Tampilkan postingan dengan label daftar buku yang harus dibaca sekarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daftar buku yang harus dibaca sekarang. Tampilkan semua postingan

27 Des 2012

[BBI Secret Santa 2012] Riddle dari Santa Rahasia

pinjem dari blog tante Oky

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Bunda pengen cerita, kalo tahun ini Bunda ikut permainan yang diadain teman-teman BBI di setiap akhir tahun. Nama permainannya adalah: Secret Santa. Sebetulnya, permainan ini sudah dilakukan tahun lalu. Cuma, Bunda kan baru ikutan BBI tahun ini... jadi, yaaa... Bunda baru ikutan sekarang...

Apa, sih, Secret Santa itu?

Jadi ceritanya begini...
Setelah Bunda daftar buat ikutan permainan ini, nama Bunda diundi. Bunda secara otomatis jadi Secret Santa sekaligus jadi si X (penerima hadiah dari Secret Santa).

Tugas Bunda sebagai Secret Santa adalah:
1. Beliin buku yang dipengenin si X
2. Bikin riddle atau teka-teki tentang Bunda yang nanti harus ditebak si X
3. Kirim buku beserta riddle-nya ke alamat yang sudah dicantumkan si X di notes data-data anggota BBI.

Ya tentu saja, yang boleh ikutan Secret Santa kali ini ya cuma anggota BBI, dong... Kan emang acaranya anak BBI. Hehe...

Wah.. karena ini pengalaman pertama Bunda, Bunda bener-bener degdegan, deh...
Soalnya gini, pertama, Bunda takut banget kalo si X nanti nggak berkenan sama apa yang Bunda belikan. Kedua, gimana kalo ternyata kadonya nggak sampai? Ketiga, kalo ternyata si X nggak bisa nebak siapa Bunda, gimana? Padahal, Bunda nggak pengeeeen banget yang namanya mengecewakan orang lain...

Untuk itu, yang Bunda lakukan sebagai Secret Santa adalah...
1. Setelah dikasih tahu siapa X Bunda, Bunda langsung cari informasi tentangnya. Terutama tentang buku yang dimaunya. Alhamdulillaah... ternyata X Bunda ini baik banget. Dia bikin rak khusus bernama "dear-SS". Jadi, Bunda tinggal lihat aja judul buku yang dia mau di rak itu. Hampir tiap hari Bunda lihatin...
2. Bunda catat di kertas sesuai urutan dia maunya gimana. Misalnya, urutan teratas itu buku berjudul A, maka di catatan Bunda, bunda jadikan buku di urutan teratas itu sebagai prioritas utama. Harus mengupayakan ketemu dulu si buku berjudul A itu. Kalo ternyata nggak ketemu, baru, deh, lihat ke buku berikutnya... Teruuuus aja, sampai nomor terakhir di rak "dear-SS" itu.
3. Karena kesibukan Bunda dan cuaca yang selalu hujan belakangan ini, ternyata akses Bunda buat main ke toko buku jadi terbatas banget. Apalagi minggu-minggu ini, Bunda lagi banyak deadline, meeting juga kerjaan mendadak. Pas udah mepet waktunya pengiriman, Bunda akhirnya mabur sebentar ke toko buku terdekat kantor Bunda, buat mencarikan buku yang dipengenin banget sama si X Bunda itu.
Sayangnya, buku urutan teratasnya lagi kosong stoknya. Maaf, ya, X... Tapi Bunda lihat, ada nomer tiga dan nomer empat dari daftar yang dipengeninnya (kalo nggak salah) yang tersedia. Waktu Bunda ambil dua-duanya, ternyata Bunda harus memilih salah satu. Kenapa? Soalnya, range harga bukunya cuma boleh IDR 40,000 - 80,000 aja. Nah, kalo keduanya Bunda ambil, jumlahnya jadi sekitar IDR 120,000. Nggak boleh itu. Lagi pula, ongkos kirimnya kan belum diperhitungkan. Bisa-bisa seharga buku juga kalo terlalu berat, kan... Jadi aja, Bunda pilih salah satu. Yang penting, buku yang akan Bunda kirim itu ada di rak "dear-SS" milik si X Bunda.

Oya, ini pengakuan salah Bunda. Bunda benar-benar abai sama si X Bunda ini. Maaf, ya... Bunda nggak sempat cari kertas kado. Jadi aja, ngebungkusnya ngasal dan nggak kayak kado. Huhuhuhu... Riddlenya juga nggak istimewa. Beneran, deh, kerjaan yang lagi Bunda kerjain ini bikin rencana-rencana Bunda agak berantakan. Huhuhu. Seharusnya Bunda nggak menunda-nunda apa yang sebelumnya bisa Bunda kerjakan. Mungkin si X Bunda akan lebih senang...
Semoga, di tahun berikutnya, Bunda nggak abai lagi. Bunda lebih siap jadi Secret Santa. Ganbarimasu!

4. Baru, deh, Bunda kirim tuh kado. Sebenernya, Bunda degdegan, deh.. Sampai hari ini, Bunda nggak tahu apakah kadonya sudah sampai atau belum. Karena... sepertinya si X lagi liburan dalam rangka natalan dan tahun baruan... Hiks... Jadi makin degdegan, nih, Bunda... :(
Semoga sudah ada di tangan si X, yaaa.. Mohon doanya...

