Tampilkan postingan dengan label Historical Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Historical Fiction. Tampilkan semua postingan

12 Nov 2025

[Review] Perkumpulan Anak Luar Nikah - Grace Tioso

 

Perkumpulan Anak Luar Nikah - Grace Tioso

Statistik saat aku baca buku ini via aplikasi Bookly

Judul: Perkumpulan Anak Luar Nikah  
Penulis: Grace Tioso 
Penyunting: Yuli Pritania
Penyelaras Aksara: Nuraini S., Dhiwangkara
Desainer: Ali Mustofa
Illustrator isi: freepik.com 
Cetakan pertama, Juni 2023
Diterbitkan oleh PT Noura Books
Jumlah halaman: 402 hlm
ISBN: 978-623-24-2398-5
Genre: Historical Fiction, Fiction, Indonesian Literature, Novels, Romance, Historica, Slice of Life, Contemporary Fiction  
Status: Pinjem sama tante Disty (mama Heka)



Shocking Confession from an Indonesian’s Ex-ASEAN Scholarship Recipient

Judul artikel itu mengguncang media sosial dalam semalam.

Martha, sang tersangka, panik. Keteledoran masa lalunya kini mencuat ke permukaan. Sebagai lulusan Computer Science, bagaimana bisa dia meninggalkan jejak digital yang menghantuinya dengan iming-iming penjara pada masa sekarang?

Pernikahannya guncang, kebebasannya terenggut, anak-anaknya terancam kehilangan sosok ibu hanya karena Martha memainkan “25 Question About Me” di blognya belasan tahun lalu dan menjawab terlalu jujur pertanyaan: “What is the wildest thing you’ve ever done when you’re 17 years old?”

I forged a legal document. Later, I used it to apply for a scholarship, and I got accepted!


Halo, Kakak Ilman dan adek Zi...

-- Curhat dulu --

Kemarin aku lupa cerita kalo sebenarnya aku tuh lagi "ngikut" NaNoWriMo (National November Writing Month 2025). Biasanya aku nulis jurnal yang kapan-kapan bisa aku ubah jadi novel kalo niat xD

Aku udah ikut NaNoWriMo dari tahun 2023. Saat itu masih ada website-nya yang bisa jadi setoran berapa jumlah kata tulisan yang berhasil kita buat (ada fitur words tracker-nya). Jadi, selama Oktober dan November biasanya aku sampai begadang, karena ngejar target. Oktober di gambar (ikut Inktober dan Viztober), November di nulis.

Unfortunately, di bulan Oktober aku nggak bisa selesaikan gambar-gambar itu karena ada kendala teknis, dan karena itu harus dikerjakan per hari, jadinya bertumpuk. Aku nggak bisa ngurusin energiku untuk menyelesaikan PR gambar-gambar itu karena aku juga punya banyak aktivitas lain, kerjaan juga lumayan lagi high. Jadi aku gagal Inktober dan Viztober 2025 ini. Semoga tahun depan aku bisa melakukannya dengan lebih baik. Dan selesai.

Awal November, walau masih sakit, aku sempat nulis jurnal satu hari, dalam rangka ikut NaNoWriMo. Tapi karena aku nggak sanggup berjaga sampai malam, pengaruh obat-obatan juga bolak-balik bikin aku tidur terus, akhirnya keteteran. Per kemarin, aku pikir, aku tetap harus melanjutkan menulis walau tertinggal banyak, paling tidak, menyelesaikan review buku-buku yang kubaca tahun ini. Aku nggak ingin blog ini mati suri selamanya. Jadi bangkitnya blog review ini sebenarnya karena NaNoWriMo 2025. Oh ya, sadly, aku baru tahu bahwa situs NaNoWriMo ternyata sudah ditutup sejak beberapa bulan lalu, due to finance matter. Yaudah, gapapa. Aku tetap berusaha konsisten melakukan ini setiap tahun, ada atau tidak writing tracker kayak di situs NaNoWriMo. 

Udah dulu curhatnya, mari balik ke novel. 


Martha adalah seorang Cindo (istilah yang lagi happening saat aku nulis ini, untuk warga Indonesia keturunan Cina) yang tinggal di Singapura. Di dalam kesehariannya, Martha adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak dan menikahi suaminya bernama Ronny, yang adalah seniornya ketika di kampus dulu. Mereka bertemu ketika Martha kuliah di kampus itu, melalui jalur beasiswa.

