Tampilkan postingan dengan label Young Adult Reading Challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Young Adult Reading Challenge. Tampilkan semua postingan

12 Des 2014

If I Stay - Gayle Forman

Judul: If I Stay
Penulis: Gayle Forman
Diterbitkan oleh: Dutton Books, 2 April 2009
Format: e-book
Jumlah halaman: 210 halaman
ISBN: 1101045027
Genre: Young Adult, Kontemporer, Romance, Fiksi, Music


In a single moment, everything changes. Seventeenyear-old Mia has no memory of the accident; she can only recall riding along the snow-wet Oregon road with her family. Then, in a blink, she finds herself watching as her own damaged body is taken from the wreck...

A sophisticated, layered, and heartachingly beautiful story about the power of family and friends, the choices we all make, and the ultimate choice Mia commands.

 
Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Rasanya udah lama banget, ya, Bunda nggak apdet. Mianhe. Ada banyak kejadian terhitung sejak menjelang lebaran. Mulai dari kehilangan calon adik bayi buat kalian (yes, Bunda keguguran akhir Juli lalu dan baru dikuret 1 Agustus), trus kakak Ilman harus dirawat di rumah sakit pas bulan September, disusul adek Zidan yang juga harus dirawat di rumah sakit yang sama di bulan Oktober. Fyuuuuh...

Ternyata semuanya berpengaruh ke mood baca, nulis, dan lain-lain. Tentu saja Bunda khawatir kalo ada anggota keluarga Bunda yang sakit. Pas Bunda nemenin kalian diambil darah, diinfus... rasanya ingin, deh, bertukar tempat...

Oke! Sekarang kita bahas buku yang udah Bunda kelarin baca entah sejak kapan ini...
Buku ini bercerita tentang Mia Hall yang sedang dalam perjalanan bersama orangtua dan adiknya di jalanan yang basah dan licin karena hujan di Oregon. Tiba-tiba Mia keluar dari tubuhnya sendiri, menyaksikan kedua orangtuanya sudah tidak bernyawa dan adiknya, Teddy, entah ada di mana.

Tubuh Mia dibawa ke rumah sakit dan ditempatkan di ruang ICU. Selama itu, jiwanya berkeliaran ke setiap sudut. Awalnya, dia mencari tahu, apakah Teddy "selamat" seperti dirinya. Ini penting, karena itu akan jadi alasan Mia untuk kembali ke tubuhnya dan hidup lagi.

Sementara tubuh Mia dalam keadaan koma, jiwa Mia berjalan-jalan untuk melihat Adam (pacarnya), Kim (sahabatnya), Granny juga Gran. Di saat itulah, jiwa Mia bimbang. Antara mau masuk lagi ke tubuhnya dan meneruskan kehidupan tanpa Mom, Dad juga Teddy, atau mau ikut menyusul ketiganya aja.

Sebelumnya, Bunda pernah baca review Aki Erie di goodreads. Katanya, aki pusing karena plotnya jeduk-jeduk. Hihihi... Bunda pikir, dia bacanya sambil joget, terus kejeduk-jeduk gitu #eaaaa #garing

Jadi, setelah Bunda baca sendiri, ternyata yang dibilang aki Erie itu benar adanya. Plotnya ga berjalan lurus mulus. Konsentrasi tinggi (buat Bunda, sih) diperlukan banget nikmatin cerita ini. Kenapa? Ya itu. Karena plotnya mudah sekali berubah. Antara flashback dengan cerita yang sedang terjadi itu nyaris tipis bedanya. Kalo nggak konsentrasi bacanya, pasti bingung dan ya itu, babak belur karena merasa kejedot dan bertanya-tanya.

Hmmm... Tapi, Bunda jadi mikir. Apakah karena aki Erie itu pria, ya, yang notabene lebih dominan pakai logikanya ketimbang perasaannya? Soalnya, Bunda ga merasa ada masalah ketika baca cerita ini. Emosi Bunda emang naik turun, segimana penuturannya aja. Bagi Bunda pribadi, sama sekali nggak ada masalah ketika cerita sedang flash back atau sedang cerita kejadian saat itu, di waktu yang berbarengan, di scene yang sama. Mungkin, Bunda sendiri suka begitu kalo lagi bercerita. Hahahaha.

