Tampilkan postingan dengan label BBI2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBI2015. Tampilkan semua postingan

10 Apr 2015

[Around the Genres in 30 Days] Koichimuitte, Miiko!



Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Ketemu lagi di postingan kedua dalam rangka Around the Genres in 30 Days ini. Setelah posting ini, Bunda akan bikin giveaway.



Masih ingat, kan, kalo Bunda masuk grup Children's and Young Adult's Literature? Nah, setelah Bunda cerita tentang Dr. Seuss, kali ini Bunda ingin sekali cerita tentang Miiko :D


Manga Halo Miiko atau Miiko Desu awalnya dimuat di majalah Pyong-pyong, yang kemudian berlanjut ke majalah Ciao di tahun 1995. Hingga suatu ketika, seorang editor mengusulkan pada bu Ono untuk membukukan karya-karyanya, bu Ono memulainya dengan volume 1.


Serial Namaku Miiko atau Miiko Desu ada empat volume, yang kemudian dilanjutkan dengan Halo, Miiko atau Koichimuitte Miiko! Kalo kalian penasaran apa, sih, isinya manga Miiko, cek aja di review Bunda. Review Halo, Miiko! Bunda taruh di label Miiko's Time sementara review Hai, Miiko! Bunda taruh di label Miiko no Koona.

Bunda jatuh hati sama Miiko sejak tahun 2003. Waktu itu, Bunda masih ngajar les privat. Bunda kenal Miiko lewat murid les Bunda yang suka nyewa di tempat sewa buku dan komik dekat rumahnya. Sekali baca, Bunda langsung gedebuk in lap sama karya Ono Eriko sensei ini. Cuma waktu itu masih sebatas numpang baca, karena memang belum mampu belanja komik. Hihihi. Kalo
pun udah gajian, pas ke Gramedia, nggak ada stoknya... >_<

Terus terang, gaji pertama Bunda sewaktu kerja di Akal, tahun 2005, separuhnya Bunda abisin buat borong Miiko yang waktu itu baru cetak ulang banyak banget. Hahaha. Abisnya kan takut kehabisan lagi. Soalnya, kehadiran Miiko cepet banget abisnya. Misalnya pekan ini Bunda baru lihat restock, pekan depannya udah tinggal beberapa buah aja. Nggak sedikit juga volume yang udah habis dibeli orang. Huhuhu...

Apa, ya, yang bikin Bunda gedebuk in lap sama karya-karya Ono sensei ini?

Bunda sepakat sama chief editor M&C (penerbit yang menerbitkan semua terjemahan Miiko di Indonesia) bahwa karakternya cakep-cakep, dekat dengan dunia anak-anak, natural, dan banyak nasihat yang cocok buat anak-anak tanpa ada kesan menggurui. Keren, kaaan!

Bunda juga suka banget bacain bonus komik di Miiko. Biasanya, bu Ono cerita tentang anak-anaknya di rumah atau tentang dirinya di kesehariannya. Itu juga salah satu yang bikin pembaca merasa kenal dengan bu Ono dan anak-anaknya. Serasa ikut terlibat dalam kehidupan mereka, semisal kisah Michan (putri tertua bu Ono) ketika masih kecil, hingga sekarang sudah jadi mahasiswi (atau udah lulus malahan, ya?).

Persahabatan yang nggak selalu mulus antara Miiko dengan Mari Chan dan Yuuko juga Tappei dan Kenta selalu bikin kita ngerasa kalo dunia mereka nggak jauh dengan dunia kita. Kenapa Bunda bilang nggak selalu mulus? Soalnya, Miiko dan Mari Chan sering bareng bertengkar. Hihihi. Meski begitu, mereka cepet banget baikannya. Miiko dan Mari Chan itu kayak saudara kembar jadinya. Ah. Ngiri banget, ya, bisa punya sahabat seperti itu.

Mari Chan yang ceplas ceplos itu bikin dia kurang disukai teman-teman lainnya. Miiko, meski sering diceplosin Mari Chan, selalu mendukung Mari Chan. Miiko paling seneng jadi asisten Mari Chan walau sering banget dibawelin. Haha. Kadang-kadang, Mari Chan meremehkan kemampuan menggambar Miiko. Tapi seringnya, justru karya Miiko lah yang terpilih.

Karakter Miiko sebenernya mewakili kebanyakan anak-anak yang ada di dunia ini. Kepintarannya nggak menonjol, rajinnya juga nggak menonjol - malahan senang banget menunda-nunda, nggak rapi apalagi apik, kurang telaten, ceroboh, suka banget makan dan jajan, boros, gampang kalap tiap liyat barang baru yang lucu, seneng banget ikut-ikutan karena mudah tergiur tren. Di balik semua itu, Miiko punya hati yang tulus, pantang menyerah dan sangat peduli pada orang lain. Nggak segan-segan Miiko akan mengorbankan waktu atau tenaganya untuk membantu orang lain.

Jujur aja, pas ngeliat Miiko pertama kalinya, Bunda ngerasa melihat ke diri Bunda sendiri. Hampir semua yang ada di Miiko, di kategori yang Bunda warnai merah di atas itu, cerminan dari diri Bunda. Ya, kan? Sama persis? Hahaha... Jadi, pas Bunda baca kisah Miiko, Bunda nggak merasa sendirian di belantara teman-teman Bunda yang isinya rajin semuaaaaaa.

Iya. Temen-temen Bunda rata-rata menonjol kepintarannya. Nggak sedikit yang udah punya gelar master sekarang. Bahkan sudah ada yang menggenggam gelar Ph.D dan beberapa sedang berjuang menyelesaikan disertasi mereka. Bunda ikut senang dan bangga dengan keberhasilan mereka. Ngiri, sih. Tapi, Bunda cukup nyadar diri, kok, kalo Bunda nggak sekeren mereka. Hihihi.

Kepikiran aja, sih. Jangankan buat dapat gelar Ph.D, waktu dapat gelar Sarjana Teknik aja, procrastinating Bunda lumayan makan waktu bertahun-tahun. Hihihi. Soalnya seneng banget berpikir, "nanti, deh. Ngerjain ini dulu". Nggak terasa, tahu-tahu sudah dua tahun saja berlalu dan teman-teman Bunda sudah hampir habis karena sudah pada lulus.

Wait. Ini kok malah jadi curhat?

Yah. Intinya, ketika bersama Miiko, Bunda nggak merasa sendirian. Bisa jadi, Bunda adalah Miiko yang lain dan masih banyak Miiko-Miiko sejenis Bunda dengan varian berbeda.