Selain dua sahabat karibnya, Fanny dan Linda, tidak ada yang tahu kalo Martha adalah pemilik akun twitter dengan username @duolion163, bekerja sama dengan sepupunya, Yuni, istri juragan kecap, yang juga ibu rumah tangga. Akun twitter berfokus pada perilaku politikus. Mereka berdua menyajikan fakta-fakta terkait para politikus, yang cenderung bisa mendukung atau malah menjatuhkan para politikus yang sedang dibahas. Tidak sedikit politikus yang dikuliti oleh mereka berdua.  

Suatu hari, muncul berita nasional di Singapura, yang memberitakan bahwa telah terjadi pemalsuan dokumen yang digunakan untuk mengajukan beasiswa, akibat seseorang mengunggah "pengakuan" di blog lama Martha, yang membuat hidup Martha dan keluarganya berubah sepenuhnya, sebab Martha harus berurusan dengan hukum di Singapura. 

Apakah semua ini ada kaitannya dengan politikus yang baru saja menjadi pembahasan di akun @duolion163? Apakah akhirnya identitas Martha ketahuan, sehingga ada orang yang membocorkan kesalahannya di masa lalu?

 

Lewat Perkumpulan Anak Luar Nikah, aku baru tahu bahwa Anak Luar Nikah itu bukan anak-anak yang lahir di luar pernikahan, melainkan karena orang tua dari anak-anak ini adalah stateless (tidak memiliki kewarganegaraan). Walau status mereka ditulis sebagai WNA (Warga Negara Asing) di dokumen, anehnya, mereka sebetulnya lahir di Indonesia, tidak pernah keluar dari Indonesia dan tidak bisa berbahasa negara leluhur mereka. Untuk novel ini, khususnya bangsa Cina. 

Ketika menjalani pemeriksaan, banyak yang mengira bahwa pemalsuan dokumen yang dilakukan Martha tuh berupa mark up nilai atau membuat ijazah palsu. Penyelidik terkejut saat mengetahui bahwa "dosa" Martha hanya mengubah status Anak Luar Nikah menjadi "Anak dari..." di akta kelahirannya. Martha menulis nama papa dan mamanya. Sebab dia tidak merasa bahwa dia adalah anak haram. Dia lahir dari pernikahan yang sah. 


Walau ini adalah fiksi, di mana karakter-karakter dan ceritanya memang fiktif, namun sejarah yang dimunculkan adalah benar. Cocok buat jadi Historical Fiction, tapi bukan juga sih. Gimana ya? Atau mungkin bisa kita kasih nama "fiksi mengandung sejarah". Apa bahasa Inggrisnya sok?

Fokus cerita nggak hanya pada Martha, sebab semua karakter dibahas satu persatu di sini dengan baik. Bahwa mereka adalah Anak Luar Nikah. Pembaca juga bisa jadi tahu tentang apa yang terjadi di masa lalu, terkait pemberontakan di Tionghoa yang membuat "lahirnya" satu generasi Anak Luar Nikah. Pengalaman setiap karakter saat terjadi Tragedi 1998 pun membuat kita seolah sedang membaca biografi mereka. 

Di balik segala kesulitan yang dihadapi Martha, aku senang karena penulis nggak bener-bener bikin hidup Martha sengsara se-sengsara-sengsaranya. Ada tetangga apartemennya, seorang nenek warga India, yang mereka panggil "Paati" yang siap membantunya menjaga anak-anaknya. Ada sahabat-sahabatnya yang selalu mendukungnya. Dan ada wartawan Hongkong Post bernama Krisna, yang walau di sepanjang cerita karakter orang ini sangat mencurigakan, tapi ternyata dia pelaku turning table dari keseluruhan cerita Martha. 

Semua cerita ini terasa natural sehingga aku merasa bahwa Martha dan Ronny benar-benar ada, pernah mengalami semua cerita yang diceritakan. Nggak salah juga kalo Grace Tioso menjadi salah satu pemenang Mizan Writing Bootcamp.


Ada yang ingin aku kutip dari utas yang ditulis Martha di akun @duolion163, sebelum mereka memutuskan untuk menonaktifkan akun tersebut. 