So far, Bunda menyukai emosi yang ada di If I Stay ini. Bunda ngebayangin, Adam itu ganteng kayak Adam Levine versi abege. Atau minimal secakep pemeran Augustus Waters di film TFIOS. Tapi, yah, ketika lihat trailernya, ternyata nggak seganteng bayangan Bunda. Hohoho. Kecewa? Ga tau. Bunda belum nonton. Kayaknya kalo aktingnya bagus, masalah nggak seganteng imajinasi Bunda itu bisa termaafkan :P

Yang jelas, Bunda sangat penasaran dengan adegan/dialog Gran saat "mengikhlaskan" Mia kalo di film. Adegan itu Bunda bacanya di angkot, air mata Bunda meleleh, dan Bunda ga bawa tisu. Huhuhuhuhu.... I miss my grandpas... >_<

Bunda suka If I Stay ini. Tapi kalo untuk re-read, kayaknya nggak sekarang. Bunda kan biasanya bilang, kalo bagus banget maka Bunda akan re-read. Cuma, untuk re-read, kayaknya nggak dulu, deh. Masih banyak buku lain yang belum dibaca. Hihihi... Jadi, 4 bintang, boleh yaaa...





Terusin baca - If I Stay - Gayle Forman

20 Mei 2014

How to Train Your Dragon by Cressida Cowell

 

Judul: How to Train Your Dragon ~ Bagaimana Caranya Melatih Nagamu
 (How to Train Your Dragon #1)
oleh: Hiccup Horrendous Haddock III
ditulis (baca: diterjemahkan dari Naskah Norwegia Kuno) oleh Cressida Cowell
Penerjemah: Mutia Dharma
Penyunting: Maria Masniari Lubis
Proofreader: Ela Karmila
Teks ilustrasi: tulisan tangan kiri Maria M. Lubis
Cetakan I, Januari 2006
Diterbitkan oleh Penerbit Little K ~ PT Mizan Pustaka
Ilustrasi sampul: Jimmy Pickering
Desain sampul: David Mackintosh
Desain dan ilustrasi isi: Cressida Cowell
ISBN: 979-3659-63-7
Jumlah halaman: 256 hlm.; 19,5 cm
Genre: Fantasy, Children, Young Adult, Adventure, Humor, Media Tie In ~ Movie, Middle Grade

TENTANG PENULIS
Hiccup Horrendeus Haddock III adalah seorang Pahlawan Viking yang sangat unik dan istimewa. Dia adalah seorang kepala suku, kesatria besar, dan pendekar pedang yang dahsyat. Dia juga terkenal sebagai "Sang Pembisik Naga", karena keperkasaannya menaklukkan makhluk menyeramkan itu. Tapi, menjadi seorang pahlawan yang sukses ternyata tak semudah yang Hiccup bayangkan.

Inilah kisah masa kecil Hiccup, yang menjadi pahlawan dengan cara susah payah...

"Kisah klasik." - The Viking Post
"How to Train Your Dragon wajib dibaca oleh semua Pahlawan yang mengalami kesulitan bertingkah laku penuh Kepahlawanan."
- Pustakawan Barbar

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Bunda udah lama punya buku ini. Kalo nggak salah, pas kakak Ilman masih di perut Bunda, deh. Hihi. Bunda pernah bacain beberapa halaman sih, buat kakak Ilman. Tapi terus Bunda lupa lagi ceritanya, karena lain banget sama filmnya, makanya Bunda baca lagi sekarang. Bunda udah punya bukunya sampai buku lima, terus ternyata kaget aja, buku ini udah sampai nomer sebelas! Dan sama Mizan baru diterjemahin sampai lima buku. Hiks...

Awal Bunda kenal buku ini karena buku ini dulu bagian dari kerjaannya tante Umay alias tante Maria yang ngedit buku ini. Pas Bunda kenalan sama Hiccup, Bunda jadi jatuh hati sama buku ini. Makanya pengen ngumpulin, apa lagi anak-anak Bunda kan laki-laki semua. Kalian wajib baca buku ini, nih..

Terlahir sebagai anak kepala Suku Hooligan Berbulu ~ Stoick Agung, Hiccup tidaklah istimewa. Secara postur, Hiccup termasuk mungil dan lemah. Nggak sesangar ayahnya yang menjadi kepala suku. Meski begitu, Hiccup seharusnya ditakdirkan menjadi Pahlawan, karena dia adalah Harapan dan Ahli Waris Tahta Suku Hooligan Berbulu. Postur Hiccup yang kecil dan tampak lemah ini - juga tidak suka berkelahi, oleh Dogsbreath, salah satu anak lain yang tergabung dalam Anggota Muda Suku Hooligan Berbulu, Hiccup mendapat julukan: Hiccup The Useless (Hiccup Si Tak Berguna). Selain Dogbreath ada si Snoutlout, yang juga senang menghina Hiccup.