Dari tadi, Bunda cerita tentang proses Bunda sebagai si Secret Santa. Terus, apa persiapan Bunda sebagai si X?
Supaya Bunda nggak mengecewakan Sang Secret Santa, Bunda juga menyiapkan rak khusus di Goodreads, yang Bunda kasih nama "dear-SS" juga. Jadi, dari semua timbunan buku yang ada di rak "wish-list", Bunda sortir lagi khusus untuk dilihat sama Sang Secret Santa, supaya lebih mengerucut dan lebih "mudah" mencarinya. Sebab, bakalan pusing dianya, kalo lihat dari rak "wish-list" itu. Makanya, Bunda buatin rak khusus, supaya nggak terlalu pusing.

Setelah ikut deg-degan bareng teman-teman Bunda yang lain, karena kado dari Santa belum datang juga, eh, tahu-tahu ada kiriman. Pas Bunda lihat sampulnya, loh? Kok ada namanya? Kok bukan Santa? Ahahaha... ternyata, kiriman buku legendaris punya tante dokter Dewi A.S yang emang diedarin buat dipinjamkan. Hihihi...

Baru, deh, dua apa tiga hari berikutnya, Bunda dapat kado dari Santa. Yay! Senang, dong!

Terus, pas Bunda buka... Bunda tertegun... :D
Tertegunnya karena Bunda dapat buku yang nggak dimasukkan ke rak khusus "dear-SS" itu. Cuma, bukunya memang ada, sih, di rak "wish-list". Bunda jadi kasihan sama Secret Santa Bunda... kayaknya dia pusing milihin buku yang tepat buat Bunda, karena dia harus memilih satu di antara sekian banyak buku yang ada di rak "wish-list". Padahal, udah Bunda buatin rak khusus supaya Santa nggak bingung...

Tapi ya sudahlah. Nggak apa-apa. Namanya juga permainan... Mungkin, Santa Bunda ini nyentrik. Lebih suka mencari jarum di antara jerami. Yang jelas, Bunda emang belum punya bukunya, kok. Dan pengen punya. Untung aja, sewaktu main ke Rumah Buku, Bunda belum beli bukunya. Phew! :D

Nah... sekarang waktunya Bunda pamerin, riddle-nya. Karena tujuan posting blog sekarang adalah: pamer riddle yang Bunda terima.

Satu...



Dua....



Tigaaaa....




Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....

riddle dari Secret Santa
Isi riddlenya sederhana banget, kok...
Dear Mba Peni,
Happy Reading
dari Santa
"Si Bintang yang berkacamata dan penikmat kisah fantasi"

Nah, lho! Siapa, ya? Sekilas mudah banget. Tapi, karena Bunda belum sempat jalan-jalan ke sana kemari, Bunda belum bisa nebak siapa sang Secret Santa. Semua yang Bunda curigai karena berkacamata, belum tentu penikmat kisah fantasi. Hahaha... Dan satu lagi. Banyak yang di fotonya nggak berkacamata, ternyata mereka pakai kacamata! Doh!

Kira-kira, ada yang mau bisikin Bunda, nggak, ya... siapakah gerangan Secret Santa ini? Sekilas mudah. Tapi menurut Bunda ini agak tricky... :D

Oya, terima kasih, ya, Santa. Terima kasih udah ngubek-ubek rak "wish-list". Padahal, udah Bunda buatin rak khusus supaya mata Santa nggak jereng, karena harus cari yang paling spesial menurut Santa dari sekian banyak buku itu.... Kasian, kan, matanya yang udah harus dipasangin kacamata. Hehehe... Terima kasih. Semoga ketebak siapa engkau... :D
Terusin baca - [BBI Secret Santa 2012] Riddle dari Santa Rahasia

6 Agu 2012

1001 Books You Must Read Before You Die #doh

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...

Judulnya panjang dan lebay, yah? Hu uh! Bener banget! :D

Ini adalah tema posting bareng di akhir bulan Agustus 2012 nanti, ala BBI. Pertama kali lihat, Bunda pikir, Bunda harus buat daftar 1001 buku yang harus Bunda baca sebelum Bunda mati. Lalu kelimpungan sendiri. Bakalan baca buku apa, ya? Rasanya nggak ada buku yang benar-benar Bunda ingin baca, sampai se-harus itu. Untuk saat ini, maksudnya. Apalagi kalo lihat tumpukan buku yang... Masya Allah... *malu banget lihatnya*

Lalu, Bunda tanya sama tante Ally. Nanti tante Ally mau baca apa di event BBI besok? Tahu apa jawaban tante Ally?

"Kalo punya bukunya, Bun... aku ikutan."

Punya bukunya? Hueh? Apa maksudnya?

Ternyata oh ternyata... sudah ada yang membuatkan daftarnya di sini. Jadi, Bunda tinggal mencari aja, buku apa yang Bunda mau baca berdasarkan daftar itu. Nyahahaha. Kirain harus bikin daftar sendiri =)) 

Dari daftar buku-buku itu, Bunda cuma tahu beberapa. Ada yang sudah Bunda baca ada yang belum Bunda baca. Mari kita buat daftarnya di sini, kandidat apa aja yang bakalan Bunda baca atau review di akhir bulan Agustus ini...