"This is a super complex issue. Ada faktor politik perang ideologi. Yang paling susah tentu keturunan Tionghoa yang lahir setelah masa itu. Mereka nggak pernah memilih, tapi ikut menanggung akibatnya.

"Orang Tionghoa di Indonesia adalah keturunan Tionghoa yang memilih untuk tinggal dan jadi WNI".

Dengar, ya, kakak Ilman dan adek Zi.. aku tiap hari cerewet sama kalian untuk nggak pernah beda-bedain teman, apapun suku bangsanya. Kalo masih melanggarnya, buka lagi QS Al Hujurat ayat 13. Oke? 

Sampai ketemu besok. Besok review apa, yaaaa... 

xoxo 

 

   
Terusin baca - [Review] Perkumpulan Anak Luar Nikah - Grace Tioso

27 Feb 2014

Rahasia Meede by E.S. Ito

Judul: Rahasia Meede - Misteri Harta Karun VOC
Penulis: E.S. Ito
Penyunting: Yulia Fitri
Penyelaras aksara: Erni Kusmiati
Pewajah sampul: Windu Budi
Diterbitkan oleh Penerbit Hikmah
Cetakan II, Oktober 2007
ISBN: 978-979-114-099-7
Jumlah halaman: 675 hal + xii
Masuk dalam rak: Fiksi Sejarah, Historical Fiction, Indonesian Literature, Novel
Status: Punya. Beli dari obralan. Titip om Dion Yulianto

Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.

Sementara itu, di atas permukaan, Jakarta dicekam oleh teror pembunuhan misterius. Satu per satu orang penting ditemukan tewas mengenaskan, di tempat-tempat berawalan huruf B, disertai pesan aneh berupa Tujuh Dosa Sosial yang pernah dicetuskan oleh Mahatma Gandhi. Entah apa makna semua itu.

Het Geheim van Meede - Rahasia Meede, misteri emas VOC itu, perlahan terungkap. Dan, untuk mendapatkan jawabannya, seorang laki-laki muda intelijen militer harus berhadapan dengan seorang anarkis, karibnya ketika sama-sama sekolah di SMA Taruna Nusantara. Tak hanya bersaing dalam hal itu, mereka pun sama-sama berusaha mencuri perhatian seorang gadis Belanda, seorang mahasiswi peneliti Sejarah Ekonomi Kolonial, yang menyimpan lebih banyak misteri dari apa yang ditampakkannya. 

Lika-liku pencarian Rahasia Meede melintasi sejarah ratusan tahun Indonesia, melewati pelarian, pengkhianatan, dan persahabatan. Kegelisahan sebuah generasi berusaha menemukan jalan keluarnya sendiri.


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Bulan kedua di tahun 2014 ini, Bunda mau ikut baca dan posting bareng bertema Historical Fiction. Bunda pilih Rahasia Meede (plesetan Bunda dan beberapa teman sih: rahasia kacang mede :D), karena sudah lama nangkring di rak buku. Karena ada event ini, mau ga mau, ia harus terlibat supaya dibaca dan ga berdebu terus nangkring di rak.

Di sekolah, mata pelajaran yang paling Bunda suka selain Matematika, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris adalah Sejarah, lalu Geografi. Cuma yang bikin suka ilfeel sama mata pelajaran Sejarah adalah: keharusan menghapal tanggal persis dengan kejadiannya. Padahal, lebih enak kalo nggak harus menghapal tapi jadi hapal karena ada cerita spesial di dalamnya.

Kenapa belajar Sejarah itu perlu? Supaya tau langkah di masa depan. Kurang lebih, ini salah satu hikmah dari cerita rahasia kacang mede harta karun VOC itu.

Jadi cerita Rahasia Meede itu gimana, sih?

Dimulai dari seorang wartawan harian Indonesiaraya, bernama Batu, yang ditugaskan di Papua untuk mendapatkan sebuah berita dari serentetan pembunuhan berantai. Saat itu, korban yang tewas di Papua adalah korban keempat, seorang pengusaha. Yang membuat ini misterius adalah semua korban pembunuhan ini tewas di tempat-tempat dengan berawalan huruf B. Dan di setiap mayat korban, pasti ada secarik kertas berisi salah satu penggalan dari Tujuh Dosa Sosial yang pernah dikemukakan oleh Mahatma Gandhi, salah satu tokoh India.