Badan Miiko yang pendek sering bikin dia dikira anak kelas satu padahal udah kelas lima. Same with me. Waktu Bunda udah SMA, sering dikira anak kelas 4 SD. Belakangan ini, entah pas lagi kayak gimana, ya, Bunda sering dikira masih mahasiswa. *Sebenernya kalo mau berpikiran lebih jernih lagi, jangan-jangan emang dikira mahasiswa S3 bukannya S1. Hihihi*


Nah, ada lagi yang bikin Bunda ngerasa seperti Miiko. Yaitu Tappei. Karakter Tappei itu mirip banget papa di bagian pedulian dan galaknya. Heuheu. Tapi papa nggak pernah meledek Bunda dengan bilang, "pendek" atau "payah", sih. Cuma, kalo kebeneran Bunda lagi naik dingklik dan berdiri di sebelah papa, papa suka bilang, "wah, Bunda jadi tinggi...." Wew!

Itulah sebabnya, saking cintanya Bunda sama Miiko dan bu Ono, Bunda kepingin sekali bisa hadir ketika bu Ono datang ke Indonesia. Sayangnyaaaaaaa, bu Ono datang di saat ketika ada pemilihan walikota Bandung dan Bunda merasa harus ikut memilih karena kan ini tanggung jawab Bunda sebagai warga kota Bandung dan sebagai seorang manusia yang memilih pemimpinnya. Jadi, ketika harus memilih di antara dua itu, terpaksa Bunda harus melepas impian Bunda ketemu bu Ono >_<



Bunda nggak kehabisan akal. Kebetulan, tante Smartie mau bantuin Bunda beliin tiketnya. Jadi, tante Smartie yang wakilin hadir untuk ambil shikishi dan paketnya. Bunda terharu banget sama tante Smartie. I love you so much, tante Smartie! xoxo

Jadilah, Bunda dapat foto-foto ini dari tante Smartie


foto punya tante Smartie

foto punya tante Smartie

foto punya tante Smartie
Itu bu Ono. Hwaaaaa... Cuma dikirimin foto ama tante Smartie aja, Bunda udah jejeritan! Kebayang, ga, kalo Bunda ketemu beneran sama bu Ono?

Oya.... dalam rangka kedatangan bu Ono juga, M&C comics ngadain sayembara bikin karikatur dan nulis surat buat bu Ono. Untuk surat, boleh dalam bahasa Jepang atau bahasa Inggris. Karena Bunda nggak bisa nggambar, Bunda milih ikut nulis surat dalam bahasa Inggris aja. Hadiahnya paket komik dan shikishi.
Konon katanya surat dan gambar yang masuk bakalan dikasiin ke bu Ono, jadilah Bunda termotivasi ikut sayembara. Nggak kepikiran ikut sayembara buat menang lomba, soalnya hadiahnya udah Bunda punya juga (ada di paket tiket Meet and Greet Ono Eriko itu). Yang penting, Bunda bisa berterimakasih pada bu Ono secara langsung melalui surat Bunda. Udah itu aja.

Yang jelas, sih, nggak nyangka juga, pas tante Chocofit ngasi tau Bunda kalo Bunda dapat posisi juara harapan, dapet shikishi ini. LUMAYAN BANGET, lah, bagi fans berat Ono Eriko! Walau ternyata, di paket Meet and Greet, dapet shikishi yang sama. Hihihi...


Ini foto bu Ono yang Bunda embat dari fanpage M&C Comics.
from M&C Comics fanpage

from M&C Comics fanpage
Rasanya pengen nangis banget liyatnya. Hahaha. Bunda noraaaaaaaaaaaaaaak! Kisah kedatangan bu Ono ke Jakarta dimuat di volume 26.

Masih kurang fakta kegilaan Bunda akan Miiko?

Mungkin bukti berikut bisa menguatkan fakta tersebut... x))


Yang jelas, Bunda selalu harus merasa update dengan hal-hal berbau Miiko, deh! Kalo kalian nemu apdetan tentang Miiko, harap segera hubungi Bunda, ya! *mulai gila* x))

After all, Bunda pengen kasi sedikit sopiler kenapa Bunda seneng banget dengan Miiko. Salah satunya, ngajarin bersyukur.




Bunda juga punya program Miiko No Koona, di blog ini. Cuma belon dilanjutin. Pengennya, tayang tiap pekan gitu, review semua manga Miiko yang udah Bunda baca.. Ntar, deh, kalo ke-hectic-an ini udah mulai mereda, Bunda mulai lagi...

http://mata-p3n1.blogspot.com/search/label/Miiko%20no%20Koona
gambarnya kalo diklik ke-direct ke semua posting tentang Miiko di blog ini
Saat ini, manga Koichimuitte Miiko sudah sampai ke volume 27 ditambah tiga volume lain di luar serial, yaitu Miiko kecil dan fanbook Miiko juga Miiko di zaman Edo. 

Apakah ada yang Bunda nggak suka dari Miiko?

Jawabannya simpel aja: NGGAK ADA! Hahahaha....

Bunda berharap, serial Miiko terus berlanjut, bu Ono nggak pernah kering ide untuk melanjutkan serial Miiko karena dari Miiko juga Bunda belajar banyak dan mendapat inspirasi untuk terus berkarya. Salah satu mimpi Bunda adalah bisa bikin georama Miiko dan teman-temannya pake paper quilling dan cross stitch. Doakan Bunda bisa mencapainya, ya!

Sebenernya masih banyak lagi yang pengen Bunda sampaikan mengenai Miiko. Tapi bakalan panjaaaaaaaaaang lagi... Sebagai penutup, ini adalah sajian poster Pray for Japan sewaktu Jepang terkena gempa dan tsunami di tahun 2011.





Love you both! Cheers and xoxo!



Terusin baca - [Around the Genres in 30 Days] Koichimuitte, Miiko!

2 Apr 2015

13 Days Reading Children and Young Adult's Literature Challenge



Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Jumpa lagiiii.... dengan Bunda di sini... Ya, di sini... Kita bakalan ngegelar Reading Challenge berhadiah...

What?

Reading Challenge berhadiah?

Yuuuup! Kan udah pernah di-sounding di postingan yang ini, lho...



Apa hadiahnya?

Voucher senilai IDR 250k untuk SATU orang pemenang saja yang punya niat dan tekad gigih untuk telaten mengikuti tantangan 13 hari membaca buku genre kelompok ini. Karena ada kesalahan teknis yang cukup fatal, rame-rame pada salah kasih informasi mengenai hadiah di postingan yang lalu.

Kenapa hadiahnya jadi "turun" senilai IDR 250K untuk Reading Challenge ini? Soalnya, di blog masing-masing anggota grup jadi ngehost Giveaway. Kalo ditotal, nilai hadiahnya jadi lebih besar dari >IDR 500k malahan.

Kalian pantang menyerah, kan? Nih, tantangannya gampang banget, kok...

Rules dari 13 Days Reading Children and Young Adult's Literature Challenge adalaaaah...

*drumroll*

Siapapun kamu, berapapun usiamu, blogger atau bukan, punya akun di Goodreads maupun tidak,  selama kamu berdomisili di Indonesia, kamu BOLEH ikut Reading Challenge ini.