Nah, buku pertama ini bercerita tentang seleksi penerimaan Anggota Muda Suku Hooligan Berbulu yang terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah menangkap naga mereka sendiri. Mereka diantarkan ke Tebing Naga Liar untuk masuk ke Ruang Bermain Anak-anak Naga, di mana di sana ada tiga ribu ekor anak naga yang sedang tidur koma selama musim dingin. Tugas mereka harus mengambil satu dari anak naga yang sedang tidur itu dengan selamat dan memasukkannya ke dalam keranjang. Di awal cerita ini aja udah ada aja ketegangan yang muncul, terutama karena Fishlegs telah membuat anak naga ini bangun dan menyebabkan kesepuluh anak ini nyaris celaka.

Meski begitu, akhirnya Hiccup mendapatkan seekor naga biasa, yang bahkan tidak bergigi yang dijuluki (lagi-lagi oleh Snoutlout) Toothless. Dia pun jadi bahan tertawaan beberapa anak lain, kecuali sahabatnya, Fishlegs.

Pas tahap melatih naga mereka sendiri, mereka diwajibkan membaca buku panduan karya Profesor Dr. Yobbish B.A, M.A, HONS, DLL yang berjudul How to Train Your Dragon. Buku ini milik perpustakaan Suku Meathead yang dicuri oleh Gobber, salah satu pahlawan dari Suku Hooligan Berbulu yang bertugas mengasuh kesepuluh calon anggota muda itu.

Ketika Hiccup dan Fishlegs berniat membaca serius buku ini, ternyata buku ini cuma berisi satu halaman saja cara melatih naga. Bahkan cuma satu bab aja. Bab pertama sekaligus terakhir itu cuma berisikan kalimat: BERTERIAKLAH PADA MEREKA! (Semakin keras semakin baik).

Udah aja! Hihihi...Dudududu... Hiccup kan ga bisa berteriak. Gimana, dong?

Sementara itu, jauh sebelum acara penerimaan ini, Hiccup udah sering mengamati naga, bahkan dia pun bisa berbahasa naga. Hiccup melatih Toothless dengan cara berbicara kepadanya. Mulai dari menghadiahinya lobster dan masih banyak lagi, termasuk menceritakan lelucon yang disukai Toothless. Dan dia ga berharap lagi menjadi pahlawan. Kayaknya asal lolos aja di Ujian Penerimaan Para Pahlawan Muda di hari Perayaan Kamis Thor itu udah cukup banget, deh. Mengingat naga-naga anggota lain tampak lebih sangar.

Ketika harinya tiba, setelah menangkap dan melatih naga mereka, di hari Perayaan Kamis Thor atau Thor'sday Thursday, kesepuluh anak calon Anggota Muda Suku Hooligan Berbulu bergabung dengan sepuluh anak calon Anggota Muda Suku Meathead dari pulau Meathead akan menghadapi Ujian Penerimaan Para Pahlawan Muda. Yang nggak kepilih harus diasingkan selama-lamanya.

Seharusnya, mereka semua lolos, sih... Tapi... gara-gara Toothless manas-manasin Fireworm, semua naga anak-anak itu berkelahi dan anak-anak ini sama sekali nggak berdaya mencegah perkelahian dan kekacauan ini. Thor pun marah dan setelah para pejabat berembug, mereka memutuskan akan mengasingkan keduapuluh anak ini untuk selamanya keesokan harinya. 

Selama hari itu hingga keesokan harinya, badai terus saja mengamuk. Badai besar itu telah mengangkat dua naga raksasa yang selama beratus-ratus tahun tidur di bawah laut ke permukaan dan ditemukan oleh Badbreath the Gruff. Ketika dia memberitahukan pada Stoick Agung, maka Dewan Perang pun dikumpulkan. 

Sampai di sini, peran Hiccup sebagai Pahlawan pun mulai terungkap. Gimana dia susah payah menjadi Pahlawan, bertarung antara hidup dan mati. Hiccup pun membuktikan bahwa berteriak sekerasnya pada naga, bukanlah cara melatih naga.

Hmmm... Gimana, ya...

Bunda suka terjemahannya. Jadi, Bunda menikmati bacanya. Meski kecepatan baca Bunda udah nggak secepat dulu (bukan faktor U, tapi faktor kesibukan karena Bunda kan selain ngantor juga ngebabu di rumah), buku ini termasuk gampang dicerna dan menyenangkan. Juga asik berimajinasi tentang naga itu sendiri.

Ceritanya sendiri meski rumit tapi kebacanya simpel aja. Humornya kena. Ketegangannya pun kerasa. Perasaan Hiccup pun kerasa banget ke hati. Ukuran font dan warna kertasnya bikin buku nyaman dibaca.