1. To Kill A Mockingbird - Harper Lee
2. Memoirs of Geisha - Arthur Golden
3. The Reader - Bernhard Schlink *sudah ada link berarti sudah direview :D*
4. The English Patient - Michael Ondaatje *pernah ada filmnya tapi kayaknya ga bakalan milih ini*
5. Nights at The Circus - Angela Carter
6. Midnight's Children - Salman Rushdie
7. Breakfast at Tiffany's - Truman Capote *sudah ada link berarti sudah direview :D*
8. The Lord of The Rings - J. R. R Tolkien *belum baca. Ada bukunya di rumah*
9. Lolita - Vladimir Nabokov
10. The Little Prince - Antoine de Saint-Exupéry
11. The Hobbit - J. R. R Tolkien
12. Gone with The Wind - Margaret Mitchell *ada event baca bareng buku ini bulan depan*
13. Around the World in Eighty Days – Jules Verne *kata papa filmnya membosankan*
14. Little Women – Louisa May Alcott
15. Alice’s Adventures in Wonderland – Lewis Carroll
16. Les Misérables – Victor Hugo
17. Jane Eyre – Charlotte Brontë *nerusin bacaan yang mogok? :D*
18. Wuthering Heights – Emily Brontë *niat baca tahun ini, sih :D*
19.  A Christmas Carol – Charles Dickens
20. Pride and Prejudice – Jane Austen
21. Sense and Sensibility – Jane Austen

Why, oh, why...
Untuk periode 2000-an ga ada buku Harry Potter the Series? The Secret of The Immortal of Nicholas Flamel tuh keren banget! Kok ga masuk? Kenapa nggak ada The Help atau The Book Thief? The Book Thief memang Bunda belum baca, tapi konon kabarnya itu buku bagus! The Help, Bunda suka banget sampai baca dua kali. Eh, belum ditulis reviewnya ya, di sini? Abis ini, deh!

Jadi gimana?

Kalo begitu lihat aja nanti, deh. Akhirnya Bunda posting apa di akhir Agustus 2012 nanti. Kalo jadi ini juga. Kan kepotong ama mudik kita... :D
Terusin baca - 1001 Books You Must Read Before You Die #doh

29 Jun 2012

The Never Ending Sad Story


Imagine tales so terrible that as many as fifty million innocents have been ruined by them - tales so indelibly horrid that the New York Times bestseller list has been unable to rid itself of them for seven years. Now imagine if this scourge suddenly became available in a shameful new edition so sensational, so irresistible, so riddled with lurid new pictures that even a common urchin would wish for it. Who among us would be safe?
Begin at the beginning – even if it is a bad one - with the first in A Series of Unfortunate Events, now even more disposable in paperback (from Goodreads)



Title: The Bad Beginnings (A Series of Unfortunate Events, #1)
Author: Lemony Snicket
Published by: Harper Collins Publishers
176 pages
e-book
first published March, 2009
ISBN: 0061757098
4/5 rating

Halo, Kakak Ilman and Adik Zidan...
Finally, Bunda took the challenge of reading Gothic Books with the BBI. I choosed the thin one and it was recommended by Tante Ally, because she likes it sooo much. She likes the way Lemony Snicket told the story. She loves those characters like Violet Baudelaire and Sunny Baudelaire. And also it is on Bunda’s 2012 list of books to read.

Hmm.. For the first time Bunda put this series into the books to read’s list this year, Bunda don’t think it was about kids. Or even children books. And Bunda was not even trying to search a thing about this book. Just because of the BBI’s challenge choose gothic books and ASUE is one of it, Bunda picked it to read.

And Bunda was surprised then. From the first page, the author has told his reader that this book is not about happiness or even has a happy ending. If you want a book with a happy ending or a happy story, just put it down. Well, he’s a hundred percent right. This is not a kind of book like that. 

Nah, The Bad Beginnings book is about three siblings of Baudelaire: Violet, Klaus, and Sunny. Violet Baudelaire is 14 years old, Klaus Baudelaire is 9 years old, and Sunny Baudelaire is about 2-3 years old. It was the time they played in a beach when they heard a bad news from Mr. Poe, one of their parents’ good friend. Mr. Poe told these children that their house was burnt and their parents were died on the accident. And from that time they have to live with Mr. Poe for some times until they meet their family’s relative.

Count Olaf, their family’s relative, was choosen to take care of the siblings. But Count Olaf isn’t a nice man. He took the charge of taking care the kids because the Baudelaire has a lot of money at the bank – where Mr. Poe worked and they have to wait until Violet is at age to claim the money. Count Olaf forced the kids to serve meal for him, give them uncomfortable bedroom and scary them.

One day, Count Olaf had an idea to marry Violet in a drama. Count Olaf is an actor. So, he asked the kids to play roles with them. Violet as the bride and Count Olaf as the groom. All Violet to do was just saying, “I do.” And Ms. Justice, the girl next door, who worked at a law department, played the role too. She didn’t noticed that Count Olaf had a plan to make Violet his real wife. Not just a drama. Not just an acting. Because, if Violet became Count Olaf's legally real wife, he will took the charge of the Baudelaire's own. Doh!