Kemudian cerita berlompat ke seorang Cathleen Zwinkle, seorang mahasiswi Universitas Leiden, yang sedang mencari data untuk penelitiannya, di antaranya laporan keuangan VOC.

VOC atau Veerenigde Oostindische Compagnie atau Kongsi Dagang Hindia Timur adalah persekutuan dagang Belanda yang memonopoli perdagangan di Asia Tenggara dan berkedudukan di Indonesia. Pada saat itu Indonesia bernama Hindia Belanda, ada di bawah penjajahan kolonial Belanda. Kalian tentu tahu dari pelajaran Sejarah, bahwa Indonesia pernah berada di bawah penjajahan kolonial Belanda selama 350 tahun. Lama banget, ya...

Sebetulnya sekarang pun, Indonesia masih terjajah, sih. Entah kapan Indonesia benar-benar merdeka. *sigh*

VOC dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem saham.Walau VOC ini kongsi dagang, tapi ia memiliki keistimewaan, seperti punya pasukan tentara sendiri. Bahkan VOC punya hak istimewa boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Jadi, seperti negara di dalam negara.

VOC cukup lama bertahan, sejak didirikan pada 20 Maret 1602 kemudian ditutup pada 17 Maret 1798. VOC ditutup karena bangkrut dan bahkan berhutang. Konon, menurut novel ini, bahkan hutang-hutang VOC dilimpahkan kepada Indonesia yang sudah meraih kemerdekaannya. VOC bangkrut karena di antaranya banyak pegawainya yang berbuat curang dan korupsi. Agak paham sih, sekarang, buruknya peninggalan Kumpeni itu (sebutan VOC oleh orang Indonesia pada masa penjajahan kolonial Belanda) adalah korupsi. Sampai detik ini, setiap kalian buka channel tv yang menyiarkan siaran berita nasional, nggak pernah nggak ada berita korupsi. Pasti aja ada. Setiap hari. Orangnya pun berganti-ganti. *sigh*

Nggak hanya cerita tentang Batu Parada Gultom, Cathleen Zwinkle, masih ada Attar Malaka alias Kalek yang diburu oleh Lalat Merah. Ada Guru Uban yang mengajar anak-anak tidak mampu.


Di sini, Bunda diajak berlompatan dari satu karakter ke karakter lain. Bener-bener diajak berlari karena nggak akan sempat melihat lagi ke belakang, Batu ini siapa, Cathleen ini siapa, Guru Uban siapa, dan seterusnya. Ini yang membuat Bunda betah baca Rahasia Meede. Meski kompleks, banyak karakter dan POV yang berbeda-beda, tapi tetap asyik untuk diikuti. Meski harus berlarian dan bikin ngos-ngosan bacanya. Hihihi.

Yang bikin seru, ternyata meski karakternya banyak, ada yang sebetulnya masih satu orang karena sedang menyamar. Banyak hal-hal nggak terduga di dalamnya. Plus, twistnya menurut Bunda keren.

Meski demikian, meski Bunda bilang Rahasia Meede keren banget menurut Bunda, bukan berarti Rahasia Meede nggak punya kesalahan absurd. Apakah itu?

Di bab hampir akhir, di cerita ketika Cathleen nyaris ketemu dengan petunjuk terakhir menuju rahasia harta karun VOC sendiri. Sebelumnya terungkap bahwa Cathleen adalah salah satu keturunan orang yang punya harta karun VOC. Nah, ternyata, si dokumen petunjuk itu ada di ruang bawah tanah di Monas. Untuk membuka pintunya, Cathleen dan Kalek harus mendorong sebuah dinding sehingga pintunya terbuka. Apanya yang absurd? Ketika pintu ini didorong, puncak Monas yang terbuat dari emas itu turun dan tenggelam. Apanya lagi yang absurd? Ketika itu, ada salah satu anggota Kopassus yang melihat, langsung panik melihat fenomena tenggelamnya puncak Monas. Sampai harus mengevakuasi Presiden segala. Nggak lama, ketika di bawah sana Cathleen dan Kalek berhasil mengambil dokumen itu dan pintu ditutup lagi, puncak Monas kembali muncul seolah-olah nggak terjadi apa-apa. #sopileralert

Terus terang, adegan itu bikin Bunda `meh` banget. Absurd. Ngakak, sekaligus agak ilfeel buat melanjutkan bacanya dan batal mau kasih 5 bintang #ngakakdulu

Karena Bunda menghargai keseruan cerita yang dibangun sebelumnya, Bunda akhirnya kasih bintang 4. Juga untuk risetnya yang hebat. Bikin Bunda pengen mengenal lagi lebih dekat Sejarah Indonesia. Misalnya, setelah masa bikin proyek animasi Sejarah Pancasila di kantor usai, Bunda ga pernah tahu gimana kisah Sultan Hamid II sesudah lambang Garuda Pancasila hasil desainnya dijadikan lambang negara Indonesia sampai sekarang.