Kekurangannya apa, ya? Oh. Itu. Penempatan ilustrasi yang ada teksnya banyak memotong kalimat. Jadi, karena Bunda pengen beresin baca kalimatnya dulu, terus mesti balik lagi ke halaman yang ada ilustrasi berteks itu. Kesannya ilustrasi itu cuma pemanis buku. Padahal, ilustrasi itu memperkuat cerita buku. Jadi, bagusnya, menurut Bunda, sih, supaya pembacanya nggak terdistraksi, mendingan ilustrasi yang mengandung teks, ditaruh di bagian akhir bab aja atau di akhir paragraf. Jadi, seberesnya baca kalimat dalam satu paragraf, bisa beralih ke ilustrasi tanpa terganggu. Gitu aja, sih, kekurangannya menurut Bunda.

Yah, cuma gara-gara kekurangan itu, Bunda kepaksa kasih 4 aja. Padahal kalo dari sisi cerita dan keasikan menikmati ceritanya, layak banget dapat 5 ^_^

Oya, ini ada kalimat favorit Bunda yang diucapkan sama Wrinkly Tua, kakek Hiccup dari pihak ibu. 
"Pahlawan Masa Depan harus cerdas dan terampil, bukan hanya berbadan besar dengan otot yang terlalu kekar. Dia harus bisa menghentikan pertengkaran sesama anggota suku dan membuat mereka menghadapi musuh bersama-sama."
Bener banget, kan? :D

Jadi, kesimpulan Bunda? Kalian wajib baca buku ini! Hihihi...

Love you both... Cheers!



Terusin baca - How to Train Your Dragon by Cressida Cowell

9 Mei 2014

Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1) by Kathryn Littlewood


Judul: Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1)
Penulis: Kathryn Littlewood
Penerjemah: Nadia Mirzha
Penyunting: Lulu Fitri Rahman
Penyelaras aksara: Aini Zahra
Penata aksara: elcreative
Diterbitkan oleh Noura Books ~ Mizan Fantasi
Cetakan pertama, November 2012
ISBN: 978-979-433-690-8
Paperback, 320 halaman
Genre: Novel, Fantasy, Children, Middle Grade, Fantasy, Magic, Foodie, Mystery, Young Adult, Adventure, Family, Juvenile
Status: Punya. Dikasih tante Ferina sebagai hadiah giveaway karena Bunda ngasih komen paling koplak #eh



Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke.

Namun apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen dengan beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmara dan Cookie kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah, bukan?


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Sebenernya, buku ini udah lama banget ada di tangan Bunda, hadiah dari tante Ferina. Waktu itu dia bikin giveaway di blognya, terus Bunda berpartisipasi dengan ngasih komen koplak. Eh, ga nyangka. Taunya malah Bunda yang dapet. Rafflecopter saat itu sedang berpihak pada Bunda. Alhamdulillaah :D

Terus, ya baru dapet kesempatan baca dua bulan lalu. Mestinya sih jadi posting bareng sama BBI buat tema Kuliner. Tapi dikarenakan Bunda sempet dirawat di RS itu, ya batal deh posting barengnya.

Buku ini cerita tentang Rose yang dititipi ibunya toko bakery Bliss karena ibu dan ayahnya mendapat tugas dari walikota untuk membuat kue dalam jumlah banyak selama beberapa minggu karena ada wabah penyakit aneh, sementara menurut penduduk di kota itu, hanya ibu dan ayah Rose lah yang mampu membuat kue ajaib untuk menyembuhkan penyakit itu.

Tepat ketika ibu dan ayah Rose pergi, muncullah seorang perempuan yang mengaku bibi mereka, bernama bibi Lily. Pada awalnya, Rose merasa jenuh ketika menjaga toko bakery mereka karena merasa nggak ada sesuatu yang menarik seperti ketika orangtua mereka ada di rumah. Maka dia dan Ty, abangnya, mulai melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan. Yaitu membuat kue dari buku resep Bliss Cookery Booke yang disimpan di ruang penyimpanan khusus. 

Dari situ, kejadian-kejadian ganjil ~ atau kalo boleh dibilang mengacaukan satu kota terjadi. Dan mereka berusaha membalikkan keadaan. Dan di sini, sikap bibi Lily yang tadinya mencurigakan Rose, berperan penting dalam ikut membalikkan keadaan. Rose sempat menyesal karena dia sudah mencurigai bibi Lily.

Hmmm...
Gimana, ya?

Pertama, kalo dari kover, tampak menjanjikan. Sungguh! Meski nggak dapat hadiah giveaway juga Bunda punya niat beli. Syukurnya, ternyata ini emang cover asli. Worth it kalo beli juga.