Mendaftarkan diri melalui link ini.

Dalam 13 hari ke depan, terhitung dari tanggal 1 hingga 13 April 2015, kamu HARUS membaca NOVEL yang termasuk ke dalam genre Children's Literature atau Young Adult's Literature, minimal satu buku. Lebih dari satu buku juga gapapa, lho. Ingat, ya, novel, lho! Bukan komik! :P

Biar kami tahu kalo kamu memang beneran baca, laporin, ya, progres membacamu di form ini. FYI, form progres ini ada di blog semua anggota grup Children's and Young Adult's Literature.

Batas pengisian form adalah 13 April 2015 pukul 23.59 WIB. Lewat dari itu, tidak akan diakumulasikan ke poin-poin yang sudah diperoleh sebelumnya, ya.

Points

Setiap SATU buku yang dibaca dan mengisi form progress dengan menyertakan judul buku, penulis, dan premis cerita akan mendapatkan TIGA poin.

Setiap review atau resensi dari buku yang telah dibaca akan mendapatkan tambahan LIMA poin. Resensi bisa diposting di Goodreads (tapi harus full review, ya), notes di Facebook, bisa juga di blog. Nah, link resensi ini HARUS disertakan di form progress.

Hadiah

Voucher buku senilai IDR 250k untuk SATU orang pemenang dengan perolehan poin terbanyak.


Are you ready to rock and roll? Now pick one book of ChildLit or YA-Lit and start reading!

Untuk Giveaway di blog Ketimbun Buku ini akan diumumkan di postingan berikutnya, karena masih dalam proses penulisan.

Sebagai clue, ikuti semua postingan di sini biar kamu bisa ngikutin GA Ketimbun Buku, yaaa.... ^_^




Klik judul blog buat langsung ke TKP
Image Map


Cheers! Love you both, xoxo



Terusin baca - 13 Days Reading Children and Young Adult's Literature Challenge

20 Mar 2015

Bebi's 4th Anniversary... Yaaay! Let's Celebrate it!


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zidan... 
Nggak kerasa si Bebi bentar lagi mau ulang tahun yang ke-4. Widih... samaan ama Adek Zidan, dong, ya, umurnya...

Nah, buat merayakan ulangtahun Bebi yang keempat ini, Divisi Event bikin acara keren yang judulnya Around the Genres in 30 Days.

Kapan waktunya? Mulai 16 Maret - 17 April 2015.

Member BBI yang ikut event ini dibagi ke dalam tiga grup: Romance, Fantasi, dan Children & Young Adult's Literature. Masing-masing grup ini harus membuat kegiatan yang sesuai dengan genre kelompoknya. Perkara kegiatannya diserahkan ke masing-masing grup, ada yang bikin acara baca bareng, review bareng, tapi yang jelas, sih, harus ada bloghop giveaway ;)

Nah, Bunda tadinya dapet grup Romance, sambil nggak tahu kenapa Bunda dimasukin ke situ *agak lupa dulu milih apa*, soalnya Bunda jauh lebih suka kalo masuk Children & Young Adult's Literature, karena kayaknya "dunia" Bunda lebih di situ, deh.

Rezeki mah emang nggak ke mana, ya... Ternyata Tante Sulis masuk grup Children & Young Adult's Literature, pengen pindah ke grup Romance. Dia mention Bunda di twitter, ngajak pindah grup. Waaaaaah! YA JELAS MAU, DONG!

Begitulah. Akhirnya, kami tukeran posisi di grup, dan Bunda akhirnya masuk ke grup Children and Young Adult's Literature. Yaaay!


Sebelum Bunda kasih tahu apa aja kegiatan grup CL & YA ini, Bunda kasih tahu dulu siapa aja member member grup super keren ini.

1.    Faraziyya's Bookshelf
2.    Through Tinted Glass
3.    Orinthia's Bookshelf
4.    Books to Share
5.    Carpe Noctem
6.    Delina Books
7.    Lensa Buku
8.    My Little Library
9.    Kuroneko Book Club
10.  Ngidam Buku
11.  Bacaan B.Zee
12.  Book-admirer
13.  Ketimbun Buku
14.  My Book Corner


Nah, udah tahu, kan, ya, sekarang member grup keren ini siapa aja? Sekarang, apa rencana grup yang katanya keren ini mau ngerayain anniversary Bebi yang ke empat?

Kami bikin 13 Hari Tantangan Membaca Literatur Anak dan Remaja (13 Days Reading Children & Young Adult's Literature) durasi waktunya 1-13 April 2015.

Jadi, selama 13 hari itu, sama-sama kita baca buku dari Children maupun Young Adult's Literature. Reading Challenge ini akan menjadi bagian dari Giveaway Hop, lho! Hadiahnya? Voucher buku tentu saja, senilai total IDR 500k dan paket buku untuk empat orang pemenang. *kibas voucher*

Selain Reading Challenge dan Giveaway Hop, grup Children and Young Adult's Literature juga punya blog tour bertema Children and Young Adult's Literature Talks. Jadi, ini hasil penelitian teman-teman grup yang dituangkan ke dalam tulisan mereka mengenai literatur bergenre Children and Young Adult's Literature. Wajib kalian pantengin, dong. Karena kalo kalian baca, akan menambah wawasan kalian. Lumayan, kan, iseng ngunjungin blog kami, eh, ternyata dapat ilmu sekalian.

Psst... Sebenernya, Bunda pernah ngulik mengenai genre. Tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, belum berlanjut, deh. Mudah-mudahan nanti bisa Bunda lanjutkan, ya. Asik, lho, ngulik tentang genre bacaan itu.

Nah, sekarang Bunda kasih timeline juga tema dari Children and Young Adult's Literature Talk. Don't miss them all!

Children & Young Adult's Literature Talks Blog Tour

Kamis, 2 April 2015
•    My Little Library -> Feature: Belajar Dewasa dengan Membaca (YA)
•    My Book Corner -> [Children’s Book Author] Roald Dahl (CL)

Jumat, 3 April 2015
•    Ngidam Buku -> Feature: Detektif Cilik dan Remaja Mancanegara dalam Literatur Anak (CL)

 
Sabtu, 4 April 2015
•    Kuroneko Book Club -> Feature: Diversity in YA
•    Ngidam Buku -> Feature: Detektif Cilik dan Remaja Indonesia dalam Literatur Anak (CL)

Minggu, 5 April 2015
•    My Book Corner -> [Children’s Book Author] Kate DiCamillo (CL)
Senin, 6 April 2015
•    Faraziyya’s Bookshelf -> Feature: Verse Novels in Young Adults
•    Ketimbun Buku -> [Children’s Famous Series] Dr.Seuss (CL)

Selasa, 7 April 2015
•    Lensa Buku -> Feature: Antara Bacaan Anak dan Bimbingan Orangtua (CL)