Di novel ini diceritakan bahwa ternyata, setelah jadi Menteri Negara, Sultan Hamid II bersekongkol dengan mantan Kapten KNIL (Koninklijk Nederland Indische- Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda) Reymond Wrestling - untuk melakukan kudeta terhadap Kabinet RIS (Republik Indonesia Serikat). Sultan Hamid II pun ditangkap karena keterlibatannya itu.

Akhirnya, Bunda yang penasaran pun gugling dan menemukan fakta itu. Jadi, penulis memang melakukan riset mendalam atas semua tulisannya. Itu sebabnya, walau ada adegan absurd yang bikin meh, tetap aja Bunda menghargai novel ini secara keseluruhan. Keren.

Tetaplah belajar Sejarah, untuk bisa menatap masa depan yang lebih baik.
Love you both, XOXO




Terusin baca - Rahasia Meede by E.S. Ito

31 Jul 2012

Bukan Sekadar Menjadi yang Membacakan...



Judul buku: The Reader
Penulis: Bernhard Schlink
e-book version
Diterbitkan oleh: Random House, Inc./Vintage
Pertama kali diterbitkan: tahun 1995
Historical Fiction



Hailed for its coiled eroticism and the moral claims it makes upon the reader, this mesmerizing novel is a story of love and secrets, horror and compassion, unfolding against the haunted landscape of postwar Germany. When he falls ill on his way home from school, fifteen-year-old Michael Berg is rescued by Hanna, a woman twice his age. In time she becomes his lover--then she inexplicably disappears. When Michael next sees her, he is a young law student, and she is on trial for a hideous crime. As he watches her refuse to defend her innocence, Michael gradually realizes that Hanna may be guarding a secret she considers more shameful than murder. (dari Goodreads)

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Sebenernya, akhirnya, Bunda selesai juga baca buku ini. Lama juga. Butuh waktu 2 minggu lebih buat bacanya. Huks... Entah karena memang bahasa Inggrisnya yang nggak mudah Bunda pahami atau otak Bunda aja yang lagi lemot alias teflon. Eh, emang biasanya berotak prima? Nah, biasanya kan, kalo Bunda baca buku berbahasa Inggris, maka resensinya pun Bunda tulis dalam Bahasa Inggris. Namun, berhubung Bunda mau nulis di blog yang lain, mungkin lain kali, deh, nulis versi Bahasa Inggris-nya. 

Sekarang sudah masuk ke 10 hari kedua di bulan Ramadhan. Wah, ngaji Bunda banyak ketinggalan, nih... Huks... Tetap semangat!

Pertama, Bunda mau mengakui bahwa memilih membaca buku The Reader setelah menonton filmnya adalah kesalahan fatal. Bunda jadi membanding-bandingkan dan berusaha membayangkan scene di film, setiap baca kata-kata di dalam buku ini. Boleh dibilang buku sama filmnya sama, sih. Cuma bedanya, filmnya lebih menarik. Haha. 

Kedua, kita mulai aja, deh...
Ceritanya tentang Michael Berg, ABG berumur 15 tahunan, yang sakit hepatitis. Sewaktu dia lagi jalan-jalan, tiba-tiba tubuhnya lemas dan muntah-muntah di deket apartemen. Tanpa diduganya, ada seorang perempuan kira-kira berumur 30 tahun sekian, nyamperin, nolongin, ngegantiin bajunya, nyiram bekas muntahannya di jalan pake berember-ember air. Dan perempuan ini nganter dia sampai dekat rumahnya. Waktu dia cerita ke mamanya, kalo ada yang nolongin waktu dia muntah-muntah gitu, mamanya menyuruhnya untuk datang ke tempat perempuan buat berterima kasih. 