My reviews about this book:
Remembering Sunny, makes Bunda remembers Adek Zidan. Huhu.. Bunda don’t want both of you to be orphant yet. Well, you know, Bunda’s mother, who delivered Bunda to the world, has passed away when Bunda was still 6 years old. And Bunda’s younger sister, one of your aunts, was 1,5 years old that time. So, we know how it feels. But lucky us. We’re still have Eyangkung who raised both of us. Though he is married to another woman, Bunda feels very lucky that she is very nice to us. And Eyangti raised both of you too, right? Taking care of both of you when Bunda and Papa was not around.

Ah. Stop bla bla blah. Back to the book. Though those characters made their own story line, it was that the author kept on reminding us that this is not a book with a happy ending. It’s a little bit annoying for Bunda. If he has reminded us from the very first time about that, Bunda think he will keep the promise, right? That this book is not about happiness or has a happy ending?

Over all, this book kept Bunda’s eyes dance with the words. Bunda used to think not to read this book at night, because it’s an unhappy book. Learned from Granny Osano, we shouldn’t talk about unhappy things in the night, so Bunda chose to read it when the sun is still shining.

There was the time when PLN treat Bunda and friends some black out in the office, Bunda chose to finish reading this book. And yes, Bunda could not stop reading it till the last page. The story made Bunda breathless. And Bunda loves the characters. Bunda loves Violet, Klaus, and Sunny. Bunda loves them a lot. Bunda loves the way they played their role.

Violet is a very smart girl and think so fast. Klaus is also smart, even the little Sunny. I love them. I love how they survive and think fast in a short time how to solve their problems. Bunda thanked the author to create them smart :D

Children books should tell happy story. Not unhappy story. But maybe, the author has his own reason to write this gloomy book and categorized it on Children Books’ shelf. Sometimes, gloomy books successfully made Bunda don’t want to pick it up anymore. But, Bunda wants to know what’s next on Violet, Klaus, and Sunny’s life.

So, will Bunda read the next book? I think so. But not now. Bunda needs happy ending story. Haha.
Terusin baca - The Never Ending Sad Story

20 Jun 2012

The Necromancer - The Secret of The Immortal Nicholas Flamel



Penulis: Michael Scott
Penerjemah: M. Baihaqqi
Penyunting: Nadya Andwiani
Korektor: Bayu Ekawana
Tata Letak: MAB
Desain cover: Michael Wagner
Cetakan Pertama: Januari 2011
Cetakan Kedua: Februari 2011
Diterbitkan oleh: Penerbit Matahati
Fiksi fantasi
ISBN: 602859025-8
492 halaman, 14 x 21 cm
5/5

Saat terjadinya Litha semakin dekat.
Para Tetua Gelap semakin kuat.

Josh dan Sophie Newman akhirnya kembali ke San Fransisco, setelah petualangan tanpa henti di Ojai, Paris, hingga London.
Mereka menyadari bahwa ada lebih dari sekadar butiran kebenaran dari setiap mitos dan legenda. Pengalaman dan ilmu yang mereka peroleh dalam seminggu terakhir, membuat keduanya bingung akan masa depan mereka. Si kembar belum menguasai seluruh sihir yang diperlukan untuk menghadapi para Tetua Gelap, sementara Dr. John Dee masih terus mengejar mereka tanpa lelah.

Sementara itu di London, Dr. John Dee, yang untuk kesekian kalinya gagal melaksanakan tugas dari majikan Tetuanya, kini dinyatakan sebagai buronan dan berbalik dikejar oleh sekian banyak makhluk buas. Namun, Dee memiliki rencananya sendiri untuk menguasai dunia. (cover belakang buku)

Halo, kakak Ilman dan adik Zaidan...
Terus terang agak bingung, mau kasih judul apa. Soalnya, tulisan Bunda sekarang asli ga ada yang fokus. Hihihi... Banyak banget yang pengen diceritain, soalnya. Dan sedang nggak bisa ngambil benang merah dari semuanya, selain karena memang sedang nulis review tentang buku ini. 
Akhirnya, selesai juga baca buku ini. Setelah diskip sama buku-buku yang lain. Padahal, seru. Nggak bisa berhenti bacanya. Waktu itu, rencananya sambil nunggu Warlock dan Enchantress aja beresin bacanya. Biar nggak nunggu lama. Eh, ternyata, Enchantress sampai hari ini belum jelas kapan diterjemahkannya... :(

Eh, Bunda emang belum bikin review ketiga buku sebelumnya, sih, ya... Sepertinya harus Bunda buat juga... Supaya kebayang nanti sama Kakak Ilman dan Adik Zaidan, seperti apa serunya buku ini. Makanya, Bunda niat banget koleksi buku ini... Dan... ya ampun! Ternyata hari ini ada acara posting bareng BBI review buku Fantasi! Telat pula postingnya! Soalnya sampai sore tadi ada rapat di sini...