Rabu, 8 April 2015
•    Orinthia’s Bookshelf -> Feature: As Real As It Can Be (YA)
•    Ketimbun Buku -> [Children’s Famous Series] Miiko (CL)

Kamis, 9 April 2015
•    Bacaan B. Zee -> Feature: Let’s Talk About Children’s Classic (CL)

Jumat, 10 April 2015
•    Faraziyya’s Bookshelf -> Feature: Mental Health Issue in Young Adults
•    Carpe Noctem -> Feature: Learning to Cope With Family Problems from Jacqueline Wilson's Books

Sabtu, 11 April 2015
•    Book Admirer -> Feature: Anak-anak Berkebutuhan Khusus dalam Literatur Anak (CL)

Minggu, 12 April 2015
•    Through Tinted Glass -> [Children’s Book Author] Shel Silverstein (CL)

Senin, 13 April 2015
•    Books To Share -> Feature: Navigating Newbery (CL)
•    Delina Books -> Feature: Stereotip Tentang Remaja dalam Karya Fiksi (YA)

Keren-keren, kan, temanya? Jadi, kunjungi blog-blog di atas, ya, di tanggal-tanggal itu. Bunda akan apdet linknya kalo postingannya sudah ada.

Pantengin terus blog Bunda dan teman-teman Bunda yang tergabung dalam Around the Genres in 30 Days, kalo perlu catat semua tanggal mainnya, karena selama bulan April kita akan bersama-sama merayakan anniversary BBI yang keempat dengan hadiah yang melimpah ruah..

Hey, Bunda's blog reader, are you ready to rock and roll with us?

Love you both, cheers! xoxo




Terusin baca - Bebi's 4th Anniversary... Yaaay! Let's Celebrate it!

30 Jan 2015

PostBarSSBBI2014 ~ Hai, Santaaaa!



Halo, Kakak Ilman dan Adek Zidan...

Bunda akan menepati janji di posting sebelumnya untuk soal menebak siapa Secret Santa Bunda... heuheu... Halo, Santa... kamu pasti udah degdegan bingits, yaaaa :P


OK. Kita review dulu sebentar. Sebagai kronologi dari pemecahan riddle. *lebay*

Jadi, Bunda kan dapet SMS aneh itu, kan...


Terus besoknya, Bunda dapat hadiah buku sekaligus riddle. Bunda dapat buku Train Man dan Meet the Sennas.




Ini pengakuan jujur, ya... Entah kenapa, pas Bunda curhat di Spank Club soal riddle ini, Bunda ngerasa orangnya lagi baca juga (yang artinya, Secret Santa Bunda adalah anggota Spankers). Mungkin "antena" Bunda lagi nyala saat itu. Tapi Bunda nggak pengen terlalu cepat menyimpulkan dulu, mari pecahkan dulu riddlenya.


Seniormu memintamu membaca:
[Z 02 NWO]
[H 07 HSR]
[R 09 EBM]
[Q 03 UNE]
[H 08 HTY]
[Q 10 BRE]
[N 04 TTE]
[K 09 LHC]
[C 11 AEE]
[Z 05 CNA]
[H 10 VDA]


Pertama dapet ini, bingung. Apalagi sedang ada deadline ngerjain beberapa hal buat IRF. Jadi, Bunda set aside dulu. Nunggu keadaan tenang :P

Sebetulnya ga tenang juga. Sempet ngasi riddle ini ke papa sama pakde Iwan, kok. Terus mereka geleng-geleng. Pakde Iwan yang biasanya banyak tahu pun... menyerah! HA! HA!

Setelah "badai" reda, Bunda iseng nyoba baca dari belakang. Tapi dari atas, ya... kebacanya jadi gini

OWN RSH MBE ENU YTH ERB ETT CHL EEA ANC ADV

Terus, Z-02 ini APAAAA?

Kalo pake sandi kebalik, misalnya Z itu A, Y itu B, maka.. A-2 (baca A dikurangi 2) jadi Y, dong? 

Lagi-lagi, Bunda set aside dulu. Sampai... mata Bunda tertumbuk pada coretan saat menulis di atas itu pada ADV dan OWN.

Bunda coba lagi baca dari bawah, kebalik. Hasilnya adalah..

ADV ANC EEA CHL ETT ERB YTH ENU MBE RSH OWN.

Yang kalo digabungkan jadi...

ADVANCE EACH LETTER BY THE NUMBER SHOWN

YAAAAY!

Jangan senang dulu! Itu baru clue pertama!

*napas dulu*

Berdasarkan clue di atas itu, sepertinya Santa nggak mau susah-susah ngasih jebakan berupa sandi terbalik. Jadi, Z-02 tetep dibaca Z dikurangi 2. Yang artinya adalah B.

Mari kita pecahkan lagi...
Z-02 = B
H-07 = O
R-09 = A
Q-03 = T
H-08 = P
Q-10 = A
N-04 = R

K-09 = T
C-11 = N
Z-05 = E
H-10 = R

Yang kalo disambung jadi....

BOAT PARTNER


Sebelumnya, pas Bunda curhat di Spank Club itu, tante Ren bilang, fokus sama depannya aja. Tiga huruf belakang itu hanya pengecoh. Maaf, Tante Ren, Bunda nggak yakin kalo itu hanya pengecoh :P Bunda yakin kalo itu adalah clue awal... Heuheu..

Terus, Tante Ren suruh Bunda guling-guling juga...

Sebetulnya, pas nemu kata BOAT PARTNER, pikiran Bunda hanya ke game Hayday, loh. HAHAHA! Karena ada quest boat yang emang perlu bantuan partner... X))


Lalu, Bunda sortir anak BBI yang ikut Secret Santa dan pelaku Hayday juga... Kira-kira, Bunda dapat nama:
1. Alvina Ayuningtyas
2. A.s. Dewi
3. Alluna Maharani
4. Renanda Puspita
5. Lila Cyclist
6. Zelie Petronela
7. Andrea Ika

Nama terakhir (tante Andrea) itu nggak Bunda masukin prioritas, karena tante Andrea baru aja masuk dan belum jadi boat partner Bunda.

Pas balik lagi ngeliat riddle, Bunda ternyata melupakan kata "Senior" yang sepertinya clue juga. Tapi apa hanya pengecoh? Masalahnya, keenam orang itu semuanya "senior" Bunda di HayDay, karena level mereka jauh di atas level Bunda dan mereka lebih dulu main HayDay. *sigh*

Tante Ren bilang, dia jadi Santa-nya orang Bandung, tapi ABG. Berarti jelas bukan Bunda. Maka kemungkinan Tante Ren dicoret. Tante Ren juga sempet bilang kalo Santa Bunda adalah orang dekat banget dengan Bunda. Tante Dewi atau Tante Ipin, dong? Tapi Tante Dewi udah bilang ke Bunda, kalo beliau bukan Santa Bunda... Bunda percaya Tante Dewi nggak bohong. Bunda juga udah nuduh Tante Ipin berkali-kali. Tante Ipin bilang, "ya, deh... aku santamu..."