Kemudian, Michael bertemu perempuan ini, yang kemudian diketahui bernama Frau Schmidtz, tapi Michael memanggilnya Hanna, sementara Hanna memanggilnya, "Kid". Mereka ngobrol sampai akhirnya waktu Michael mau keluar, Si Hanna ini bilang, “wait.”  Michael nunggu di depan pintu apartemen Hanna dengan pintu rada ngebuka sedikit. 

Hanna ganti baju di dapur yang keliatan dari pintu yang ngebuka sedikit itu. Michael ngintip Hanna yang sedang ganti baju. Hanna memergoki Michael yang mengintip, lalu dia malah kabur. 

Michael besok-besoknya datang lagi ke apartemen Hanna. Michael berani datang lagi dan malah punya hubungan serius dengan Hanna, antara laki-laki dan perempuan dewasa. Sebenarnya, mengingat Michael ini masih ABG, kayaknya dia agak kurang ajar, ya, menggoda Tante-tante...   

Setiap hari, Michael punya jadwal rutin di antara jam istirahat di sekolahnya. Lari ke apartemen Hanna untuk berkunjung. Terus lari lagi ke sekolahnya. Oh, iya. Beberapa waktu kemudian, Hanna suka minta dibacain cerita sama Michael. 

Sampai akhirnya, Michael beneran jatuh cinta sama Hanna. Tapi Hanna meninggalkannya, tanpa pesan apa pun. Dan ini sukses membuat Michael patah hati.

Terus, sejarahnya di mana?

Cerita ini mengambil latar jaman Nazi berkuasa, lokasinya di Jerman. 

Sewaktu Michael jadi mahasiswa – dia ngambil Hukum, jadi berurusan sama pengadilan gitu, dia lihat Hanna sebagai terdakwa. Hanna bergabung dengan sebuah organisasi perempuan dan "berperan” serta dalam kebakaran sebuah gereja, di mana di dalamnya ada banyak perempuan Yahudi nggak berdosa. Yah, waktu jaman Nazi berkuasa, kan, kalo bisa mah, semua orang Yahudi yang ada di Jerman (atau di dunia juga gitu?) dihabisi. *merinding*

Hanna dinyatakan bersalah lalu dipenjara. Selama Hanna ada di penjara, Michael baru sadar kalo Hanna ini buta huruf. Lalu dia membacakan cerita lagi untuk Hanna dengan cara merekam sendiri suaranya lalu dikirim ke penjara. Berkat kiriman rekaman suara Michael, Hanna belajar membaca dan menulis selama berada di penjara. Dia bahkan menulis surat untuk Michael. Tapi nggak tahu kenapa, Michael tidak pernah membalasnya.

Ketiga, ini kesan Bunda tentang buku The Reader.
Alur cerita? Lambat. Ngeselin. Cape. Kebanyakan deskripsi. Pengen udahan dan nyerah aja bacanya, walau baru setengah baca. Sebab, ya itu. Kesalahan Bunda udah terlanjur tahu filmnya. Tapi si penulis ini emang jagoan untuk membangkitkan perasaan pembacanya pas bagian akhir. Jadi, feelnya baru dapet pas menjelang halaman-halaman terakhir. Soalnya Bunda mewek sih. Hahaha. 

Buku ini mengambil latar belakang masa Nazi, iya. Tapi nggak detail. Suasana yang dibangkitkan juga nggak kuat. Hanya dakwaan terhadap Hanna aja yang membuat buku ini bercerita tentang kejahatan orang-orang anti Yahudi. Nggak seperti baca The Help yang sering bikin deg-degan. Tapi senggaknya rada tahu lah, gimana situasinya waktu jaman Nazi berkuasa.

Bunda sengaja tidak ceritakan hubungan seperti apa yang terjadi antara Michael dengan Hanna secara rinci. Yang pasti Michael jatuh cinta pada Hanna. Titik. Sebab, buku ini buku untuk orang dewasa, yang terkadang beberapa adegan Bunda skip bacanya.

Lalu, The Reader di sini apa maksudnya? (menjawab pertanyaan Bunda Ory)
Kalo melihat kisah Michael ini, The Reader di sini maksudnya "pembaca". Atau lebih tepatnya, "yang membacakan". Hanna sering meminta Michael untuk membacakan buku untuknya. Bahkan, ketika Hanna berada di penjara, Michael pun masih membacakan buku untuknya.

