bisa otomatis nulis drama selebay apapun... X))

Tentu saja annoying, karena Harry kerap jadi bulan-bulanan. Dia juga digosipin dengan Hermione, sehingga sempat membuat Ginny dan Mrs. Weasley benci banget sama Hermione karena dianggap telah mematahkan hati Harry jadi berkeping-keping. Ini menurut Daily Prophet, lho!

Bunda ngeliatnya, fenomena Rita Skeeter dan pena bulu ini ibarat reporter yang sibuk cari gosip, di dunia nyata. Lebih ngeliat kehidupan pribadi seorang penampil publik daripada prestasi mereka. Di sini, diibaratkan, kehidupan pribadi Harry dilebih-lebihkan diekspos di koran. Sementara prestasi Harry sebenarnya tenggelam oleh gosip.

Penampakan Rita Skeeter
Nah, lalu... tugas terakhir adalah mencari jalan melalui labirin untuk menemukan Piala Triwizard. Cedric dan Harry sampai duluan di Piala itu dan Cedric memutuskan Harry lah yang pertama menyentuh piala itu. Namun, Harry merasa berhutang budi pada Cedric karena sempat menyelamatkannya dari suatu serangan, akhirnya mereka berdua menyentuh piala bersamaan.  Ternyata piala itu adalah portkey yang membuat Harry dan Cedric harus bertemu dengan Lord Voldemort juga para Pelahap Maut, jauh dari Hogwarts. Dan mulai sejak buku ini, Harry berduel dengan Lord Voldemort...



Pelahap Maut
 Sesungguhnya, buku ini amazing. Selain ga banyak detail yang diulang kayak di buku kedua dan ketiga, banyak cerita hal baru di dunia sihir yang membuka mata sekaligus seperti membantah persepsi Bunda sebelumnya. Misalnya, Bunda sempat berpikir bahwa dunia sihir dalam setting cerita hanya ada di Inggris.

Ya abisnya emang lokasi yang diceritain dari buku pertama sampai ketiga kan cuma di Inggris. Kemudian penjara Azkaban juga tempatnya di Inggris. Kalo ada penjahat sihir dari negara lain, apakah dikirim ke Azkaban atau adakah penjara semacam Azkaban di negara lain?

Dari apa yang udah Bunda ceritakan di atas, jelas, ya... Ternyata ada dunia sihir dari negara lain... Kalo di Indonesia, kira-kira makhluk sihirnya apa, dong? Pocong? Dedemit? Jenglot? Nggak keren banget, yak. Pantes, kalopun ada orang Indonesia nulis kisah fantasi, kayaknya males pake makhluk-makhluk klenik "khas Indonesia". Tampangnya aja nggak unyu. Namanya pun nggak fantastis. Wakakaka...

Cerita di judul keempat lebih kompleks, memang. Masalahnya lebih rumit dan pelik. Yang jelas, lebih banyak nggak ketebaknya. Soalnya, tadinya, Bunda sempet nuduh Ludo Bagman atau Barty Crouch yang masukin nama Harry ke Piala Api... Ternyata bukan.
Terus, Bunda nggak kepikiran kalo piala Triwizard itu jadi portkey. Waktu ternyata piala itu jadi portkey, bunda nuduh Ludo Bagman atau Barty Crouch karena kelakuannya, juga kelakuan peri rumahnya, bener-bener mencurigakan.

Gimana dengan Draco Malfoy? Huah! Makin menyebalkan aja dia! Dan makin berani buat menyerang Harry kapan aja dengan tongkatnya!

Lima bintang amatlah pantas untuk buku menakjubkan ini. Ingatkan Bunda buat beli, ya... Terus cari alamat si yang punya buku, lalu kirimkan... :D

Walau telat banget... Bunda pede aja. Ngepost ini untuk:
Hotter Potter
What's in A Name Challenge
FYE with Children's Literature
2013 TBRR PILE A Fantasy
READ BIG Challenge 
Terusin baca - Harry Potter and The Goblet of Fire (Harry Potter #4)

2 Apr 2013

[Master Post] Are You Strong Enough to Read Big?

Seakan masih kurang juga ikut challenge, Bunda ikut challenge yang satu ini. Buku bantal! Ya! BUKU BANTAL! Kenapa? Sekalian mengurangi timbunan buku bantal, sih... Dan kebetulan, karena ikut event Hotter Potter yang sejak buku ketiganya termasuk buku bantal, maka Bunda memutuskan untuk IKUT! Nekat nekat, dah! Hahaha...



Challenge baca buku bantal ini dihost oleh tante Desy. Seperti apakah challenge-nya?

Syarat buku yang dibaca:
1. Jumlah halaman di atas 500.
2. Tidak boleh berupa e-book atau audio book *err... padahal The Host punya Bunda kan e-book* >_<
3. Manga, graphic novel atau buku dengan banyak ilustrasi seperti Hugo Cabret tidak diperbolehkan. Err.. padahal buku Hugo Cabret juga buku bantal dan Bunda belum baca >_<

Syarat lain ada di postingan ini...

Oya, kelas yang dipertandingkan ada tiga macam, di antaranya:
1. Featherweight/Kelas Bulu: membaca 1 - 4 buku bantal
2. Middleweight/Kelas Menengah: membaca 5 - 8 buku bantal
3. Heavyweight/Kelas Berat: membaca lebih dari 8 buku bantal.

Juga ada kelas khusus, yaitu kelas Incredible Bulk, yakni membaca minimal 1 (satu) buku berjumlah > 1000 halaman. 

Mengingat Bunda ikut Hotter Potter, kemungkinan besar, Bunda bakalan ikut Featherweight atau Kelas Bulu. Cuma, kalo dihitung-hitung...
1. Harry Potter dan Tawanan Azkaban, 544 halaman;
2. Harry Potter and The Order of Phoenix, 1200 halaman; *bisa masuk kelas Incredible Hulk nih*
3. Harry Potter and The Deathly Hallows, 999 halaman;
4. Rahasia Meede, 675 halaman;
5. American Gods, 784 halaman;
6. Wizards, 571 halaman; *entah boleh atau nggak, secara ini kumcer*
7. The Last Concubine, 658 halaman;
8. Heaven's Net is Wide - Kisah Klan Otori #0, 786 halaman;
9. Jonathan Strange and Mr. Norrell, 1006 halaman;
10. The Help, 545 halaman. *udah dibaca dua kali padahal*

Jadi, kemungkinan besar Bunda akan berpartisipasi di Kelas Menengah atau Middleweight Class... Let's see. Hasil akhirnya bisa kita lihat di wrap up post nanti, kok... Kekekekek...

Akhirul kata: Ganbatte ne!

Terusin baca - [Master Post] Are You Strong Enough to Read Big?