--------

Waktu akhirnya Sophie dan Josh berhasil kembali ke rumah bibi Agnes mereka di San Fransisco, sementara Nicholas Flamel dan Perenelle kembali ke rumah mereka, ternyata si kembar emas dan perak ini kedatangan tamu. Tamu-tamu itu adalah Aofie dan Niten. Aofie ini saudara kembar Scatcach, makanya waktu pertama ketemu Aofie ini, Sophie seneng banget, karena dikiranya Scatty. Aofie dan Scatty sudah ribuan tahun tidak saling bicara karena mereka terlibat pertengkaran hebat. Aofie tiba-tiba muncul karena dia merasakan sesuatu tidak beres dengan saudari kembarnya. Dan dia mencari informasi tentang kembarannya itu dari Sophie.

Sophie kemudian diculik Aofie, Josh menyusul Flamel dan Perenelle untuk mengejar Sophie. Setelah mereka bertemu dan terlibat dalam perdebatan yang serius, mereka sepakat untuk membawa Josh ke Prometheus untuk diajari sihir elemental lain, yaitu Sihir Api. Dari sini mulai kelihatan menyebalkannya Josh. Eh, tapi mungkin karena dia ada di bawah pengaruh Dee dan kekeras kepalaannya untuk membelot, membuatnya sangat mudah percaya dengan Dee. Apalagi, Josh sudah sangat terikat dengan pedang Clarent. Bisa dibayangkan, kan, ketika dia tahu Dee punya keempat pedang itu, ke mana arah perhatian Josh?

Ada percakapan antara Sophie dengan  Perenelle yang menarik. Dia merasa bahwa Flamel dan Perenelle memang telah merencanakan semuanya. Sophie dan Josh dibangkitkan. Perenelle memang bermaksud menceritakannya di saat Litha, sebab mereka akan dibangkitkan di waktu itu. Di mana aura emas dan perak mereka sedang berada di titik terkuat.

Apa itu Litha? Kalo menurut om Wikipedia, Litha itu...

Midsummer day simply refers to the period of time centered upon the summer solstice, but more often refers to specific European celebrations that accompany the actual solstice, or that take place on a day between June 21 and June 24, and the preceding evening. The exact dates vary between different cultures. Midsummer is especially important in the cultures of Scandinavia, Estonia and Latvia where it is the most celebrated holiday apart from Christmas.

Nah, lho, summer solstice apa lagi? Nanya lagi ke om Wiki, summer solstice itu adalah...

The summer solstice occurs at the instant when the Sun's place in the sky is at its smallest angular distance on the side of the equatorial plane from the watcher.
The word solstice comes from Latin sol (sun) and sistere (to not move), summer solstice meaning Sun stand still in summer.

Hmm... jadi intinya, Sophie dan Josh memang dibutuhkan oleh Nicholas Flamel dan Perenelle untuk dibangkitkan. Karena mereka kembar emas dan perak. Padahal, mereka bukan kembar emas dan perak pertama yang berusaha dibangkitkan oleh Flamel. Tapi, kalo sampai Dee bahkan pengen ikut menguasai juga, sepertinya Dee sudah mengendus kehebatan kedua kembar emas dan perak ini. Konon, mereka betulan kembar emas dan perak murni yang mereka cari selama ini. 

Waktu Josh dikendalikan Dee, dia ditawari untuk belajar necromancy. Yaitu sihir membangkitkan mereka yang telah mati. Josh yang sudah mulai tertarik akan ilmu arkeologi, langsung berkhayal, seandainya dia sudah menguasai sihir itu, tentu dia bisa membangkitkan dinosaurus dan lainnya yang sudah punah.

Jadi, gimana kelanjutan cerita di buku ini? Bacalah sendiri, anak-anak Bunda... Buat apa ada bukunya kalo Bunda cerita ulang semuanya di sini? :D

Di bagian akhir buku, Scott menulis tentang Alcatraz. Beberapa waktu lalu, Alcatraz sering ditayangkan di salah satu tv nasional di sini. Apa itu Alcatraz? Nah, hasil Bunda nanya sama mbah om Wiki lagi, diarahin ke situsnya tersendiri malahan... 



Alcatraz itu dulunya pernah jadi penjara. Banyak cerita serem yang beredar tentang Alcatraz. Nah, kesan serem ini makin diperuncing di serial ini dengan Alcatraz yang dibeli Dr. John Dee, trus dipake buat memenjarakan semua makhluk seram dan buas yang berasal dari ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, di sini. Suatu saat, semua makhluk ini akan dilepas ke dunia. Supaya punah umat humani dan nanti terbentuk humani yang baru yang nurut sama Dee. Kayaknya sih, rencana Dee begitu, ya...



Alcatraz atau The Rock, bernama  asli pulau Isla de los Alcatraces (Pulau Pelikan), yang ditemukan oleh Juan Manuel de Ayala.
“Aku namakan pulau ini Isla de los Alcatraces (Pulau Pelikan) karena jumlah mereka sangat banyak di sini. ” – Letnan Spanyol Juan Manuel de Ayala, 1775.
Di cerita ini, hantu Ayala yang menemani Perenelle selama berada di Alcatraz. Bahkan membantunya kabur dari situ.