Kedua, terjemahannya mengalir banget. Meski Bunda baru kali ini baca nama penerjemah, maksudnya ini buku pertama terjemahan sang penerjemah yang Bunda baca ~halah mbulet~ kalo baca nama penyuntingnya sih, yakin kalo penyuntingnya bisa bikin buku kacrut kek apa juga jadi tampak indah. Hehe. Beberapa buku yang terjemahannya kacau balau berhasil disulap jadi enak dibaca oleh penyunting yang satu ini. Jadi, tentu saja baca terjemahannya enak aja gitu...

Ketiga. Dari sisi font. Oke, kok, untuk genre Young Adult atau Children - Middle Grade. Nyaman di mata dan bikin betah baca.

Keempat. Mungkin ini faktor penentu, ya... Jadi gini, kebanyakan orang ngereview buku ini bilangnya ngiler pas baca semua deskripsi makanan di sini. Termasuk pakde Iwan yang sering banget nyuruh Bunda baca buku ini ketika tahu Bunda punya buku ini.
Sayangnya...
Entah imajinasi Bunda yang nggak sampai apa gimana, Bunda sama sekali nggak ngeces ngebayangin makanan yang ada di cerita ini. Huhuhuhu. Asli sedih banget. Awalnya, Bunda pikir cuma Bunda aja yang kayaknya ngerasa aneh. Berkali-kali baca ulang pun, tetep. Dalam keadaan lapar pun tetep. Sama sekali ga bikin Bunda merasa lapar. Lalu, Bunda cek tret kapan itu Bunda pernah share di sebuah sosmed. Ternyata beberapa teman Bunda seperti Tante Kobo dan Tante Donna juga bilang hal yang sama. Tante Vina malah bilang, "kecut". 

Bunda malah ngeces ngebayangin bolu kuali atau jus labu kuning di Harry Potter daripada kue-kue di sini. Nggak tahu kenapa. Mungkin karena deskripsi bahannya, salah satunya pakai air mata atau apa lah itu, bikin Bunda udah ilfeel duluan, bukannya pengen makan. Hehehe... Gitu, deh.

Jadi... bintang 3 kayaknya cukup untuk semua yang udah Bunda tuturkan di atas kali, ya...

Oya, ini skrinsyut komen koplak Bunda di giveaway tante Ferina itu



Yang jelas, meski kecewa karena ga sesuai harapan, nggak menyurutkan langkah Bunda untuk baca kelanjutan trilogi ini dan nunggu buku ketiga terbit.

Diposting juga buat Children Literature Challenge dan Young Adult Challenge

Love you both, cheers



Terusin baca - Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1) by Kathryn Littlewood

5 Mei 2014

Does My Head Look Big in This? by Randa Abdel-Fattah


Judul: Does My Head Look Big in This? - Memangnya Kenapa Kalau Aku Pakai Jilbab?
Penulis: Randa Abdel-Fattah
Alih bahasa: Alexandra Kirana
Editor: Meliana Simamora
Desain cover: Marcel A.W
Diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama, Juli 2007
Jumlah halaman: 352 hlm; 20 cm
ISBN-10: 979-22-3050-5
ISBN-13: 978-979-22-3050-5
Genre: Young Adult, Realistic Fiction, Religion - Islam, Teenlit, Cultural - Australian, Contemporary Fiction, Novel
Status: Punya. Beli seken dari tante Natnat.


Sekolah di sekolah swasta bergengsi di Australia sudah cukup berat tanpa harus memakai jilbab...

Apa yang bakal dikatakan teman-teman sekelas Amal hari Senin saat Amal berjalan masuk memakai jilbab untuk pertama kalinya? Wah, mereka pasti bakal ngeri. Memakai jilbab? Di depan anak-anak satu sekolah? SERIUS NIH?

Keputusan Amal untuk memakai jilbab membutuhkan banyak keberanian. Bisakah ia menghadapi prasangka, menjaga teman-temannya, dan masih menarik perhatian cowok paling ganteng di sekolah?

Kisah cewek ABG Australia keturunan Palestina-Muslim yang sarat dengan pesan keberanian dan ketulusan.


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...

Bunda baru kali ini, deh, baca teenlit terjemahan suasananya religius. Buku ini cerita tentang seorang Amal Mohamed Nasrullah Abdel-Hakim, baru satu semester pindah ke sekolah swasta bergengsi - McCleans, dari sekolah Hidaya - sekolah khusus Muslim, di mana di Hidaya, jilbab adalah bagian dari seragam, memutuskan untuk memakai jilbab full-timer. Maksudnya pakai jilbab full-timer itu adalah pakai jilbab baik keluar rumah, di rumah ketika ada non mahrom, dan bukannya pakai jilbab karena mau sekolah aja. 