*sounds too easy* *huft!*

Tante Luna? Tante Lila? Tante Chei? Emang, sih, mereka boat partner juga. Tapi belum pernah curhat urusan pribadi gitu ke mereka... Jadi, terbilangnya bukan orang dekat juga, karena orang dekat itu adalah orang yang sering Bunda gabrugin buat curhat... x))

OK. Set aside dulu. Mungkin nggak ada hubungannya dengan Hayday.

Lalu, Bunda browsing kata BOAT PARTNER di gugel.

Malah nemu gambar macem-macem bahkan gaya yoga. HAHAHA.

Sebelumnya, Bunda pikir BOAT PARTNER adalah anagram. Tapi kayaknya Santa Bunda ini nggak akan kasih clue berlapis-lapis gitu, deh. Cukup di BOAT PARTNER aja. Jadi, setelah semua hasil anagram dinyatakan ga mungkin, yowes. Anagram dicoret dari daftar kemungkinan... :D

Terus, ngobrol, deh, sama Tante Dewi. Beliau juga setuju soal BOAT PARTNER itu. Pas Bunda bilang ada di HayDay, Tante Dewi kepikiran hal lain. Yaitu Tante Melisa Mariani. Karena, menurut Tante Dewi, di bio twitter Tante Melisa, ada deskripsi "Javanese girl with Italian name", di mana Mariani itu nama Italia untuk kata "laut" dan "boat partner" bisa berarti "laut".

OH! NO!

Sebetulnya, selama ini, Tante Dewi jarang salah sebagai detektif riddle. Tapi Bunda merasa agak aneh dengan ide beliau.

Bunda konsultasi lagi dengan pakde Iwan. Boat partner apa lagi, ya, selain laut? Jawaban pakde Iwan adalah "angin". Lalu, Bunda berusaha melacak nama teman-teman BBI yang ikut SSBBI2014 yang berarti "angin". Nihil.


DUH! GEMEEEEEEEEES!

Hingga akhirnya, datanglah hari itu, di mana Bunda harus berterima kasih sama Tante Andrea. Jadi, ada satu orang yang keluar dari grup HayDay yang Bunda ada di dalamnya, lalu Tante Andrea bisa masuk. Di hari Tante Andrea masuk jadi member grup READ! itu, Bunda iseng buka Neighborhoods menemukan kata Elder.
 
 

WAIT! 

WHAT DID I MISS?

ELDER thing!
Bunda teringat kata "Senior" di awal pembuka riddle. Sepertinya kata "Senior" yang dimaksud adalah "Elder" di Neighboorhoods READ! di HayDay itu!

Nggak hanya karena kata Elder juga, tapi data pendukung berupa ucapan Tante Ren di Spank Club bahwa Santa Bunda adalah orang dekat Bunda, nyata adanya. 

Bunda emang dekat sama Tante Ren, Tante Dewi, dan Tante Ipin. Tapi, Tante Ren dan Tante Dewi sudah bilang kalo mereka bukan Santa Bunda. Cuma Tante Ipin doang yang "ngaku". Hihihi...
Jadi?

Dari semua clue yang sudah Bunda dapatkan, Bunda sampai pada sebuah kesimpulan bahwa Secret Santa Bunda di event Secret Santa BBI 2014 adalah....
....
....
....

Hadirin dan pemirsa....

Sambutlah Secret Santaku....

Dia adalaaaah...... 


*drum roll*

ORYZA 
a.k.a ALVINA AYUNINGTYAS 
a.k.a TANTE IPIN


*tebar confetti*

Dengan demikian... selesai sudah semua teka-teki yang menggantung selama ini... Semoga tebakan Bunda benar, karena kalo benar, Bunda sedang mempersiapkan hadiah balasan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan Tante Ipin...

Makasih, Tante Dewi, yang udah meyakinkan Bunda setelah kasih ide soal Javanese girl with Italian name itu... :D


Cheers! Love you both! xoxo



Terusin baca - PostBarSSBBI2014 ~ Hai, Santaaaa!

PostBarSSBBI2014 - Meet the Sennas by Orizuka


Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Sama seperti di postingan sebelum posting ini, Bunda tetep nggak akan ngebongkar siapa Santa Bunda. Hihihi. Bunda hanya akan posting review aja. Sebetulnya nggak wajib review keduanya, sih. Tapi, berhubung Bunda udah kelar bacanya (salah satunya karena ada event Readathon Day pada hari Sabtu lalu, 23 Januari 2015), Bunda merasa harus bikin reviewnya juga. Ini salah satu bentuk terima kasih Bunda pada Santa, kan...


Judul: Meet the Sennas - Bahkan Matematika pun Nggak Serumit Cinta
Penulis: Orizuka
Penyunting: Dellafirayama
Penyelaras aksara: Fakhri Fauzi, Lian Kagura
Penata aksara: Nurhasanah
Perancang Sampul: Fahmi Ilmansyah
Penggambar ilustrasi: Maima Widya Adiputri
Diterbitkan oleh teen@noura
Cetakan I, Januari 2014
ISBN: 978-602-7816-66-4
Jumlah halaman: 364 + Galeri halaman, 13x19 cm
Genre: Novel Remaja, Romance, Family, Young Adult, Coming of Age, Indonesian Literature, Contemporary Fiction, Humor
Status: PUNYA. Hadiah dari Santa

Aku Daza Senna.
Anak kedua dari tiga bersaudara. Yang artinya aku anak tengah...

Astaga. Aku menulis apa, sih?
Oke, mari coba lagi.

Aku Daza Senna.
Aku tinggal bersama orang-orang yang sama sekali tak bisa disebut normal. Dan sialnya, orang-orang itu adalah keluargaku.

Hmm, ini sudah lebih bagus.

Siapa sih yang mau tinggal dengan orang-orang yang memberi semacam formulir pendaftaran dan serangkaian ujian kepada setiap cowok yang ingin dekat denganku? Memangnya cowok-cowok itu mau SNMPTN? Coba bayangkan penderitaanku. Belum terbayang? Berarti kalian harus bertemu dengan mereka.