Ternyata, suku Indian pribumi Ohlone atau Costanoan sudah lebih dulu mengumpulkan telur dan memancing di pulau itu selama beberapa generasi. Pulau ini juga menjadi tempat pertama kalinya menara suar di Pesisir Barat berada.

Di Alcatraz, dibangun rumah penjara pada tahun 1867. Awalnya memang untuk penjara militer, meski kemudian setelah terjadi gempa besar, penjara ini menampung banyak narapidana dari daratan utama. Alcatraz menjadi penjara militer sampai tahun 1933, kemudian berubah menjadi penjara federal sampai ditutupnya, tahun 1963.

Nah, foto di bawah ini adalah foto sewaktu Penduduk Asli Amerika berusaha menduduki Alcatraz. Mereka ingin pulau Alcatraz dikembalikan lagi kepada mereka. 



Mulai tahun 1972, Alcatraz menjadi bagian dari Area Rekreasi Nasional Golden Gate, yang setiap tahunnya dikunjungi lebih dari satu juta orang.

Kalo tentang bukunya sendiri, makin ke sini, terjemahannya semakin enak. Meski kadang, ada yang hilang, seperti tanda bacanya. Baca buku ini makin nggak bisa berhenti dan makin degdegan setiap bacanya. Bunda senang, karena untuk serial ini, cover asli dipertahankan. Habis ini, Bunda jadi pengen nulis review The Alchemyst, The Magician, The Sorceress [biarin telat juga] dan akan segera baca Warlock. Trus, kapan, ya, Enchantress-nya terbit? *poke pakde Babah* :D
Terusin baca - The Necromancer - The Secret of The Immortal Nicholas Flamel

12 Jun 2012

Why Don't You Show It Verbalized?



Title: Anna and the French Kiss
Author: Stephanie Perkins
Published by: Dutton Books, a member of Penguin Group (USA)
e-book
eISBN: 978-1-101-44549-5
Published on July, 2010
268 pages
4 from 5 stars rating


Anna was looking forward to her senior year in Atlanta, where she has a great job, a loyal best friend, and a crush on the verge of becoming more. So she's less than thrilled about being shipped off to boarding school in Paris—until she meets Étienne St. Clair. Smart, charming, beautiful, Étienne has it all . . . including a serious girlfriend.

But in the City of Light, wishes have a way of coming true. Will a year of romantic near-misses end with their long-awaited French kiss? Stephanie Perkins keeps the romantic tension crackling and the attraction high in a debut guaranteed to make toes tingle and hearts melt. (source: Goodreads)

Halo, Kakak Ilman and Adik Zaidan...

Bunda have read some interesting reviews about this book on Goodreads. Some people gave this book 4-5 stars. Those scores made Bunda wanted to read it. So, Bunda choose it, after got the e-book. 

When Bunda read it, Bunda found nothing special about the story. Just an ordinary girl from Atlanta, Anna Olliphant, who new at boarding school in Paris, met a new good looking friend who is a boy and already has a girlfriend, Etienne St. Clair. St. Clair - though he seems perfect here, he has his own weakness. Bunda even can guess the ending of this story.
 
So, what made me put this book into re-read shelf?

The characters seem real. They seem alive. We can find Anna, Etienne, Meredith, Rashmi, and Josh in our daily life. The natural characters made this book feels so real. They have their casual problem like we do. Bunda love how the author created the conflicts. They are real and just not too much. Bunda love the compositions that make this book is interesting. Well done.

In this book, St. Clair is so annoying and successfully hit Bunda's nerve, so Bunda wanted to hit him. Haha. 

About the conflict between the girl and the boy, feel like reflecting my own problem in the past. It was about how hard to confess our own feeling. Or how hard to understand others' feeling, though he's sent you the signal more than once. Well, it's a common problem for girls, I think. Sometimes they could not read the signal which sent by the boys. They need it to be verbalized. And Stephanie Perkins has made it here.

Now Bunda understand why people love this book. Because, I fell in love in this book and could not put down it. 

Bunda love the cover. It's simple and eye-catching with the Eiffel tower as the background. And Bunda love Paris as the setting, it just made the story becomes perfect. And thanks to the cover designers not to put St. Clair's face, coz Bunda have own imagination about him :D

xoxo,
Bunda
Terusin baca - Why Don't You Show It Verbalized?

5 Jun 2012

Biar Miskin yang Penting Senang!






Judul buku: Saga no Gabai Bāchan (Nenek Hebat dari Saga)
Penulis: Yoshichi Shimada
Koordinator Penerjemah: Mikihiro Moriyama
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Penyunting: Tim Khansa
Pewajah Sampul: Iksaka Banu
Pewajah Isi: Husni Kamal
Diterbitkan oleh: Mahda Books
Jumlah halaman: 264 halaman
Cetakan I: April 2012
Cetakan II: Mei 2012
ISBN: 978-602-97196-2-8
5 dari 5 bintang
Children Books

Akihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom, terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga. Meski[pun keluarganya hidup prihatin, namun kehidupan di Saga satu peringkat lebih miskin. Tetapi sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan kehidupan dan membesarkan cucunya.