Karena Amal tinggal di Australia yang multi kultural dan Islam bukan agama mayoritas penduduk, tentu ini menjadi sangat sulit. Masih banyak yang beranggapan bahwa jilbab adalah budaya Arab, bukan aturan agama Islam. Sulit karena sepertinya, memakai jilbab itu dianggap teroris. Muslim di negara dengan penganut agama Islam minoritas sering mendapatkan perlakuan rasis. Apalagi kalo menunjukkan identitasnya sebagai Muslim secara terang-terangan, terutama untuk kaum Hawa, dalam hal ini berhijab. Perlakuan rasis ini mulai dari dipanggil "ninja", dilihat secara jijik dari ujung kepala sampai kaki, atau bahkan diludahi dan dilecehkan secara seksual. Na'udzubillaahi min dzaalik.

Ini juga yang jadi pertimbangan Amal. Sejujurnya dia nggak mau jadi pusat perhatian, di mana setiap dia berada - setelah pakai jilbab - orang ngeliat dia sebagai alien, orang aneh, dan seterusnya. Tapi di satu sisi, dia ingin menaati apa yang diperintahkan Allah untuk perempuan yang sudah baligh, yaitu berjilbab. Bahkan, Mum dan Dad aja sempat menyarankan Amal untuk menundanya, karena khawatir nanti Amal mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan yang akan membuat Amal menjadi galau, mengingat Amal masih muda.

Amal punya sahabat-sahabat di McCleans, yang berbeda agama dengannya, Simone dan Eileen. Meski beda kepercayaan, mereka berdua sangat mendukung keputusan Amal untuk berjilbab. Sahabat Amal dari sekolah lama, Yasmeen dan Laila juga mendukung, dong. Selain itu, guru favorit Bunda, Mr. Pearce, mendukung keputusan Amal, bahkan dia meminjamkan ruangan kantornya selama sepuluh menit di waktu shalat, supaya Amal bisa melaksanakan ibadah shalat tepat waktu. Salut!

Di hari pertama Amal memakai jilbab ke sekolah, tentu saja, banyak yang memandang aneh sekaligus segan terhadap Amal, termasuk Adam Keane, cowok yang Amal suka. Bahkan kepala sekolahnya, Mrs. Walsh, mengira Amal memakai jilbab karena paksaan orangtuanya. Sampai-sampai beliau memanggil kedua orangtua Amal untuk membicarakannya. 

Sebenarnya cerita ini nggak hanya tentang seputar keputusan Amal berjilbab, tapi juga bagaimana dia mulai berteman dengan tetangganya yang sering memakinya, Mrs. Vaselli. Juga mengenai diet Simone. Mengenai Adam. Mengenai Tia Ramos. Mengenai Laila yang sering dijodohkan ibunya. Mengenai pamannya yang sok Australian. Dan masih banyak lagi.

Nah, itu sinopsisnya, ya. Kalo diceritakan semua jadi sopiler.

Pertama, Bunda pengen komentar dulu soal... cover. Duh! Sumpah! Ini covernya nggak banget buat sebuah teenlit! Padahal ceritanya catchy, menurut Bunda. Sayang banget, garapan covernya bikin orang malas melirik buku ini. Kayak ga jauh-jauh dari buku tutorial berhijab ala hijabers masa kini. 

Kedua, Bunda pengen komentar mengenai... terjemahannya. Errrr... Kaku sekali. Jadi gak enak bacanya. Bunda butuh waktu lama buat mencerna isinya. Nggak ngalir gitu. Padahal ini teenlit. Sayang banget, deh. 

Ketiga, meski kavernya nggak banget, terjemahannya kaku, Bunda suka semua tokoh di dalamnya. Amal yang pintar, cantik, pemberani dan juga penyayang. Semuanya tergambar dari keputusan-keputusan yang dilakukan Amal, juga semua yang dilakukan Amal. Bunda juga jadi sayang sama Simone, yang gak pedean, tapi dia berhasil menarik hati Josh, cowok terpopuler di sekolah.

Di luar kekurangan cover dan terjemahannya yang kaku, semua tokoh di sini adorable. Perkembangan ceritanya menarik, klimaks dan anti klimaksnya juga keren. Selain itu, yang Bunda suka di buku ini adalah, gimana cara bu Randa nerangin prinsip-prinsip di Islam tanpa terkesan menggurui, lewat keteguhan hati Amal. Suka, deh... 