Tinggal bersama keluarga besar yang hampir semuanya "aneh" itu luar biasa. Hihihi. Setiap hari, pasti ada yang dicemaskan. Ketika Daza ulang tahun ke-17, semua anggota keluarganya memberinya hadiah-hadiah luar biasa. Luar biasa menyebalkan maksudnya. Mulai dari Bundanya yang menghadiahinya Rumah Barbie, Ayahnya yang menghadiahinya piano Casio kecil (aduh, itu jaman Bunda SD, harganya mahaaaaal banget! Tapi keren, dan Bunda seneng banget maininnya. Entah barang itu berada di mana sekarang. Sudah rusak, mungkin?), Kakek yang menghadiahinya sempoa, Nenek yang memberinya ban renang berbentuk bebek berwarna pink, Om Sony memberi komik Doraemon jilid pertama, Tante Amy yang menghadiahi Daza sebuah diari dengan bau menyengat, Denis, abang Daza, memberinya gamewatch Tetris yang bisa ditekuk, dan terakhir, Zenith, adik Daza, memberinya permainan halma.

Sebenernya semuanya nggak aneh, sih, kalo menurut Bunda. Namanya juga hadiah ulang tahun. Tapi yang paling ajib emang hadiah dari Bunda dan Nenek. Di satu sisi, ini jelas aneh, sebetulnya, mengingat ternyata, Kakek dan Ayah Daza adalah konglomerat. Jadi, mereka pasti mampu beliin hadiah super mewah. Kemudian, di sisi lain, Daza adalah seorang gadis SMA yang sedang bertumbuh, wajar saja kalo dia berharap ada hadiah keren, misalnya mobil (ingat, ini Daza yang sedang berulang tahun ke-17, berasal dari keluarga kaya tujuh turunan, dan sudah boleh punya KTP juga SIM, kan?) atau apa, deh, hadiah lain yang agak-agak waras. 

Nggak sampai di situ. Tante Amy sedang hamil besar, ternyata menikah dengan teman kuliahnya, yang lalu meninggalkannya, tapi Tante Amy santai aja. Kayak nggak ada masalah atau beban, padahal dia sedang mengandung. Badass, sih, menurut Bunda, Tante Amy ini. Karena dia santai dengan persoalan besar ini. Kebayang kalo Bunda yang ngalamin.

Cerita bermula dari keputusan Ayah untuk memberi Daza seorang guru les matematika. Guru les matematika Daza ini adalah sahabat Dennis yang super galak. Udahlah Daza benci Matematika, ditambahin lagi harus les Matematika, setiap hari. Namanya Logan.

Ternyata, Logan ini galak-galak ngangenin. Meski Logan galak, judes, menyebalkan, dia telah berhasil membuat Daza memikirkannya. Kalo Daza bertanya urusan pribadi Logan, Logan pasti marah dan memintanya untuk nggak mencampuri urusannya.

Sementara itu, ada seorang Dalas yang manis, yang jelas-jelas suka padanya. Mereka memutuskan jadian, tapi back street, karena Daza khawatir, Dalas akan dikerjai oleh keluarganya. Ternyata benar! Meski mereka pacaran back street, ketahuan juga hingga akhirnya Dalas harus mengikuti ujian demi ujian supaya bisa menjadi bagian dari keluarga Daza. Duh. Kebayang, ya, kalo anak Bunda diperlakukan begitu sama keluarga pacarnya... Bunda pasti nggak rela. Terlebih lagi, ternyata emang keluarga Daza nggak menginginkan keberadaan Dalas, meskipun Daza suka padanya atau Dalas suka banget sama Daza.

Meet the Sennas menurut Bunda pas buat jadi bacaan remaja. Dari segi bahasa dan penuturan enak banget, mengalir. Humor yang dilemparkannya juga segar, nggak krik krik. Gaya penuturan Orizuka nggak kaku untuk novel remaja ini. Bunda kemudian baru tahu kalo ternyata sebelumnya, Meet the Sennas pernah diterbitkan dengan judul berbeda di tahun 2006. Nggak diceritakan oleh penulisnya gimana nasib bukunya itu. Yang jelas, di Meet the Sennas, pastinya banyak perombakan yang disesuaikan dengan tahun terbit, 2014.

Covernya pun dibuat segar. Warnanya eye catching, meski Bunda nggak ngerti, kenapa gambarnya harus roti? :D Bookmarknya juga lucu.
Ilustrasi bagian dalam juga pas untuk ukuran novel remaja. Cuma bagi Bunda, masih kurang bikin naksir sama Logan kalo berdasarkan ilustrasi semata. Tapi, Bunda bisa kebayang cakepnya Logan atau cute-nya Dalas, kalo dari imajinasi cerita. Hihihi...

Sepertinya, Bunda masih bisa baca novel buat remaja, ya. Hihihi. Mungkin aja, kalo teman-teman seusia Bunda baca ini bakal bilang, garing atau apa. Bunda sih suka-suka aja. Walau Bunda emang nggak berharap banyak sama cerita ini, Bunda mendapat twist yang cukup keren. Bunda kasih tiga untuk Meet the Sennas ;)


Cheers! Love you both! xoxo




Terusin baca - PostBarSSBBI2014 - Meet the Sennas by Orizuka

PostBarSSBBI2014 - Train Man (Densha Otoko) by Hitori Nakano






Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...

Ketemu lagi sama posting berbau Secret Santa BBI 2014 :D
Tapi... jangan seneng dulu... Di sini, nggak akan ada posting nebak siapa santa Bunda, karena posting ini hanya untuk review aja. Biar nggak campur aduk. Pengennya, ya postingan khusus review, biar buat review aja. Nggak dicampuri hal lain.

Oke. Boleh diskip ke judul lain, kok. Bunda akan tetep lanjutin ngetik review Bunda mengenai Train Man yang udah lama Bunda idam-idamkan ini.. :D




Judul: Train Man (Densha Otoko)
Penulis: Hitori Nakano
Penerjemah: Kanti Anwar
Penyunting: Tim Redaksi Qanita
Proofreader: Wiwien Widyawati
Desain cover: Agung Wulandana
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita
Cetakan 1, Mei 2013
ISBN: 978-602-9225-71-6
Jumlah halaman: 436 halaman; 20,5 cm
 Genre: Romance, Kultural Jepang, Japanese Literature, Fiksi Jepang, Kontemporer, Young Adult, Asian Literature


Berdasarkan statistik, cowok otaku akan menyerah saat jatuh cinta pada cewek sungguhan. Apalagi kalau cewek itu berkali-kali lipat lebih baik darinya.

Mereka juga putus asa.

Namun, Pria Kereta Api tidak begitu. Saat jatuh cinta dengan gadis yang ditolongnya, dia langsung main ke sebuah forum internet untuk meminta dukungan. Untungnya, teman-temannya di dunia cyber baik-baik dan sangat bersemangat.

Mereka memberi tips-tips pada Pria Kereta Api agar dia bisa bersatu dengan gadis itu.

Masalahnya, terkadang tips-tips itu agak aneh dan diusulkan para jomblo yang tidak berpengalaman. Berhasilkah Pria Kereta Api meluluhkan hati gadis cantik yang perlahan-lahan mengubah hidupnya?



Cuma satu kata: SUKAAAAAAAAAA!