Dengan ide-ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalani penuh tawa. Sulit memang, tapi menarik dan mengasyikkan. Namun waktu terus berjalan dan tibalah hari ketika Akihiro harus mengambil keputusan. Dia harus memilih antara nenek dan Saga yang dia cintai atau mengejar mimpi-mimpinya.

Diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang oleh Indah S. Pratidina, buku ini membuat kita tersenyum, terenyuh, dan mungkin berpikir ulang tentang nilai-nilai kesederhanaan.


Dalam waktu kurang dari satu tahun, buku ini telah terjual 100.000 eksemplar di negeri asalnya. Kisah Nenek Hebat dari Saga begitu terkenal sehingga diadaptasi dalam bentuk film, layar lebar, game maupun manga.  (dari cover belakang)

“Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan sendiri oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.” – akhir dari bagian prolog.

“Hanya dengan berkata, ‘kita turun temurun miskin’ sambil membusungkan dada, Nenek sudah menunjukkan bahwa dia mengusung cara hidup miskin garis keras.” – halaman 67.

“Hidup itu gabungan berbagai kekuatan.” – halaman 171.


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...
Apa, sih, tolak ukur kebahagiaan seseorang? Rumah mewah? Mobil mewah? Rutin memanjakan diri ke salon dan spa? Makan enak di restoran mewah? Liburan sebulan sekali keliling dunia? Lalu, kalo semua itu nggak tercapai sekali saja, kita akan merasa nelangsa? Merasa melarat?

Seperti yang diceritakan di cover belakang di atas, Akihiro yang sudah miskin akibat bom Hiroshima dan juga kepergian sang ayah untuk selamanya, semakin miskin lagi satu peringkat di bawah kemiskinan yang dijalaninya, ketika mulai tinggal dengan sang nenek. Penyambutan sang nenek sewaktu Akihiro kecil sampai di gubuknya, bukanlah pelukan atau hiburan, tapi bagaimana cara menanak nasi. Karena mulai keesokan harinya, dialah yang akan menanak nasi. Sebab Nenek harus berangkat bahkan sebelum subuh untuk bekerja sebagai tukang bersih-bersih.

Ide Nenek Osano tentang “supermarket” di sungai depan rumahnya cukup unik dan hebat. Sederhana padahal. Nenek hanya memasang galah yang dapat menjaring sampah yang melewati sungai. Di antara sampah-sampah itu, ada “sampah” yang masih bisa digunakan. Misalnya, sayuran yang sebetulnya masih segar, tapi karena bentuknya tidak sempurna, maka dibuang ke sungai. Nenek Osano bilang, sayuran yang lewat sungai itu dicuci oleh air sungai, jadi sudah bersih. Timun yang bengkok, kalo sudah diiris-iris tetap saja namanya sama: timun.

Well, sungai di Saga tempat Nenek Osano tinggal yang Bunda bayangkan, tidak sama dengan sungai Citarum di Bandung atau Sungai Ciliwung di Jakarta yang penuh dengan timbal, ya. Membayangkan kita memulung sayuran dari sungai-sungai hari gini langsung membuat Bunda merasa mual. Mungkin saja, sungai Citarum atau Ciliwung di tahun 50-an – ketika setting cerita ini berlangsung – sama bersihnya dengan sungai tempat supermarket Nenek Osano berada.

Semua anak, Bunda rasa sama. Pengen punya sesuatu yang dibanggakan. Sama juga dengan Akihiro kecil. Ketika dia mengagumi orang yang bermain kendo dan ingin juga menjadi seorang atlet kendo. Dia minta izin sama neneknya, untuk ikut latihan kendo. Awalnya, Nenek mengizinkannya. Tapi begitu tahu, bahwa harus membayar, Nenek kemudian bilang, “lupakan saja.”

Nah, sewaktu Akihiro ingin sekali berlatih judo dan Nenek bilang, “lupakan”, dia berusaha merayu sang nenek bahwa dia butuh olahraga. Nenek kemudian bilang bahwa beliau punya usul, “bagaimana kalo lari saja?” Sejenak, Bunda tertawa terbahak. Usulnya lucu sekaligus miris. Kalo memang hanya mau olahraga, kan, bisa tuh, lari? Gratis, nggak usah bayar. Bener juga, ya.. hihi...

Karena memang Akihiro bersungguh-sungguh mau berolahraga, maka berlari pun ditekuninya. Sehingga, setiap ada festival olahraga di sekolahnya, Akihiro selalu memenangkan lomba atletik.

Banyak cerita-cerita lain yang menyentuh hati. Sebut saja cerita tentang tukang tahu, tukaran bekal makan siang di hari festival olahraga atau juga kisah acar kulit semangka. Kalo Bunda ceritakan, sih, nanti jadi spoiler. Biarlah kalian baca sendiri, bagaimana menyentuhnya buku ini.

Intinya satu: bagaimana kita menghadapi hidup kita. Mau dengan ceria atau terus menerus mengeluh merasa kurang? Nenek Osano memilih hidup miskin yang ceria. Sudahlah hidup susah, masa harus makin susah dengan banyak mengeluh?