Menurut Bunda, sih. Sebenernya layak dapet bintang 4. Kalo ga terganjal masalah kaver dan terjemahan, sih. Heuheu...

Bunda jadi pengen baca karya Randa Abdel Fattah yang lain, soalnya Bunda suka dengan style berceritanya.

Eh, btw, kirain bu Randa pake kerudung. Tapi pas brosing, ternyata orangnya ga jilbaban. Heuheu...

Sebetulnya, rencananya, review ini buat posting bareng BBI tanggal 29 April tema perempuan. Tapi, karena Bunda ga sempat menyelesaikannya, jadinya cuma buat YA Challenge aja, keknya. Hiks. Banyak absen acara BBI, nih, belakangan :(

Tetap semangat, ya...
Love you both... Cheers,



Terusin baca - Does My Head Look Big in This? by Randa Abdel-Fattah

12 Feb 2014

Master Post Rapel 4 Reading Challenge

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...

Kayaknya Bunda masih belum kapok juga ikut Reading Challenge, nih...:D
Setelah gatot ikutan Reading Challenge tahun lalu *selain reading challenge sendiri tentunya*, Bunda mencoba bangkit dan memetakan juga bikin perencanaan. Mudah-mudahan, sih, terealisasi semuanya. Seperti motto yang sering diucapkan di novel karya A. Fuadi: Man Jadda Wajada! Siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil!

Setelah meminta ijin pada para host challenge ini untuk diperbolehkan menggabungkan master post *biar irit di timeline*, dengan ini Bunda menyatakan bahwasanya, Bunda akan mengikuti challenges sebagai berikut:

  1. Lucky 14 Reading Challenge yang dihost oleh Tante Astrid Felicia Lim
  2. Young Adult Reading Challenge yang dihost oleh Tante Tammy Rahmasari
  3. Indonesia's Romance Reading Challenge yang dihost oleh Tante Sulis Peri Hutan
  4. Blogger Buku Indonesia Review Challenge yang dihost oleh Divisi Event BBI
Sebetulnya, selain Bunda ikut Books in English Reading Challenge - Chapter 3 (ya sebagai host tetep harus ikut serta di dalamnya, dong, ah), Bunda mau ikut Children Literature Reading Challenge yang dihost oleh Tante Bzee. Tapi, setelah konsultasi dengan beliau, karena Children Literature RC adalah proyek baca selama tiga tahun, sebaiknya master post dibuat tersendiri untuk perencanaan. Jadi, setelah ini, Bunda akan buat master post khusus rencana ikut Children Literature Reading Challenge. Plus, di mulai bulan Mei 2014, Bunda mau mengadakan The Secret of The Immortal Nicholas Flamel Reading Challenge a.k.a TSOTINF-RC. Panjang bener, ya. Ada ide buat bikin singkatannya? :D
Oke, mari kita bahas satu persatu masing-masing reading challenge yang insha Allah akan Bunda ikuti ini...

#1 Lucky No. 14 Reading Challenge

http://perpuskecil.wordpress.com/2013/11/12/lucky-no-14-reading-challenge/
~image linked to the source~