Baca sejak halaman pertama tuh, serasa lagi ada di dalam utas/forum otaku, tapi cuma jadi silent reader. Ikut degdegan juga di setiap perkembangan yang ada. Hihihi.

Jadi, ceritanya, si Pria Kereta Api tuh curhat. Di dalam kereta api yang dinaikinya, ada seorang kakek mabuk yang mengganggu di dalam kereta. Korbannya adalah para penumpang perempuan. Bunda sih kebayang serem, ya, kalo di dalam kereta, ada orang mabuk, terus melakukan tindakan senonoh. Nah, karena melihat para penumpang wanita ketakutan, Pria Kereta Api berusaha menghalau si kakek pemabuk itu dari mengganggu para penumpang wanita. Ketika akhirnya si kakek mabuk digelandang di kantor keamanan stasiun, kemudian Pria Kereta Api menjadi saksi, para penumpang wanita itu mengucapkan terima kasih padanya. Dan dari semua perempuan yang berterima kasih padanya, ada satu perempuan (dia sempet nyebut "bibi") yang disukainya. Dan tanpa disangka, ternyata si bibi yang disukainya itu mengiriminya hadiah berupa cangkir merk Hermes, sebagai tanda terima kasih. Wohohoho...

Namanya juga suka, pas dapet hadiah dari orang yang disukai tuh rasanya gimana gitu yaa...

Akhirnya atas dorongan warga utas, Pria Kereta Api berhasil mengontak si bibi, yang kemudian dipanggil Nona Hermes oleh warga utas. Pria Kereta Api ini betul-betul mengubah total penampilannya, jadi rajin belanja pakaian, bahkan datang ke salon untuk mengubah penampilannya, supaya dia tampak menghargai Nona Hermes.

Begitulah. Cerita terus bergulir. Kalian mungkin sudah bisa menebak bagaimana endingnya. Iya. Bunda kasih sopilernya. Happy ending.

Tapi...

Bukan endingnya yang Bunda nikmatin. Dari awal emang udah ketebak, kok, ceritanya akan berakhir di mana...

Bunda menyukai obrolan di dalam utas ini. Seperti yang Bunda bilang di atas tadi, rasanya Bunda seperti silent reader di dalam utas itu, yang ikut degdegan pada setiap berita terbaru. Lucunya lagi, mereka main ikon. Heuheu. Atau istilah akan ada korban bergelimpangan, karena ini adalah peperangan. Yep. Perang antara Pria Kereta Api dengan rasa takut saat mendekati Nona Hermes. Wuih! Seru! Selalu bikin ngakak setiap ada respons yang masuk. Hihihi...

Somehow, Bunda bisa memahami perasaan orang yang sedang jatuh cinta. Ada perasaan takut ditolak, yang mana harga diri akan jatuh jika ditolak, juga perasaan ingin terbang di kala ternyata si orang yang disukai itu punya perasaan yang sama. Jadi, aura kasmaran sekaligus kegugupan Pria Kereta Api terasa banget di sini. Dan mungkin juga karena diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang, ya, kerasa banget lah, kalo memang bersetting di Jepang.

Terjemahannya enak, mengalir. Mudah-mudahan nggak ada yang lost in translation (pinjam istilah Tante Stefanie Sugia). Jadi, rasanya kalo Bunda kasih bintang 5 itu sama sekali nggak berlebihan, karena emang Bunda sukaaaaaaaaaaaaaaaaa banget cerita ini. Tapi untuk dibaca lagi dalam waktu dekat, nggak dulu, deh. Timbunan Bunda yang lain masih buanyaaaaaaaaaaaaaak. Baru dapat banyak kiriman buku juga dari Uwak Threez. Sayang kalo nggak dibaca.

Lalu, ketika Bunda sampai di halaman penutup, Bunda menemukan ini


Pria Kereta Api 
Penulis/Hitori Nakano*

Hak cipta dari keseluruhan buku ini tidak dimaksudkan untuk membatasi hak cipta tulisan anonim dengan cara apa pun. Hak untuk penerbitan buku ini didasarkan pada kesepakatan khusus dengan 2 channel dan dipegang oleh (PT) Shinchosha. Hak cipta masing-masing penulis di 2 channel sendiri tidak hilang. Karena penulis-penulis anonim di sini sulit ditelusuri identitasnya, kami memperoleh kesepakatan khusus dengan 2 channel sebagai pemegang hak. Selain itu, kami telah meminta persetujuan terlebih dahulu tentang kemungkinan mengutip/mencetak ulang kuki (cookies) dalam 2 channel. Berdasarkan hal tersebut di atas, terhadap rekan penulis asli, kami mohon dengan maklum atas cetak ulang tanpa izin dan imbalan. Selain itu, terkait dengan penerbitan log lama di buku ini, terlebih dahulu kami mohon maaf atas beberapa suntingan yang tidak mengubah makna seperti kesalahan atau kelalaian pengetikan.

*Hitori Nakano adalah nama rekaan yang bermakna "orang-orang lajang yang berkumpul di papan buletin internet".

Sewaktu Bunda posting reading progress di Goodreads, yang cross post ke facebook, Bunda dapat komentar dari tante Syifa yang bilang, kalo dia udah nonton doramanya. OH! Ada doramanya, toh? Bunda terus ngecek, kan, ke tempat forum dorama. MEMANG ADAAA! Di sinopsisnya dibilang kalo cerita Train Man diambil dari kisah nyata. Haduuuh! Jadi pengen donlot! Ntar, deh. Kemaren abis donlot drama Koreyah yang panjang banget episodenya demi si akang x))

Nah, jadi, dear Santa... Bunda senaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali dapat hadiah buku ini. YAY! Bunda juga udah bilang, kan, di twitter (kalo Santa baca, sih... hihi...) MAKASIH, YAAA! Semoga kebaikan Santa dibalas Tuhan! 
Soal pembalasan, Bunda lagi siapin hadiah buat Santa, sih... masih in progress. Sabar, ya, Santa... 

OK. Bunda mau review buku hadiah dari Santa satunya lagi. Abis itu, Bunda akan bongkar hasil investigasi Bunda mengenai siapa Secret Santa Bunda di tahun 2014. Semoga nggak salah tebak kayak dua tahun lalu, yaaa....

See you....

Cheers! Love you both! xoxo







Terusin baca - PostBarSSBBI2014 - Train Man (Densha Otoko) by Hitori Nakano

29 Jan 2015

[Opini Bareng Januari 2015] Ekspektasi - From Zero to Hero or Vice Versa





Halo, Kakak Ilman dan Adik Zaidan...
Ya ampun... waktu berlalu begitu cepat, sementara hari demi hari terus bergulir dan ini sudah menuju penghujung bulan! Bunda belum posting apapun di sini... Padahal di folder draft ada banyak tulisan mengantri untuk dipublish. Hanya saja....