Jadi ingat. Pernah Bunda ada undangan ngumpul sama teman-teman Bunda, di kafe yang cukup mahal harga makanan dan minumannya. Memang, sih, semahal-mahalnya tarif di sana nggak semahal restoran berkelas yang per hidangan bisa sampai sejuta dua juta. Tapi tetep aja, dibanding warung ramen atau bakso malang langganan Bunda, masih jauh harganya. Hahaha. Nah, waktu itu, Bunda sama Papa memang lagi bokek. Tapi kepaksa ke sana, karena ada keperluan sama teman-teman Bunda. Bunda sama Papa nggak makan, karena memang udah makan di rumah. Tapi, alamak! Buat minum aja, udah hampir dua ratus ribu...

Nah, waktu menyadari penampakan wajah Papa yang nggak suka dengan keadaan itu, perasaan Bunda jadi nggak enak banget ke Papa saat ngumpul sama teman-teman Bunda itu. Besok harinya, Papa negur Bunda dengan bilang, “lain kali, kalo tahu tempat ngumpulnya mahal, nggak usah datang aja. Bukan nggak boleh berteman. Papa juga banyak undangan ngumpul di kafe mahal. Tapi ya, Papa mikir, lah. Uang segitu bisa buat ini dan itu yang lebih penting.”

Bulan April lalu, ramai dibicarakan tentang buku ini. Dan ramai-ramai memberi bintang empat sampai lima. Dan ternyata, ketika buku ini akhirnya sampai ke tangan Bunda, memang sudah cetak ulang di bulan Mei. Wow. Buku ini banyak penggemarnya!

Memang wajar dan sudah seharusnya buku ini banyak penggemarnya. Kalau semua orang baca buku ini, termasuk pejabat-pejabat negeri kita yang doyan korupsi, harusnya mereka merasa malu sama Nenek Osano. Dan memang iya, semakin banyak harta kita, semakin panjang juga nanti daftar perhitungan kepemilikan kita selama di dunia di akhirat nanti, kan?  Tapi bedakan antara hidup hemat dengan medit alias pelit, lho! Hemat tidak sama dengan pelit! Hemat itu bisa menjadikan seseorang kreatif. Seperti Nenek Osano.

Jadi, nyambung juga, ya, teguran Papa dengan buku ini. Atau Papa negur Bunda karena sudah baca buku ini? :D

So... Ada banyak hal yang bisa kita pelajari tentang hidup di buku ini, dengan mudah dan ringan. Nggak merasa digurui, tapi merasa ditempelengi iya. Buat yang ngerasa, sih... :D

Soal fisik buku... Meski font-nya font standar, nggak masalah, sih. Terima kasih buat ibu Indah S. Pratidina dan tim editor Khansa yang sudah membuat buku ini menjadi enak dibaca dalam Bahasa Indonesia. Buat Bunda yang waktu membacanya sangat terbatas, Bunda bisa menyelesaikannya dalam waktu dua hari. Ingat. Waktu membaca Bunda yang sangat terbatas. Hehe...

Oke, lima bintang untuk buku ini. Selamat tertawa dan menangis pada waktu yang bersamaan dengan buku ini, ya! Kalo pakai perasaan, sih, bacanya... :D

Kalo review Bunda di Goodreads, sih, gini...

Terusin baca - Biar Miskin yang Penting Senang!

1 Jun 2012

[update] Antrian Buku Bulan Juni 2012

Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan...

Dalam rangka rajin menulis efek dari baca ini, Bunda kepikiran buat posting tiap hari di mana saja. Hehe.

Hari ini sudah tanggal 1 Juni 2012. Nah, sepertinya Bunda harus mulai membuat daftar bacaan, supaya buku yang sudah demikian menumpuk benar-benar dibaca satu per satu sesuai jadwalnya. 

Oke, mari kita buat target yang nggak terlalu muluk. Enam buku satu bulan ini cukup? Hmmm... Naik jadi delapan? Jangan dulu, deh... Enam dulu saja. Kalo tengah bulan keenam buku itu sudah rampung, bisa ditambahkan lagi...

Baik. Mari kita masuk ke daftar buku yang akan diantrikan... *tata bahasa yang sungguh berantakan*
2. Anna and The French Kiss - Stephanie Perkins
3. A Series of Unfortunate Events - The Bad Beginnings - Lemony Snickett
4. Hetty Feather - Jacqueline Wilson (dapet hadiah dari tante Ally, nih!)
5. Hunger Games - Suzanne Collins
6. Breaking Dawn - Stephanie Meyer (belum baca... hehe)
sepertinya daftarnya akan berubah. Entah itu bertambah atau malah ada yang diganti. Nunggu kabar quest dari BBI dulu. Hihihi... Sampai ketemu di postingan berikutnya, ya!




*updated*
uh! Sepertinya akan ada yang berubah, nih. Atau mudah-mudahan malah penambahan. BBI sudah menetapkan, posting bareng tanggal 29 Juni nanti adalah buku dari genre Gothic. Nah, karenanya, Bunda menetapkan salah satu judul dari A Series of Unfortunate Event, The Bad Beginning-nya Lemony Snickett. Entah itu jadi bertambah satu atau salah satu dari keenam buku di atas Bunda ganti dengan buku gothic. We'll see it...
Terusin baca - [update] Antrian Buku Bulan Juni 2012