Di dalam challenge ini, peserta diharuskan membaca 14 buku dengan kategori:
  • Visit the country. Di rumah, Bunda ada buku Melbourne. Tapi, Bunda juga pengen baca Tokyo terbitan Gagas. Karena Bunda pingin pergi ke Tokyo ^^; 
  • Cover lust. Dari rak di rumah, Bunda tertarik baca All You Can Eat - Christian Simamora dan Marriageable - Riri Sardjono. Covernya sederhana tapi mengundang buat dimamah :D
  • Blame it on bloggers. Sepertinya, Bunda pengen baca Bartimaeus Trilogy. Bunda mau nyalahin Tante Ally dan Tante Tammy yang udah ngeracunin Bunda lewat cerita mereka :P
  • Bargain all the way. Kalo yang ini, Bunda sepertinya akan baca 13 Reasons Why. Tapi kalo takut, Bunda akan ganti judul buku. Sebab, Bunda (jujur) beli ini karena obral super murah di Matahati sewaktu mereka akan tutup.
  • (Not so) fresh from the oven. Hmmm. Sepertinya Ocean on The Lane-nya Neil Gaiman atau The Empress of Ice Cream-nya Anthony Capella akan jadi pilihan. Bunda beli tahun lalu dan belum sempat dibaca :D
  • First letter's rule. Disuruh baca buku berawalan huruf "P". Apa, ya? Ntar Bunda obrak-abrik di rak buku di rumah dulu.
  • Once upon a time. Nah. Kategori ini maksudnya buku-buku yang rilis pertama kali di tahun yang lebih lama dari tahun lahir Bunda. Untuk yang ini, sih, Bunda berencana baca beberapa buku Ramona Quimby Series karya Cleary Beverly.
  • Chunky brick. Ini sih buku bantal. Paling dikit 500 halaman! Hmmm.. Sepertinya mau baca Rahasia Meede karya E.S Ito, deh. Soalnya itu nyambung dengan tema historical fiction-nya baca bareng BBI di bulan Februari 2014. Chunky brick dapet, historical fiction dapet :D
  • Favorite author. Tentu saja Bunda akan memilih buku Jacqueline Wilson: Hetty Feather. Plus The Wonderful Story of Henry Sugar and Six More-nya Roald Dahl. Kalo milih favorite author, Bunda ga bisa milih antara JW dengan RD soalnya :D
  • It's been there forever. Pilih buku yang udah berdebu dan belum dibaca. Umm. Heidy? Little Men? :D
  • Movies vs books. Devil Wears Prada. Bunda udah nonton berkali-kali film ini. Tapi keknya belum baca, deh. Tapi kalo tiba-tiba berubah jadi pengen baca The Notebook atau P.S I Love You, jangan salahin juga sih :D
  • Freebies time. Errr... Bunda akan pilih Bliss. Hadiah dari Tante Ferina dari kapan itu yang belum Bunda baca. Rencananya mau dibaca untuk ikut Baca Bareng BBI bulan Februari 2014 tema kuliner...
  • Not my cup of tea. Nah. Sebetulnya romance Nora Roberts begini not cup of my tea. Jadi, Bunda berencana baca Nora Roberts - The MacGregor Brides hadiah dari Ibutio :D
  • Walking down the memory lane. Noddy series. Kebeneran dapet beberapa buku ini hasil nitip Tante Dewi waktu beliau liburan di India. 


#2 Young Adult Reading Challenge

http://teatimeandbook.blogspot.com/2014/01/young-adult-reading-challenge-2014.html
~image linked to the source~
Kebetulan, syaratnya nggak ribet selain cuma baca buku bergenre Young Adult aja. Alasan Bunda ikut ini juga memang karena pengen mengurangi timbunan buku-buku bergenre Young Adult.
Meski di bawah ini bukan daftar mutlak karena pasti berubah di tengah jalan, minimal ada acuan Bunda mau baca apa aja:
  • The Hunger Games Series
  • Delirium Series
  • Shatter Me Series
  • Divergent Series
  • Beberapa karya Rainbow Rowell, Gayle Forman dan Elizabeth Eulberg
  • Masih ada beberapa judul. Liyat aja gimana nanti di wrap-up post. hihihi

#3 Indonesian Romance Reading Challenge 2014

http://kubikelromance.blogspot.com/2013/12/update-indonesian-romance-reading.html
~image linked to the source~

Di challenge ini, syaratnya cuma baca romance-nya Indonesia. Di sana ada beberapa level yang bisa diikuti. Sepertinya, Bunda akan coba level First Date dulu, yang syaratnya baca 6-10 buku. Mudah-mudahan naik level saking asiknya ^^a

#4 Blogger Buku Indonesia Review Challenge



Sebagai awak BBI, Bunda merasa harus ikut challenge ini walau mungkin level terbawah. Syaratnya ya bikin review sampai jumlah tertentu. Gunanya menantang diri sendiri, sekaligus mengingatkan bahwa produksi review meski sedikit jauh lebih baik daripada nggak sama sekali :D

Untuk itu, Bunda mau ikut mencoba bikin 45 review. Keliatannya sih gampang. Tapi buktinya, tahun lalu, review Bunda ga sampai 30 :D

Meski semua challenge di atas berhadiah, tujuan utama Bunda ikut challenge ini bukan untuk hadiah. Tapi mengurangi timbunan yang bertumpuk di rumah. Cuma, kayaknya, kalo ikut RC Tante Sulis itu cari penyakit. Sebab, Bunda nggak banyak punya buku Indonesian Romance :D

Oke. Doakan Bunda sukses mengurangi timbunan supaya Bunda bisa bertanggung jawab terhadap semua timbunan buku di rumah pada Allah kelak. Tanggung jawab dalam bentuk mereviewnya. Sebenernya, kayaknya ada satu challenge yang mau Bunda ikuti terkait dengan mengurangi timbunan, sih. We'll see. Liyat rulesnya dulu, deh. Belum sempet nengokin. Hihi :D


Salaam. Cheers! Love you both,




Terusin baca - Master Post Rapel 4 Reading Challenge