OK. Di tahun 2015 ini, Divisi Event BBI nggak pasang dua tanggal #PostBar seperti tahun-tahun sebelumnya di kalender. Hanya ada satu #PostBar setiap bulannya, tapi ada postingan lain yang boleh ditulis kapan aja, asal masih di bulan itu, yaitu Opini Bareng. Untuk Opini Bareng Januari 2015 temanya adalah Ekspektasi.

Bunda milih Ekspektasi - From Zero to Hero or Vice Versa sebagai judul postingan ini. Kenapa?

Adalah wajar buat seorang manusia untuk berharap. Berharap jadi orang kaya, berharap jadi orang terkenal, berharap dapet pacar buat yang masih jomblo, berharap segera mendapat jodoh bagi yang merasa usianya sudah di usia menikah tapi belum juga menikah, dan seterusnya.

Sama juga dengan berharap kalo suatu buku yang lagi hype alias lagi rame dibicarain banyak orang (pinjem istilah tante Astrid) disebut-sebut pembaca lain sebagai buku keren, cakep, dan lain-lain, trus kita berharap bisa merasakan perasaan yang sama dengan orang-orang ketika mereka kasih review super indah sama buku itu.

Sayangnya, kalo udah urusan buku, makanan, atau film, balik ke masalah selera. Kalo nggak sesuai selera, buku semanis atau segurih apapun menurut orang-orang ya jadi terasa hambar pas dicicipi.

Bunda sendiri gimana? Pernah berharap lebih sama buku, terus taunya.... hambar? Pernah... Ini contohnya:
Menurut pakde Iwan, buku ini bikin dia ngeces. Jadilah Bunda nyari semua review yang berhubungan dengan buku ini. Kebanyakan emang review buku ini bilang pada bikin ngeces, laper, dan teman-temannya. Penasaran, dong. Terus, Bunda ikutan kuis di tempat tante Ferina. Dan Bunda jadi pemenangnya. Senang, dong! Tapi... Bunda lalu merasa agak kecewa, karena ternyata nggak bisa bikin laper, ngeces apalagi berminat sama makanan yang diceritain di situ...
 

Katanya, buku ini hawt. Banyak adegan panasnya. Karena Bunda penasaran, Bunda belilah. Seken. Di sebuah online shop. Emang mungkin karena udah kesel, ya, sama online shop itu, karena buku yang Bunda beli itu ada cap HADIAH DARI PENERBIT, TIDAK UNTUK DIJUAL, eeeh, malah diduitin ama online shopnya. Jadi, si owner online shop-nya dapet buku ini haratis dari penerbit karena dia ikut event si penerbit, terus abis ga pengen dikoleksi, dijualnya. Sakit hati, lah. Pas baca dalemannya juga... HAH? Hawt sebelah manaaaaa? Kayaknya masih jauh lebih hawt buku Marriageable deh. Jelas-jelas masih hawt chicklit Can You Keep A Secret-nya Sophie Kinsella. Iya, Bunda penasaran sama buku yang dibilang hot. Hot apaan! Agak nyesel kasih bintang 3 kemaren. Udah gitu covernya crop-an dari foto orang. Entah beli entah ngambil doang, sih. Itu urusan penerbit. Tapi biar gimana, bukan ceritanya yang keinget-inget, keselnya doang yang keingetan mengenai buku ini. HAHA.


Ini pelajaran buat Bunda yang udah gampang tergiur sama kata-kata: DIJAMIN TERTAWA, DIJAMIN MELEDAK, dan lain-lain. Mungkin iya, di halaman awal, Bunda NYENGIR. Tapi nggak bisa ngakak atau ngikik sekalipun. Buku ini... garing banget. Ngasi bintang 3 sebenernya beban juga. Karena dapet buntelan dari BBI yang dapet dari penerbit. Sejak saat itu, agak kapok nerima buntelan dari penerbit. Takut ga bisa fair saat ngasi rating... Fufufufu....


Asli kaget pas baca ini. Ciri khas Tante Dona ga ada sama sekali di sini. Karakterisasi tokohnya maksa banget. Mungkin karena sebelumnya udah berharap terlalu banyak, jadi kecewa, deh.

Sebaliknya, ini adalah buku-buku yang Bunda awalnya ga terlalu suka, setelah iseng baca, ternyata jadi suka pake banget..

Lucunya, karena Bunda ga suka sama covernya, Bunda sempet ga punya ekspektasi apa-apa sama buku ini. Tapi, setelah Bunda ikutin. Astaga... Bunda jadi merasa bersalah banget karena udah menganggap remeh buku ini karena covernya nggak Bunda sukai :D


Memang, Bunda tertarik sama covernya aja yang kayak kotak susu. Tapi nggak berharap banyak sama ceritanya. Meski nggak terlalu istimewa, karena nggak berharap banyak, ternyata Bunda menyukai ceritanya.


Jujur, waktu pertama kali liyat komik Miiko, Bunda ngeremehin. Ah, palingan nggak bakalan doyan. Sampai suatu ketika iseng baca komik Miiko minjem dari murid les Bunda (sekarang dia udah jadi guru, lho, bentar lagi menikah) sambil murid les Bunda ngerjain soal. Lah! Nggak bisa berhenti! Sejak saat itu, Bunda jadi penggemar setia Miiko dan teman-temannya.


Nggak nyangka aja kalo Bunda bakalan suka sama cerita di situ. Hihihi... Padahal tadinya beneran memandang sebelah mata. 

Sebenernya masih banyak lagi, sih. Cuma, karena Bunda nggak rajin bikin review, jadi yang bisa ditampilkan hanya segitu aja.

Kesannya Bunda nggak baca buku-buku bermutu banget kayak Tante Astrid atau teman-teman Bunda lainnya, ya... Hohoho...
Buat Bunda, membaca saat ini bener-bener buat hiburan aja. Jadi, kalo Bunda lagi nggak pengen nyentuh novel-novel yang katanya berat *mungkin terbuat dari batu*, bisa jadi karena selera Bunda aja lagi bawaannya males :D

Abis gimana. Selera Bunda itu unpredictable kalo urusannya ama buku dan film. Gimana mood dan suasana hati, deh. Kalo makanan? Ummm... Tentu saja, coklat, es grim dan bakso selalu jadi juaranya! Walau, Bunda sukaaaaaaaaaaaaaaaaaa semua makanan... Hihihi...

Jadi, opini Bunda gitu aja. Kesimpulannya, ekspektasi dalam membaca itu balik ke masalah selera dan kesukaan masing-masing. Denger pendapat orang lain perlu. Tapi, jangan gara-gara orang lain bilang bagus, keren, terus kita memaksakan diri buat berpendapat yang sama, padahal kata hati bilang hal yang berbeda. Gitu, deh...

Cheers... Love you both, xoxo



Terusin baca - [Opini Bareng Januari 2015] Ekspektasi - From Zero to Hero or Vice Versa