Bunda jadi ingat waktu di angkot, ada ABG tuna netra yang menyebut-nyebut "reader". Orang yang membacakan naskah non-braille untuknya. Bunda berkesimpulan, bahwa "reader" ini adalah sebuah profesi. Profesi membacakan naskah untuk orang yang tidak bisa membaca.

Tiga bintang cukup, deh, kayaknya... :D

Terusin baca - Bukan Sekadar Menjadi yang Membacakan...

17 Jul 2012

Historical Fiction

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Bulan Juli memang sudah berjalan 17 hari dan Bunda kelupaan mau nulis tentang pilihan posting bareng BBI di Bulan Juli 2012 ini. Berdasarkan hasil polling yang menang telak, Historical Fiction jadi pilihan. 

Apa itu Historical Fiction? Menurut om Wiki, Historical Fiction itu adalah ....

Historical fiction tells a story that is set in the past. That setting is usually real and drawn from history, and often contains actual historical persons, but the main characters tend to be fictional. Writers of stories in this genre, while penning fiction, attempt to capture the manners and social conditions of the persons or time(s) presented in the story, with due attention paid to period detail and fidelity.[1] Historical fiction is found in books, magazines,[2] art, television programming, film, theater, video games and other media.


Maka, postingan bareng di akhir bulan Juli nanti, haruslah fiksi tapi berlatar belakang sejarah. Ini buku yang sangat menarik, lho! Karena, meski ceritanya fiksi, sejarahnya benar. Tinggal pinter-pinternya penulis aja untuk meramu supaya fiksi ini tampak sangat nyata, di balik keotentikan sejarahnya. 

Terus terang, Bunda baru tertarik baca sejarah sekarang. Gara-gara baca Alvin Ho. Anak sekecil itu senang dengan sejarah Amerika, padahal dia bukan orang asli Amerika. Keturunan Vietnam, kalo nggak salah. Beberapa waktu lalu, Bunda download e-book America's History lewat iTunes. Dulu sekali, waktu SD, SMP atau SMA, Bunda alergi sama yang namanya sejarah. Karena dipaksa untuk menghapal tahun, tanggal, dan seterusnya. Padahal, kalo gurunya pinter mengutak-atik cara mengajarnya, muridnya nggak akan merasa terpaksa harus hapal lalu lupa lagi.

Seandainya saja, waktu Bunda sekolah dulu, pelajaran Sejarah adalah pelajaran yang paling Bunda sukai. Baru-baru ini, Bunda berkhayal. Kalau saja guru Sejarahnya membebaskan murid-muridnya untuk berkreasi dengan pelajaran Sejarah, disuruh bikin proyek yang nggak sama, pasti asyik, deh. Misalnya disuruh bikin komik, bikin cerpen, bikin permainan, atau apa pun itu namanya, berlatar Sejarah. Bunda yakin, mau nggak mau, murid-muridnya pasti jadi baca Sejarah. Cuma ya gitu, deeeeh... Buku pelajaran Sejarah jaman Bunda SD, SMP, SMA, nggak ada yang asik! Bikin tambah malas aja bacanya!

Hahaha... kok jadi curhat. Nah, setelah browsing sana sini, buku bergenre Historical Fiction ini ada banyaaaaaaaaaaaaak banget. Jadi bingung milihnya. Yang sudah Bunda baca dua kali tapi belum Bunda review ada juga. Sekarang, Bunda lagi berusaha selesaikan baca The Reader dengan target sebelum Ramadhan. Soalnya, buku ini termasuk susah dicerna sama Bunda... Huhuhu...

Yah, kita lihat nanti. Apakah buku yang sudah Bunda dua kali baca tapi belum Bunda review yang akan jadi bahan posting bareng nanti atau malah The Reader? Kalo Bunda berhasil selesaikan baca The Reader sebelum Ramadhan, Bunda harus makan-makan! Sebab, Bunda bacanya dalam bahasa Inggris yang susah dicerna. Atau Bunda yang hodob, ya? Hiks...

Doakan saja, deh, Bunda berhasil. Kalo kelar, kan, nanti Bunda bisa baca buku-buku ringan selama bulan Ramadhan... Hehehe... Yang penting tetap produktif dalam membaca dan membuat review. Semangat!

Sun sayang,
~Bunda Peni~
Selasa, 17.07.2012, 11.28 WIB

Terusin baca - Historical Fiction